Still Love You

Still Love You
Part.83


__ADS_3

Keesokan harinya Sam berusaha mencari kerja ke sana ke mari, dia tidak akan pantang menyerah demi sang calon bayi.


"Aku harus semangat," ucap Sam.


Dan kebetulan saat Sam mampir ke cabang Bangtan Area, sedang memerlukan pegawai untuk jadi pelayan di cafe. Sam pun melakukan wawancara kerja, dan langsung di terima kerja.


"Kapan saya bekerja pak?" tanya Sam pada Manager Bangtan.


"Kalau bisa sekarang bagaimana? Soalnya jam makan siang selalu ramai," ungkap sang manager bernama Randi.


Pasalnya harga di Bangtan Area, terbilang murah untuk kalangan menengah kebawah dan anak-anak muda. Itulah konsep yang Indra usung, agar bisa terjangkau oleh semua kalangan. Jadi setiap makan siang, hari libur atau malam minggu selalu ramai.


"Baik pak saya bersedia," balas Sam.


Randi pun berdiri dari duduknya, dan membawa baju seragam. Kemudian di berikan pada Sam.


"Terima kasih banyak pak, kalau begitu saya permisi dulu."


"Sama-sama, nanti minta tugas sama kepala pelayan."


"Baik pak."


Sementara itu pasangan Radit dan Rania, yang menikmati liburan di Bali tak melakukan banyak adegan ranjang. Layaknya Yudis dan Feli, pasalnya di rumah mereka sering melakukan karena tidak memiliki anak bayi.


"Kita jadi kan ke pantainya?" tanya Rania.


"Iya jadi sayang," balas Radit.


Kini mereka sedang bersiap-siap menuju pantai Pandawa, Pantai Pandawa adalah salah satu kawasan wisata di area Kuta selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai ini terletak di balik perbukitan dan sering disebut sebagai Pantai Rahasia. Di sekitar pantai ini terdapat dua tebing yang sangat besar yang pada salah satu sisinya dipahat lima patung Pandawa dan Kunti.


Sebelum mereka berangkat Radit dan Rania memutuskan untuk sarapan di hotel terlebih dulu, tak butuh waktu lama. Mereka sudah selesai sarapan dan langsung berangkat menggunakan mobil yang di sewa Radit selama di Bali, agar memudahkan mereka ke sana ke mari.


"Kamu senang?" tanya Radit.


Sebenarnya Radit tak mengajukan pertanyaan itu pun, bisa di lihat dengan jelas di wajah Rania.


"Iya," balas Rania.


Kini mereka sedang duduk di bawah pohon beralaskan pasir pantai, mereka sedang menikmati pemandangan pantai Pandawa.

__ADS_1


"Kaili pasti senang di bawa ke pantai, lain kali nanti kita ajak anak-anak yah?" pinta Rania.


"Iya apa pun untuk keluarga ku," balas Radit, dia pun merangkul bahu Rania.


Radit dan Rania jarang sekali berduaan seperti ini, jika bukan di dalam kamar. Karena kesibukan Radit bekerja, terkadang dia selalu tak ada waktu untuk keluarga.


Beruntung Rania tipe istri yang pengertian, tapi satu yang Radit tau dari Rania adalah. Rania tidak suka di bohongi, dan di khianati maka dia akan pergi jauh.


Radit memang sudah lama move-on dari Hana, tapi saat tau Hana terluka dia pun sakit.


"Bentar lagi makan siang, kita cari tempat makan yuk?" ajak Radit. Rania pun mengangguk sebagai jawaban.


****


"Nyonya Feli, ada tamu yang ingin bertemu." Lapor Doni, sebab dua pelayan di rumahnya sedang berbelanja ke pasar.


"Siapa?" tanya Feli.


"Wanita pengacau tempo lalu, yang ingin bertemu dengan tuan Yudis nyonya!"


"Baiklah suruh dia masuk," perintah Feli.


Doni pun mengangguk, dan mempersilahkan Diana untuk masuk. Membuat Diana bernapas dengan lega, saat pertama Diana menginjakan kaki di ruang tamu rumah Feli. Dia melirik foto pernikahan berukuran besar dan foto keluarga berada di mana-mana.


"Ohh... Tante Diana, silahkan duduk." Ucap Feli tersenyum, Feli mencoba ramah pada tamunya, meski hatinya ingin marah-marah melihat tampang tua di hadapannya.


"Terima kasih," balas Diana.


Diana memperhatikan Alana yang sedang tengkurap dan memainkan mainannya.


"Maaf tante, ruang tamu saya memang berantakan. Maklum banyak anak," cetus Feli.


"Tidak apa-apa Feli,"


"Ada apa tante datang ke sini?" tanya Feli to the point, dia pun tidak menawari Diana minuman terlebih dulu. Sebab tidak ada yang membuatkan minuman dua pelayannya sedang berbelanja ke pasar, dan Feli takut Diana melakukan hal jahat pada Alana.


"Begini Feli, tante kesini cuma ingin mengingatkan saja pada mu. Bahwa Yudis harusnya dengan Sarah, bukan dengan mu. Kamu sudah mengabaikannya pada saat itu," papar Diana.


Feli hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Langsung saja tante, apa yang tante mau. Jangan berbelit-belit," tegas Feli.


"Tante berharap kamu mengizinkan Sarah, jadi adik madu mu Feli." Pinta Diana, membuat Feli tersenyum miring.


"Maaf tante aku tidak suka basa basi, langsung saja. Aku tidak suka cinta ku di bagi, rumah, harta dan kasih sayang Yudis pada anak-anak ku. Aku gak bisa berbagi semuanya tante," cetus Feli dengan dingin.


Diana handak ingin bicara, namun Feli menahannya.


"Aku bisa saja tidak menikah dengan Yudis dulu, namun dia yang memaksa aku untuk kembali dalam hidupnya. Aku pernah menyesal dengan menyia-nyiakan cinta Yudis, tapi sekarang tidak. Buktinya sudah ada tiga anak yang hadir di antara kita," lanjut Feli.


"Tapi Feli, tante mohon. Biarkan Yudis jadi ayah untuk anak-anaknya Sarah, tante tak peduli jika Sarah harus tinggal bersama tante. Asal dia menikah dengan Yudis," mohon Diana lagi.


Feli menggelengkan kepalanya, keras kepala sekali wanita tua di depannya ini begitu pikir Feli.


"Tante jangan pernah macam-macam pada ku, atau sesuatu yang buruk akan terjadi pada keluarga kalian," ancam Feli, karena jawaban Diana malah kesana kemari.


"Lebih baik sekarang tante pergi dari sini, sebelum dua penjaga rumah ini menyeret tante!" kesal Feli.


Feli memangku Alana, dan memanggil Doni dan Dino dengan sekali tekan. Tak lama mereka pun muncul dan langsung menghadap Feli.


"Tolong kalian seret wanita ini," perintah Feli.


"Siap nyonya laksanakan," ucap mereka berdua.


"Mari nyonya ikut saya, kami masih dengan cara halus." Ujar Doni.


Diana mencebik tak suka, dengan terpaksa dia keluar rumah mewah tersebut. Dia masih berharap agar Sarah, bisa menjadi istri Yudis.


"Awas saja kau Feli," gumam Diana.


Feli menghembuskan napasnya secara lega, dia yakin Diana dan Sarah tak akan pernah menyerah untuk melakukan segala cara.


"Aku harus minta bantuan Gemy," gumam Feli.


Feli pun memutuskan untuk tidur siang terlebih dulu, pasalnya anak-anak akan di jemput oleh Doni dan Feli sudah berpesan.


Sementara untuk makan siang, dia akan memesan online saja untuk orang-orang yang ada di rumah.


****

__ADS_1


Semoga suka 💞


Maaf typo


__ADS_2