
Babi hutan yang diperoleh tadi dibagikan kepada penduduk desa. Sudah banyak perwakilan setiap keluarga desa Zhao jia berkumpul di tempat yang dijanjikan.
Zhao Zhong sebelum membagikan daging mengumumkan bahwa pemuda pelajar akan mendapatkan daging, penduduk desa setuju dengan usul tersebut sebagai kompensasi Pelajar Tan yang hampir diserang.
Tukang daging yang disewa telah menyembelih babi dan memotong-motong dagingnya.
Pembagian berakhir sebagaimana mestinya, setelah merapikan tempat kembali bersih Zhao Zhong pergi dengan daging ditangan.
Zhao Zhi yang membantu bibi kedua memasak. Jamur yang diambil olehnya dan Zhao Hui dimasak bersama daging babi.
Keluarga Zhao gembira dengan daging yang diperoleh, untuk makan daging biasanya harus menunggu tahun baru untuk bisa makan daging dari babi yang dipelihara di desa, bisa juga membeli daging di departemen store tapi itu membutuhkan tiket dan uang.
Malam pun tiba, keluarga Zhao berkumpul untuk makan malam. Zhao Wei ikut makan malam bersama. Tubuhnya telah membaik kemungkinan besok juga dia akan sehat kembali.
Pembagian daging yang telah dimasak di bagikan oleh nenek Zhao.
Zhao Hui melihat daging yang di beri oleh neneknya dan menatap piring Zhao Wei. Porsi dagingnya lebih sedikit daripada Zhao Wei. Dia kesal dan tanpa sadar mengungkapkan kekesalannya.
"Nenek kenapa porsi ku sedikit? Sedangkan Zhao Wei banyak?" Keluh Zhao Hui.
Ibu Zhao Hui, Zhao Yun mencubit paha putrinya setelah melihat raut ibu mertuanya tidak baik. Dia tau sifat ibu mertuanya yang tidak suka ditentang keputusan yang beliau buat apalagi yang berhubungan dengan Zhao Wei pasti anaknya tidak berakhir dengan baik.
"Ibu, kenapa kamu mencubit aku?" Zhao Hui menjauhkan pahanya, menjauhkan diri dari serangan ibunya.
"Kamu bodoh, kenapa mengeluh? kamu tau nenekmu itu memanjakan Zhao Wei jika kamu mengeluh begitu kamu kena omel." Bisik Zhao Yun geram.
Kenapa putrinya menjadi bodoh begini?
Zhao Hui yang mendengar bisikan ibunya, wajahnya langsung memutih. Dia lupa akan hal tersebut. Pemikirannya hanya tidak terima dengan daging yang dibagikan padanya lebih sedikit daripada dirinya.
"Weiwei, masih sakit dia butuh menambah daging. Kamu yang sehat makan saja jamur kamu ambil." Kata nenek Zhao dengan tinggi.
Benar saja Zhao Hui kena omel nenek Zhao. Dia langsung terdiam tidak bisa berkata-kata. Zhao Hui tau bahwa nenek Zhao berat sebelah tapi dia tidak menyangka akan seperti itu. Entah Zhao Wei sakit atau tidak nenek Zhao pasti akan memberikan hal baik pada Zhao Wei.
Zhao Wei yang melihat kejadian tersebut gembira, sekarang dia masih anak kesayangan tidak seperti kehidupan sebelumnya. Masih ada nenek Zhao yang mengutamakan dirinya.
"Hui, ini ambil punyaku jika kamu ingin makan banyak." Zhao Wei memindahkan daging ke piring Zhao Hui. Sehingga daging yang ada di piringnya menjadi sedikit.
Tindakan Zhao Wei membuat Zhao Hui waspada karena biasanya Zhao Wei tidak akan membagikan hal baik kepada yang lain jika bukan hal tersebut tidak dia inginkan. Apalagi ini daging yang semua anggota keluarga ingin memakannya.
Zhao Yun ingin marah melihat tindakan Zhao Wei yang pasti nenek Zhao bertambah marah.
__ADS_1
"Weiwei, kamu masih sakit, kamu harus makan daging." Ucap Zhao Yun dengan lembut dan memindahkan dagingnya kepada piring Zhao Wei.
"Benar kata bibi keduamu, Weiwei kamu harus makan daging." Nenek Zhao meletakkan kembali daging yang diserahkan Zhao Wei kepada Zhao Hui ke piringnya, porsi daging Zhao Hui menjadi lebih sedikit dari sebelumnya.
Licik! Geram Zhao Hui
Dia tahu bahwa Zhao Wei sengaja, nenek Zhao pasti tidak akan mengizinkan dirinya untuk makan daging yang diberikan Zhao Wei. Rasanya Zhao Hui ingin mencekik leher Zhao Wei melampiaskan amarahnya. Tapi dia hanya diam saja karena jika dia mengungkapkan kekesalannya lagi pasti nenek Zhao tidak mengizinkan untuk makan.
"Baik, nek terimakasih. Nenek yang terbaik. Nenek juga makan daging." Zhao Wei senang dengan kekesalan Zhao Hui. Ini belum seberapa karena dia sebentar lagi akan membalas hutang Zhao Hui di kehidupan sebelumnya nanti.
Hati Nenek Zhao meleleh dengan kasih sayang Zhao Wei.
"Lihat, cuma Weiwei yang perhatian kepada aku. Dan kalian bilang ingin makan daging banyak, bermimpi!"
Sebagai seorang anak, Zhao Zhong dan Zhao Nan malu. Mereka pun menyerahkan daging kepada nenek Zhao.
"Sudah, Liu Man. Cepat makan." Sebagai kepala keluarga, Kakek Zhao menangani. Nenek Zhao tidak melanjutkan perdebatan setelah suaminya bersuara.
Anak-anak Zhao yang lain diam saja. Supaya mereka tidak kena omelan nenek Zhao. Zhao Zhi juga sudah seperti burung puyuh, makan dengan tenang.
Pada akhirnya daging yang ada di nenek Zhao pasti di kirim ke Zhao Wei, intinya hampir semua daging di makan Zhao Wei.
Zhao Zhi melipat baju miliknya dikamar yang ditempati dirinya dan Zhao Hui. Mereka tidur berdua, tidak seperti Zhao Wei yang tidur sendiri dengan kamar yang terbaik.
Pakaian milik Zhao Zhi kebanyakan bekas para sepupunya. Karena badannya yang lebih kecil jadi dia hanya menerima pakaian dari yang lebih tua dan tidak mempunyai orang tua sebagai juga berpengaruh besar pada finansial dirinya, tidak ada yang memberinya uang saku. Walaupun begitu keluarga mengutamakan untuk semua anak keluarga Zhao mereka melek huruf.
Zhao Zhi melihat buku sewaktu dia sekolah SMA, dia berhenti saat dia akan kelas 11 . Tapi dia tidak melanjutkan Kakeknya sakit saat itu harus dioperasi usus buntu dan memerlukan biaya yang cukup besar.
Hal tersebut membuat keluarga Zhao berdebat akhirnya memutuskan untuk mengambil uang dari biaya sekolah anak. Bibinya tidak mau anak mereka putus sekolah jadi mereka hanya mengambil uang sekolahnya.
Keluarga bilang dia akan melanjutkan sekolahnya saat kakek telah sembuh dan ada uang dalam keluarga.
Zhao Zhi percaya dan berharap keluarganya menyekolahkan dirinya lagi saat kakek telah sembuh seperti yang mereka bilang tapi sudah enam bulan dari waktu kakek operasi, keluarga tidak ada yang membicarakannya.
Zhao Zhi kecewa tapi mau bagaimana lagi dia hanya menumpang pada pamannya. Pasti paman lebih mengutamakan anaknya sendiri daripada keponakan.
Zhao Hui sekarang sudah kelas 12 sebentar lagi akan lulus sedangkan Zhao Wei telah lulus.
Zhao Wei belum memiliki pekerjaan jadi dia hanya di rumah saja. Dia ingin bekerja di kota tidak mau bekerja di sawah tapi untuk mendapatkan pekerjaan tersebut keluarga harus menyiapkan uang yang banyak. Apalagi mereka telah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk operasi kakek Zhao. Uang yang untuk operasi kakek Zhao adalah uang untuk membeli pekerjaan Zhao Wei.
Mengambil buku tersebut dari lemari, Zhao Zhi melihat tulisan pada buku. Selain karena nenek Zhao memanjakan Zhao Wei dan mengizinkan dirinya sekolah. Zhao Wei juga yang terpintar dari cucu keluarga Zhao.
__ADS_1
Tulisannya cukup rapi, dia merawat buku-buku yang dia gunakan supaya dia bisa mempelajarinya lagi.
"A Zhi, kamu sedang apa?" Zhao Hui masuk menginterupsi Zhao Zhi.
Zhao Hui mendekat dan duduk di samping Zhao Zhi. Dia melihat Zhao Zhi yang melihat buku yang di tangannya.
Di sana ada tulisan mengenai aljabar, memandangnya Zhao Hui pusing. Sewaktu sekolah dia tidak terlalu pintar tapi bersyukur orangtuanya menyekolahkan dirinya sampai sekarang.
Untuk Zhao Zhi, dia mengasihinya karena tidak melanjutkan sekolah. Walaupun keluarga bilang akan menyekolahkan Zhao Zhi lagi tapi dia tau bahwa itu cuma hiburan sesaat untuk Zhao Zhi. Selama ini tidak ada pembicaraan lebih lanjut mengenai menyekolahkan Zhao Zhi lagi.
Jika bukan karena dirinya yang sebentar lagi lulus mungkin Zhao Hui juga akan putus sekolah.
Zhao Hui yakin bahwa uang yang dikumpulkan sekarang untuk membeli pekerjaan untuk Zhao Wei.
"Apa kamu ingin aku kasih buku sewaktu kelas 11 milikku?" Tanya Zhao Zhi.
"Boleh?"
"Boleh. Tapi aku tidak bisa mengajarkan karena aku sudah lupa."
"Tidak apa-apa."
Zhao Zhi senang dengan tawaran Zhao Hui.
"Tunggu aku cari dulu. Semoga masih bagus."
Melangkah menuju lemari, tempat dia menaruh bukunya. Zhao Hui mengambil dan menyerahkan pada Zhao Zhi.
"Terimakasih." ucap Zhao Zhi.
Zhao Hui melambaikan tangannya.
"A Zhi apa kamu mengerti?" tanya Zhao Hui sambil berbaring di samping Zhao Zhi.
"Tidak, tapi aku akan mempelajarinya."
"Ya, terserah. Aku tidur dulu."
Zhao Hui memejamkan matanya, dia terlalu lelah untuk melanjutkan obrolan lagi. Kegiatan yang dia lakukan tadi siang menguras tenaganya dan perilaku licik Zhao Wei tadi darah Zhao Hui naik akibatnya dia pusing.
Zhao Zhi memaklumi kelakuan Zhao Hui. Dan fokus pada buku tulis Zhao Hui. Selama malam ini dia mempelajari pelajaran yang belum dia kuasai tapi ada beberapa bagian pelajaran yang dia tidak mengerti. Dia ingin bertanya tapi tidak tahu harus bertanya pada siapa.
__ADS_1
Zhao Hui bilang tadi tidak ingat, ingin bertanya pada Zhao Wei dia tidak berani. Zhao Zhi tau dia tidak sepintar Zhao Wei Tapi dia ingin berusaha untuk sepintar Zhao Wei berharap dengan dia menjadi melek huruf, dia memiliki kehidupan yang lebih baik.
Zhao Zhi hanya menutup buku dan merapikannya lagi, mengembalikan pada tempat dia menyimpan buku. Dia harus cepat tidur besok harus bekerja memanen kapas, tidak harus berkutat pada pelajaran yang pasti tidak dia pahami jika tidak diterangkan.