Still Love You

Still Love You
Part.52


__ADS_3

Feli sudah sampai di rumah Gemy, dan di sinilah mereka. Di ruang keluarga.


"Gimana keadaan Indra, sekarang?" tanya Gemy, sambil menimang Shela yang sedang rewel.


Setelah tadi Feli menceritakan, versi Indra tanpa ada yang di tutupi.


"Dia putus asa Gem, masalahnya Hana gak tau dimana? Yang tahu hanya Radit," ujar Feli.


Gemy menghela napas panjang, kejadian dulu akan terulang kembali. Namun kali ini yang akan sakit hati adalah Rania.


"Sayang Shela, kamu sama bunda dulu yah! Daddy mau kerja," bujuk Gemy.


"Gak mau, aku mau sama daddy." rengek Shela.


"Sayang kasian daddy, dia mau bicara sama tante Feli dan om Yudis. Gimana kalo kita ke taman aja?" Anisa pun ikut membujuk sang anak, yang sedang rewel dan menempel pada Gemy. Bahkan tadi pagi, dia menempel pada Keanu membuat Keanu sulit, untuk pergi bekerja.


"Gak mau, aku bilang gak mau ya gak mau bunda," bentak Shela.


"Ya sudah, tidak apa-apa. Kamu sama daddy saja," pasrah Gemy.


Membuat Feli mengulum senyum, pasalnya Gemy yang garang takluk pada putri kecilnya tersebut. Sama halnya pada Yudis, jika Elena sedang manja.


***


Liana menatap Indra yang tertidur, dia menyentuh luka di wajah Indra. Dia sudah banyak mengirim pesan pada Hana, namun ponsel Hana tetap tidak aktif.


"Mom, apa kamu tega pada papah? Dia sedang sakit. Setidaknya datang dan jenguk papah," lirih Liana.


Justine yang melihat kesedihan Liana pun tak tega, dia ingin mengatakan pada Liana bahwa penghancur keluarganya adalah kakaknya sendiri.


"Liana, aku keluar dulu sebentar yah!"


"Iya, anda tidak usah datang lagi. Sebentar lagi Devara dan Keanu akan ke sini pak," larang Liana.


"Tidak apa, aku akan temani mereka."


"Terserah anda, tapi pastikan tante Indira baik-baik saja."


"Iya," balas Justine.


Justine pun pergi meninggalkan rumah sakit, tujuannya adalah rumah Mahesa dan Arumi. Empat puluh menit kemudian, Justine sudah sampai di rumah Mahesa.


"Dalia," teriak Justine, membuat semua pelayan menatap Justine.


Tak lama Mahesa muncul dari ruang kerja, mendengar Justine berteriak.

__ADS_1


"Justine ada apa?" tanya Mahesa.


"Dalia, dimana kamu? Keluar," pekik Justine terus berteriak, mengabaikan pertanyaan Mahesa.


Tak lama Arumi pun muncul dari lantai dua.


"Justine, ada apa nak?"


"Dimana anak mu? tanya Justine dingin, tatapan mata tajam membuat Arumi mundur. Dia tak pernah melihat Justine semarah itu.


"Aku disini ada apa?" sahut Dalia, dari arah kolam.


Dengan langkah lebar, Justine menghampiri Dalia.


Plak!


Tanpa di duga Justine menampar Dalia, Dalia yang tak siap pun langsung tersungkur. Karena tamparan yang keras.


"Justine," bentak Mahesa.


"Apa-apaam kamu?" teriak Mahesa.


"Jangan terik pada ku, seharusnya kamu mendidik anak mu dengan benar. Tuan Mahesa," ucap Justine penuh penekanan.


"Tanyakan saja padanya, apa dia sudah bangga mengikuti jejak mu? Ternyata memang benar, buah jatuh tak jauh dari pohonnya." Sindir Justine, menatap tajam Arumi.


Arumi tak mengerti apa yang di bicarakan Justine, sedangkan Dalia sudah keringat dingin. Dia takut ibu dan ayahnya mengetahui kelakuan dirinya, yang sudah merusak rumah tangga orang lain.


"Sudah bu, ayah. Jangan dengarkan dia." Ujar Dalia, membuat Justine tersenyum miring.


"Lihat bahkan, sifat neneknya pun turun padanya. Suka menghasut,"


"Justine cukup, jaga bicara mu." Bentak Mahesa, yang tadi hanya diam.


"Seharusnya anda, yang menjaga anak perempuan anda. Supaya dia tak mengikuti jejak ibunya, menjadi seorang pelakor. Perusak rumah tangga orang lain." Pekik Justine, dia teringat akan wajah sedih Liana dan Indira.


"Justine," marah Arumi, sekaligus sedih. Dia sedih selalu di sebut pelakor.


"Aku bukan pelakor Justine, ibu mu yang tidak bisa menerima ku." Ungkap Arumi.


Mahesa memijit pelipisnya, dia terkejut mendengar berita Justine tentang Dalia.


"Jangan asal bicara kamu Jus, kamu gak tau apa-apa tentang ku. Jangan fitnah," marah Dalia tak terima.


Justine tersenyum miring, menatap Arumi dan Dalia. Benar-benar wanita bermuka dua.

__ADS_1


"Kalian, jangan di kira aku gak tau apa yang kalian lakukan. Aku tidak memfitnah mu Dalia, apa kamu perlu bukti?" tantang Justine, membuat Dalia tegang seketika.


"Cukup Justine, jangan bicara lagi. Arumi tidak bersalah tapi Indira yang tidak mau menerima Arumi," bela Mahesa pada akhirnya.


Justine tersenyum miring, menatap sang ayah. Hilang sudah rasa hormatnya pada Mahesa.


"Cinta membuat mu buta, tuan Mahesa." Desis Justine.


"Jika terjadi sesuatu pada perusahaan mu, jangan pernah salahkan aku. Aku sudah memperingati mu Mahesa, mereka akan melakukan tidak akan tinggal diam."


"Siapa mereka?" tanya Arumi.


"Gemy dan Yudis, apa kau mengenalnya?" tanya Justine menatap Mahesa.


"Gemy, Yudis." Gumam Mahesa, dia teringat akan dua perusahaan besar di Indonesia. Dengan pemimpin yang terkenal dingin dan kejam pada musuhnya.


"Apa yang kau lakukan pada mereka Dalia?" tanya Mahesa, sedikit panik pasalnya perusahaan Wijaya berada di bawah perusahaan Winata dan Darwin.


"Aku..." Dalia tak mampu menjawab, dia hanya menunduk saja.


"Dia menghancurkan rumah tangga Indra dan Hana," sahut Justine.


"Apa?" pekik Mahesa.


"Ya putri kesayangan mu ini, memfitnah Indra. Dia menjebak Indra supaya terlihat tidur dengannya." Jelas Justine, menatap tajam Dalia.


"Dalia," lirih Arumi.


"Engga bu, dia bohong." Dalia mencoba membela diri.


"Sudahlah, aku muak melihat sandiwara ibu dan anak yang merasa tersakiti. Kalian sama saja, penghancur rumah tangga orang." Desis Justine.


"Cukup Justine, jangan pernah bilang Arumi penghancur rumah tangga orang. Karena pada dasarnya ibu mu menerima pernikahan ini," bentak Mahesa.


Justine tersenyum miring, dia tidak mempercayai ucapan Mahesa. Kemudian dia pergi meninggalkan rumah Mahesa, sebelum keluar dia menatap Mahesa.


"Aku tahu, siapa yang salah. Dan aku tahu, perjanjian mu dengan Arumi. Jadi jangan merasa kalian orang yang paling tersakiti," ucap Justine, dengan nada dingin membuat Arumi merinding.


Justine pun benar-benar, pergi dari rumah itu. Rumah yang membuatnya kehilangan kasih sayang Indira. Sampai sekarang Justine pun merasa, bahwa kasih sayang Indira tak sepenuh hati.


"Aku akan melindungi mu Liana, apa pun akan aku lakukan untuk mu." Gumam Justine.


Semoga suka 💞


Maaf typo

__ADS_1


__ADS_2