Still Love You

Still Love You
BAB 14


__ADS_3

Zhao Zhi setelah mandi pergi mencari Zhao Hui yang pergi. Waktu akan malam dia khawatir sepupunya tidak akan pulang berada diluar saja. Tapi dia tidak menemukan sepupunya ini dia akan kembali ke rumah melihat apa Zhao kui yang mencari Zhao Hui telah kembali bersama.


Zhao Zhi berpapasan dengan Zhao Fang dari arah depan. Zhao Zhi ingin berbalik pergi tidak ingin bertemu dengan Zhao Fang apalagi hanya berdua saja.


"A Zhi"


Zhao Zhi tidak bisa langsung pergi karena Zhao Fang telah memanggilnya dan berlari menuju tempatnya.


Zhao Fang menyapa Zhao Zhi dengan gembira. Tadi dia ke rumah Zhao tapi tidak menemukan Zhao Zhi jadi dia pergi kembali kerumah tak menyangka dia akan berpapasan dengan orang yag ingin dia temui.


"kamu habis darimana? Tadi aku ke rumah kamu tidak ada." Zhao Fang bertanya kepada Zhao Zhi.


"aku mencari kakak HuiHui tapi aku tidak menemukannya. Kakak Fang kenapa mencariku?"


"AH i-ini aku punya ginseng liar yang aku temukan dari hutan. Katanya sepupu kamu Zhao Wei sakit kamu bisa memberikan ginseng ini padanya." Zhao Fang berkata dengan malu sambal menyodornya bukusan kain yang berisi ginseng.


Zhao Zhi hanya menatap Zhao Fang tanpa mengambil hal itu.


Tidak melihat Zhao Zhi mengambil yang dia sodorkan Zhao Fang menjadi cemas.


"A Zhi kenpa kamu tidak mengambilnya? Bukannya kamu khawatir dengan sepupumu. Jika dia memakan ini mungkin saja dia akan cepat sembuh."


"kakak Fang tidak usah. Itu terlalu mahal. Apalagi kakak WeiWei mulai membaik sepertinya tidak perlu." Zhao Zhi menolak mengambil ginseng Zhao Fang. Mereka tidak memiliki hubungan apa-apa tidak perlu membantu segitunya.


"aku pergi dulu. Jika kita terlalu lama bertemudan dilihat orang pasti ada rumor buruk."


Mendengar ucapan Zhao Zhi, Zhao Fang terkejut. Sebenarnya mereka telah memiliki rumor bahwa mereka akan menjadi suami istri walaupun mereka tidak ada upacara pertunangan. Dan Zhao Zhi biasa saja dengan hal itu sebelumnya. Tapi sekarang Zhao Zhi menghindarinya dia tidak menyangka.


Zhao Zhi yang hendak pergi tangannya di pegang Zhao Fang. Langkahnya terhenti, Zhao Zhi sebenarnya ingin cepat-cepat pergi dan kembali pulang. Dia tidak ingin terlalu lama bersama Zhao Fang sudah ada rumor tentang hubungan mereka. Walaupun dalam mimpinya mereka menikah. Dia tidak ingin ada rumor bahwa dia sengaja mendekati untuk dijadikan suami.


"kakak Fang, lepaskan aku harus segera pulang."


"kenapa kamu begini? Bukankah kita sudah cukup dekat."


"kakak Fang, jangan berbicara omong kosong. Bagaimana jika ada yang mendengar? Mereka mengira kita memiliki hubungan yang tidak jelas."


"Ya, terserahlah. Ini ginsengnya kamu bawa." Zhao Fang pergi dengan marah meninggalkan Zhao Zhi. Tidak ingin bicara dengan Zhao Zhi lagi. Dia marah dengan Zhao Zhi yang seakan meraka tidak dekat padahal mereka menurutnya cukup dekat. Walaupun dia tidak menyukai Zhao Zhi sebagi wanita tapi menganggap Zhao Zhi calon istrinya.


Zhao Zhi yang ditinggalkan pasrah. Tidak tau harus mengatakan apa dia juga untuk kebaikan mereka. Dalam mimpinya setelah dia menikah mereka digosipkan dia tidak ingin begitu.


Rumor Zhao Fang ingin memanjang keluarga Zhaonya. Situasi keluarga sedikit lebih rendah dan tingkat Pendidikan Zhao Fang juga hanya tamatan sekolah dasar sedangkan dirinya lulusan sekolah tingkat pertama.


Menurutnya jika mereka mulai menjaga jarak sedikit mungkin rumor akan mereda.


Zhao Zhi melanjutkan langkahnya untuk pulang.


Sesampainya dirumah dia tidak melihat Zhao Hui dan Zhao kui. Pemuda pelajar yang menjenguk Zhao Wei seperinya telah kembali ke asrama.


"Bibi kedua, kak Hui dan kui telah pulang?" Zhao Zhi bertanya pada bibinya yang duduk di kursi diruang ruang tamu.

__ADS_1


"sudah. HuiHui sedang mandi."


"syukurlah."


Zhao Zhi lega tau sepupunya telah kembali. Dia pergi ke kamar untuk menaruh ginseng yang dikirm Zhao Fang. Dia tidak tau harus bagaimana mengirim kepada Zhao Wei. Jika dia bilang itu dari Zhao Fang dia khawatir keluarga mengomelinya untuk tidak terlalu dekat dengan Zhao Fang yang tidak memiliki hubungan yang jelas.


Zhao Zhi menaruhnya di tumpukan pakaian. Zhao Zhi duduk di ranjang menghela nafas rasanya hari ini melelahkan dan Panjang. Dia ingin cepat tidur.


"A Zhi"


"kak Hui, kamu telah kembali. Syukurlah." Zhao Zhi melihat pipi Zhao Hui yang ditampar neneknya bengkak.


"pipi kakak bengkak. Butuh kompres?" Zhao Zhi khawatir.


"tidak perlu. Tapi dahimu sepertinya membutuhkan di kompres." Zhao Hui memandang dahi Zhao Zhi yang bengkak sebelah yang terlihat jelas dan membiru.


"AH benarkah?" Zhao Zhi memegang dahinya. Tak sengaja dia memegang dahi yang bengkak terlalu kuat dia merasakan rasa sakit.


"ini" Zhao Hui menyerahkan cermin.


Zhao Zhi mengambil dan meilihat pantulan wajahnya. Benar saja dahinya bengkak membiru sebelah. Dia tidak tau dahinya sebalah kanannya menonjol dengan warna biru jika dia tidak diberitahu Zhao Hui dia tidak akan tau dahinya seperti itu. Pukulan yang dilayangkan Zhao Wei keras sekali.


"sepertinya tidak perlu juga. Ini akan cepat sembuh." Ucap Zhao Zhi.


"Ya, tersererah kamu."


"bagaimana perasaan kakak Hui?"


"Kak, jangan bertengkar dengan kak WeiWei lagi. Nanti kakak juga yang kena batunya. Aku tidak banyak membantu. Aku hanya bisa menasihati kakak saja. Maafkan aku tadi tidak membela kakak tadi."


"Aku mengerti. Tidak apa-apa."


Zhao Zhi dan Zhao Wei berada di kamar sembari menunggu waktu makan malam.


Langit mulai gelap penduduk telah masuk ke rumah masing-masing. Keluarga Zhao telah berkumbul untuk mengambil makanan.


"Ya, lihat tadi orang yang menyumpah. Berani untuk makan bersama nenek yang kejam yang dibilang tadi." Cibir nenek Zhao.


Liu Man masih menyimpan dendam dengan kutukan yang di lontarkan Zhao Hui.


Zhao Lin kepala kelurga Zhao tidak senang dengan cibiran istrinya, menurutnya Zhao Hui tidak akan menyumpah jika Liu Man memperlakukan Zhao Hui dengan baik. Dan perilaku Liu Man yang memperlakukan Zhao Wei dengan baik tidak seperti cucu perempuan lainnya tentu akan memiliki rasa tidak suka.


"Diam Liu Man. Jangan seperti itu."


Liu Man ingin mencibir lagi tapi dia tidak berani jika suaminya telah berkata. Dia menghembuskan nafas kesal.


"HuiHui kamu cepat makan jangan dengarkan nenekmu."


Zhao Hui yang dicibirkan memasang muka datar.

__ADS_1


Anggota kelurga Zhao menghela nafas tidak ada perdebatan. Mereka mulai makan dengan tenang.


Setelah makan Zhao Lin dan Liu Man pergi ke ruang tidur mereka.


"Liu Man, perilaku kamu tadi buruk sekali. jangan hanya memperhatikan Zhao Wei saja. Kamu juga punya cucu perempuan lainnya." Zhao Lin berbicara kepada istrinya yang sedang merapikan baju.


"Aku memperlakukan mereka sama seperti nenek pada umunya." Sangkal Liu Man. "Kamu pikir aku tidak memperhatikan perilakumu yang berat sebalah ini hah? Dan kamu masih menyangkal yang terlihat jelas begitu."


"Aku tidak-"


"DIAM! Sebenarnya alasan apa kamu begitu?"


Liu Man yang ditanya hanya diam jika dia bilang alasannya pada suaminya dia pasti akan marah.


Zhao Lin yang tidak dijawab tidak sabar. "Cepat bilang Liu Man." Zhao Lin berkata dengan marah sebenarnya ingin berteriak tapi dia tidak ingin anak dan cucunya mendengar perdebatan mereka.


"Aku pergi ke Mama Du meramal nasib."


"APA?!" Zhao Lin berteriak kaget. Tidak habis pikir dengan kebodohan istrinya ini. Dia kira istrinya tidak akan pernah pergi ke peramal lagi.


"Kau gila. Jika kamu ketahuan dan dilaporkan. Keluarga kita pasti tamat. Pemerintah telah melarang tahayul feodal menjadi masyarakat baru. Dan kamu malah pergi? Apa kau tidak ingat tentang keluarga Han? Apa kau ingin kelurga kita seperti itu? Kamu bodoh." Zhao Lin memarahi Liu Man


Mama Du sebelumnya terkenal dengan bisa ramalkan nasib seseorang. Banyak warga desa yang pergi kesana ingin meramal setelah mereka tau akan ramalan pasti ada saja kejadian. Jika ramalan nasibnya baik mungkin tidak apa-apa tapi untuk ramalan buruk pasti ada kejadian yang buruk juga.


Orang tua yang ingin mengetahui masa depan anak mereka pergi ke peramal. Setelah mengetahui anak mereka memiliki nasib yang buruk anak tersebut akan ditelantarkan, disiksa dan lainya bahkan pembuangan bayi sering terjadi.


Karena situasi tersebut pemerintah turun tangan memberitahu warga untuk tidak percaya akan hal-hal tahayul tersebut menjdi masyarakat baru. Jika ketahuan akan ada konsekuensi.


Contohnya lima belas tahun lalu keluarga Han dari desa Zhaojia dilaporkan mereka masih percaya akan hal tahayul feodal. Anggota keluarga diseret ke lapangan oleh tentara untuk diberi arahan dan dihukum oleh warga desa dengan lemparan batu.


Setelah itu dikirim ke tempat lain untuk mengintropeksi diri. Yang dari yang dia dengar mereka di suruh bekeja di perbatasan jika melanggar yang ditetapkan pemerintah. Mati atau hidup tidak ada yang tau.


Liu Man bergidik ketakutan. Dia juga tau apa yang dilakukannya itu memiliki risiko yang sangat besar tapi dia ingin melakukannya semua anaknya juga dia pergi meramal dan semuanya nasib anaknya mirip dengan yang diramalkan.


"Tapi selama ini aku tidak ketahuan. Dan kau tau semua ramlan itu mirip dengan yang diramalkan."


Zhao Lin menggertakan giginya.


Dia tau Liu Man terlalu tepengaruh dengan keluarga Liu yang percaya akan ramalan. Apalgi keluarga Liu memperlakukan Liu Man tidak baik karena tidak memiliki nasib yang baik tidak seperti adik perempuannya yang hidup lebih baik dari Liu Man.


"Aku tau kamu terlalu terpengaruh dengan keluargamu. Tapi sekarang kamu di kelurga Zhao-ku jadi kamu harus mengikuti aku."


"Tapi-"


"DIAM! Sebaiknya kau ubah sikapmu. Jika kamu seperti itu terus lebih baik kamu kembali ke keluargamu."


Liu Man membelalakan matanya tidak percaya. Jika dia kembali ke keluarganya pasti dia di tertawakan. Apalagi diumurnya yang sudah tua ini. Keluarganya tidak akan menerimanya untuk tinggal.


"APA?! Bagimana bisa kamu melakukan itu?"

__ADS_1


"YA, AKU BISA. Jadi perhatikan sikapmu."


Setelah berbicara Zhao Lin pergi keluar meninggalkan Liu Man yang masih shock.


__ADS_2