
Hari pertama Liana bekerja di Bangtan Area, dia pun di sambut baik oleh Rima. Dan dia sudah mengirim surat pada Justine bahwa dia berhenti magang, dan Justine tidak mempermasalahkan itu semua.
"Aku titip Liana yah Rim!" pinta Hana, Hana mengantar Liana ke Bangtan Area.
"Iya kamu tenang aja Han, aku pasti akan ajari Liana. Bagus dia magang di tempat ayahnya sendiri, dan maafkan aku ya Han. Aku selama ini gak tau, kalau Dalia itu wanita licik. Aku kira kamu sudah tahu semuanya," ada rasa sesal di hati Rima, telat memberi tahu Hana tentang Tour and Travel yang akan di bangun Indra.
"Gak papa Rim, santai aja." Hana mengusap lengan Rima, menenangkan Rima agar tak merasa bersalah.
"Ya sudah, kalau gitu aku pamit dulu. Aku mau jemput Indra, hari ini dia pulang dari rumah sakit."
Hana mencium pipi kiri dan kanan Rima, dia pun berpamitan pada Liana. Yang sedang mempelajari berkas-berkas Bangtan Area.
"Hati-hati mom," ucap Liana, setelah melepas pelukan mereka.
"Ya sayang," balas Hana.
Hana pun meninggalkan Bangtan Area, dia akan menuju rumah sakit. Liana menatap kepergian Hana, dia menghembuskan napasnya secara berat.
"Aku gak pernah tahu, kalau papah mau bangun usaha baru." Ucap Liana pada Rima.
"Percayalah Li, papah mu lakuin ini untuk masa depan kalian. Anak-anaknya, mungkin kemarin dia ingin memberi kejutan." Ujar Rima.
"Mungkin saja, tapi kenapa papah gak minta tolong sama om Gemy? Atau uncle Yudis,"
__ADS_1
"Menurut ku Indra tipe orang, yang gak mau nyusahin orang lain. Dia ingin berusaha sendiri, kamu mungkin gak tau gimana kerja kerasnya Indra bangun usaha ini. Dia rela bulak balik Korea, dia kerja juga sama Radit, Gemy kadang Yudis." Jelas Rima menatap Liana.
Pasalnya Rima yang paling tahu, usaha Indra seperti apa? Saat itu Rima belum mendapat kerjaan, dan bertemu Indra di taman. Indra menawari dirinya untuk membantu mengelola usahanya, yang karyawannya pun hanya dua atau lima orang termasuk yang di cafe. Dan Rima pun menerimanya, perjalanan mengelola usaha itu pun, tak semulus yang kelihatannya.
Liana mendengarkan penjelasan Rima, dulu saat dia masih kecil. Liana selalu protes pada Indra karena, Indra selalu sibuk kerja kadang bolak balik Korea.
"Kenapa papah gak aja aku sih?" protes Liana kala itu.
"Sayang Papah kan kerja, bukan liburan! Papah harus beli barang-barang, buat papah jual lagi," jelas Indra, saat sebelum pergi.
Liana cemberut kemudian pergi dari kamar orang tuanya.
"Nanti aku kasih penjelasan sama dia," ucap Hana menenangkan, Hana tahu jika Liana yang paling dekat dengan Indra. Berbeda dengan Devara yang kadang cuek.
Hana memeluk Indra. "Gak papa, aku ngerti kok. Aku selalu berdoa yang terbaik untuk mu."
Indra tersenyum menatap Hana, sahabatnya yang sekarang jadi istrinya. Tak pernah ada panggilan sayang yang istimewa, karena Hana selalu tertawa jika Indra memanggilnya sayang, baby atau honey. Cukup dengan Hana atau mommy.
"Terima kasih.... Terima kasih, karena mau nemenin cowok yang gak terlalu kaya ini mom," ucap Indra, mencium kening Hana.
"Apaan sih, so romantis." Ucap Hana, namun dia mengulum senyum.
"Gak romantis, tapi pipi kamu merah," goda Indra. Hana pun memeluk kembali Indra karena malu.
__ADS_1
"Mommy, papah." Pekik Liana. "Tuh... Kalian, malah mesra-mesraan sih," protes Liana.
"Maaf sayang." Jawab Hana dan Indra kompak.
Lamunan tentang masa lalu Liana buyar, saat Rima menyentuh pundaknya. Ternyata dulu saat dia kecil, sangat indah bahkan Indra selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk dirinya.
"Percayalah, Indra tidak mungkin melakukan hal yang menjijikan. Aku tahu, dia tipe laki-laki setia. Kamu kan tahu aku teman sekolah papah mu," kekeh Rima. "Sudah ahh... Ayok kerja, nanti kita di pecat lagi." Ujar Rima, membuat Liana tertawa.
"Siapa yang mau pecat aku? Aku kan pemiliknya," kekeh Liana.
"Iya... Iya, ayok ikut aku akan ajari kamu."
Pertama-tama Rima membawa Liana ke toko souvernir, untuk mengecek barang yang habis.
"Tokonya keren warna ungu, aku suka." Ucap Liana antusias.
"Bangtan kan identik dengan ungu," kekeh Rim dan Liana pun mengangguk.
Lalu Rima mengajaknya ke cafe yang bersebelahan dengan toko aksesoris, lalu di sebelahnya lagi toko baju.
Semoga suka 💞
Maaf typo
__ADS_1