
Bagi Liana cinta itu adalah satu kali seumur hidupnya, itulah prinsip Liana. mengenal cinta adalah tahap awal atau tahap pertama dalam hidupnya.
Dan Liana menyadari satu hal, mengenal Justine selama beberapa minggu. Membuatnya nyaman, mengetahui kehidupan Justine lebih, membuatnya tahu kepribadian laki-laki tersebut. Tapi Liana berharap sikapnya yang sekarang, akan terus sama setelah mereka menjalin hubungan lebih lanjut.
Justine sudah mempersiapkan semuanya di bantu oleh Vano, dan disinilah Justine sekarang di ruang tamu rumah Liana. Malam ini dia akan meminta izin, pada Indra untuk membawa anak gadisnya keluar.
"Saya ingin meminta izin, pada om sama tante. Aku mau ajak Liana kencan," ungkap Justine.
"Kencan kemana? Kalian hanya berdua?" tanya Hana.
Sementara itu Liana yang menguping bersama Devara pun, tersenyum masam dengan pertanyaan Hana.
"Kalian mau kemana emang?" tanya Devara.
"Kamu gak denger tadi? Justine ngajak aku kencan," ketus Liana.
"Ohh..."
Tiba-tiba Justine memiliki ide, dia merogoh ponselnya dan mengetik pesan pada Keanu.
"Ka Keanu, ayok kita buntuti Liana dan ka Justine. menurut info, mereka akan pergi kencan." Beritahu Devara pada Keanu.
"Wah... Benar kah? Oke kalo gitu, kamu Sherlock ya!" pinta Keanu.
"Siap ka," balas Devara, dia pun tersenyum tipis.
Kemudian dia menyimak obrolan Justine dan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Gue jadi curiga, pasti ka Justine mau nembak lo deh!" bisik Devara.
"Berisik lo," omel Liana.
Liana pun berdebar menunggu jawaban Indra dan Hana, dia terus menatap ruang tamu.
"Ayolah mom, pah. Izinkan anak mu ini," gumam Liana, namun Devara mendengarnya membuatnya tertawa pelan.
Dan langsung mendapatkan tatapan tajam.
"Liana," panggil Hana.
"Iya mom," sahut Liana.
"Tarik napas, hembus." Ujar Devara.
Dia pun meninggalkan Devara dan mengayunkan langkahnya menuju ruang tamu, sesampainya di ruang tamu Liana sangat gugup.
"Ya Tuhan, padahal ini hanya ajakan kencan. Tapi berasa lamaran aja," bisiknya dalam hati..
"Liana duduk," perintah Indra.
Liana pun menurut dan duduk, di samping Hana.
"Kamu gak bilang kalau mau kencan sama Justine,"
"Maaf Pah, aku lupa. Aku ingat pas tadi dia chat aku," jujur Liana.
__ADS_1
"Ya sudah papah, izinin kamu. Tapi jangan pulang terlalu larut," kata Indra, yang langsung mendapat tatapan protes dari Hana.
"Beneran pah? Makasih yah!" Liana pun langsung memeluk Indra.
"Kalau begitu saya pamit sekarang saja om, tan. Takut kemalaman," ucap Justine.
Setelah mencium punggung tangan orang tua Liana, Justine dan Liana segera pergi ke suatu tempat yang sudah di siapkan oleh Vano.
Sementara itu Devara yang telat menanyakan kemana mereka kencan pun memutuskan, untuk melacak Liana lewat nomor ponselnya.
"Ohh... Jadi mereka menuju sebuah restoran," gumam Devara.
Setelah mendapatkan alamatnya, Devara mengirim pesan pada Keanu. Mereka pun akan bertemu di resto yang di tuju Liana dan Justine.
Tak butuh waktu lama, Devara sudah sampai. Dia menunggu Keanu sambil memainkan ponselnya.
"Deva," panggil Keanu.
"Ka Keanu, loh! Uncle Rumi juga ikut?" tanya Devara heran.
"Iya sorry gue gak kasih tahu lo dulu, lo tahu gak uncle gue ini. Juga suka sama kaka lo, jadi mereka mau bersaing secara sehat." Papar Keanu, Devara pun hanya mengangguk saja.
"Ayok kita masuk, dan gagalkan rencana Justine." Kekeh Keanu.
Devara, Keanu dan Rumi pun berjalan bersama, walau menjadi pusat perhatian para pengunjung lain. Mereka tak peduli, yang mereka pedulikan adalah semoga cepat sampai.
Semoga suka 💞
__ADS_1
Maaf dikit, maaf typo 😚