
Spesial Feli dan Yudis
Kau mencintaiku tanpa sepatah kata, aku mencintaimu, dengan satu kata yang tak pernah patah.
Setelah makan siang Yudis tak memberikan Feli kesempatan untuk keluar dari kungkungannya, membuat Feli cemberut. Karena tak bisa melihat sunset.
"Dad, ayo bangun. Emang kamu gak lapar?" rengek Feli menggoyang kan Yudis.
Namun Yudis malah menarik Feli untuk berbaring lagi, dan memeluk Feli dengan erat. Tak lupa tangan Yudis tak tinggal diam di dada Feli.
"Sayang akhh... Udah dong, aku lelah." Protes Feli.
"Itu ku masih sakit," sambungnya lagi.
"Sekali lagi yah pliss," mohon Yudis, tanpa menunggu jawaban Feli. Yudis langsung membungkam Feli dengan ciuman, karena jika sudah di rumah. Yudis akan sulit berdekatan dengan Feli, karena putri cantiknya selalu merengek ingin tidur bersama dirinya.
Mereka pun kembali terbang menuju nirwana, merasakan surga dunia. Di kamar mandi pun Yudis melakukan itu kembali, membuat Feli menekuk wajahnya.
"Udah dong, jangan cemberut. Aku janji besok kita jalan-jalan seharian, kita pake motor." Bujuk Yudis.
"Janji yah? Jangan kurung aku di kamar?"
"Iya, ayok kita makan seafood." Ajak Yudis.
Yudis mengajak Feli makan seafood dekat pantai, walau sudah malam. Tapi pantai Jimbaran selalu ramai oleh wisatawan, Yudis memesan nasi goreng seafood. Dan seafood bakar dengan bumbu khas Jimbaran Bali.
Sementara itu Sarah tampak kesal, karena melihat Yudis dan Feli baru keluar. Sejak tadi dirinya menunggu mereka keluar dari sore, dan Sarah pun menangkap keanehan pada cara berjalannya Feli. Dan Sarah pun tahu apa yang terjadi pada Feli, semakin membuatnya kesal.
Sarah pun duduk tak jauh dari meja Yudis dan Feli, dan memesan makanan yang sama. Tapi dalam porsi sedikit.
Sulit sekali mencari celah untuk dekat dengan Yudis, Feli selalu berada di dekat Yudis. Sarah pun memutuskan untuk kembali ke hotel dan akan memikirkan cara lain, untuk mendekati Yudis. Jika begini dia melupakan putrinya, yang menunggu telepon dari dirinya.
"Nenek kenapa mamah belum telepon yah? Apa dia lupa aku?" tanya Selin pada Diana.
"Mungkin mamah mu lelah sayang, sudah ya. Kita tidur saja," bujuk Diana.
Selin pun pasrah menunggu sang ibu, untuk menghubunginya di tertidur dengan perasaan kecewa. Sementara itu Diana mencoba mengirim pesan pada Sarah, bahwa Selin merindukannya dan mencoba untuk menghubungi dirinya.
"Cobalah hubungi Selin, Sarah." Pinta Diana pada pesannya, yang belum Sarah baca.
Membuat Diana menghela napas panjang, dia menatap Selin. Yang baru kehilangan sang ayah satu tahun yang lalu.
****
Pagi pun tiba sesuai janji Yudis, dia akan mengajak Feli jalan-jalan. Garuda Wisnu Kencana, Selain berada dekat dengan Bandara dan jalan Tol, lokasi Jimbaran juga berdekatan dengan beberapa tempat wisata terkenal yang ada di kawasan Bali Selatan. Hanya memerlukan waktu sekitar 5 menit, Yudis dan Feli sudah sampai di, tempat wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK). Jimbaran juga memiliki akses yang mudah menuju beberapa pantai seperti Pantai Kuta dan Pantai Pandawa. Kawasan Jimbaran memiliki jarak tempuh sekitar 12 km menuju Pantai Kuta dan 13 km menuju Pantai Pandawa. Selain pantai, kawasan ini juga dekat dengan Pura Uluwatu, Objek Wisata Tanjung Benoa, dan juga kawasan Nusa Dua Bali.
"Kalo punya rumah di Jimbaran, pasti seru yah? Aku jadi kepikiran buat buka. Bisnis properti," ujar Yudis, karena dekat tempat wisata. Yudis memikirkan keuntungan yang di dapat.
Feli hanya tersenyum saja, Yudis tidak pernah tahu bahwa Feli pun memiliki rumah sekitaran Jimbaran. Hanya Rumi dan Gemy yang selalu ke rumah tersebut, Feli membangun rumah tersebut saat dirinya masih sekolah.
Setelah asik berkeliling Garuda Wisnu Kencana, Yudis mengajak Feli menuju pantai Jimbaran.
"Belanjanya besok aja gimana?" usul Feli memeluk Yudis dengan erat.
"Kenapa memang?"
"Kita santai aja dulu di pantai, sambil makan siang."
"Ya sudah," balas Yudis.
__ADS_1
Sementara Sarah dia hanya terus mengikuti Feli dan Yudis, dengan menyewa motor dia mengendarai motor tersebut sendiri, tak butuh waktu lama. Mereka sudah sampai di pantai dan duduk di hamparan pasir, bersama wisatawan lain.
"Yudis," panggil Sarah.
"Sarah? Kamu disini?" tanya Yudis.
"Iya, kebetulan sekali yah? Aku lagi ada urusan," bohong Sarah, dan Yudis pun hanya mengangguk saja.
"Aku kesana dulu, kalau mau gabung boleh. Tapi aku gak yakin Feli izinin kamu," cibir Yudis.
"Yudis tunggu." Sarah mencekal lengan Yudis, yang tengah memegang dua buah kelapa muda, yang hampir jatuh.
"Sarah," desis Yudis.
"Maaf Dis, aku mau bicara sama kamu."
"Bicara apa lagi sih? Kita gak ada hubungan apa pun yah!"
"Dis aku mohon, jadilah ayah untuk anakku. Aku rela jadi yang ke dua, aku yakin Feli gak akan masalah," cetus Sarah.
"Gila lo yah Sar, awas lepasin gue," tegas Yudis.
Sarah pun melepaskan Yudis, dan menatap kepergian Yudis. Dia pun mengikuti arah Yudis, yang duduk dekat dengan Feli. Feli sebenarnya tahu bahwa sejak tadi Sarah mengikuti mereka, dia diam saja karena Sarah tidak merusak moodnya.
"Kok lama?" protes Feli.
"Biasalah penuh," bohong Yudis, dan Feli pun mengangguk saja percaya.
Saat Yudis sedang bercanda dengan Feli, tiba-tiba sebuah suara yang mereka sangat kenal. Menghentikan candaan mereka.
"Hai! Boleh gabung?" ujar Sarah.
"Tapi aku gak kenal mereka, aku kenal sama kalian."
Feli hanya memutar bola mata malas, dia pun acuh pada Sarah. Dan sibuk melihat video Alana yang di kirim mommy Melati, dan tak tahu dirinya Sarah duduk di antara Feli dan Yudis. Sehingga menggeser Feli.
"Sarah," bentak Yudis.
Feli dengan segera berdiri, dan meninggalkan pantai tersebut.
"Sayang tunggu," teriak Yudis.
"Dis biarin Feli, dia pasti pergi ke hotel." Sarah mencoba menahan Yudis.
"Apaan sih lo Sar? Lepasin gue, gue harus kejar istri gue," tegas Yudis, Yudis pun menepis tangan Sarah.
Yudis mencari Feli kesana kemari, namun Feli sudah pergi menggunakan taxi dia akan pergi ke rumahnya. Yang berada di daerah Jimbaran juga, Sedangkan Yudis dia menuju hotel. Dan mengabaikan teriakan Sarah.
Beberapa menit kemudian, Yudis sudah sampai di kamar hotel. Namun saat membuka pintu dia tak mendapati Feli.
"Sayang? Kamu dimana?" teriak Yudis.
Yudis pun mencoba menelpon Feli namun tak di angkat, dia pun mengirim pesan.
"Pulanglah sayang, aku mencintai mu sungguh." Ujar Yudis di dalam chatnya, Feli pun membacanya tapi gak membalasnya.
****
Hari beranjak malam, namun Feli tak kunjung kembali. Membuat Yudis khawatir, saat dia membuka pintu terlihat Sarah yang sempoyongan.
__ADS_1
"Sarah, kenapa kamu?" tanya Yudis memapah Sarah.
"Kepala ku pusing Dis," lirih Sarah.
"Tolong antar aku ke kamar yah!" pinta Sarah.
"Ya sudah, dimana kamar mu?"
"Terhalang tiga kamar, di paling pojok."
Yudis pun membantu Sarah berjalan ke kamarnya, entah kenapa Sarah menjadi berat sekali. Saat masuk ke dalam kamar, Feli pun keluar dari lift dan sekilas melihat baju yang mirip Yudis.
Feli pun mengikuti mereka, dan sampailah di ujung kamar. Kebetulan pintu tak tertutup semua.
"Sarah lepaskan, ini gak benar." Marah Yudis.
"Tapi Dis, aku tahu. Kamu pasti mau kan lakuin itu sama aku? Pliss Dis, kasih aku kesempatan ke dua. Dulu aku rela melepaskan kamu, tapi sekarang tidak." Cetus Sarah.
Sarah mencoba mencium Yudis, Yudis yang berada di bawah Sarah pun mencoba menyingkirkan wanita tersebut. Namun tenaga Sarah sungguh besar.
Feli mengepalkan tangannya dia melihat Yudis berada dalam kuasa Sarah, dengan sekali tarikan Sarah terjatuh dari kasur.
"Bangun kamu wanita murahan," pekik Sarah.
"Feli," ucap Yudis.
Yudis berdiri dan langsung menahan Feli, yang akan menampar Sarah.
"Feli sudah sayang," ujar Yudis.
"Tenang kamu bilang? Kamu di cumbu olehnya, apa aku gak cemburu? Aku cemburu Yudis," teriak Feli.
"Aku cemburu," lirih Feli.
"Dari awal aku tahu, wanita ini mengikuti kita kemana pun kita pergi. Dan aku dengar tentang dia, yang ingin jadi istri kedua mu. Madu ku dan aku gak terima," bentak Feli, matanya sudah berkaca-kaca. Sekuat apapun dia, Feli tetaplah wanita yang lemah.
Sarah pun berdiri dan menatap Feli.
"Harusnya aku yang jadi istri Yudis, bukan kamu." Pekik Sarah, Feli langsung menampar Sarah.
Yudis mencoba menahan Feli, namun telat Feli dengan kekuatannya berhasil menampar Sarah.
"Dasar wanita murahan," desis Feli, dengan amarah di dada.
"Lihat Yudis, istri mu dia kasar. Dia gak pantas jadi istri mu, yang pantas itu aku... Aku."
"Sarah cukup, jaga bicara mu." Bentak Yudis.
"Jangan pernah bermimpi jadi madu ku, karena aku gak akan pernah menerima mu," marah Feli, kemudian dia melepaskan tangan Yudis dan keluar dari kamar hotel tersebut.
Feli masuk ke dalam kamar, dan langsung mengemasi barang-barangnya. Dia akan pulang hari ini juga, tak mempedulikan Yudis. Saat mengemasi barang dia pun teringat akan masa lalu, yang mengabaikan dan mensia-siakan kasih sayang Yudis. Dan bagaimana dirinya berjuang untuk mendapatkan Yudis, sampai akhirnya mereka memiliki tiga orang anak.
"Feli sayang," panggil Yudis mencoba memeluk Feli, namun Feli menolaknya.
"Mari kita bercerai Dis," isak Feli, membuat Yudis membulatkan matanya dan menatap tajam Feli.
Semoga suka 💞
Maaf typo
__ADS_1