Still Love You

Still Love You
Part.85


__ADS_3

Empat bulan kemudian, semua berjalan seperti biasa. Sarah masih suka mengganggu Yudis dan Gemy menggertak perusahaan Imam, yang akhirnya ayah dari Sarah tahu rencana anak dan istrinya.


Mereka memang berhenti tapi itu hanya sesaat, mereka terus mendekati Yudis di perusahaannya. Jika di rumah tentu Feli akan marah, sebenarnya Feli tahu bahwa Sarah dan anaknya selalu datang ke perusahaan Yudis.


Kali ini pun begitu Sarah kembali datang bersama Selin, dan Feli pun akan datang bersama Alana.


"Jangan di kira aku diam Sarah, justru aku muak liat kamu." Geram Feli.


Kini dia sudah sampai di perusahaan Yudis, setelah mengantar Elena. Feli langsung ke perusahaan Darwin.


"Nyonya Feli," sapa Reno.


"Suami ku ada?" tanya Feli.


"Ada nyonya, tapi di dalam ada Sarah dan anaknya!" jujur Reno.


"Tidak apa-apa, biarkan saja. Aku akan masuk," cetus Feli.


Reno pun mengangguk sebagai jawaban, dan mempersilahkan Feli masuk. Saat masuk anak dari Sarah sedang bermanja-manja pada Yudis, Yudis sendiri tidak bisa menghindar dan tidak mungkin marah pada anak kecil.


Feli melipat tangan di dada dan berdehem, membuat Yudis menatap Feli dengan kikuk seperti tertangkap berselingkuh.


"Sayang kamu ke sini? Tumben?" tanya Yudis, membuat Feli menatap tajam Yudis.


Dan Yudis sendiri langsung menepuk mulutnya, karena ucapannya pada Feli.


"Memang kenapa? Gak boleh? Ohh... Atau hanya dia yang boleh kesini?" ucap Feli dingin.


"Bukan begitu sayang, Selin bisakah kamu turun anak om ada di sana." Tunjuk Yudis pada Alana yang ada dalam gendongan Feli.


Selin cemberut dan hampir menangis, namun Yudis langsung menurunkan anak itu dan menghampiri Feli.


"Papa jahat, papa gak sayang aku." Lirih Selin.


"Papah? Hebat kamu Sarah, sudah menyuruh anak kecil memanggil ayah orang papah." Sinis Feli.


"Yudis pun gak menolak," bela Sarah.

__ADS_1


"Iya karena dia tidak mungkin marah pada anak kecil," bentak Feli, membuat Alana menangis.


"Sssttt.... Alana sayang, bukan sama kamu nak. Jangan nangis," ucap Feli, Yudis ingin mengambil Alana namun di tepis.


"Sekarang kamu pergi dari sini, atau aku akan menyuruh satpam untuk menyeret kamu," tekan Feli menatap tajam Sarah.


Sarah berdecak kesal dengan terpaksa dia pun pergi dari ruangan Yudis, saat melewati Feli mereka saling pandang dengan tatapan tajam.


Setelah kepergian Sarah, Feli menghembuskan napasnya secara pelan dan menatap Yudis.


"Ayo duduk," ajak Yudis.


"Aku tau semuanya," kata Feli sebelum Yudis bicara.


"Aku hanya menunggu mu jujur, tapi kamu gak pernah jujur." Ujar Feli dengan sedih.


"Kamu lupa apa yang Gemy katakan pada mu? Atau perlu aku ingatkan?"


"Feli aku gak pernah lupa, aku selalu ingat. Kalau tak jujur maafkan aku, bukan maksudku gak jujur hanya saja. Aku gak mau kamu sedih," cetus Yudis.


"Kamu mau kemana mom?" tanya Yudis.


"Pulang," balas Feli.


Yudis menghembuskan napasnya secara pelan, dia menatap pintu yang tertutup dengan nanar. Sekuat apa pun dirinya melarang Sarah datang, tapi anaknya selalu membuat keributan yang mengundang perhatian orang.


"Maafkan aku Feli."


****


Sementara itu Arumi dan Hana sudah membuat janji untuk melakukan tes DNA, terhadap Sam dan Indra.


Liana pun ikut ingin tahu hasil dari tes DNA tersebut, dia menatap Dalia yang sedang mengusap perutnya menatap Indra. Liana pun berusaha untuk menghalangi pandangan Dalia dari papahnya.


"Mari silahkan nyonya Dalia," ajak perawat.


"Aku takut bu," ucap Dalia.

__ADS_1


"Semuanya akan baik-baik saja," ujar Arumi menenangkan Dalia.


Dalia pun di bawa ke ruangan untuk mengambil sampel cairan ketuban melalui jarum yang dimasukkan ke dalam perut Dalia.


Sementara Indra dan Sam hanya di minta rambut mereka secara terpisah, rambut Indra dan Sam tidak akan tertukar. Karena rambut Sam sedikit coklat, sedangkan Indra hitam.


Tapi Hana takut Dalia menukar hasil tesnya, dengan diam-diam Hana meminta rambut Liana. Karena pasti akan sama hasilnya dengan Liana, jika dengan Indra berbeda.


"Jika ada kesalahan maka rumah sakit ini, akan kami tuntut." Tegas Hana.


"Baik nyonya tidak akan ada masalah," ujar perawat.


Tak lama Dalia pun keluar dan menatap Indra, yang memalingkan wajahnya. Membuat Dalia sedih.


"Kalau begitu kami permisi," pamit Hana, diikuti Liana sedangkan Indra sudah lebih dulu.


"Syukur aku melakukan antisipasi terlebih dulu," gumam Hana.


"Ayok kita pulang," ajak Arumi.


Dalia pun pasrah di tarik oleh Arumi, dia akan di antar pulang oleh Sam. Dalam hati Sam berharap bahwa DNAnya cocok dengan bayi yang ada dalam kandungan Dalia, setiap Dalia melakukan pemeriksaan dia selalu bahagia. Karena bisa selalu menatap sang anak.


"Kamu gak kerja nak Sam?" tanya Arumi memecah suasana.


"Saya ambil libur sehari tante," jelas Sam.


Arumi pun mengangguk sebagai jawaban, setelah saat itu satu minggu setelah pengakuan Sam. Sam datang sendiri untuk menikahi Dalia secara siri, sampai anak itu lahir jika Dalia menerimanya maka dia akan menikahinya secara sah nanti.


Walau pun begitu Sam, tidak merepotkan Mahesa atau Arumi bahkan keluarganya sekaligus.


"Ayah sedang berjuang untuk mu nak," batin Sam menatap Dalia, yang menatap jendela.


"Berjuanglah dengan anak kita Dalia," gumam Sam.


Semoga suka 💞


Maaf typo

__ADS_1


__ADS_2