
Spesial Yudis dan Feli.2
Sesak itulah yang Feli rasakan, istri mana yang tidak kesal dan cemburu. Melihat suaminya di kejar-kejar oleh mantannya, dan ingin menjadi yang kedua.
"Sayang jangan ambil keputusan saat marah," ujar Yudis pada Feli yang terisak.
Feli tidak menanggapi ucapan Yudis, dia masih menangis. Menyalahkan dirinya karena di masa lalu pernah mengabaikan Yudis, dan hadirnya Sarah di antara mereka.
Tapi jika Feli bisa berpikir secara logis, jika Yudis tak meninggalkan Feli. Dan tak adanya Sarah, maka Feli tidak akan bisa move-on dari Radit. Dan akan terus berharap pada cinta pertamanya, dan Yudis sendiri dengan sabar menanti balasan dari Feli.
"Aku mau pulang," pinta Feli pada akhirnya.
"Kita pulang besok."
"Aku mau sekarang Yudis," bentak Feli dengan mata basah.
"Kalau kamu gak mau pulang sekarang gak papa, aku bisa pulang sendiri. Silahkan habiskan waktu mu dengan mantan tersayang mu," ujar Feli, melanjutkan mengemasi barang-barangnya.
"Feli aku mohon,"
"Lepas Dis," desis Feli.
Kesabaran Yudis habis, dia mengunci pintu kamar hotel dan langsung menyingkirkan koper dengan kasar begitu saja. Feli menatap Yudis dia melihat kemarahan di mata Yudis, seketika nyali Feli jadi ciut. Bagaimana pun Feli adalah wanita.
"Selama ini aku selalu sabar Feli, percayalah aku mencintai mu sangat. Dan aku gak akan pernah berbagi cincin dengan wanita mana pun," tegas Yudis melangkah mendekati Feli.
Kemudian dia mendorong Feli hingga terlentang, Yudis pun mencium Feli dengan kasar. Membuat Feli gelagapan kehabisan napas, dia mencoba mendorong Yudis namun gagal Yudis mengunci tangannya.
Setelah Feli dan Yudis sama-sama polos, Yudis memasukan miliknya ke inti Feli. Tanpa pemanasan sama sekali, membuat Feli menjerit.
Sakit itu yang dia rasakan, tapi perlakuan kasar Yudis membuat Feli suka. Feli pun mendesah dan melenguh dengan nikmat, mereka pun mendapatkan pelepasan bersama.
Yudis menatap Feli yang terpejam, dia sadar telah memperlakukan Feli dengan kasar. Tapi mau bagaimana lagi, dia tak ingin Feli pergi malam ini. Tapi Feli pun menikmatinya.
"Jangan pergi, besok janji kita akan pulang. Dan jangan pernah meminta pisah lagi Feli, kamu, dan anak-anak adalah hidup ku. Belahan jiwa ku," ucap Yudis dengan sedikit gombalan.
Feli menatap Yudis dalam, dari dulu Yudis selalu menatapnya penuh cinta.
"Mana Feli ku yang garang, dan tegas hmm? Ternyata cinta membuat mu lemah sayang," ejek Yudis, dan mendapatkan cubitan di perutnya yang terbuka membuat Yudis meringis.
"Minggir," usir Feli.
Yudis menyingkir namun dia menarik Feli kedalam pangkuannya.
__ADS_1
"Yudis," pekik Feli.
"Ini hukuman untuk mu, karena minta pisah."
Tanpa menunggu jawaban dari Feli, Yudis pun membungkam kembali Feli dengan ciuman panas dan kasar. Ronde kedua kembali di mulai, dengan Feli yang menari dia atas tubuh Yudis. Adalah hal yang paling di sukai oleh Yudis, menatap tubuh Feli yang berisi dan padat di mana-mana.
****
Sementara itu Sarah, sudah mengacak-acak kamar hotel. Dia kesal karena rencananya gagal.
"Tenang Sarah...Tenang," ujarnya.
Sarah pun menarik napas panjang, dan mengeluarkannya dengan perlahan. Dia menatap ponsel, dan menatap sejenak pesan dari sang ibu.
Sarah pun memutuskan untuk menghubungi sang ibu, dan menanyakan sang anak.
"Selin sudah tidur," ucap Diana di sebrang telepon.
"Besok mungkin aku pulang mah," balas Sarah.
"Ya pulang lah Sar, kasian Selin. Dia menanyakan mu terus, mulai sekarang fokuslah pada Selin Sarah." Ujar Diana.
"Akan aku pikirkan mah, aku butuh orang yang di percaya untuk mengurus perusahaan." Kata Sarah, perusahaan yang di berikan oleh mendiang suaminya untuk kedua anaknya. Dan Sarah lah yang mengelolanya.
"Ya sudah aku tutup teleponnya, besok aku ambil penerbangan pagi." Ucap Sarah, setelah lama diam.
Pagi pun tiba, Feli sudah bangun lebih dulu dari pada Yudis. Setelah di buat kelelahan dan tidur cepat, sebelum tidur Yudis bilang ingin mengajak Feli jalan-jalan terlebih dulu ke Benoa Square yang tak jauh dari pantai Jimbaran.
"Mudah-mudahan gak ketemu sama si uler," gerutu Feli.
"Sayang kamu gak bangun? Kami gak lupakan janji mu?" tanya Feli, sebenarnya dia masih marah. Tapi jika pulang dengan keadaan marah maka keluarga besar mereka akan curiga.
Bukannya bangun, Yudis malah menatap Feli yang sedang berias. Membuat Feli menatap Yudis balik.
"Kenapa?"
"Kamu cantik, selalu cantik." Puji Yudis, membuat Feli memutar bola mata malas.
"Cepat mandi, aku gak mau pulang malam. Aku sudah rindu Alana," cetus Feli.
"Baiklah, tunggu sepuluh menit ya mom." Ucap Yudis mencium pipi Feli.
Walau sudah hampir dua puluh tahun lamanya, namun perlakuan Yudis itu selalu membuat Feli berdebar dan pipinya panas.
__ADS_1
"Aku beruntung memiliki mu, walau dulu aku begitu bodoh karena Radit." Kekeh Feli menyalahkan Radit.
****
Sesampainya di Benoa Square Feli melihat-lihat baju bayi yang lucu, dan baju anak perempuan. Tak lupa Feli juga membelikan Darel baju, setelah dari toko baju. Feli dan Yudis masuk ke toko souvernir, dan terus saja menelusuri toko.
"Kita makan dulu," ajak Yudis, dan Feli pun mengangguk saja. Dia juga sudah lapar tadi pagi hanya makan roti dan susu saja.
Mereka pun masuk ke resto yang menyediakan khas Bali, Feli memesan berbagai macam makanan khas Bali di antaranya Ayam betutu dan nasi, Sate lilit, Nasi tepeng dan Tipat cantok.
Betutu merupakan hidangan khas Bali berupa ayam atau bebek yang dikukus ataupun dipanggang dengan tambahan rempah-rempah yang kaya akan citarasa khas Betutu. Hidangan pedas dan penuh rempah ini sangat populer di Bali dan Lombok, dan kebetulan sekali Feli menyukai makanan pedas.
Sementara Nasi Tepeng merupakan kuliner tradisional khas Gianyar, Bali. Dimasak dengan campuran bumbu yang kaya rasa serta lada membuat sajian ini terasa sedikit pedas. Nasi Tepeng disajikan bersama dengan lauk pauk seperti kacang panjang, kacang merah, nangka segar, terong, daun kelor, dan kelapa parut.
Dan yang terakhir adalah Tipat Cantok merupakan makanan tradisional khas Bali yang umum dan dapat ditemukan dimana saja di Bali. Hidangan ini dibuat dari sayuran yang dikukus (bunga teratai, kacang panjang, serta tauge) dilengkapi dengan lontong yang dicampur dengan saus kacang. Terkadang beberapa orang menambahkan kecap untuk menambah cita rasa manis pada hidangan ini. Tipat Cantok dapat ditemukan di warung-warung kecil setempat namun jarang ditemukan di restoran-restoran besar.
Membuat Yudis membulatkan matanya, pada Feli yang memesan banyak makanan. Sementara Yudis sendiri, dia memesan Sate lilit, tak lupa memakai nasi dan Tipat cantok.
"Sayang kamu pesen banyak sekali?" tanya Yudis heran.
"Kami tau kan? Kalo aku kesel, makannya banyak. Kalau gak habis, kamu yang abisin dong sayang." Kekeh Feli Yudis pun hanya menggeleng kepala saja.
Sambil menunggu pesanan mereka siap, Feli menyempatkan untuk bervideo dengan sang anak.
"Alana sayang, mommy kangen." Ucap Feli pada Alan, yang sedang di gendong daddy Mike.
"Aku juga kangen sama mommy," balas mommy Melati menirukan suara anak kecil.
"Sabar yah sayang! Hari ini mommy dan daddy pulang." Kata Feli.
"Kamu pulang hari ini?" tanya mommy Melati.
"Iya mom," sahut Yudis yang sudah berpindah duduk di samping Feli.
"Bukannya dua hari lagi?"
Feli dan Yudis saling lirik, kemudian menatap kembali ke layar ponsel.
"Kami merindukan Alana dan Elena." Ujar Yudis.
"Ya sudah, have fun ya kalian. Mommy tutup dulu, mau siapin ASI untuk Alana."
Feli pun mematikan sambungan video call bersama sang anak, tak lama makanan yang mereka pesan sudah tiba. Feli pun makan dengan lahap, karena masakan Bali termasuk kesukaannya. Sampai-sampai di harus belajar memasak, masakan Bali pada chef.
__ADS_1
Semoga suka 💞
Maaf typo