
Anak buah yang diutus oleh Alexa masih saja mengikuti mobil yang dibawa oleh Steve. Mereka hanya perlu melihat ke mana target mereka pergi dan setelah itu selesai tapi sampai sekarang, mobil yang mereka ikuti tidak menunjukkan akan pergi kesuatu tempat karena sedari tadi mobil itu tidak berhenti bahkan mereka merasa jika mereka sedang berputar-putar saja.
Tentunya hal itu membuat mereka sangat kesal, pengejaran yang mereka lakukan seolah-olah tidak akan membuahkan hasil. Mereka sudah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membuntuti tanpa tahu kapan target mereka akan tiba di tujuan.
Alexa yang sedari tadi menunggu pun sudah sangat kesal, anak buahnya belum juga memberikan kabar padahal tugas yang mereka dapatkan tidak sulit. Hanya mengikuti satu orang saja, apa susahnya? Dia sudah menghubungi dua kali tapi anak buahnya belum juga berhasil itu karena William sengaja apalagi dia memiliki sebuah rencana untuk mengelabui Alexa. Dia akan mengikuti permainan, tidak peduli orang mau berkata apa.
"Sudah didapatkan, Sir," ucap Steve karena anak buah yang dia perintah sudah memberi laporan.
"Bagus, kita bisa langsung ke sana. Biarkan saja kakak Marien itu melihat apa yang ingin dia lihat!" ucap William.
"Bukankah dengan begitu kau akan semakin direndahkan, Sir?" Steve bertanya sambil melihatnya dari kaca spion.
"Aku tidak peduli dengan hal itu, Steve. Lebih baik mereka mengira aku miskin agar tidak menjadi penjilat tapi bukan berarti aku akan diam saat mereka menindas Marien jadi kita ikuti saja permainan mereka."
"Sepertinya kau begitu peduli dengan Nona Marien, Sir."
"Dia begitu baik padaku dan begitu peduli, aku tahu yang dia tunjukkan bukan sebuah kebohongan jadi aku pun harus peduli dengannya. Tapi bagaimana menurutmu hubungan kami berdua, Steve?"
"Maaf jika aku lancang, tapi menurutku kau jauh terlihat seperti dirimu sendiri saat bersama dengan Nona Marine. Saat bersama dengan Nona Fiona, kau selalu terlihat seperti terpaksa agar Nona Fiona bahagia. Ini menurutku, tolong jangan marah."
"Jadi itu yang kau lihat?"
"Yes, Sir. Menurutku, kau lebih cocok dengan Nona Marien."
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih. Sekarang waktunya menipu mereka!" apa yang Steve katakan sangat benar, banyak sifat Fiona yang tidak dia sukai namun dia berusaha menerimanya tapi sekarang dia tidak perlu bersusah payah lagi untuk menyesuaikan diri pada sifat Fiona yang tidak menyenangkan.
Steve membawa mobilnya ke suatu tempat di mana di sana hanya terdapat rumah-rumah sederhana yang disewakan untuk para pekerja bahkan rumah itu berada di atas rel kereta api. Dengan berpura-pura memiliki rumah di tempat kumuh itu, keluarga Marien akan semakin menganggapnya sebagai pecundang.
William memang tidak ingin jati dirinya diketahui dengan cepat karena belum waktunya. Saat kedua kakinya sudah sembuh nanti, barulah dia bisa menunjukkan dirinya pada mereka. Dia akan memberikan apa yang Alexa mau karena dia yakin Alexa memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti dirinya karena Alexa ingin tahu siapa dirinya. Tebakannya memang tidak salah, Alexa memang ingin mengetahui siapa dirinya lalu mencari tahu apakah benar pria itu yang telah mempermalukan dirinya di acara pernikahannya.
Anak buah yang dia utus masih mengikuti. Kini mereka sepertinya memiliki tujuan oleh sebab itu mereka memberi tahu Alexa apalagi tujuan mereka bukanlah tempat asing yang ada di kota itu. Alexa yang mendengar tentu saja terkejut namun dia tidak percaya begitu saja.
"Tetap ikuti dan lihat apakah dia masuk ke dalam satu rumah itu atau tidak!" perintah Alexa, Rasanya sudah ingin menari dan tertawa karena pria itu benar-benar pecundang tapi dia tahan dulu sampai dia tahu apakah itu benar atau tidak.
Kedua anak buahnya masih mengikuti dan berhenti sedikit jauh saat Steve membantu William untuk turun dari mobil laku membawa William ke rumah kumuh yang didapatkan oleh anak buahnya. Beberapa foto sudah diambil, foto itu pun dikirimkan ke Alexa sesuai perintah.
Alexa yang mendapatkan kiriman foto dari anak buahnya itu tentu saja tertawa terbahak-bahak melihat di mana suami Marien tinggal. Sekarang dia jadi mengerti kenapa pria itu tinggal dengan Marien. Sekali pecundang tetaplah pecundang.
"Kau harus melihat ini, Daddy. Marien benar-behar sudah menikah dengan seorang pria miskin yang tidak berguna. Pantas saja dia tinggal dengan Marien, dia sungguh bodoh mau dengan pria miskin seperti itu!" ucap Alexa sambil memberikan ponselnya pada ayahnya.
Gavin mengambil ponsel yang putrinya berikan lalu melihat foto William yang masuk ke dalam sebuah rumah kumuh. Kedua mata melotot, emosi pun memenuhi hatinya.
"Dari mana kau mendapatkan foto-foto ini?" teriaknya. Dia semakin tidak terima Marien menikah dengan pria miskin yang tidak memiliki apa pun. Kedua anak perempuannya harus menikah dengan pria kaya, bukan pecundang lumpuh seperti itu!
"Anak buahku baru saja mengirimkannya padaku. Aku curiga dia bukan pria biasa dan aku curiga jika dialah pelaku yang telah mempermalukan aku tapi melihat foto-foto ini, aku jadi ragu. Penampilannya boleh terlihat berkelas dan wajahnya boleh tampan tapi ternyata dia tidak memiliki apa pun."
"Di mana adikmu sekarang, katakan padaku!" akan dia paksa putrinya itu pulang bahkan akan dia kurung agar tidak bisa pergi menemui pecundang itu lagi.
__ADS_1
"Di rumah yang ditinggalkan oleh ibunya!"
"Aku akan pergi menemuinya!" sang ayah sudah terlihat murka.
"Tidak perlu, Dad. Serahkan semuanya padaku karena aku pasti bisa memisahkan mereka apalagi Zack sudah kembali. Dengan bantuan Zack, semua yang aku inginkan pasti dapat tercapai dan Marien akan kembali. Daddy bisa menikahkan dirinya dengan siapa saja yang Daddy inginkan!"
"Baiklah, tapi awas jika aku buat kekacauan lagi. Jangan mempermalukan aku dan jangan mempermalukan Zack!" ancam ayahnya. Ponsel dikembalikan, entah apa yang Marien lihat dari pria lumpuh itu padahal sudah jelas pria itu tidak akan memberikan kebahagiaan untuknya.
Alexa tersenyum, tentu saja senyuman yang dipenuhi dengan akal licik yang bisa dia lakukan untuk memisahkan Marien dan suami miskinnya itu. Tunggu saja, dia akan memisahkan mereka dengan cara apa pun karena dia tidak akan berhenti untuk mencari tahu kehidupan pribadi William. Selain status, dia juga harus mencari tahu kehidupan pribadi pria itu barulah dia bisa memiliki rencana sempurna untuk memisahkan mereka. Alexa memerintahkan anak buahnya untuk pergi karena sudah cukup untuk hari ini.
Steve yang sudah melihat kepergian anak buah Alexa, segera menghampiri William yang sudah menunggu sedari tadi. Sesuai dugaan, Alexa hanya ingin mencari tahu siapa dirinya.
"Mereka sudah pergi, Sir," ucap Steve. Dia yakin sudah aman.
"Bagus, sekarang pergi. Aku ingin kau mengambil semua berkas yang berisikan kerja sama perusahaan yang dibuat oleh ayahku dengan Zack Erson dan aku ingin semua berkas itu sudah ada di mejaku sebelum makan siang!" perintah William.
"Apa yang hendak kau lakukan, Sir?"
"Aky berniat menyudahi kerja sama dengan pria itu bahkan aku akan membuat beberapa pengusaha menarik sahamnya dari perusahaan Zack Erson. Sepertinya dia sudah terlalu nyaman duduk di kursi panasnya tanpa mengalami kendala!"
"Akan aku kerjakan, Sir!" jawab Steve.
"Bagus, sekarang ke kantor!" tidak perlu menunjukkan siapa dirinya, cukup serang secara diam-diam dari dalam. Zack tidak akan membantu Alexa jika dia mulai mengalami masalah. Mereka memiliki akal licik, dia pun bisa bahkan dia bisa menggulingkan Zack dengan mudah seperti membalikkan telapak tangannya tapi tidak perlu terburu-buru, pelan-pelan karena dia pun harus sadar dengan keadaannya yang sedang tidak berdaya saat ini.
__ADS_1