
Waktu begitu cepat berlalu, kini delapan bulan sudah Rania bekerja bersama Radit. Dan dia mengetahui kebiasaannya, termasuk kedatangan sahabat-sahabatnya setiap hari.
Radit bilang dulu sebelum mereka menikah tempat kumpulnya adalah apartemen Feli, tapi semenjak Feli menikah dan tinggal di rumah orang tua Yudis tempat kumpulnya dipindah menjadi ke apartemennya.
Kini usia kandungan Feli sudah menginjak delapan bulan, lalu si kembar Liana dan baby Devara akan memasuki usia tiga tahun beberapa bulan lagi. Dan untuk Keanu kini sudah mau memasuki empat tahun, dan sudah di masukan ke playgroup, Rania juga sudah akrab dengan Anisa, Hana dan Feli. Hana selalu meminta Rania datang ke rumahnya untuk membantunya menjaga si kembar saat Hana kewalahan menjaga Liana dan Devara yang aktif sekali.
"Rania," panggil Radit.
"Ini buat kamu." Radit menyerahkan paper bag.
Rania melihat isinya. "Emm... Ini untuk apa mas?"
"Hari ini ada acara, kamu harus menemani aku."
"Baiklah." Rania tidak bisa menolak, sudah kesekian kalinya Rania selalu dibawa ke pesta oleh Radit. Dan Radit selalu mengakui dirinya sebagai kekasihnya.
Namun sebisa mungkin Rania juga tidak menaruh hati pada Radit, Rania menatap Radit yang sedang berdiri didepannya.
"Kenapa kamu menatapku, seperti itu?" tanya Radit.
"Tidak ada apa-apa."
"Ya sudah kalo gitu, aku pergi sebentar. Nanti jangan lupa setelah aku datang kamu sudah siap," jelas Radit dan dijawab anggukan oleh Rania.
****
Malam pun tiba dan disinilah Rania, disebuah hotel ternama. Radit bilang ini salah satu pesta pernikahan teman sekolahnya dulu. Rania terlihat cantik dengan Blazer berwarna toska di padukan dengan rok, sedangkan Radit memakai jas berwarna hitam.
"Sebentar yah, kita tunggu yang lain."
"Iya."
Saat Rania dan Radit sedang menunggu yang lain, tiba-tiba suara seseorang membuat Rania membeku.
"Rania." Panggil Eli lantang, ya yang memanggil Rania adalah Eli. Sejak Eli berkenalan dengan David, dia selalu sering mengajak Eli keluar jalan-jalan. Dan Menyuruh Eli keluar dari kerjaannya dan Eli pun menurut.
"Eli." Gumam Rania.
"Siapa dia?" tanya Radit.
Namun Rania tidak menjawab, dia malah menatap Eli yang sedang berjalan kearahnya.
Plak !!
"Hey, apa-apaan lo," marah Radit, Radit menghampiri Rania yang terjatuh saking kuatnya tamparan itu.
"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Radit khawatir. Dan Rania pun mengangguk sebagai jawaban.
"Dasar wanita tidak tau diuntung," hardik Eli. "Kamu enak-enakan disini, sedangkan aku susah payah bekerja dan berusaha melunasi semua kerugian yang kamu buat," bentak Eli, walau sekarang hidupnya enak karena jadi sugar baby David. Tapi dia masih kesal pada Rania harus merelakan rumahnya di berikan pada rentenir tua tersebut.
"Hey!!" marah Radit, sebab dia bertanya dengan baik. Tapi diabaikan oleh wanita yang dipanggil Eli oleh Rania.
"Siapa lo?" tanya Eli.
"Gue calon suaminya," ujar Radit, melipat tangan di dada. Rania membulatkan matanya atas pengakuan Radit.
__ADS_1
"Calon suami." Eli tersenyum sinis, menatap Radit dari atas sampai bawah.
"Ternyata perempuan murahan ini, bisa juga mencari laki-laki kaya." Ejek Eli pada Rania.
"Aku bukan wanita murahan," pekik Rania.
Eli selalu saja seperti itu pada dirinya, dulu mereka begitu akrab bahkan sangat dekat. Tapi setelah batalnya pernikahan Eli dengan kekasihnya, Eli menjadi pemarah dan suka menyebutnya wanita murahan tanpa tahu sebabnya.
Sebelum Eli berbicara, Gemy cs sudah tiba dan dengan suara dingin dan wajah datarnya Gemy bertanya pada mereka.
"Ada apa ini?" tanya Gemy. "Kenapa membuat keributan disini?" sambungnya lagi.
Eli memang terpesona pada Gemy, tapi tatapan matanya yang mengintimidasi membuatnya tidak berani menatap mata Gemy. Terlebih dua laki-laki dan perempuan disampingnya juga seperti itu, menatapnya dingin.
Eli menelan saliva nya susah payah. "Saya keluarganya dia," tunjuknya pada Rania.
"Lalu apa masalahnya?" tanya Gemy lagi.
"Dia sudah berani pergi dari rumah dan meninggalkan semua hutang-hutangnya," bohong Eli.
Tapi sayang Gemy tidak mudah dibohongi, dia menatap Eli semakin tajam dan dalam.
"Katakan apa mau mu? Jangan bertele-tele, kamu mengganggu salah satu dari kami, maka kamu mengganggu ku juga." Jelas Gemy dengan suara dinginnya.
Sedangkan yang lain hanya menyimak saja, mereka sudah menjadi perhatian orang-orang sekitar. Tapi mereka tidak peduli karena mereka tahu bahwa Gemy terkenal dengan kekejamannya jika ada yang mengganggu salah satu dari mereka.
"Aku mau dia kembali kerumah," ketus Eli.
"Siapa lo hah! Lo gak berhak bawa dia," bentak Radit.
Indra berusaha menenangkan Radit yang sudah tersulut emosi. "Tenang Dit."
Yudis memutuskan untuk membawa Feli menjauh, karena ini tidak baik untuk Feli dan anak yang ada dalam kandungan Feli.
"Ayo kita masuk sayang, gak baik untuk calon anak kita." Yudis mengelus perut Feli dengan sayang.
"Tapi Radit."
"Lo gak usah khawatir Fel, ada gue sama Indra. Lo, Anisa, Hana lebih baik masuk terlebih dulu. Dis bawa semuanya masuk gak baik buat anak-anak juga," terang Gemy.
Yudis pun mengangguk, Yudis membantu Hana membawa Devara karena Indra harus menemani Gemy dan Radit. Yang sedang berseteru dengan kakaknya Rania.
Suasana menjadi semakin dingin dan tegang, terlebih lagi Radit yang nampak menunjukan ketidak sukaannya pada Eli.
"Cepat sekarang katakan, apa mau lo?" tanya Radit dengan suara dinginnya.
"2Milyar." Kata Eli enteng, membuat Rania membulatkan kedua matanya.
"Jangan Dit, jangan dengarkan dia."
"Kamu gak usah khawatir Ran, uang ku banyak." Radit membanggakan dirinya sendiri, membuat Indra dan Gemy memutar bola mata malas.
"Bisa-bisanya disaat seperti ini banggain kekayaannya," batin Indra dan Gemy, menatap Radit.
Radit menuliskan sejumlah uang yang di minta oleh Eli, kemudian dia memberikannya.
__ADS_1
"Ini dan jangan pernah mengganggu dia lagi, kalo sampai lo muncul dihadapan gue atau Rania. Awas aja lo," ancam Radit.
"Nah gitu dong, tenang saja." Ucap Eli dengan melihat cek pemberian Radit.
"Sekarang lo, pergi dari sini," perintah Gemy.
Eli pun berlalu begitu saja tanpa pamit, membuat Rania sedih nyatanya kakak kandungnya lebih mementingkan uang ketimbang dirinya.
"Terima kasih," ucap Rania lirih.
Radit menepuk pundak Rania. "Sama-sama, jangan khawatir dan jangan takut ada kita."
"Ya sudah, ayo kita masuk." Ajak Indra.
Dan mereka pun masuk ke ballroom hotel tersebut, menikmati pesta resepsi pernikahan teman mereka.
****
Pukul sembilan malam Gemy dan yang lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing, tapi tidak dengan Radit dan Rania.
Radit mengajak Rania ke pantai, Radit ingin mengungkapkan isi hatinya pada Rania.
"Rania apa kamu tau istilah cinta pada pandangan pertama?" tanya Radit setelah sekian lama terjadi keheningan. Rania pun menggelengkan kepalanya.
"Kamu tahu Rania, aku merasakan itu pada mu. Walau cinta itu hadir karena kebersamaan kita dan kamu yang membuatku nyaman," terang Radit.
"Dulu aku sempat merasakan jatuh cinta, tapi cinta monyet gitulah, kamu mau tau siapa orangnya?"
"Siapa?" Rania menatap Radit, yang juga menatapnya membuat Rania salah tingkah.
"Feli, dia cinta monyet ku dan cinta pertamaku. Kalau Hana dia sempat jadi pelampiasan ku," kekeh Radit, menceritakan semua masa lalunya.
"Tapi itu dulu, sekarang aku jatuh cinta pada mu. boleh kah aku jujur Rania?"
Radit menatap Rania, dan menggenggam tangannya.
"Rania maukah kau jadi istriku? Menjalani hidup denganku? Menemaniku sampai akhir hayat nanti dan menerima seluruh keluargaku?" tanya Radit menatap kedalam mata Rania.
Rania merasa terharu, dia tidak menyangka akan dilamar oleh Radit ditempat seperti ini. Walau tidak romantis tapi Radit sudah mau mengakui perasaannya pada Rania, yang sejujurnya Rania juga menyukai Radit.
"Aku gak bisa menjanjikan apa pun pada mu, tapi cukup kamu percaya dan yakin kalo aku pasti ngelakuin yang terbaik untuk kebahagiaan kamu." Ujar Radit saat melihat Rania hanya diam saja.
"Kita jalani dulu ini semua pelan-pelan, kamu pasti bakal ngerasa kalo aku tulus cinta dan sayang sama kamu. Istilahnya itu pacaran setelah menikah," lanjutnya lagi.
"Gimana? Kamu mau menikah denganku? Aku takut jika tidak secepatnya mengikatmu. Kakak mu yang gila harta itu menyuruhmu menikah dengan duda kaya. Mana tua lagi," ujar Radit terkekeh, membuat Rania ikut tertawa juga.
"Iya aku mau, aku mau menikah denganmu. Menghabiskan sisa hidupku denganmu," jawab Rania dengan penuh keyakinan, akhirnya cinta Rania tidak bertepuk sebelah tangan.
Rania tahu Radit orangnya cuek dan dingin, tapi diam-diam perhatian. Tidak menunjukan rasa sukanya didepan semua orang, tapi dia selalu mengklaim apa yang dia punya.
Visual Radit dan Rania 💞
Semoga Suka 💞
__ADS_1
Maaf typo
Jangan lupa tinggalkan jejak, makasih 🙏