
Suasana canggung menyelimuti antara Dalia dan Sam, sudah lebih dari lima belas menit. Dalia dan Sam hanya saling diam, Dalia bingung ingin memulai pembicaraan dari mana.
"Apa kabar?" tanya Sam pada akhirnya.
"Baik," jawab Dalia.
"Ada apa Dalia? Kenapa kamu menemui ku?"
"Bolehkah aku bertemu dengan putri ku?"
Sam tersenyum tipis, dia menatap lekat Dalia.
"Putri mu? Setelah kau membuangnya, kau masih menganggapnya dia putri mu?"
"Sam aku..."
"Kamu masih berharap pada Indra kan? Maka kejarlah dia, kamu dan obsesi mu sudah membuat kamu kehilangan anak mu Dalia," ujar Sam dingin, yang Sam lakukan adalah yang terbaik. Sam tidak ingin sang anak di bawa pergi oleh Dalia setelah susah payahnya dia menjaga sang anak di saat susah.
"Sam aku merindukannya," lirih Dalia.
"Baiklah aku akan mempertemukan mu dengan Yona, tapi di rumah ku."
__ADS_1
"Iya Sam," jawab Dalia cepat, dia tak ingin Sam berubah pikiran. Dia ingin bertemu dengan putri yang sudah dia sia-siakan.
Sam pun berpamitan pada Haidar untuk pulang ke rumah sebentar, dan menitipkan cafe padanya. Sam dan Dalia pun berangkat bersama menggunakan mobil Sam, berpuluh menit kemudian mereka sudah sampai di rumah orang tua Sam.
"Nah itu ayah mu pulang Yona sayang," ujar Sekar, saat mendengar deru mesin mobil.
Sekar pun beranjak dari duduknya dan melangkah keluar rumah, betapa terkejutnya dia mendapati Sam pulang dengan seorang wanita.
"Bu, kenalkan ini Dalia. Ibunya Yona," ucap Sam, tanpa menutupi apa pun dari sang ibu.
Sekar membulatkan matanya, dan menatap tak suka pada Dalia. Membuat Dalia menunduk tajam, dia risih di tatap seperti itu.
"Mau apa kamu kesini? Mau ambil Yona hah?" bentak Sekar.
Namun Sekar tak mempedulikan teguran sang anak.
"Belum cukup kamu menambah luka pada anak ku hah? Belum cukup kamu menelantarkan cucu ku?" marah Sekar.
"Apa tujuan mu datang ke sini? Apa karena anak ku sudah maju?" ejek Sekar.
"Ibu cukup, Dalia hanya ingin melihat Yona bu." Ucap Sam.
__ADS_1
Membuat Dalia berdecak kesal, kemudian Dalia masuk ke dalam rumah di susul Sam dan Dalia. Sam yang melihat sang ibu masuk ke dalam kamar pun ingin menyusulnya dan membawa Yona, setelah menyuruh Dalia duduk.
"Bu, dia hanya ingin bertemu Yona. Bagaimana pun dia adalah ibu yang melahirkan anak ku bu," terang Sam.
"Ibu tau, tapi ibu tak suka sama dia." Ketus Sekar, yang mengayunkan Yona agar tidur. Namun sayang bayi tersebut tak tidur, saat dia tahu ibunya ada di sekitarnya.
"Biarkan Yona bertemu dengan ibunya, bu. Aku mohon," pinta Sam.
Sekar mengehela napas kasar, dia pun memberikan cucu tersayangnya. Sam pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih, Sam pun keluar kamar dan mendapati Dalia tengah menatap ke arahnya.
"Liat sayang, siapa itu?" ucap Sam pada Yona, yang sudah mulai mengoceh khas bayi.
Dalia menatap dengan mata berkaca-kaca, ada rasa sedih, bahagia jadi satu melihat sang anak sudah berusia tiga bulan. Sam merawatnya dengan baik.
Sam menyerahkan Yona pada Dalia, Yona begitu bahagia dengan menggerakkan tangan dan kakinya. Dalia mengusap pipi chubby sang anak, ada rasa bersalah pada sang anak karena tak memberikan ASI ekslusif.
"Maafkan bunda nak," lirih Dalia, menangis menatap sang anak.
"Maaf," ucapnya lagi.
Semoga suka 💞
__ADS_1
Maaf typo
Untuk usia di ubah jadi 3 bulan guys ðŸ¤