Still Love You

Still Love You
Part.67


__ADS_3

Setelah makan siang usai, Justine memutuskan untuk ikut Liana ke ruangannya. Membuat Liana heran, dan menatap Justine.


"Memangnya anda gak ada kerjaan apa?" tanyanya sedikit ketus.


"Gak ada, aku bos jadi bebas." Sombongnya.


"Cih... Dasar sombong," cibir Liana.


Liana pun memilih naik tangga dari pada lift, dia enggan berduaan dengan Justine. Liana takut Justine menciumnya, hah pikiran yang buruk dari Liana.


Sementara itu Sam yang selalu mengikuti Justine kemana pun dia pergi, melaporkan pada Dalia. Bahwa Justine berada di Bangtan Area.


"Ngapain dia di sana?" tanyanya menatap foto Justine, dengan wanita muda.


Dalia pun menghubungi Sam, dan bertanya sedang apa Justine di sana?


"Justine sedang makan siang, dengan pemilik Bangtan Area, Li." Ujar Sam di sebrang telepon.


"Hah? Pemilik? Maksudnya gimana? Bukannya Indra pemilik Bangtan tersebut?" tanya Dalia heran.


"Iya Indra memang pemiliknya, menurut pegawai di sana. Dia anak sulung Indra yang bernama Liana," ungkap Sam.


Dalia pun tersenyum sinis, merasa mendapatkan informasi yang berharga.


"Bagus terus awasi dia Sam," kata Dalia menutup panggilan tersebut, Dalia merasa jika Justine menyukai anak dari Indra.


"Mudah sekali menghancurkan mu Justine," Dalia tersenyum sinis.


"Kalau aku hancur, kamu juga hancur. Sama seperti ibu mu," lanjutnya lagi.


Dalia berencana untuk menemui Liana nanti, dia yakin Liana akan membenci Justine jika tahu siapa dirinya dan Justine.

__ADS_1


****


Sementara itu Feli yang baru pulang menjemput Elena, dia memutuskan untuk mampir terlebih dulu ke perusahaan Yudis.


"Mom, kita mau ketemu daddy?" tanya Elena.


"Iya, kita ajak daddy makan siang sama daddy."


Elena pun mengangguk, dia pun bermain bersama sang adik yang duduk di car seat.


"Mommy liat adik, dia mengigit jari ku." Rengek Elena.


Feli pun hanya tersenyum melihat hal tersebut, dia pun fokus kembali mengemudi sesekali melirik sang anak di belakang. Feli mendengar celotehan Elena yang di balas oleh bahasa bayinya Alana.


Berpuluh menit kemudian, Feli sudah sampai di perusahaannya Yudis. Dia pun turun dan membuka pintu untuk Elena, kemudian menggendong Alana.


"Jangan lari El," peringati Feli.


"Maaf mommy."


"Nyo-nyonya Feli," sapa Reno sedikit gugup.


"Hai Reno, Yudis ada?"


"A-ada nyonya, tapi.."


"Tapi apa?"


"Di dalam sedang ada tamu," jawabnya.


"Ohh... Ya sudah aku tunggu saja, memang siapa tamunya? Sudah lama?"

__ADS_1


"Perempuan nyonya, sudah lama dari pukul sepuluh dia ada disini." Jujur Reno.


Feli mengeryit menatap Reno dan pintu ruangan Yudis, dia ingin sekali masuk. Namun takut tamu di dalam, adalah tamu penting.


"Ya sudah, tidak apa-apa. Aku di ruang tunggu."


"Silahkan nyonya,"


Reno pun berusaha menghubungi Yudis, namun Yudia tidak menjawab. Di dering pertama tidak di angkat, entah mengapa Reno tidak kepikiran dengan memakai telepon kantor. Malah memakai ponselnya.


Sementara Yudis sendiri, dia masih mengerjakan pekerjaannya. Dia mengabaikan Sarah yang sejak tadi berada di ruangannya, sudah berulang kali Yudis mengusir Sarah tapi wanita itu enggan pergi.


Ponselnya pun berdering. "Reno."


Yudis pun mengangkat telepon dari Reno.


"Ya Reno, kenapa?"


"Tuan, di luar ada nyonya Feli," jawab Reno di sebrang telepon.


"Apa?" pekik Yudis.


Tanpa menunggu jawaban dari Reno, Yudis mematikan sambungan teleponnya. Dia pun bergegas keluar.


"Yudis mau kemana?" tanya Sarah, Sarah pun memutuskan untuk mengikuti Yudis.


Saat sampai di luar, Feli sudah berada di hadapan Yudis. Bersama dua anaknya, Feli menatap tajam Sarah.


"Feli," lirih Sarah.


Entah mengapa kini Sarah tidak seberani dulu, atau Feli yang aslinya memang jahat dan dapat perlindungan dari Gemy dan Yudis. Sarah tau siapa Gemy.

__ADS_1


Semoga suka 💞


Maaf typo


__ADS_2