Still Love You

Still Love You
Akhir sebuah kisah.1


__ADS_3

Lima tahun berlalu, kehidupan semua orang bisa berubah. Begitu pun hati setiap manusia, bahkan cinta sekali pun.


Kini tepat lima tahun Darel berada di Korea, bahkan dia tak pulang barang sekali pun. Bahkan saat Sierra menikah pun Darel tak datang.


"Sayang," sapaan lembut, membuyarkan lamunan Darel. Dia pun menoleh dan tersenyum menatap gadis cantik yang kini memakai gamis dan hijab tengah tersenyum padanya.


Oh.. Dan jangan lupakan, perut buncitnya yang selalu buat Darel gemas. Dan yang membuat Darel bahagia, dia di karunia dua anak sekaligus.


"Kenapa sayang?" tanya Darel.


"Kita jadi ke Indonesia? Aku juga mau kenalan sama Neni, opa Satria, oma Melati dan opa Mike." Ujar Akira.


"Kamu udah janji loh!" lanjutnya lagi.


Ya Akira resmi menjadi istri Darel, setelah Akira menjauh dari Darel. Darel baru merasa kehilangan Akira, di tahun pertama dia menjadi lebih dingin, di tahun ke dua Darel mulai fokus pada perusahaan Yudis dan Agency miliknya sendiri hadiah dari Yudis dan Feli.


Tahun ke tiga dia lulus dengan cepat, harusnya tahun ke empat dia kelulusan. Namun kerja keras Darel, dia mampu melakukannya. Dan tahun ke empat, Devara datang dan memberitahukan dimana Akira atas permintaan Feli.


Feli tak tega karena Darel terus menyibukan diri dengan kuliah, dan pekerjaannya. Dan saat akhir tahun, Darel melamar sekaligus menikahinya langsung, Akira yang tengah berada di Rusia dia belajar agama di Rusia menjadi muslim, dan juga ikhtiar menyembuhkan penyakitnya.


"Baiklah kita akan ke sana, satu minggu lagi." Putus Darel, membuat Akira tersenyum senang.


Darel pun membawa Akira duduk di pangkuannya, mengelus lembut perut buncit Akira. Kini usia kehamilannya memasuki usia delapan bulan, umur kehamilan yang rawan tapi. Jika tidak di turuti Akira akan terus merengek, semenjak hamil Akira jadi manja dan jika keinginannya tak terpenuhi dia akan nangis.


Yang pada Akhirnya Feli akan memarahinya, jangan lupakan kedua adik kesayangannya Elena dan Alana mereka lebih sayang Akira.


"Tapi anak kita gak papa kan? Kalo di ajak naik pesawat?" tanya Darel, dan bayi di dalam kandungan Akira. Sebagai respon bayi tersebut menendang.

__ADS_1


"Sayang lihat, anak kita dia menendang." Ucap Darel antusias.


Akira hanya tersenyum, lalu Darel mengusapnya lagi. Ketukan di pintu membuat perhatian mereka teralihkan.


"Ka Darel, ini aku Alana." Pekik gadis cantik yang kini sudah berusia enam tahun, sedangkan Elena tiga belas tahun dan duduk di bangku SMP.


"Iya sayang masuk aja, pintu gak di kunci." Teriak Darel.


Cklek!


Pintu terbuka, gadis kecil cantik yang menurut Darel mirip sekali dengan Feli. Jika Elena perpaduan Feli dan Yudis, jika kata oma Melati malah mirip oma saat muda.


"Ada apa?" tanya Darel, setelah Akir turun dari pangkuan Darel.


"Kata mommy ka Darel mau ke Indonesia? Aku ikut yah? Aku kau ketemu oma Melati, opa Mike, Neni sama opa Satria." Cerocos Alana.


"Aku boleh ikut?" pinta Alana dengan mata berbinar menatap Darel.


"Iya boleh tapi bilang dulu sama mommy," kata Darel.


"Oke." Alana pun pergi meninggalkan ruang kerja Darel, sekarang rumah Feli pun sudah di perbesar.


Sementara rumah Akira di urus oleh keluarga penjaga rumah tersebut, dan usaha keluarga Akira pun sudah di tangani oleh Darel.


"Terim kasih," ucap Darel memeluk Akira dari belakang, kini mereka sudah di dalam kamar menikmati senja di balkon kamar.


"Terima kasih untuk apa?"

__ADS_1


"Untuk semuanya, untuk kamu yang mau nerima laki-laki yang plin plan ini." Kekeh Darel.


"Seharusnya aku yang berterima kasih pada mu, dan keluarga mu sayang. Karena mau menerima wanita ini apa adanya," cetus Akira.


"Nanti kita ke rumah uncle Gemy, dan aku ingin minta maaf sama dia." Lanjutnya lagi.


"Buat apa minta maaf?"


"Ya gak papa dong, nanti juga kita tengok anaknya Sierra yah?" ajak Akira.


"Iya apa pun untuk mu sayang ku," ucap Darel mencium sisi kepala Akira.


"I Love you oppa," kata Akira malu-malu.


Darel tersenyum merasa gemas sendiri dengan tingkah Akira yang malu-malu, dia pun mencium bibir Akira dengan lembut.


"Ayok," ajak Darel.


"Ayok apa sih?" kekeh Akira pura-pura tak tahu.


"Makan kamu, jika kamu melahirkan nanti aku gak bisa makan kamu sayang." Bisik Darel.


Akira pun tak bisa menolak ajakan Darel, mereka pun melakukan perjalanan manis mengarungi nirwana. Melanglang tinggi menuju kenikmatan yang haqiqi.


tbc...


Semoga suka 💞

__ADS_1


Maaf typo, permasalahan Gemy dan Darel di bab sebelumnya udah clear yah! Karena Yudis gak mau orang lain ikut campur masalah anaknya.


__ADS_2