Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Hati Yang Semakin Panas


__ADS_3

"Sial!" umpatan itu terdengar disusul dengan sebuah majalah yang dilemparkan ke dinding. Seorang wanita tampak begitu murka setelah melihat isi dari majalah itu di mana sampul depannya diisi dengan foto sepasang pengantin yang sedang menghebohkan kota itu. Tidak saja di bagian sampul, di bagian dalam pun mengulas tentang pasangan yang akan segera menikah sebentar lagi.


Semua berita itu tentu saja tentang Marien dan William. Acara pernikahan mereka cukup membuat heboh sehingga menjadi berita hangat di setiap majalah dan televisi. Yang menjadi sorotan tentu saja wanita yang akan menjadi calon menantu dari Abraham Archiles, konglomerat di kota itu dan yang sedang murka sudah pasti Alexa.


Dia benar-benar tidak percaya jika seorang anak dari ja*ang yang telah menghancurkan hubungan ibu dengan ayahnya dan yang telah membuat ibunya bunuh diri begitu beruntung dinikahi oleh putra seorang konglomerat. Seharusnya dia yang berada di atas, seharusnya dia lebih tinggi dari Marien tapi sekarang, dia justru menjadi yang terbuang dan begitu menyedihkan bahkan pria yang dia nikahi hanya seorang sampah yang melemparnya dengan mudah hanya demi kekuasaan.


"Sialan kau, Marien!" Alexa kembali berteriak dan melemparkan barang-barang yang ada di dekatnya. Emosi menguasai diri, air mata tumpah akibat emosi yang membara di dalam hatinya. Dia tidak terima, dia benar-benar tidak terima. Marien yang terlihat sempurna di majalah itu? Seharusnya itu dirinya karena dia mengimpikan pernikahan yang megah tapi pernikahannya dengan Zack? Sungguh memalukan jika mengingatnya apalagi setelah tragedi memalukan itu, istri Zack datang dan membuat situasi semakin kacau.


"Aku tidak akan melepaskan dirimu, Marien. Aku tidak akan melepaskan dirimu!" ucapnya sambil mencengkeram baju di bagian perut, "Hari ini nikmatilah kebahagiaanmu menikah dengannya. Aku akan membiarkan kau menikmati pernikahanmu tapi nanti, saat waktunya menuntut balas telah tiba, aku akan memperhitungkan semuanya. Kematian ibuku, kematian bayiku, semua akan aku perhitungkan denganmu!" ucap Alexa dengan penuh dendam. Semuanya, semuanya pasti akan dia balaskan.


"Untuk saat ini aku akan membiarkan kau bahagia, Marien. Nikmati kebahagiaanmu sebisa mungkin karena aku akan kembali untuk menghancurkan segalanya!" ucapnya dengan kedua mata yang terasa panas di mana air mata terus mengalir akibat perasaan iri dan dendam yang menyesakkan dada.


Gavin yang sangat senang karena hari ini adalah hari pernikahan Marien. Dia adalah ayah mempelai wanita, dia akan menjadi orang yang sangat beruntung hari ini. Gavin yang serakah benar-benar tidak memikirkan perbuatannya yang menyembunyikan kebenaran. Dia justru memikirkan keuntungan diri sendiri dari pada mendamaikan kedua putrinya.


Gavin ingin putrinya tahu oleh sebab itu dia menghubungi Alexa untuk memberinya kabar akan pernikahan Marien yang sebentar lagi akan diadakan. Saat itu Gavin memang masih ada di rumah dan belum berangkat ke acara pernikahan Marien. Meski Marien enggan mengatakan pada ayahnya tapi dia tetap memerlukan seorang wali.


Jangan sampai ada yang bergosip buruk akan keluarga William. Jangan sampai pula orang-orang mengira keluarga William berseteru dengan ayahnya. Yang dia pikirkan sudah pasti reputasi keluarga William jika tidak, dia tidak akan peduli dengan ayahnya yang juga tidak peduli dengannya.

__ADS_1


Alexa yang sedang murka menjawab panggilan dari ayahnya dengan amarah yang memenuhi hatinya. Dia tidak akan pernah terima dan dia pun bisa menebak apa yang ingin ayahnya katakan. Ayahnya pasti sangat membanggakan anak ***** itu, dia yakin ayahnya pasti membanggakannya sekarang.


"Ada apa, Dad? Aku sedang tidak ingin membahas apa pun!" ucap Alexa.


"Daddy ingin tahu bagaimana dengan keadaanmu. Apa kau menikmati liburanmu?" tanya ayahnya basa basi.


"Tentu saja, Dad. Aku sedang berada di pantai saat ini," dusta Alexa.


"Baiklah, Daddy ingin mengatakan padamu jika Marien akan menikah hari ini."


"Benarkah?" tanya Alexa pura-pura tidak tahu padahal dia sudah tahu. Alexa bahkan berjalan menghampiri majalah yang dia lemparkan dan memungutnya. Tatapan penuh kebencian tertuju pada foto Marien, rasanya ingin dia robek wajah bahagianya hingga tak berbentuk.


"Be-benarkah? Aku tidak yakin tapi aku yakin Daddy pasti sangat senang saat ini!" ucap Alexa dengan suara gemetar tentunya dengan emosi tertahan dan air mata yang kembali mengalir akibat perasaan yang menyesakkan dada.


"Tentu saja, Daddy tidak menduga adikmu itu bisa menikahi seorang konglomerat. Kejadian waktu itu benar-benar memberikan keuntungan untuk kita dan setelah ini, perusahaan kita tidak akan mengalami kendala apa pun kedepannya karena kita sudah mendapatkan dukungan yang kuat!" Gavin yang berada di atas angin karena pernikahan putrinya justru semakin menuang minyak ke atas api yang semakin membara sehingga hati Alexa semakin panas mendengar perkataan ayahnya.


"Jadi Daddy lebih bangga dengannya dari pada aku sekarang hanya karena dia bisa menikahi seorang billionaire sedangkan aku tidak?" tanya Alexa dengan perasaan kecewa yang teramat dalam akibat perkataan ayahnya yang mensyukuri kejadian dia mana Marien melarikan diri dan dia harus menjadi korbannya sehingga dia harus menikah dengan Zack lalu mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan namun yang paling membuatnya dendam atas semua kejadian itu adalah, dia harus kehilangan bayinya.

__ADS_1


"Bukan begitu, Alexa. Biarpun Marien menikah dengan orang kaya dan lebih hebat darimu tapi Daddy tetap bangga padamu karena kau lebih berarti dari pada Marien. Sebenarnya Daddy sangat ingin kau menikmati pesta itu tapi sayangnya kau tidak bisa datang."


"Daddy nikmati saja waktu Daddy, aku pun sedang menikmati waktu liburanku!" ucap Alexa dengan tangan mengepal erat.


"Baiklah, Daddy sudah harus pergi. Jangan sampai Daddy terlambat karena Daddy akan menjadi orang penting setelah ini!" ucap ayahnya dengan bangga.


Tangan Alexa semakin mengepal erat, telapak tangannya bahkan berdarah akibat kuku-kukunya menancap ke dalam.


"Nikmatilah waktumu, Dad!" ucap Alexa dan setelah berbicara dengan ayahnya, Alexa melemparkan ponselnya lalu berteriak dengan keras.


"Semua gara-gara kau! Semua gara-gara kau, Marien!" teriaknya sambil memukul wajah Marien yang ada di majalah.


Tidak puas dengan hal itu, Alexa melangkah pergi untuk mengambil sebuah gunting dan setelah mendapatkannya, dia kembali mendekati majalah lalu menusukkan gunting itu  ke atas wajah Marien untuk melampiaskan amarahnya yang mengebu-ngebu.


"Semua gara-gara kau, gara-gara kau! Semenjak kau datang bersama dengan ibumu, kehidupanku jadi hancur. Gara-Gara kau ibuku mati dan gara-gara kau aku harus kehilangan bayiku!" teriak Alexa sambil menusuk wajah Marien yang ada di majalah. Dia belum puas meski telah mengatakannya secara berulang-ulang.


"Seperti aku menghancurkan majalah ini, aku akan menghancurkan wajahmu. Kau harus hancur, Marien!" teriaknya lagi. Setelah selesai menusukkan gunting itu, Alexa mengambil majalah yang ada di atas meja lalu merobeknya. Rasanya tidak akan puas, benar-benar tidak puas sebelum dia benar-benar bisa menghancurkan Marien.

__ADS_1


"Aku akan menghancurkanmu!" Alexa berteriak sambil merobek majalah menjadi serpihan. Napasnya memburu, kedua mata melotot akibat emosi. Sekarang dia benar-benar sudah kalah. Ayahnya yang selalu bangga pada dirinya kini menyanjung Marien. Dia benci, sungguh dia semakin benci.


"Aku akan membuat perhitungan denganmu, Marien. Aku pastikan itu!" Alexa menghapus air mata. Hari bahagia Marien tidak lama lagi akan hancur seperti Zack yang hancur tapi bagaimana jika dia tahu kebenaran yang terjadi? Apakah Alexa akan berhenti ataukah dia akan tetap menghancurkan Marien? Saat itu akan tiba, saat dia tahu jika dendam yang dia pendam pada Marien selama ini hanya sia-sia. Dia akan segera tahu jika bukan ibu Marien yang menyebabkan ibunya bunuh diri.


__ADS_2