
Ballroom hotel sudah mulai ramai oleh para tamu yang hadir, suasana begitu romantis sepanjang pintu masuk hingga pelaminan dipenuhi oleh bunga mawar dengan berbagai warna.
Yudis sangat hafal semua kesukaan Feli, sehingga dia membuat dekorasi ruangan dan pelaminan seperti yang Feli minta pada saat Feli menceritakan pesta pernikahan impiannya. Dan tanpa sepengetahuan Feli Yudis berusaha mewujudkannya.
"Gila abis berapa nih Yudis, keren banget." Puji Hana.
"Udah gak usah kepo lo, malu-maluin aja. Indra mana Han?" tanya Gemy. "Radit juga dimana tuh anak." Lanjutnya lagi.
"Indra diminta Yudis buat jadi fotografernya, kalo Radit tadi kayanya lagi ada di ruangan Feli deh." Terang Hana, dijawab anggukan oleh Gemy.
Yudis sudah datang didampingi daddy Mike, kemudian ayah Satria berada di belakang Yudis dan daddy Mike. Mereka langsung menuju tempat ijab kabul.
Tak lama acara pun dimulai, pembawa acara sudah memanggil pengantin wanita untuk keluar. Dengan ditemani Radit Feli berjalan menuju dimana ayahnya dan Yudis sudah menunggu, dengan mengenakan kebaya berwarna putih tulang adat sunda dan singer yang menghiasi kepalanya menambah kesan cantik Feli. Kenapa adat sunda karena bunda Nia yang meminta.
Saat Feli dan Radit sudah sampai dihadapan Yudis, Radit menarik Yudis untuk berdiri Radit menyatukan tangan Feli dan Radit. "Jagain dia, jangan pernah lo nyakitin dia. Gue percaya sama lo Dis," ucap Radit, membuat semua orang yang melihat itu pun terharu.
"Gue akan selalu menjaganya dan membahagiakan dia." Kata Yudis.
"Itu si Radit udah kaya bapaknya aja," bisik Hana pada Anisa, membuat Anisa tertawa.
"Yey malah ketawa," protes Hana.
Jangan lupakan Indra yang sejak tadi mengabadikan moment, termasuk Hana dan Anisa yang meminta di fotokan. Membuat Indra dan Gemy geleng-geleng kepala.
Dengan satu tarikan nafas Yudis berhasil mengucapkan ijab dengan lancar, kini mereka sedang menandatangani buku nikah dan lainnya.
Kemudian Indra menyuruh Feli dan Yudis berfoto dengan buku nikahnya dan berbagai macam gaya. Indra mengacungkan jempolnya dengan hasil yang bagus.
Dan setelah itu mereka akan melakukan sungkem dan lain-lainnya. Setelah itu Hana, Anisa, Gemy dan Radit berfoto bersama.
"Kalian tega banget, gue gak diajak foto." Protes Indra.
"Sini biar mommy fotoin," tawar mommy Melati.
Kemudian mereka semua berfoto beberapa kali dengan wajah semringah.
"Makasih mom," ucap Indra dijawab anggukan mommy Melati.
****
Setelah acara selesai dan akan dilanjut nanti malam untuk resepsi, Yudis dan Feli sudah berada dikamar untuk membersihkan diri.
__ADS_1
"Apa kamu suka?" tanya Yudis, memeluk Feli dari belakang.
"Suka banget, konsepnya keren." Feli mengacungkan kedua ibu jarinya.
"Nanti malam akan ada kejutan lagi untuk kamu," terang Yudis.
"Kamu selalu penuh dengan kejutan." Feli memeluk Yudis, dalam hati dia sangat bahagia bisa bersama Yudis.
Tak terasa malam pun tiba, suasana siang dan malam ternyata berbeda dan semakin romantis. Yudis mengusung tema modern dan jangan lupakan ada pesta dansa.
Sedangkan Feli dia memakai gaun pengantin model sabrina berwarna biru dihiasi bordir bunga dan bertabur manik mempercantik gaun tersebut, rambut ditata sedemikian rupa membuat Feli terlihat lebih cantik dan segar. Sedangkan Yudis dia memakai tuxedo berwarna biru senada dengan gaun yang dipakai Feli, dengan kemeja berwarna putih.
Seperti biasa saat akan masuk pengantin baru tersebut ditahan oleh Radit. "Kenapa sih Radit ini, nyebelin banget."
"Sabar diakan mau nyanyi lagi," terang Yudis.
Radit membuka acara bersama Ryan seorangĀ tiktoker asal Bondowoso Jawa Timur. Ryan langsung dihubungi oleh Yudis untuk menjadi pembawa acara diresepsinya bersama Radit.
"Ok baiklah kita sambut pengantin baru kita," seru Ryan, kemudian Radit memainkan musiknya kemudian dia bernyanyi. Suara Radit memang terbilang bagus, dulu pada saat masih putih abu. Radit juara menyanyi solo tingkat Kota, dan grup tingkat Provinsi bersama dengan Indra, Gemy.
Lagu Shania Twain mengiringi langkah Feli dan Yudis yang sudah dicover oleh Radit menjadi sangat romantis dan lembut, tak lupa Indra yang mengabadikan setiap moment.
Setelah mereka sampai dipelaminan, Yudis dan Feli belum dipersilahkan duduk. Karena pembawa acara memintanya untuk melempar buket bunga.
"Aku gak akan lempar bunganya, aku mau kasih ke sahabat aku."
Feli berjalan mendekati Radit dan memberikan buket bunga kepada Radit.
"Kenapa diberikan kepada Radit ka?" tanya Ryan.
"Supaya dia cepet ketemu jodoh dan menikah," jawab Feli.
"Nah bener tuh, jangan lupa undang aku Ryan jadi MCnya yah Dit." Ryan tertawa dengan ucapannya, membuat semua tamu ikut tertawa.
"Doakan saja." Kata Radit.
"Ou yah mau dansa dulu atau potong kue dulu nih?" tanya Ryan.
"Dansa aja dulu kali deh Yan, biar romantis." Usul Radit.
Kemudian Radit dan Ryan meminta Yudis dan Feli berdansa, diiringi musik romantis.
__ADS_1
"Apa kami bahagia?" tanya Yudis dengan berbisik.
"Sangat... Sangat, sangat bahagia. Makasih yah kamu sudah mewujudkan pernikahan impianku," ucap Feli dia menatap Yudis, kemudian Yudis mengecup bibir Feli membuat tamu undangan yang melihat itu pun teriak heboh.
Terlebih lagi anak-anak IPS-1 sudah hadir, semua membuat suasana menjadi heboh.
"Astagfirullah Feli, lo menodai mata gue sama Ryan yang polos," kata Radit, menutup mata Ryan.
Membuat semua tamu undangan tertawa, mendengar celotehan Radit.
"Malu Dis," bisik Feli.
"Kenapa harus malu, kita raja dan ratunya terserah dong kita mau apa."
Setelah selesai berdansa, Feli dan Yudis kembali duduk di pelaminan untuk menyalami para tamu. Sedangkan Radit dan Ryan diberikan kesempatan untuk beristirahat sejenak.
"Feli." Pekik Hana, saat sudah sampai di depan pelaminan.
"Hana malu-maluin lo," tegur Gemy.
Tapi Hana menghiraukan Gemy, berjalan cepat ke arah Feli. Hana mencium pipi Feli cepat.
"Nih kado dari gue sama Indra." Hana menyodorkan paper bag kepada Feli.
"Wow apa nih?" tanya Feli antusias.
"Pakaian dinas," kekeh Hana. "Pake ya, kalo engga. Gue gak mau jadi sahabat lo lagi," sambungnya lagi.
"Iya iya, gue bakal pake. Ya udah foto dulu yuk," ajak Feli.
Akhirnya mereka pun berfoto bersama, malam semakin larut pesta resepsi semakin meriah terlebih lagi teman sekelas Feli dan Yudis saat SMA menambah kemeriahan bersama hostnya.
Feli menatap Yudis dengan senyum tipis, mereka tengah berbaur dengan teman-teman mereka. Sedangkan para orang tua sudah kembali ke kamar hotel masing-masing.
"Hayoh lo, tatap-tatapan mulu sabar dong," ucap Imam teman Feli.
"Iya nih, gak sabar yah Dis. Buat belah duren," kekeh Yogis.
Yudis hanya menyenggol bahu Yogis dan Imam dan tertawa bersama, mereka pun larut dalam acara yang di adakan oleh Yudis, sangatlah meriah. Maklum pernikahan ini pertama dan terakhir yang di lakukan oleh keluarga Darwin, karena mereka hanya memiliki satu putra yaitu Yudis.
Tbc...
__ADS_1
Maaf typo
Jangan lupa tinggalkan jejak, makasih š