Still Love You

Still Love You
BAB 11


__ADS_3

Nenek Zhao yang baru pulang dari bekerja melihat cucu-cucu perempuannya yang kacau. Penampilan mereka berantakan apalagi kondisi Zhao Wei yang dia sayangi ini di tanah oleh cucu perempuan lainnya.


Melihat itu nenek Zhao menjadi marah dan khawatir, dia langsung teriak :"APA YANG KALIAN LAKUKAN?!"


Zhao Hui melihat neneknya yang berdiri di pintu. "nenek bantu aku, Zhao Wei gila dia memukul A Zhi dengan kotak pensil." Ucapnya.


Nenek Zhao langsung menghampiri Zhao Wei yang di tahan Zhao Wei melewati Zhao Zhi yang duduk di lantai. Penampilan Zhao Wei yang berantakan serta emosi yang tidak biasanya yang ditampilkan Zhao Wei nenek Zhao jadi khawatir tubuh Zhao Wei belum 100% sembuh takutnya malah bertambah sakit.


"WeiWei kenapa kamu begini?"


Suara nenek Zhao menyadarkan Zhao Wei sedikit tenaganya mulai melemah dia langsung menghempaskan tangan yang memegangnya dan memeluk nenek Zhao.


"nenek" panggil Zhao Wei.


"kenapa penampilan WeiWei begini? Siapa yang menggertak? Nenek akan balas"


Nenek Zhao bertanya dengan khawatir tapi Zhao tidak berkata apa-apa hanya bersandar pada tubuh nenek Zhao. Nenek Zhao membantu Zhao Wei untuk duduk di ranjang.


Setelah Zhao Wei sadar Zhao Hui menghampiri Zhao Zhi. "A Zhi kamu tidak apa-apa?" tanya Zhao Hui khawatir. Tak mengira Zhao Wei bisa segila itu.


"hanya pusing. Sepertinya tidak apa-apa"


"tapi dahimu merah. Zhao Wei memang sudah tidak waras."bisiknya.


Zhao Zhi tidak mempedulikan Zhao Hui lagi tapi dia menatap neneknya yang focus pada kondisi Zhao Wei tidak mempedulikan dirinya yang kesakitan.


"Zhao Zhi apa kamu yang melukai WeiWei? Kenapa WeiWei bisa terluka begini?" geram nenek Zhao. Karena tidak mendapatkan jawaban dari Zhao Wei nenek Zhao hanya melayangkan tuduhan pada cucu perempuan lainnya yang dia lihat sebelum masuk kamar tadi Zhao Wei yang ditahan Zhao Hui dan Zhao Zhi yang duduk di lantai.


"ne-nenek aku ti-dak" ucap Zhao Zhi tersendat. Dia tidak tau kenapa nenek menuduhnya? Kenapa tidak meNanyakan pakah mereka terluka juga? Apakah neneknya tidak khawatir dengan keadaan mereka juga? Bukannya keadaan mereka juga kacau juga?


Zhao Zhi mengepalkan tangannya merasa tidak adil.


Zhao Hui bersalah dengan tuduhan yang nenek Zhao layangkan kepada Zhao Zhi.


"nenek, bukan A Zhi yang memukul Zhao Wei, tapi Zhao Wei yang memukul Zhao Zhi yang mencoba menghentikan pertengkaran kami. A Zhi tidak bersalah. Dan lagi Zhao-" penjelasan Zhao Wei terpotong.


"jadi kamu yang menggertak WeiWei?" Nenek Zhao menghentikan ucapan Zhao Hui. Zhao Wei yang berada di pelukan nenek Zhao hanya diam saja tidak bersuara. Seharusnya dia tau neneknya terfokus pada Zhao Wei.


"Nenek bukannya kamu harus tau apa yang terjadi dulu? Kenapa kamu bertanya siapa yang memukul Zhao Wei?" tanya Zhao Hui kesal.

__ADS_1


"Zhao Hui, aku bertanya apa kamu yang menggertak WeiWei?" nenek Zhao sepertinya tidak mempedulikan yang diucapkan Zhao Hui dia hanya ingin Zhao Hui menjawab pertanyaannya.


Zhao Zhi dan Zhao Wei terdiam tidak bisa berkata-kata.


"JAWAB AKU!"


"Ibu apa yang terjadi? Kenapa ibu marah?" tanya Zhao Nan. Dia memiliki firasat buruk.


Nenek Zhao melihat anak keduanya yang bertanya "bukan karena putrimu WeiWei jadi terluka. Ajar putrimu dengan baik."


"tidak mungkin HuiHui begitu bu." Bantah Zhao Nan, dia masih tau dengan sifat putrinya dia tidak akan memukul jika bukan ada yang memprovokasinya.


Ibu Zhao tidak terima dengan Zhao Nan yang tidak percaya omongannya. "kamu tanya putrimu jika tidak percaya."


Zhao Nan memandang putrinya yang berdiri disampingnya matanya seakan meNanyakan apakah yang ibunya benar.


Zhao Hui juga menatap ayahnya "Zhao Wei mengejutkanku saat tidur kalo ada kecoak, tapi itu hanya bualan Zhao Wei. Aku tidak suka lalu aku melempar Zhao Wei pakai bantal. WeiWei membalas ku dengan menamparku. Aku tidak terima Zhao Wei begitu jadi kami berkelahi. A Zhi datang melerai, aku juga sudah tidak berkelahi lagi dengan Zhao Wei. Tapi entah kenapa Zhao Wei menjadi gila dan memukul Zhao Zhi gunakan kotak pensilku." Dia menceritakan kronologis kejadian dengan datar.


Zhao Nan menghela nafas firasatnya benar akan ada hal buruk terjadi.


"ibu WeiWei yang memulai duluan dengan mengejutkan HuiHui saat tidur. Mereka bercanda tapi terlalu berlebihan. Iya kan HuiHui?" Zhao Nan menyenggol tangan putrinya agar menyetujui ucapannya tapi Zhao Hui hanya mendengus.


"kamu bodoh. Kamu pikir aku tidak tau Zhao Hui tidak suka WeiWei mungkin saja itu hanya asalan. Dan lihat putri yang kamu ajar itu tidak mendengar yang tua berbicara." Nenek Zhao tidak seNang. "ibu HuiHui hanya pusing karena bangun tidur jadi dia tidak bisa mendengar dengan baik." Zhao Nan memberi alasan kepada ibunya dengan pelan.


"HuiHui cepat minta maaf pada nenek dan WeiWei." Pinta Zhao Nan pada putrinya. dia tidak ingin putrinya kena marah ibunya yang berat sebelah ini.


"aku tidak mau."tolak Zhao Wei tidak terima. Dia merasa tidak bersalah untuk apa dia meminta maaf.


"lihat kelakuannya seharusnya aku mebuangmu saat kamu lahir dan mati dimakan serigala." Nenek Zhao mengucapkan dengan marah.


"IBU!" Zhao Nan menatap ibunya dengan tidak percaya. Zhao Zhi dan Zhao Hui juga terkejut akan hal itu tidak menyangka nenek Zhao akan berucap yang begitu kejam.


Zhao Zhi mengepalkan tangannya apakah saat lahir dia juga akan dibuang juga? Dia ingin bertanya tapi dia takut neneknya mengatakan hal kejam lainnya. Rasa hormat kepada neneknya Zhao Zhi luntur tidak ingin mempedulikan nene Zhao lagi. Dia berpikir jika dia melakukan hal baik seperti Zhao Wei dia akan diperlakukan lebih baik tapi dia tau itu tidak mungkin.


"nenek aku juga cucumu kenapa kamu begitu padaku?" mata Zhao Hui memerah dia menahan tangis.


"hanya cucu perempuan yang menghabiskan uang kamu seharusnya tidak lahir." Zhao Hui mengepalkan tangannya. Zhao Zhi yang duduk dilantai berdiri menghampiri Zhao Hui dan berdiri di belakangnya menepuk bahu Zhao Hui dan membisikkan untuk teNang jika dilanjutkan masalah akan bertambah besar. "Zhao Wei juga perempuan kenapa dia nenek perlakukan dia berbeda?" Zhao Zhi tau pasti neneknya akan mengatakan hal kejam lainnya membuat rasa hormat serta kasih sayang kepada nenek Zhao tidak ada.


Zhao Nan meraih tangan Zhao Hui. "HuiHui teNang." Tapi Zhao Hui menghempaskan tangan ayahnya dengan kasar, air mata Zhao Hui mengalir tidak mempedulikan ucapan ayahnya hanya menatap nenek Zhao.

__ADS_1


"tentu saja berbeda. WeiWei memiliki masa depan yang cerah. Dia pintar, cantik dan berperilaku baik tidak sepertimu."


Zhao Hui marah neneknya buta apa dia tidak tau kelakuan munafik Zhao Wei. "Dia munafik. Tidak sebaik nenek bayangkan." Nenek Zhao melepas Zhao Wei yang bersandar padanya menampar Zhao Hui dengan keras. Bunyi tamparan yang keras mengejutkan anggota keluarga Zhao yang tua kecuali ibu Zhao Wei yang baru masuk rumah. mereka bergegas menuju kamar.


PLAK!!!!


"IBU APA YANG KAMU LAKUKAN?" Zhao Nan berteriak marah.


Zhao Zhi membelalakkan matanya tidak percaya neneknya memberi tamparan yang keras pada Zhao Hui. Rasa dingin menyeruak pada dirinya akhirnya dia tau bahwa neneknya tidak memiliki rasa sayang pada cucu perempuan yang lain selain Zhao Wei. Walaupun tidak mempedulikan cucu perempuan yang lain nenek Zhao tidak akan memukul mereka.


Zhao Wei juga memandang Zhao Hui yang ditampar rasa seNang menyeruak dihatinya tapi ekspresinya masih lesu emosinya masih campur aduk.


Zhao Nan tidak terima dengan tindakan yang dilakukan ibunya. dia bahkan belum pernah memukul putrinya kenapa ibunya melakukan hal itu? Walaupun dia tidak memanjang putrinya seperti ibunya memperlakukan Zhao Wei tapi dia tidak akan memukul putrinya.


"Liu Man, apa yang kamu lakukan?" kakek Zhao bertanya pada istrinya yang penuh amarah.


"aku hanya memberi dia pelajaran agar tidak bicara yang tidak masuk akal. Merusak reputasi WeiWei."


Zhao yun melihat yang menundukkan kepala rambutnya menutup wajahnya menampilkan kesan tidak berdaya pipinya samar-samar dia bengkak dan tercetak tanda merah ingin menghampiri putrinya. tapi luas kamar yang sempit tidak memudahkan dia untuk masuk jadi dia hanya menatap.


Zhao Hui memegang pipi kirinya yang ditampar tercetak tangan dengan jelas di pipinya tidak berbicara.


"kau memukul cucu kamu sendiri. Nenek macam apa kamu?" kakek Zhao marah dengan kelakuan tidak masuk akal istrinya.


"ibu, ayah benar kamu tidak harus memukul HuiHui." Zhao yun berucap menahan amarah.


Nenek Zhao hanya mendengus tidak peduli.


"nenek apa kamu menyayangiku? Walaupun itu Cuma sedikit." tanya Zhao Hui dengan tiba-tiba mengagetkan mereka.


Nenek Zhao tidak menjawab pertanyaan Zhao Hui tidak memandangnya hanya mempedulikan kondisi Zhao Wei lagi.


"HuiHui tentu saja nenekmu sayang HuiHui." Ayah Zhao Hui langsung berkata melihat ibunya yang tidak menjawab pertanyaan putrinya.


Rasa sakit hati hingga di dada Zhao Nan walaupun dia tau ibunya lebih condong kearah kakak tertuanya tapi dia tidak menyangka bahwa itu sampai ke anaknya.


"AKU TAU NENEK TIDAK MENYAYANGIKU! AKU BENCI NENEK! SEHARUSNYA NENEK YANG MATI BUKAN AKU!." Teriak Zhao Hui dan langsung pergi keluar menerobos orang-orang yang berkerumun.


Nenek Zhao yang mendengar kutukan Zhao Hui berharap dia mati amarah yang tadi reda kembali keadaan menjadi lebih kacau dengan Zhao Hui yang kabur.

__ADS_1


__ADS_2