Still Love You

Still Love You
Part.76


__ADS_3

Sementara itu Feli dan Yudis yang baru saja sampai di Jakarta, langsung saja di jemput oleh Darel pulang sekolah. Dia pun masih memakai seragamnya.


"Mommy," panggil Darel dan memeluk Feli.


"Sayang, kamu pasti kangen yah?" goda Feli.


"Iya aku kangen mommy, juga daddy." Balas Darel melirik Yudis sekilas.


Darel membantu Feli membawa barang bawaan mereka, Yudis menatap Feli dan Darel sekilas mereka. Bukan seperti ibu dan anak, tapi seperti sepasang kekasih, Yudis pun menghembuskan napasnya secara panjang.


"Kenapa dad? Kok liatin aku kaya gitu?" tanya Darel, setelah mereka masuk mobil.


"Tidak apa-apa,"


"Aku tau, pasti daddy lagi mikirin aku sama mommy. Sudah kaya pasangan muda kan?" tebak Darel, membuat Feli tertawa.


"Iya dan kalian tadi jalan bareng, daddy cemburu." Ketus Yudis.


"Astaga Dad, sama anak aja cemburu kamu." Kekeh Feli.


Membuat Darel memutar bola mata malas, dia pun fokus menyetir.


"Tapi menurut ku, mommy kelihatan seperti anak seusia aku loh dad!" goda Darel.


"Mungkin jika mommy masih single, dari kalangan muda sampe tua. Pasti banyak yang suka," sambung Darel.


Membuat Feli tertawa, dia hanya diam mengamati interaksi ayah dan anak yang jarang sekali berbicara itu. Darel lebih sering berbicara pada dirinya.


"Dasar kamu Rel anak durhaka, asal kamu tahu. Mommy mu saat muda itu judesnya ampun, hanya daddy yang sabar menunggu mommy." Ujar Yudis melirik Feli dari kaca spion, menatap Feli yang tersenyum padanya.

__ADS_1


"Iya kah mom?" tanya Darel.


"Ya begitulah," jawab Feli mengedikan bahu, beruntung Yudis tidak menyinggung soal Radit.


****


Beda dengan Yudis dan Feli, Sarah yang baru tiba pagi tadi pun. Di buat pusing oleh sang anak Selin, yang selalu menanyakan dimana sang ayah.


"Sabar yah sayang, ayah sedang pergi." Ucap Sarah menenangkan.


Di antara Selin dan Karen, yang paling dekat dengan ayah mereka adalah Selin. Karena Karen di masukan ke sekolah asrama.


Selin terus merengek, membuat Sarah pusing.


"Selin berisik, ibu sedang pusing. Ibu janji akan bawa ayah mu," bentak Sarah, membuat Selin berhenti menangis dan merengek.


"Selin sayang maafkan ibu," ucap Sarah memeluk sang anak.


"Aku gak sanggup seperti ini terus, Mas Haikal." Lirih Sarah memeluk Selin, yang begitu persis sang suami.


Diana dan imam menatap iba Sarah dan Selin, dia prihatin akan nasib sang anak. Ada rasa penyesalan di hati Diana, dulu Sarah gagal menikah dengan Yudis.


Terbesit sebuah keinginan Sarah kembali pada Yudis, menjadi istri ke dua pun Diana tak masalah. Tapi dia tak bisa menghancurkan rumah tangga orang lain.


"Mau kemana mah?" tanya Imam.


"Aku ingin menemui seseorang Pah, sebentar saja." Mohon Diana.


"Ya sudah, hati-hati."

__ADS_1


Diana pun pergi di antar supir, menuju rumah Melati. Berpuluh menit kemudian, Diana sudah sampai. Diana menunggu di ruang tamu, setelah seorang pelayan di rumah tersebut menyuruhnya masuk.


Tak lama mommh Melati turun bersama seorang bayi cantik, yang wajahnya mirip dengan Feli dan Yudis. Tapi lebih dominan Feli.


"Diana?" ujar mommy Melati dia begitu terkejut akan kedatangan teman lamanya.


"Mel, apa kabar?" tanyanya basa basi.


"Baik Di, kamu apa kabar? Ada apa kesini?" tanya mommy Melati.


"Aku ingin bertemu dengan Yudis," jawab Diana.


"Yudis? Dia sedang pergi ke Bali bersama Feli," kata mommy Melati.


"Bali?"


Diana sempat berpikir, kepergian Sarah ke Bali. Hanya untuk Yudis, tapi tidak mungkin.


"Iya," balas mommy Melati, sedangkan Alana sendiri begitu nyaman dalam pelukan sang oma.


"Ohh... Baik lah, tidak apa. Cucu mu sangat menggemaskan Mel," cetus Diana.


"Ya dia sangat cantik, persis Feli namun matanya sipit seperti Yudis." Ujar mommy Melati, menatap Alana.


Mommy Melati dan Sarah pun berbincang, seputar cucu mereka. Mommy Melati tahu, bahwa Diana memiliki dua orang cucu dari Sarah. Dan dia pun tahu bahwa suami Sarah sudah pergi, mommy Melati selalu berharap tidak akan pernah ada masalah dalam rumah tangga sang anak.


Semoga suka 💞


Maaf typo

__ADS_1


__ADS_2