
Kelahiran putra Gemy
Hari ini hari yang paling menegangkan bagi Gemy, pasalnya Anisa sudah merasakan kontraksi dari kemarin, mundur dari HPLnya.
Dan kini Anisa sudah berada di rumah sakit bersalin tempat Anisa memeriksakan kandungannya, orang tua Anisa dan kakaknya sudah berada di rumah sakit. Bunda Nia pun berusaha untuk menenangkan Gemy.
"Bun aku mau nemenin Anisa," ucap Gemy.
"Ya sudah kamu bilang sama dokternya."
Gemy pun berbicara dengan suster, agar dokter boleh mengizinkan dia masuk. Setelah suster berbicara pada dokter, Gemy pun diizinkan masuk menemani Anisa melahirkan anak pertama mereka.
Gemy terus memberikan dukungan dan semangat pada Anisa saat dia merasa kesakitan, sedangkan Anisa sudah meracau. Dan terus menyalahkan Gemy.
Setelah menunggu kurang lebih 2 jam akhirnya bayi Anisa dan Gemy lahir ke dunia, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut sangat tampan dan sehat, mirip sekali dengan Gemy.
Membuat Anisa mencebik dan protes, karena anaknya yang dikandung selama kurang lebih sembilan bulan, lebih mirip Gemy.
Dan kini ruang rawat Anisa sudah ramai dengan keluarga Anisa, bunda Nia dan Ayah Satria. Sedangkan para sahabat dengan sabar menunggu di luar.
"Gue udah penasaran banget pengen liat anak lo Gem," ucap Radit.
"Anak gue ganteng, mirip gue." Puji Gemy pada diri sendiri, membuat Radit berpura-pura seperti ingin muntah.
"Ya pasti mirip lo, masa iya mirip gue. Kalo gitu dia anak gue dong," ledek Radit tertawa terbahak.
Gemy malas meladeni Radit, dia memilih diam saja. "Masuk aja yu, lama banget sih. Gue udah gak sabar pengen unyel-unyel tuh baby," kata Hana.
"Enek aja lo, gue bakal jauhi baby gue dari lo." Gemy menatap Hana tajam, namun Hana mengabaikannya. Dia sudah terbiasa dengan tatapan tajam milik sahabat-sahabatnya, kecuali Indra dia selalu menatap dengan lembut.
Setelah para orang tua pulang, kini giliran sahabat pembuat rusuh masuk. Hana yang melihat bayi Anisa begitu terpesona karena matanya sipit dan kulit putih mirip dengan Gemy. "Ganteng banget bayi lo Nis, ih gemes gue. Boleh bawa pulang gak?" tanya Hana.
"Enak aja, lo sama Indra kan bisa bikin. Sana lo pulang bikin yang rajin biar cepet jadi," ledek Gemy, membuat Hana memutar bola mata malas.
"Gue udah tiap hari, olahraga malam." Ketus Hana.
Membuat semua orang tertawa, akan kepolosan Hana.
"Gem lo udah siapin nama kan?" tanya Radit yang tadi hanya diam melihat kehebohan Hana.
__ADS_1
"Keanu Arsene Pratama." Ujar Gemy, menatap Anisa.
"Keren banget," puji Radit.
"Gimana Nis, kamu suka? Kalo gak suka aku bisa ganti lagi," kata Gemy.
"Aku suka ko Gem." Anisa tersenyum pada Gemy.
Harapan Anisa dan Gemy hanya satu, supaya anak mereka kelak bisa berbakti pada kedua orang tuanya, takut akan Tuhan dan doa terbaik untuk putra mereka. Seperti biasa satu persatu tamu datang untuk melihat baby Keanu, mulai dari rekan kerja Gemy dan tak ketinggalan daddy Mike dan mommy Melati, mengucapkan selamat pada Anisa dan Gemy atas kelahiran putra pertama mereka.
Jangan lupakan anak-anak alumni IPS-1 SMA Erlangga, juga datang menjenguk Anisa. Mereka semua terpesona akan keimutan bayi Anisa dan Gemy.
Setelah jam besuk selesai, kini tinggallah Gemy dan Anisa yang sedang memandang buah cinta mereka.
"Terima kasih kamu sudah mau berjuang untuk melahirkan anak kita Nis, aku bangga sama kamu. Dan aku semakin sayang sama kamu," ujar Gemy mencium kening Anisa dengan tulus dan sayang.
"Dan aku sangat beruntung bisa memiliki mu, Gem," sambungnya lagi.
"Aku lebih beruntung Gem, bisa mendapatkan laki-laki sebaik kamu yang gak pandang siapa aku, dari mana asal ku. Terima kasih atas semua cinta dan kasih sayang yang kamu beri, aku mencintaimu dan akan tetap mencintaimu." Ungkap Anisa, kemudian Anisa memeluk Gemy.
Kisah Anisa dan Gemy berakhir bahagia, Gemy yang dingin kini mencair karena Anisa, mereka sahabat pada awalnya hanya sahabat. Tapi kini mereka akan menjadi sahabat sampai maut memisahkan mereka, dan akan mendidik anak-anak mereka sampai tumbuh dewasa. Anisa sangat beruntung dipertemukan dengan orang-orang baik seperti Gemy, Hana, Feli, Radit dan Indra yang tak pernah melihat status sosial Anisa.
Tiga hari sudah Anisa dirawat di rumah sakit dan hari ini dia akan pulang bersama baby Keanu, Feli dan yang lainnya sudah mempersiapkan pesta kecil-kecilan untuk menyambut kepulangan baby Keanu.
"Fel tunangan lo gak akan dateng lagi?" tanya Radit.
"Gak tahu," jawab Feli acuh.
Membuat Radit menggelengkan kepalanya, dia mengerti cobaan pernikahan memang seperti itu.
"Siap-siap geng, mereka udah dateng tuh," seru Hana pada semua orang.
Hana, Feli, Indra, Radit, bunda Nia dan Rumi menyambut kedatangan keluarga kecil tersebut, membuat Anisa berkaca-kaca.
"Sini bunda pengen gendong cucu bunda." Bunda Nia mengambil alih baby Keanu dan membawanya masuk bersama Rumi, karena disini Rumi yang paling antusias.
Anisa pun memeluk Feli dan Hana sekaligus, disusul oleh yang lainnya. Entahlah kenapa mereka suka sekali berpelukan macam Teletubbies kalau sudah terharu.
"Udah ayo kita makan, gue udah laper," ajak Radit.
__ADS_1
"Radit lo tuh yah, perusak suasana." Ketus Hana.
Radit selalu saja begitu, merusak moment ada saja alasannya. Radit mengabaikan Hana dan yang lainnya dia lebih memilih masuk ke dalam rumah dan duduk ganteng saja.
"Nis ini dari gue sama Indra." Hana menyerahkan kado untuk baby Keanu, kemarin pas Anisa di rumah sakit dia lupa untuk membeli kado.
"Terima kasih Hana."
"Lo Dit mau ngasih apa?" tanya Gemy setelah selesai membereskan barang-barang Anisa dan baby Keanu.
"Ada deh, rahasia." Kata Radit.
"Lo main Rahasiaan segala sekarang, Dit." Sahut Feli.
"Biarin kepo banget sih lo," balas Radit.
"Udah-udah, kalian ini terus saja berdebat setiap kesini. Bikin bunda pusing," marah bunda Nia. "Nis kamu istirahat aja dulu, baby Keanu sudah tidur itu."
"Iya bun, makasih." Ucap Anisa di balas anggukan oleh bunda Nia.
Anisa pun berpamitan kepada semuanya, karena dia ingin tidur selama di rumah sakit sang anak dengan setianya selalu mengajaknya begadang. Anisa dan Gemy bergantian menjaga anak mereka saat anaknya bangun.
"Dan buat kalian, ayo makan dulu." Perintah bunda Nia tidak bisa di tolak, jika ditolak kelar hidup lo. Begitulah kata Feli dan Gemy pada saat itu.
Saat mereka sedang makan, tiba-tiba salah satu penjaga memberikan paket hadiah yang sangat besar. Kepada Gemy yang kebetulan ikut makan, karena Anisa dan baby Keanu sedang tertidur.
"Pak Yogi, itu untuk siapa?" tanya Feli.
"Untuk putra tuan Gemy nona," jawab pak Yogi.
Pak Yogi memberikan paket tersebut pada Gemy, Gemy pun menggumamkan kata terima kasih yang dijawab anggukan oleh pak Yogi.
"Dari siapa?" tanya Indra.
"Yudis." Jawab Gemy melirik sekilas Feli.
Membuat Feli terdiam, Yudis berubah dia terlalu sibuk sampai dia tidak punya waktu untuk Feli. Saat dihubungi pun alasannya sama karena banyak kerjaan. Semetara itu persiapan pernikahan mereka belum sama sekali dipersiapkan membuat Feli merasa ragu. Tapi Feli tidak akan mundur seperti dulu, dia tidak akan mengambil tindakan secara gegabah dan bodoh.
tbc...
__ADS_1
Maaf typo
Jangan lupa tinggalkan jejak, makasih 🙏