
Gavin sudah selesai di obati dan mendapatkan beberapa jahitan di bagian perutnya akibat luka tusukan gunting yang tajam. Meski begitu, dia tetap ingin keluar dari rumah sakit karena ada hal yang ingin dia lakukan. Gavin di datangi oleh beberapa polisi untuk meminta keterangan darinya mengenai masalah itu. Tidak saja dirinya, Steve yang berada di lokasi kejadian pun akan menjadi saksi atas apa yang telah terjadi.
Untuk saat ini Gavin tidak mau buka mulut. Dia ingin bertemu dengan Alexa terlebih dahulu namun para polisi yang memaksanya untuk memberikan penjelasan justru menjadi sasaran empuk atas amarahnya yang begitu mengkhawatirkan keadaan putrinya.
"Tolong beri keterangan pada kami, apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu?" tanya seorang polisi yang sedang menginterogasi.
"Apa benar putrimu yang ingin membunuhmu?"
"Apa benar putrimu yang telah membunuh Zack Erson?" tanya polisi yang lain.
"Aku tidak akan menjawab semua pertanyaan kalian sebelum aku bertemu dengan putriku jadi katakan padaku di mana Alexa?"
"Putrimu sedang kami tahan jadi bekerja samalah dengan kami untuk menjawab semua pertanyaan kami!"
"Tidak sebelum aku bertemu dengan kedua putriku jadi carilah aku besok!" teriak Gavin dengan penuh emosi.
"Baiklah, tapi setelah ini kau tidak boleh membuat kesaksian palsu!" mau tidak mau mereka harus mengabulkan keinginan Gavin Douglas.
Gavin pergi dalam keadaannya yang tidak berdaya namun seorang polisi mengantarnya menuju penjara di mana Alexa sedang di tahan dan dia akan menghuni penjara itu seorang diri selama kasusnya sedang dipelajari dan sedang ditangani. Meski dokter tidak mengijinkan, tapi Gavin tetap ingin menemui putrinya.
Alexa duduk di sisi ruangan yang dingin. Tidak ada air mata, ekspresinya begitu dingin. Dia terlihat memikirkan sesuatu yang serius, entah apa yang pasti dia sedang menyesali semua yang telah dia lakukan pada adiknya. Seandainya dia tahu lebih cepat? Seandainya ayahnya tidak menutupi kebenaran itu?
Sekarang yang ada di dalam hatinya bukan lagi dendam terhadap Marien tapi yang ada di dalam hatinya adalah sebuah perasaan benci terhadap ayahnya yang telah menghancurkan dirinya dan lihatlah, orang yang sudah menghancurkan dirinya begitu berani datang untuk menemui dirinya.
__ADS_1
"Alexa, ini Daddy. Kemarilah dan maafkan Daddy!" pinta Gavin pada putrinya yang sedang duduk di sisi ruangan yang gelap.
"Memaafkanmu?" Alexa berpaling dan melihat ke arah ayahnya dengan tatapan penuh kebencian lalu dia tertawa dengan pelan.
"Lihatlah apa yang telah kau lakukan, Tuan Douglas. Kau bisa melihat sendiri hasil dari buah yang kau tanam!" ucapnya sinis.
"Maafkan Daddy, Alexa. Jangan memanggil Daddy seperti itu. Kau menghancurkan hati Daddy!" pinta Gavin dengan penyesalan yang teramat sangat.
"Menghancurkan hatimu? Apa kau buta dan tidak bisa melihat? Akulah yang hancur, bukan kau! Aku dan Marien adalah korban dari keegoisanmu. Kenapa? Kenapa kau membuat semua jadi seperti ini? Apa kau tidak senang kami hidup sebagai saudara? Apa kau lebih suka kami saling bermusuhan? Jika memang demikian, kenapa kau menikah lagi dan menghasilkan seorang anak yang pada akhirnya tidak kau sayangi sama sekali. Kau memanfaatkan Marien dan ibunya untuk menjadi pelarian dan kau memanfaatkan aku untuk menyingkirkan mereka. Ayah macam apa kau? Kenapa kau begitu gila melakukan hal ini?"
"Semua diluar rencanaku, Alexa. Aku juga tidak menginginkan hal ini. Aku hanya ingin melindungi dirimu, aku ingin semua yang aku miliki menjadi milikmu karena aku tidak ingin memberikan satu peser pun yang aku miliki pada Marien!"
"Dan karena ketidakadilanmu itu, kau telah meracuni aku dengan dendam yang tak berdasar sama sekali. Sekarang pergi, aku sudah tidak membutuhkan dirimu lagi. Mulai sekarang kau bukan ayahku lagi!"
"Jangan berkata seperit itu, Alexa. Daddy yang akan menggantikan dirimu menerima semua hukumannya, Daddy yang akan menggantikan dirimu berada di jeruji besi karena Daddy akan menanggung semua yang telah kau lakukan!"
"Apa artinya itu? Kau tidak tahu bagaimana rasanya berada di posisiku. Kedua tanganku sudah berlumuran darah dan aku?" Alexa melihat kedua tangannya lalu dia menangis, "Aku hampir membunuh adikku sendiri!" ucapnya di sela isak tangis lalu Alexa berteriak sambil menatap ke arah ayahnya dengan tajam, "Dan semua yang terjadi gara-gara kau!"
"Daddy akan meminta maaf pada Marien, Daddy akan memohon permintaan maaf darinya! Marien pasti akan memaafkan perbuatanmu, percayalah."
"Aku harap Marien tidak mendengarkan permintaanmu dan aku harap kau enyah dari hadapanku!" teriak Alexa lagi.
"Tunggulah, Daddy akan mengeluarkan kau dari dalam penjara. Daddy pasti akan mengupayakan apa pun untuk mengeluarkan dirimu jadi jangan mengatakan apa pun yang tidak penting pada para petugas itu karena Daddy yang akan menanggung semua yang telah kau lakukan!" ucap ayahnya.
__ADS_1
"Pergi!" teriak Alexa yang sangat membenci ayahnya saat ini.
"Daddy pasti akan melepaskan dirimu dari sini dan Daddy akan pergi memohon pada adikmu agar mau membantu meringankan hukumanmu. Kali ini Daddy akan memperbaiki semuanya, Daddy akan menanggung semua kesalahan yang kau lakukan karena kau melakukan semua kesalahan itu karena Daddy!" akan dia perbaiki semuanya, dia yang akan menggantikan Alexa berada di dalam penjara karena dia yang akan menanggung semuanya.
Alexa tidak menjawab saat ayahnya pergi. Dia pun tidak peduli dengan keadaan ayahnya. Alexa bahkan tertawa setelah kepergian ayahnya. Apa yang sebenarnya terjadi? Dia benar-benar sudah hancur. Meski pun ayahnya menggantikan dirinya berada di dalam penjara tapi apa yang telah dia perbuat tidak bisa diperbaiki lagi.
Gavin pergi menemui Marien, dia mencari di beberapa rumah sakit dengan keadaannya yang tidak memungkinkan. Gavin bahkan tidak peduli pada keadaannya yang semakin memburuk. Dia harus memohon pada putrinya agar Alexa bisa dibebaskan. Hanya Marien saja yang bisa membantunya saat ini. Dengan kekuasaan yang William miliki, dia tahu hanya putri keduanya saja yang dapat membantu.
Entah sudah berapa rumah sakit, dia tidak tahu yang pasti setelah dia menemukan keadaan Marien, keadaan Gavin sudah begitu lemah karena darah mengalir dari setiap luka yang ada di perutnya. Marien yang sedang disuapi makan oleh William pun terkejut melihat kedatangan ayahnya.
Gavin melangkah mendekati Marien sambil memegangi perutnya yang berdarah dan setelah itu, Gavin jatuh berlutut di dekat Marien dan William, dia pun merangkak mendekat dengan perlahan untuk mendekati putrinya.
"Marien, Daddy tahu Dady sudah salah. Daddy tahu semua gara-gara perbuatan Daddy tapi semua ini demi kakakmu jadi Daddy mohon padamu, maafkan Daddy dan maafkan kakakmu," pintanya memohon.
"Siapa dia, Will? Kenapa kau membiarkan orang asing masuk ke dalam ruangan ini seenaknya?" tanya Marien dengan sinis.
"Sorry, Sayang. Aku akan memerintahkan orang untuk menariknya keluar!"
"Aku mohon padamu, Marien. Kau boleh membenci aku tapi jangan kakakmu karena semua ulahku. Daddy mohon padamu, maafkan Alexa dan bantulah dia untuk keluar dari penjara. Daddy akan menanggung semuanya dan menggantikan Alexa berada di dalam penjara jadi Daddy mohon kau mau membantu kakakmu!" teriak Gavin memohon.
"Apa yang akan aku lakukan pada Alexa bukan urusanmu jadi kau tidak perlu ikut campur. Pergilah, sejak lama aku merasa jika aku tidak memiliki ayah lagi!" kini Marien pun menolak ayahnya dan tidak mau mengakui ayahnya lagi.
"Daddy mohon padamu, Marien. Daddy mohon!" Gavin bersujud agar putrinya membantu. Hari ini, dia sudah kehilangan dua orang putri dan dia berharap dapat menebusnya dan memperbaiki semuanya meski kedua putrinya sudah tidak menginginkan dirinya dan meski dia akan membusuk di dalam penjara seorang diri tanpa kedua putrinya lagi.
__ADS_1