Still Love You

Still Love You
BAB 21


__ADS_3

Malam hari dirumah Han


Han Jiaye menutup pintu kamarnya pergi dapur untuk makan malam bersama keluarganya. Di ruang biasa tempat makan keluarga Han telah berkumpul keluarganya.


"Jiaye, cepat kemari." Ibu Han Jiaye memanggil anaknya.


Han Jiaye duduk disamping ibunya mengambil piring yang disediakan dan mengambil makanan. Dia makan dengan lahap karena sudah lama dia tidak makan masakan dari ibunya.


"Jiaye."


Panggilan dari ibunya menghentikan Han Jiaye makan. Dan memandang ibunya seakan bertanya ada apa.


"Besok kamu temui tunanganmu. Ibu dengan Weiwei sakit sebelumnya. Kamu ajak dia pergi ke kota jika dia sudah sembuh."


Han Jiaye cukup terkejut dengan berita yang ibunya bilang.


Awalnya dia punya rencana besok untuk mengajak tunangannya ke kota untuk menonton film. Karena pertemuan sebelumnya Zhao Wei marah kepada dirinya karena tidak pernah mengajak menonton film layaknya pasangan lainya. Oleh sebab itu dia ingin mengajaknya besok pergi menonton film dia telah menyiapkan tiket filmnya.


"Weiwei sakit?"


"Iya. Tapi yang ibu dengar dia sudah sembuh. Ibu tidak bbisa menjenguk karena sibuk. Maaf ya."


"AH begitu. Jiaye akan pergi."


"Baguslah. Perlakukan Weiwei dengan baik. Jangan anggap Weiwei itu prajuritmu."


"Baik."


****


Besoknya Zhao Zhi bangun pagi-pagi untuk menyiapkan makanan untuk tamu yang akan datang siang hari.


"Permisi." Panggilan dari depan menghentikan Zhao Zhi merapikan meja makan.


Dia pergi ke depan menghampiri yang memanggil dan melihat seorang pria tinggi berdiri di depan pintu dengan beberapa barang ditangannya.


"Selamat Pagi." Sapa Han Jiaye.


Zhao Zhi tersenyum dan membalas sapaanya dengan ramah. Tidak menyangka Han Jiaye datang pagi-pagi sekali. mereka belum menyiapkan makanan untuk disuguhkan kepada Han Jiaye "Pagi kakak Han."


Orang yang datang ke rumah adalaha tunangan Zhao Wei.


Dia berperawakan lebih kekar daripada pemuda desa disini dan sosok yang tinggi. Zhao Zhi sampai pegal harus mendongakan kepalanya untuk melihat Han Jaiye.


Orang ini merupakan tunangan yang ditinggalkan Zhao Wei dalam mimpinya. Dia bingung kenapa zho wei tidak ingin menikah dengan Han Jiaye.


Han Jiaye tampan, tinggi dan memiliki pekerjaan yang stabil. Tentu tidak buruk dijadikan suami. Dan lagi dia sangat baik, Zhao Zhi juga harap suaminya juga seperti Han Jiaye.


Zhao Wei malah memilih dengan pemuda pelajar Shen Yan yang tidak menyukainya. Menurutnya tampang Han Jiaye tidak kalah dengan pemuda pelajar Shen. Mungkin karena shen yan auranya lebih lembut daripada Han Jiaye yang sudah lama di ketentraan auranya keras membuat orang ketakutan.

__ADS_1


Han Jiaye masuk ketentaraan dari umur 16 tahun tentu auranya akan terbentuk dari pengamalan yang telah dia lalui selama di ketentaraan.


"Masuk kakak Han." Zhao Zhi mempersilahkan Han Jiaye masuk dan duduk di ruang tamu. Dan pergi kedapur memanggil bibi pertamanya dan nenek zhao.


Zhao Wei yang dikamar menempelkan telinganya di pintu ingin menguping.


Jantungnya berdegup dengan kencang. Rasa gugup menyelimuti dirinya akhirnya dia akan meilhat Han Jiaye lagi. Dia harus menjadikannya suaminya kali ini dan menjadi istri jenderal.


Zhao Wei ingin pergi menyambut juga tapi dia malu tidak ingin keluar sekarang.


"Jiaye kamu sudah datang." Kata Wang Guefin.


Calon menantunya sangat baik dimana-mana. Dia bersyukur mertuanya memilih suami yang baik untuk anaknya.


"Selamat Pagi, bibi. Apa kabar?" tanya Han Jiaye.


"Bibi baik. Kamu gimana?"


"Saya juga baik bibi. saya dengar Weiwei sakit sebelumnya ini saya bawakan tonik untuk Weiwei. Maaf baru bisa berkunjung sekarang. Dan ini saya bawakan oleh-oleh." Han Jiaye menundukan kepalanya sedikit.


"Tidak apa-apa. Kamu pasti sibuk di tentara. Weiwei juga telah sembuh. Kamu datang pagi sekali bibi belum masa kapa-apa." Wang Guefin mengambil barang yang disodorkan Han Jiaye sambil tersenyum.


"Tidak apa-apa bibi. Sebenarnya saya ingin mengajak Weiwei pergi ke kota jadi saya datang pagi-pagi. Untungnya Weiwei sudah sembuhjadi saya bisa mengajaknya."


"Bibi panggilkan Weiwei. Dia dikamar sekarang pasti sedang berdandan cantik untuk menemuimu." Canda Wang Guefin.


Han Jiaye tersenyum malu.


Zhao Zhi menaruh makanan ringan dan air minum di ruang tamu untuk disuguhkan kepada Han Jiaye.


"Kakak Han, silahkan diminum." Tawar Zhao Zhi.


"Iya." Jawab Han Jiaye mengambil air minum yang ada di meja dan meminumnya.


"Bawa ini ke dapur bibi mau panggil Weiwei dulu." Wang Guefin menyerahkan barang-barang kepada Zhao Zhi yang hendak pergi.


Zhao Zhi mengambilnya dan pergi ke dapur.


"Diminum nak jiaye."


"Weiwei, kamu sedang apa? Tunanganmu sudah datang."Wang Guefin mengetuk pintu kamar anaknya. Tapi tidak ada respon lalu dia membuka pintunya. Melihat Zhao Wei yang bercermin.


"Cepat keluar, tunanganmu telah menunggu." Bisik Wang Guefin pada anaknya.


"Aku gugup, bu." Ucap Zhao Wei dengan nada terbata.


"Cepat." Wang Guefin mendorong tubuh Zhao Wei sedikit, untuk segera keluar menemui Han Jiaye.


Zhao Wei menahan dorongan ibunya dan berbalik menatap : "Apa aku sudah cantik bu?"

__ADS_1


"Sudah, putri ibu paling cantik sedunia."


Setelah mendengar pendapat ibinya Zhao Wei pergi mwnwmui tunangannya.


"Kakak Ye." Panggil Zhao Wei yang sedang duduk.


Han Jiaye melihat ke arah Zhao Wei.


Tunangannya.


Dia memang tau Zhao Wei itu cantik. Tapi tak mengira Zhao Wei akan bertambah cantik padahal dia tidak melihatnya selama 6 bulan saja.


"Weiwei" Han Jiaye memanggil dengan malu


Dia tidak sering berinteraksi dengan perempuan jadi tidak tau harus bagaimana.


"Apa kakak Ye menunggu lama?"


"Tidak."


Zhao Wei tidak tau harus mengatakan apalagi. Susah sekali berinteraksi dengan Han Jiaye di kehidupan sebelumnya dia juga tidak tau harus berinteraksi Han Jiaye bagaimana. Terkadang dia merasa bukan diperlakukan seperti tunangan sebelumnya malah layaknya prajurit bawahannya.


Dia tidak menyukai Han Jiaye karena itu. Tapi karena dia akan menerima Han Jiaye dia harus memiliki hubungan yang baik dengan Han Jiaye


"Apa weiwei sudah sembuh?" tanya Han Jiaye tiba-tiba menghentikan lamunan Zhao Wei.


"Iya, sudah"


"Jika kamu sudah sembuh. Ayo ke kota kita ke bioskop nonton film?!"


Zhao Wei melebarkan matanya tidak menyangka Han Jiaye mengajaknya menonton film.


"sebelumnya kamu bilang ingin menonton film. Jadi aku ingin mengajakmu. Apa kamu mau?"


Han Jiaye menatap Zhao Wei.


"Ten-tentu." Jawab Zhao Wei gagap. Dia tidak terbiasa dengan Han Jiaye sepertni ini. Biasanya mereka hanya pergi mengelilingi desa atau pergi ke kota.


Apalagi dikehidupan sebelumnya dirinya kadang tidak mau pergi dengan Han Jiaye. Jadi dia tidak ingat tentang pertemuannya hari ini dengan Han Jiaye.


Di kehidupan sebelumnya Zhao Wei tidak menemui Han Jiaye dia pergi bersama temannya ke kota. Jadi Han Jiaye yang datang ke rumah zhao langsung pergi kembali ke rumahnya karena orang yang ingin dia temui tidak ada.


"Bibi, apa aku bisa mengajak Weiwei pergi nonton?" Han Jiaye pun bertanya kepada calon ibu mertuanya.


"Iya, kalian bisa pergi." Wang Guefin mengijinkan Han Jiaye.


Han Jiaye senang rencana yang dia pikirkan terlaksana dengan baik.


"Weiwei mari pergi sekarang." Han Jiaye bangun dari duduknya.

__ADS_1


Zhao Wei bingung dengan situasi ini hanya bisa mengikuti Han Jiaye pergi kekota dengan sepada.


__ADS_2