
Keesokan harinya Dalia pergi ke Makassar di antar oleh Arumi dan Mahesa, Arumi dan Mahesa sekalian liburan.
Justine pun datang bersama Liana, bagaimana pun mereka adalah keluarganya. Justine akan mencoba berdamai dengan masa lalu Mahesa, Arumi dan Dalia.
Dalia menatap Liana lekat, ada kemiripan dengan Indra tapi kini biasa saja. Dia memeluk adik iparnya tersebut sambil terisak.
"Maafkan aku Liana, maaf." Lirihnya.
"Sudahlah ka, mommy dan papah sudah bahagia. Sekarang kejarlah kebahagiaan ka Dalia di tempat baru," tutur Liana, membalas pelukan Dalia. Dia bisa merasakan betapa beratnya beban Dalia.
Di jauhkan dari sang anak, ibu mana yang tak sedih. Beruntung Dalia memiliki ibu Arumi yang selalu mendukungnya, walau anaknya salah dulu. Tapi Arumi tetap meluruskan sang anak, pada jalan kebenaran.
Dalia melepaskan pelukan Liana, dia tersenyum saat Liana mengusap air mata di pipi Dalia. Pemandangan yang indah, dan menghangatkan hatinya.
Arumi yang melihat itu pun, hanya bersandar pada pundak sang suami. Merasa haru melihat kebaikan Liana, yang hampir di hancurkan keharmonisan keluarganya oleh sang anak.
"Liana baik sekali, Justine tak pernah salah memilih pasangan." Ujar Arumi.
"Iya kamu benar sayang," balas Mahesa.
Dalia menatap Justine, dia pun memeluk sang adik. Baginya Justine tetap adiknya, terlepas siapa ayah Arumi dia pun tak peduli. Dia sayang Justine.
"Maafkan aku," ucap Dalia.
"Iya aku memaafkan mu," balas Justine, membalas pelukan Dalia.
"Sudah nangis-nangisny? Pesawat sebentar lagi berangkat, apa kamu mau tetap di sini Dalia?" sahut Mahesa.
Dalia melepas pelukannya pada Justine, dia pun juga tersenyum pada Justine.
"Baiklah terima kasih kalian sudah memaafkan ku, aku pergi dulu. Dan cepat berikan aku keponakan saat aku ke sini," goda Dalia.
__ADS_1
"Itu pasti," balas Justine mengedipkan mata pada Liana.
"Dasar mesum," omel Liana.
Dalia, Arumi dan Mahesa pun meninggalkan ruang tunggu, Justine dan Liana melambaikan tangan pada mereka.
"Kasian sekali ka Dalia," ucap Liana, memeluk pinggang Justine.
"Di jauhkan dengan anaknya, dan mendapatkan penolakan dari ibunya Sam. Aku tau gimana perasaan ka Dalia jauh dari Yona," lanjutnya lagi.
Justine mengangguk dan mendengarkan Liana bercerita, sampai di mobil pun Liana masih asik bercerita.
"Kita tengok Yona gimana?" ide Liana.
"Boleh nanti malam kita ke rumah Sam," putus Justine, membuat Liana mengangguk.
Kemudian mobil pun melaju, membelah jalanan ibu kota. Saat Liana menoleh ke jalan, dia teringat akan Darel dan Akira lalu Sierra.
"Dan Sierra akan patah hati begitu?" tebak Justine.
"Entahlah, aku tahu bagaimana Darel dan Sierra, mereka dekat satu sama lain. Dan saling melindungi," ujar Liana.
"Sudahlah sayang, lebih baik kita pikirkan hubungan kita. Jangan ambil pusing hubungan orang lain ok," jelas Justine.
Membuat Liana memutar bola mata malas, dia pun tertidur karena masih lelah pulang honeymoon. Belum besok dia berjanji, bertemu dengan Sara dan Dera.
****
Pesan yang di kirim oleh Dalia semalam, membuat Sam tak tenang. Dia berusaha menghubungi Dalia namun ponselnya tak aktif.
"Apa dia benar-benar pergi?" tanyanya menatap layar ponsel.
__ADS_1
Sam menoleh pada Yona, yang sedang memainkan mainannya.
"Yona sayang, apa kamu kangen sama bunda hem?"
Yona hanya tersenyum menunjukan gusi, yang belum di tumbuhi gigi.
"Jika kamu rindu, bagaimana kalau kita bertemu dengan bunda?" usul Sam.
"Kamu setuju sayang?" oceh Sam, seolah sedang mengajak putri kesayangannya bicara.
"Baiklah ayo kita bertemu dengan bunda," ajak Sam.
Sam hanya tinggal memakaikan Yona kaos kaki, dan mereka pun siap pergi. Kebetulan bu Sekar sedang tak ada di rumah, jadi mereka bisa leluasa pergi menemui Dalia.
Berpuluh menit kemudian Sam pun sudah sampai, namun terlihat rumah tersebut sepi. Dia pun bertanya pada penjaga rumah.
"Nona Dalia dan keluarga sedang pergi tuan," ucap pak Joko, satpam rumah Mahesa.
"Kira-kira mereka pergi kemana? Apa menyusul Justine?"
"Mereka pergi ke Makassar, mengantar nona Dalia. Dua hari lagi tuan Mahesa dan nyonya Arumi akan pulang," jelas pak Joko.
Sam pun mengangguk, sedikit kecewa. Pertemuannya kemarin dengan Dalia adalah yang terakhir. Dia melirik ke belakang, melihat Yona tidur dengan nyaman.
"Baiklah kalau begitu, terima kasih pak. Permisi," pamit Sam.
Sam pun pergi meninggalkan rumah Dalia, dia akan pergi ke cafe untuk menenangkan diri.
**tbc
Semoga suka 💞**
__ADS_1
Maaf typo