Still Love You

Still Love You
Akhir sebuah kisah.2


__ADS_3

Dariel Wills Kai Darwin & Harika Ailee Kai Darwin


Satu minggu kemudian, kini Darel, Akira dan juga keluarga Feli sudah berada di Indonesia mereka berkumpul di rumah bunda Nia dan ayah Satria. Kebetulan di sana ada Gemy dan Anisa beserta kedua anaknya.


"Aku ingin minta maaf uncle," lirih Akira.


"Tidak perlu minta maaf Akira, itu semua kesalahan ku. Karena aku mengusir mu secara tidak langsung dengan kata-kata, kamu tahu aku ingin yang terbaik untuk Darel. Sama halnya seperti Keanu," papar Gemy, di jawab anggukan oleh Akira.


Akira pun bernafas dengan lega, karena sudah meminta maaf pada Gemy. Nanti dia pun akan meminta maaf pada Radit dan Sierra.


Mommy Melati dan daddy Mike pun datang untuk bertemu cucu menantunya.


"Darel, Alana, Elena. Oma datang sayang," seru mommy Melati.


Membuat Feli dan Yudis menggeleng.


"Oma," pekik Alana, hanya Alana yang berlari menghamburkan diri ke pelukan mommy Melati.


"El kamu gak kangen kah sama oma?" tanya mommy Melati.


"Aku kangen oma, cuma aku kan udah gede udah mau kelas dua masa harus kaya Alana sih." Cibir Elena.


"Astaga El, kamu udah kaya tante Feli." Sahut Keanu dari arah dapur, membawa kopi yang sudah dia buat untuk Rumi dan Darel.


Elena hanya memutar bola mata malas menanggapi Keanu.


"Sudah-sudah sini peluk opa," pinta daddy Mike, Elena pun menurut memeluk opa kesayangannya setelah ayah Satria.


Darel dan Akira pun melakukan hal yang sama pada mommy Melati dan daddy Mike, mommy Melati sangat senang bertemu dengan Akira. Apalagi dia tahu kalau Akira hamil anak kembar.


"Oma senang banget sayang," ucapnya mengelus lembut perut Akira.


"Aku juga senang oma, bisa ketemu oma. Aku jadi berasa punya nenek dan kakek, ibu dan ayah baru," tutur Akira dengan mata yang memanas.


Mommy Melati mengusap kepala Akira yang di balut hijab yang menutupi perutnya.


"Sudah jangan sedih nanti babynya juga sedih," ujar mommy Melati.


"Kalo Feli jadi mertua jahat, bilang saja sama oma. Biar oma sama neni marahin dia," cetus mommy Melati, membuat bunda Nia terkekeh.


"Mommy," rengek Feli.


"Aku bukan mertua tipe gitu yah," kesal Feli.


Mereka pun bercengkrama melepas rindu, walau Feli dan Yudis pulang setiap dua tahun sekali namun mereka hanya berdua. Karena Alana dan Elena kadang tak ikut, lebih senang dengan Akira dan Darel.


"Kalian menginap di rumah mommy kan?" tanya mommy Melati.


"Aku sama Akira oma yang menginap, mommy, daddy, Alana dan Elena disini." Jelas Darel.


"Aku mau ikut oma deh," sahut Elena.


"Bolehkan Neni?" tanya Elena, menatap bunda Nia.


"Boleh sayang, memang kenapa kamu gak mau disini?" tanya bunda Nia.


"Ada uncle Rumi, aku malas liat wajahnya yang datar gak ada senyum-senyumnya." Ledek Elena.


"El," desis Rumi kesal, membuat semua orang tertawa.


"Sayang?" panggil Darel, kini mereka sudah berada di rumah mommy Melati.


"Iya?"


"Kamu senang?" tanyanya memeluk Akira dari belakang, lalu mengusap perutnya yang terasa tegang.


"Aku senang sekali, terima kasih daddy." Ucap Akira mengecup sekilas bibir Darel.


"Kenapa gak lama sih sayang?" protes Darel.


"Ahh... Kamu, aku cape sayang." Rengek Akira.


"Engga kok cuma bercanda," kekeh Darel


Sini aku pijat. Kaki mu masih bengkak?"


Darel melirik kaki Akira yang terlihat bengkak, dan menaikan ke atas pangkuannya. Dengan telaten Darel memijat kaki Akira dengan lembut.


Akira tersenyum menatap Darel, rasanya dia sangat beruntung bertemu dengan Darel dan jatuh cinta pada lelaki itu. Dia sangat baik dan perhatian, rasanya kata terima kasih pun tak cukup untuk mengungkapkan semuanya.


****


Siang ini Darel dan Akira akan mengunjungi rumah Sierra, dia akan melihat anak Sierra dan Devara yang berumur satu tahun lebih. Membawa banyak oleh-oleh untuk Sierra, Devara dan anaknya.


Pada akhirnya Sierra berlabuh pada Devara, yang awalnya ikut kerja dengan Devara. Dan selalu ikut kemana pun Devara pergi, membuat Sierra merasa kagum pada Devara yang mampu mengelola usaha keluarganya setelah Liana keluar dari Bangtan Area, karena mengurus dua anak kembarnya. Dari kagum berubah jadi cinta.

__ADS_1


Berpuluh menit kemudian mereka sudah sampai, dan di sambut oleh langkah kaki kecil balita cantik yang Darel tahu bernama Alsava Kalisha Hermawan.


"Kalian sudah datang?" tanya Sierra, menangkap sang anak.


Akira tersenyum memeluk Sierra.


"Apa kabar Sie?"


"Baik aku baik, kamu apa kabar? Gimana keadaan kandungan mu?" tanya Sierra.


"Aku sehat dan kedua anak ku juga sehat," ujar Akira mengelus perutnya.


"Waw... Kembar? Hebat kamu Rel," kekeh Sierra.


"Ayok masuk, maaf rumahnya kecil." ajak Sierra.


Darel dan Akira pun masuk, tak lupa Darel memberikan hadiah pada Alsava.


"Makasih uncle, untie." Ucap Sava dengan cadel.


"Kalian! Apa kabar?" tanya Devara yang baru keluar dari ruang kerja.


"Baik ka Dev," jawab Darel memeluk Devara.


Namun saat dia ingin bersalaman dengan Akira, Darel menarik tangannya.


"Bukan muhrim," ketus Darel, karena Darel tahu Devara pernah menyukai istrinya.


"Cih... Tenang aku gak akan rebut Akira, toh aku udah dua wanita yang cantik," ucap Devara mencium pipi Sava.


"Ayah," pekik Sava terkikik geli, karena Devara menggelitik sang anak.


"Ayok kita ke dapur, bibi mungkin udah nyiapin cemilan buat kita." Kata Sierra.


"Kamu sama Akira aja dulu sayang, aku sama Darel mau berbicara berdua dulu." Ujar Devara.


"Oke,"


Akira, Sierra dan Sava pun berjalan menuju dapur, dan benar saja hidangan sudah tersedia. Membuat Akira tiba-tiba lapar.


"Aku jadi lapar," kekehnya karena Sierra menyiapkan makanan tradisional Indonesia, yang memang di inginkan Akira.


Dan melupakan niat untuk meminta maaf, setelah melihat makanan.


"Akh..."


"Akira? Kamu kenapa?" tanya Sierra, dia meletakan minuman untuk Akira.


"Pe-perut ku, sa-sakit..." rintih Akira.


"Ya Tuhan... Mbak, tolong panggil Devara dan Darel." Titah Sierra pada asisten rumah tangganya.


"Baik bu,"


Tak lama Darel pun datang dengan wajah panik.


"Kamu kenapa sayang?"


"Perutnya sakit," jawab Sierra.


"Mungkin Akira mau melahirkan Rel," sahut Devara.


"Iya kah?"


"Aduh Rel... Udah cepat jangan bengong, bawa ke rumah sakit cepat." Pekik Sierra.


"O-oh.. oke, oke," jawab Darel bingung, pasalnya ini pengalaman pertamanya dalam menghadapi persalinan sang istri.


Darel pun di antar oleh Devara ke salah satu rumah sakit bersalin, sementara Sierra mengabari Feli.


"Apa? Iya...iya, tante akan ke sana sekarang juga." Jawab Feli dengan cemas.


"Kenapa?" tanya bunda Nia.


"Akira mau melahirkan bun," kata Feli.


"Ya sudah ayok ke rumah sakit, biar Yudis yang memberitahu Melati." Ujar Bunda Nia.


Feli dan bunda Nia pergi bersama Rumi, yang kebetulan ada di rumah. Sedangkan Yudis berada di kantornya.


Di perjalanan Feli memberitahu Yudis menyuruhnya menyusul bersama mommy Melati, berpuluh menit kemudian. Feli sudah sampai, dia langsung menuju ruang bersalin sebab Akira sudah bukaan lima termasuk cepat.


"Tante!" sapa Sierra.


"Gimana keadaan Akira?" tanya Feli.

__ADS_1


"Kata dokter sudah bukaan enam," balas Sierra.


Tak lama Darel pun keluar dengan wajah pucat.


"Mommy," lirih Darel memeluk Feli.


"Kenapa?"


"Aku gugup sekali mom, aku keluar dulu karena Akira ingin minum." Kata Darel.


"Ya sudah biar aku belikan," sahut Devara, Devara menarik Sierra untuk menemaninya.


"Mommy temani aku yah?"


"Iyah."


Bunda Nia dan Feli masuk ke ruang bersalin, dia melihat Akira yang tengah meringis dan mengatur napasnya.


"Mommy, neni." Lirih Akira, saat seperti ini dia merindukan sang ibu Ailee.


"Sudah jangan menangis, kan ada mommy. Mommy akan temani kamu disini sama Darel," ucap Feli menenangkan.


Tak lama Darel pun masuk dan memberikan minum pada Akira, Darel terus mendampingi Akira selama beberapa jam. Sampai tepat pukul tiga sore, sepasang bayi mungil telah lahir ke dunia.


"Selamat Darel," ucap Yudis menepuk pundak sang anak.


Darel pun memeluk Yudis dengan haru, pasalnya tak menyangka di umurnya yang ke dua enam. Dia sudah menjadi ayah.


Setelah bayi di bersihkan dan Akira masuk ke ruang perawatan, satu persatu sahabat Feli datang untuk menjenguk.


"Aduh cantiknya, siapa namanya?" tanya Hana.


"Harika Ailee Kai Darwin." Ujar Darel menatap bayi perempuan yang ada dalam gendongan Hana.


"Kalo yang cowok?" tanya mommy Melati.


"Dariel Wills Kai Darwin." Balas Darel.


"Aduh cicit oma, Dariel. Nama mu sama seperti ayah mu Darel," ucap mommy Melati mencium sang cicit.


Dokter pun masuk ke dalam ruang rawat Akira.


"Wah... Ramai sekali, saya periksa dulu." Ujar dokter kandungan tersebut.


"Besok sudah bisa pulang yah!" kata dokter setelah selesai memeriksa.


"Baik dok terima kasih," balas Darel.


"Kalau begitu saya permisi, kalau boleh hanya ayah saja yang menemani yah! Pasien perlu istirahat," jelas dokter.


"Baik dok terima kasih," jawab mereka serempak.


Pukul lima sore satu persatu sudah pulang, tinggallah Darel dan Akira bersama dua bayi kembarnya yang tengah tertidur pulas.


"Terima kasih," ucap Darel mencium kening Akira, Akira hanya tersenyum dan memilih berbaring karena masih lemas.


***


Beberapa hari setelah melahirkan, keluarga besar Feli dan Yudis mengadakan syukuran atas kelahiran cucu pertama mereka. Dan cicit pertama bagi keluarga ayah Satria dan daddy Mike Sekaligus kumpul keluarga dan sahabat.


Akira sangat anggun dan cantik, dengan gamis berwarna putih dan juga hijab yang warna senada. Sedangkan Darel memakai baju Koko yang sama berwarna putih.


"Si kembar sudah siap?" tanya Darel, Akira tidak ingin menggunakan jasa baby sitter karena dia ingin menikmati peran sebagai ibu.


"Sudah mereka sudah cantik dan wangi, abang juga anteng saat mommy-nya bersihin adik." Ujar Akira dengan berseri.


Darel menggendong Harika, sedangkan Dariel di gendong oleh mommy Melati yang baru saja masuk. Alasannya kangen cicit.


Acara pun berjalan dengan lancar, Liana dan Justine pun mengenalkan anak kembar mereka Akira dan Darel.


Elmeira dan Rakai adalah nama anak dari Justine dan Liana yang baru berumur dua tahun, sedangkan anak pertama Sam dan Dalia Keiyona sudah memasuki usia lima tahun dan berteman dengan Elena, lalu yang kedua berumur satu tahun sama dengan anak Sierra. Bernama Aludra sedangkan untuk Sarah dan Reno mereka pun sudah bahagia, dan Reno memutuskan untuk mengelola perusahaan milik Sarah dan usaha milik dirinya.


Indira dan Arumi kini sudah berteman dengan baik, walau Indira masih enggan bertemu Mahesa. Mereka melupakan dan saling memaafkan kesalahan di masa lalu, untuk menatap masa depan.


Tidak ada yang tahu kepada siapa hati akan berlabuh nantinya, tapi percayalah cinta itu akan menemukan jalannya untuk pulang.


~Tamat~


Alhamdulilah still love you sudah tamat, makasih yang sudah menemani sejauh ini. Mohon maaf jika masih ada kekurangan dalam menulis cerita ini karena aku sih masih belajar.


Jumpa lagi di cerita ku yang lain yah! Yang berjudul Cinta Anyelir. Jika berkenan boleh mampir Makasih bababay Love u 😘


Salam baby Dariel dan Harika 🤗


__ADS_1


__ADS_2