Still Love You

Still Love You
4.


__ADS_3

percakapan itu terdengar di penjuru camp. membuat Sekar menjadi bahan gosip paling hangat.


walau begitu, masih banyak yang meragukan kenyataan jika Ale prajurit tampan asal Manado tersebut akhirnya menanggalkan status keperjakaan yang teramat dijunjung tinggi.


"jadi dokter Sekar pacarnya pak Ale sekarang?" tanya Sebastian. pria yang bertugas untuk memasak di dapur.


"bukan, enggak" Sekar memamerkan senyumannya.


"kamu jadian sama Ale Kar?" tanya Tiur kaget. gadis itu menampakkan wajah bodohnya. sementara Sebastian justru merasa kaget dengan sikap Tiur.


"24 jam dokter Tiur disamping Sekar dan baru tahu kabarnya? kemana aja dok?"


"gak kemana-mana cuma lagi tangani kasus berat"


"kenapa berat?" tanyaku menatap Tiur memilih duduk di meja makan.


"iya soalnya pasien yang satu ini beda"


"beda gimana?" kini Sekar menjadi semakin penasaran.


"cakeeep"


mendengar itu Sekar membuang wajahnya tepat ketika Ale melihatnya dari seberang meja.


pria itu menatap Sekar dengan serius membuat suasana menjadi canggung.


"dokter yang sana masih jomblo kan?" tanya Yusran pria manis yang duduk di sebelah Ale.


"masih" jawab yang lainnya


"kalau gitu deketin ah, siapa tau jodoh"


Ale masih tetap tenang mendengar perbincangan tersebut, sedangkan Yusran beranjak dari kursinya hendak menghampiri Sekar.


ketika pria manis bernama lengkap Yusran adji ningrat tersebut berada di depan Sekar, tepat dibelakangnya tampak Ale sudah berdiri memegang nampan berisi menu makan siangnya.


"Yusran" panggil Ale diikuti lirikan Sekar dan tatapan Tiur yang tidak bisa menutup mulutnya.


"siap komandan!" teriak.Yusran cepat.


"balik ke tempat duduk kamu sekarang"


"tapi Ndan saya lagi pedekate"


"yang ini tidak bisa" ucap Ale kemudian.


"kenapa Ndan? bukannya jomblo?"


"yang ini milik saya" ucapan Ale mendapat tatapan dari setiap penjuru dapur dan ada pula Sebastian yang tak sengaja menjatuhkan sendok sayur dari tangannya.


sementara Sekar sibuk berdoa. berharap jika kabar ini tidak akan pernah sampai pada Rut ibunya.


karena ia tahu Begitu ia pulang Ruth akan memenggal kepalanya dengan senang hati.


maafin Sekar ma


batin Sekar sambil mengernyit dan menarik tangan Ale menyuruh pria itu duduk di hadapannya.


"Le gak usah buat pengumuman gitu" protes Sekar sambil berbisik


"justru perlu. melihat bagaimana kamu populer di kalangan kami"


Ale menyantap makan siangnya sedangkan Sekar hanya menggeleng kepala pelan merenungi bagaimana ia terjebak dalam suatu hubungan dengan seorang prajurit.


semua demi papa


batin Sekar sambil mengepal tangan dan menggigit bibirnya. kebiasaan yang tidak bisa absen dan selalu dilakukan jika dalam keadaan yang terpojok dan bingung.


mati aku!


###


Sekar masuk ke dalam kamarnya, sore ini mereka berganti shift membuat Sekar merasa sedikit lega .ia memerlukan waktu untuk sendiri.


pintu kamar belum ditutup dan kemudian telepon berdering. tertera nama mama di layar ponsel miliknya.


mampus!


Sekar duduk di tepi ranjang dan kemudian kembali menggigit bibirnya gemas.


"halo ma" Sekar memejamkan matanya, dan benar saja apa yang ia bayangkan menjadi kenyataan.


"SEKAR!" teriakan Rut membuat Sekar menjauhkan ponsel dari telinganya.

__ADS_1


"sudah berapa kali mama bilang jauhin mereka! keliatan aja seragamnya keren! tapi pekerjaan tentara beresiko ! kamu mau kejadian seperti mama?! susah payah mama besarin kamu! mama gak mau kamu jadi seperti mama! sudah cukup semuanya !!!! #($!_(&?#-$(_;$+_(;&&......"


Sekar meletakkan ponsel tersebut di atas meja sedangkan ia sibuk menggigit bibir dan mengepal-ngepal kan jemarinya gemas.


"Sekar?" Ale memanggil namanya.


"siapa disitu Sekar?!"


gadis berambut panjang itu buru-buru membekap mulut Ale dan menarik pria itu masuk kemudian menutup pintu kamar.


"kamu dengar mama Sekar?!"


"dengar ma" ucap Sekar sambil memejamkan matanya dan masih membekap Ale.


"kalau kamu mengerti selesaikan tugasmu dan menikah dengan Satria!"


kemudian telepon ditutup. ia akhirnya bernafas lega dan beberapa menit kemudian dia menyadari bahwa ia masih membekap Ale dengan tangannya.


"maaf" Sekar melepas tangannya dan menjauhi Ale dua langkah ke belakang


"siapa?" Ale duduk di kursi sedangkan Sekar justru sibuk menggaruk tekuk kepalanya.


"mama"


"..." ada diam sebentar yang membuat suasana jadi canggung.


"ada apa kemari?" tanya Sekar.


Ale berdiri mengambil sesuatu dari dalam saku celananya kemudian mendekati Sekar.


"ini" sebuah salep berwarna kuning diserahkan pada Sekar.


"untuk apa?" tanya Sekar sekali.lagi.


Ale hanya diam mengambil salep.tersebut dan mengolesnya ke bibir Sekar yang tampak memerah.


"berhenti menggigit bibirmu Sekar" ucap Ale.


Kini Sekar tak tahu harus berbuat apa. dia hanya terdiam dan mematung di tempatnya. menata hati dan pikirannya


Ale terlalu mempesona kharisma pria itu cepat memikat hati siapa pun. termasuk dirinya sendiri.


"saya maksudnya aku sudah dijodohkan " ucap Sekar sementara Ale masih mengoleh salep ke bibirnya.


"dengan pria bernama Satria" Lanjut Sekar, namun tampaknya Ale tak bergeming .pria itu masih tenang menutup salep dan menaruhnya di atas meja nakas di samping tempat tidur


"kamu tenang saja, itu urusan saya" ucap Ale menatap ke dalam mata Sekar, membetulkan tata letak rambut gadis itu yang tampak berantakan.


"yang perlu kamu lakukan cuma satu" lanjut Ale.


"apa itu?"


"lakukan apa yang ingin kamu lakukan dan buat diri kamu bahagia"


perkataan itu membuat Sekar terdiam beberapa menit .


Ale keluar menatap Sekar yang masih berdiri di dekat tempat tidur.


"selamat malam Sekar, jangan lupa kunci kamar."


"malam, Le? kamu langsung istirahat ke kamar kan?" tanya Sekar. pria itu mengangguk tersenyum.


"malam" Ale menutup pintu kamar meninggalkan Sekar


###


hening, para jangkrik sibuk bernyanyi berkelompok membentuk suara malam yang indah.


dan diantara malam itu banyak doa terpanjat.


untuk orang-orang terkasih yang jauh dari mereka.


pukul dua pagi. kamar Sekar diketuk cukup keras membangunkan gadis itu dari mimpinya


"siapa?" Sekar memicingkan matanya. lampu yang sengaja dipadamkan tepat pukul dua belas malam mengharuskan Sekar memasang lampu botol.


"ini aku Tiur"


"kenapa Ur?"


"kamu gak liat ponsel?" tanya Tiur dalam bayang-bayang.


"enggak, aku ngantuk berat. ada apa?"

__ADS_1


"gak tau, tapi pastinya kita dibutuhkan di UGD"


Sekar mengucek matanya dan mengambil air di dalam gelas membasuh wajah kemudian mengambil jas putih yang tergantung di belakang pintu bergegas menuju rumah sakit.


tak berapa lama mereka sampai di UGD yang tampak ramai.


terlihat ada beberapa orang yang terluka akibat kecelakaan lalu lintas yang terjadi sekitar sejam yang lalu. namun beberapa sudah diambil alih oleh Hadi.


dan kemudian ada Ale disana tersungkur dengan wajah lebam serta robekan di pinggangnya.


beberapa menit Sekar terdiam, gadis itu memegang dahinya frustasi.


baru memutuskan untuk bertunangan namun kini pria itu terluka. sudah dua kali dan akan sering kali terjadi.


Sekar mendekati Ale dengan sigap dan kemudian menatap wajah pria yang sudah ditetapkan untuk jadi kekasihnya itu.


Sekar diam, begitu pula dengan Ale. pria yang terkenal dengan kharisma serta membuat orang segan jika hendak berbicara dengannya itu hanya diam melihat Sekar yang sibuk berbicara dengan Sekar juga Hadi salah satu dokter jaga di rumah sakit darurat tersebut.


akhirnya setelah memutuskan dan membagi tugas Sekar yang akan menjahit luka Ale.


"pak Ale tolong dibuka bajunya. saya harus menjahit pinggang Anda"


Ale mengangkat bajunya.


"kamu tidak bertanya saya terluka kenapa?" tanya Ale polos. sedangkan Sekar sibuk menjahit lukanya tanpa berbicara.


"pelan-pelan Sekar" keluhan Ale mendapat lirikan tajam dari Sekar.


setelah selesai Sekar melepas sarung tangan karetnya dan kemudian mulai mencek bagian punggung Ale


disana didapati beberapa luka dan bekas jahitan yang cukup membuat Sekar meringis.


"kamu ngerasa hebat?" tanya Sekar.


keadaan di UGD sudah mulai dapat diatasi. beberapa orang yang sudah menerima perawatan akibat luka-luka sudah pulang dan berobat jalan dan ada juga yang sudah dimasukkan ke dalam ruangan masing-masing.


"maksudnya?" tanya Ale pelan.


"kamu kenapa bisa luka?" tanya Sekar yang mencoba untuk tenang.


"ada gadis korban pelecehan seksual saya menyelamatkan dia"


Hadi datang mencek tulang kaki Ale apakah ada yang patah atau tidak


"ngerasa hebat kamu? udah nolongin orang sampai kamu abaikan diri kamu sendiri?"


"mak-maksudnya?"


"kemarin bahu, sekarang pinggang, kamu mau buat aku jadi janda sebelum menikah?!" kali ini suara Sekar terdengar keras dan sedikit melengking membuat Hadi memilih untuk menjauhi mereka berdua.


"kenapa dok?" tanya seorang perawat.


"urusan rumah tangga, mending gue ngejauh" bisik Hadi pelan dan memilih untuk berdiri di meja perawat sambil menyaksikan drama klasik tersebut dari jauh.


"saya cuma melakukan tugas"


"tapi kenapa tidak bisa hati-hati? tadi kamu bilang langsung ke kamar kenapa justru kelayapan tengah malam? nyari apa? nyari cewek cantik?!"


kali ini giliran Ale tergagap, wajah pria berkharisma itu tampak pucat. dengan susah payah Ale menelan ludahnya.


"hari ini pinggang besok dimana lagi lukanya? kenapa gak bisa jaga diri sendiri?! katanya prajurit. harusnya kamu bisa menghindar jangan sampai terluka begini!"


"saya..." tampak Hadi mendelik membuat tanda silang dengan tangannya memberikan Ale isyarat sambil menggeleng kan kepala.


mata Jadi tampak berkerut terpejam. yang artinya adalah tidak ada guna melawan amarah seorang wanita. sia-sia dan sesungguhnya kau akan kalah.


"kamu kesal!"


"ya kesallah!"


"udah jatuh cinta sama saya?" Ale mencoba bertanya tentang perasaan Sekar namun tidak tepat pada waktunya.


gadis itu menyentuh pinggang Ale dan cukup membuat pria itu meringis kesakitan.


"pikirin sendiri!"


Sekar pergi meninggalkan Ale di ruang UGD yang melongo tak percaya. dirinya kini sedang dimarahi oleh seorang gadis.


betapa hebat efek dari jatuh cinta itu.


betapa gila seorang prajurit yang jatuh cinta itu.


dan diam-diam senyum tersungging di bibir Ale.

__ADS_1


pak tua, gadis yang kau titipkan padaku, gadis yang aku cintai dan diam dalam gambar, gadis yang masih dan selalu menggigit bibirnya itu kini mulai jatuh cinta padaku.


__ADS_2