
Liana hanya menatap Sierra, dengan perasaan sedih. Dulu setiap bertemu mereka seperti adik kakak yang tak terpisah, tapi kali ini Sierra menjauh darinya. Bertanya-tanya, apa yang membuat Sierra berubah?
"Lo kenapa sih?" tanya Keanu, yang menyusul ke rumah Feli.
"Aku gak, apa-apa ka." Balas Liana, mengusap sudut matanya.
Keanu mengusap kepala Liana dengan sayang, dia tahu Liana sedang sedih. Tak lama Rania pun sudah sampai di rumah Feli, dan di sambut oleh Feli.
"Ya ampun, Ran. Kami dari mana? Sierra nangis-nangis kamu gak pulang," omel Feli.
"Ayok masuk," ajaknya kemudian.
"Terima kasih Fel,"
"Bi Nina, tolong antar Kaili. Ke ruang bermain," perintah Feli.
"Baik nyonya."
Nina pun mengajak Kaili, menuju ruang bermain. Dimana semua anak-anak tengah berkumpul di sana. Termasuk anak yang sudah dewasa, karena tengah mengawasi adik-adiknya.
"Rania." Ucap Anisa, lalu dia pun memeluk Rania. "Maafkan sahabat, kami Ran. Radit memang kekanak-kanakan, mungkin dia pikir bisa flashback ke masa lalu." Kesal Anisa.
"Sudah-sudah, ayok duduk Rania. Kamu sudah makan?" tanya Gemy.
"Sudah."
"Kemarin kamu pergi kemana?" tanya Feli pula.
"Aku pergi ke rumah kakak ku, selama ini. Radit memang tak mengetahui dimana rumah Eli," ungkap Rania.
Mereka pun hanya mengangguk sebagai jawaban, sementara itu Kaili yang sudah di ruang bermain. Langsung di peluk oleh Rania.
"Kai, kakak kira. Kamu ninggalin kakak," isak Sierra.
"Aku ke rumah tante Eli ka," jawab Kaili.
"Astaga, kenapa aku gak kepikiran ke sana!" Sierra menepuk keningnya, dan melirik Darel.
__ADS_1
"Sekarang mamah dimana?" tanyanya lagi.
"Di ruang tamu,"
"Ya sudah, kakak mau liat mamah."
Sierra pun beranjak dari duduknya, dan melangkah dengan tergesa menuju ruang tamu. Darel pun mengikutinya sambil memangku Alana, dia menangis saat di tinggal.
*****
Sementara itu Hana dan Justine sudah sampai di IGD, Hana menghapus air matanya mencoba kuat.
"Aku kira om Indra sudah sembuh," celetuk Justine, Hana dan Justine duduk di ruang tunggu depan IGD.
"Apa maksud mu?"
"Beberapa hari yang lalu, om Indra juga masuk rumah sakit. Aku dan Liana yang membawanya ke rumah sakit, saat itu Dokter kata. Om Indra sakit karena luka di wajahnya, terlalu stress dan kurang tidur." Papar Justine, membuat hati Hana sakit.
Ini salahnya... Salahnya, jika saja dia bisa mencegah Radit untuk memukul Indra dan mau mendengarkan Indra. Mungkin kejadiannya tidak akan, seperti ini.
"Kemana tante saat itu? Apa tante tidak kasian, pada Lian dan Liana? Aku tahu, jika Devara kuat dia anak lelaki. Tidak mungkin menunjukan kesedihan kami," ujar Justine.
"Bagaimana keadaan suami saya dok?"
"Sejauh ini oragan pentingnya baik-baik saja, Hanya maghnya kambuh, saya sarankan suami anda jangan terlalu banyak berpikir nyonya. Itu bisa mengakibatkan otaknya bekerja terlalu lelah, dan stres. Menyebabkan daya tahan tubuhnya menurun, dia juga baru keluar dari rumah sakit." Jelas dokter.
"Dan jangan sampai, telat makan dan minum obatnya." sambung dokter lagi.
"Ba-baik dok, terima kasih."
"Baiklah kalau begitu saya permisi, nanti perawat akan memindahkan ke ruang rawat." Ujar dokter, dan Hana mengangguk sebagai jawaban.
Tak lama perawat pun memindahkan ke ruang rawat VIP, Hana pun mengikuti Indra. Sebenarnya banyak pertanyaan, yang ingin dia tanyakan pada Justine. Tapi dia sungkan, akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Liana.
"Ya ampun mommy, mommy kemana aja sih? Masih inget punya anak? Udahan jadi gadisnya?" sindir Liana, di sebrang telepon membuat Hana meringis.
"Sayang maafkan mommy nak, mommy kan jelaskan semuanya tapi, bisakah kamu ke rumah sakit Cahaya Pelita?"
__ADS_1
"Memangnya siapa yang sakit mom?"
"Papah mu Li, dia masuk rumah sakit." Kata Hana mencoba menahan tangis.
"Apa? Papah, masuk rumah sakit lagi?" pekik Liana. "Ya sudah aku sama Devara, nyusul ke sana sekarang mom." Sambungnya lagi.
"Iya sayang, mommy tunggu."
****
Liana yang masih di rumah Feli pun, dengan segera mengajak Devara ke rumah sakit. Dan memberitahu bahwa Indra masuk rumah sakit lagi pada semua orang.
"Aku ke rumah sakit, duluan tante." Pamit Liana, menarik Devara.
"Ohh... Ya, aku titip Lian yah!" teriaknya.
"Astaga, kenapa lagi tuh Indra?" tanya Yudis.
"Kiya susul," putus Gemy.
"Oke," jawab Feli.
Feli pun menitipkan anak-anak pada Rania, Rania enggan ikut ke rumah sakit. Dia akan menjaga anak-anak saja, jarak tempuh yang lumayan menuju rumah sakit. Membuat Liana gelisah, dia mengkhawatirkan keadaan sang papah.
"Mudah-mudahan papah, baik-baik saja." Gumamnya.
"Cepat dong Dev, lama banget sih." Omel Liana.
"Sabar kenapa sih? Nanti yang ada, kita di rawat juga dasar lo," kesal Devara, Devara bisa melihat mobil Yudis dan Gemy dari belakang.
Radit yang baru sampai ke rumah Feli, langsung menekan bel rumah. Tak butuh waktu lama, pintu terbuka dan...
"Rania," lirih Radit, setelah pintu terbuka.
Semoga suka 💞
Maaf typo
__ADS_1
Selamat malam guys 🌚