
Acara resepsi pun dimulai dan di selenggarakan di ballroom hotel, Liana sudah berganti menggunakan dress berwarna merah marun dan make-up natural. Sedangkan Justine memakai tuxedo berwarna senada dengan Liana.
Begitu banyak tamu yang hadir di pesta resepsi Liana dan Justine, tak terkecuali Dalia. Dia melihat dari jauh dan menutup wajahnya dengan masker dan kacamata, dia takut Justine marah jika ketauan datang.
"Semoga kamu berbahagia," gumam Dalia, menatap Justine yang tersenyum lebar menatap Liana.
Dalia pun menatap Indra yang tengah bersama Hana, dan para sahabatnya. Dia pun tersenyum menatap laki-laki yang dia suka, tapi sekarang rasa itu sudah hilang. Kini dia lebih memikirkan sang anak Yona, bagaimana caranya ibu dari Sam mau menerima dirinya berkunjung.
Seperti biasa Radit berdiri di atas panggung, entah apa yang akan dia lakukan.
"Tes! Tes! Tes 123 chek chek, aman ada." Radit mengacungkan jempolnya pada panitia, yang berada di belakang panggung.
"Aduh uncle Radit mau apa sih?" tanya Liana, dia menatap Hana dan Indra.
"Pasti kalian bertanya-tanya kan? Kenapa saya berdiri di atas panggung sini? Ok baiklah, biar aku kasih tau yah! Pertama aku di bayar sama Hana dan Indra, untuk menjadi MC di acara ini. Sama seperti dulu pada saat pernikahan Hana dan Indra," papar Radit.
Liana pun meminta mic kepada panitia.
"Gratis dong uncle," protes Liana membuat semua tamu yang sedang menikmati hidangan tertawa.
"Astaga, hidup itu butuh biaya Liana. Uncle butuh uang buat Sierra masuk kuliah," ujar Radit.
"Papah," pekik Sierra.
"Halah uncle kan kaya," cibir Liana.
"Oma Hasna liat anaknya nyebelin banget," keluh Liana pada Hasna, tak hanya keluarga Feli kelurga Indra pun datang dari Makassar dan Eli dan sang anak pun datang juga.
Hasna pun tertawa mendengar keluhan cucunya tersebut, semua anak dari sahabat Radit dia anggap sebagai cucu. Tapi tetap Sierra dan Kaili yang tersayang.
__ADS_1
"Udah-udah sekarang ayok kalian dansa dulu," perintah Radit.
Liana dan Justine pun menurut, sebelumnya mereka sudah latihan terlebih dulu. Jadi tak terlalu kaku, Liana mengalungkan tangannya di leher Justine sementara Justine memeluk pinggang Liana dengan erat.
Kemudian musik pun bergema di seluruh ruangan, lagu Christina Perri di putar untuk mengiringi langkah dansa Liana dan Justine.
Liana tersenyum menatap Justine, kemudian Justine mengecup sekilas bibir Liana. Membuat semua tamu undangan berteriak heboh.
"Pak Justine," pekik Dera dan Sara, sementara Sierra menutup mata.
"Huh.. Mata ku ternoda ka Liana," teriaknya.
Sementara Devara dan Keanu bersorak, sementara Rumi menggelengkan kepalanya saja.
"Kamu ihh malu tau," protesnya.
Musik pun berhenti atas perintah Radit.
"Udah-udah balik lagi ke pelaminan, Justine kamu main sosor aja." Omel Radit, membuat Justine terkekeh.
Acara pun di mulai dengan meriah, dengan adanya game dan juga mendapatkan hadiah pula. Acara tersebut selesai pukul lima sore, semua tamu sudah mulai berkurang.
Liana kini duduk di kursinya setelah beberapa jam berdiri menyambut tamu, yang rata-rata rekan kerja Justine dan rekan kerja Indra yang Liana kenal.
"Nanti aku pijit," bisik Justine dan mencuri ciuman di pipi.
Membuat kedua pipi Liana, bersemu merah muda. Tepat pukul lima sore acara sudah benar-benar selesai, keluarga dan sahabat sudah masuk ke dalam kamar yang di pesan oleh Hana dan Indra.
Sementara itu Justine menggendong Liana menuju presidential suite kamar termahal di Arkha hotel's.
__ADS_1
"Aku malu Jus ihh, turunin." Rengek Liana.
"Gak papa, di lantai ini hanya ada kita. Aku menyewa khusus untuk malam pertama kita," bisik Justine.
"Masih sore juga, kita harus kumpul sama keluarga dan sahabat sebelum bulan madu." Papar Liana.
"Iya tapi kita harus mengenal anggota tubuh kita masing-masing sayang," goda Justine, dan langsung mendapatkan pukulan di dada.
Saat akan membuka pintu, Justine menurunkan Liana dan kembali menggendongnya. Justine pun mendudukkan Liana di sisi ranjang, Justine pun memijat lengannya.
"Kamu berat juga sayang," kekeh Justine.
"Kamu ish... Nyebelin," protes Liana.
"Bercanda," Justine mencuri ciuman di pipi sang istri.
"Astaga cium-cium mulu ihh," protes Liana.
Namun Justine hanya tertawa saja, kemudian dia membuka jasnya dan melempar ke sembarang arah. Lalu membuka satu per satu kancing kemejanya, yang tak luput dari perhatian Liana.
"Ayok kita mandi bersama." Bisik Justine mencium bibir Liana.
Liana pun mengangguk sebagai jawaban, lalu Justine pun langsung menggendong Liana menuju kamar mandi. Yang sudah di siapkan oleh pelayanan hotel tersebut, saat masuk semerbak harum aroma terapi tercium oleh indra penciuman Liana. Dia merasa tenang dan nyaman, apalagi jika sudah masuk kedalam bathup yang penuh dengan kelopak mawar. Pasti pegal dan lelahnya akan hilang begitu pikirnya.
Semoga suka 💞
Malam pertamanya besok ya 😁
Maaf typo
__ADS_1