Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Tidak Ada Dalam Skenario


__ADS_3

Steve benar-bener sibuk setelah mendapatkan perintah untuk mencari cara agar hukuman Alexa bisa diringankan sehingga hukuman yang harus dia jalani selama belasan tahun bisa menjadi beberapa tahun saja. Untuk mengumpulkan bukti yang bisa dia gunakan, Steve mendatangi Alexa untuk berbicara dengannya karena dia ingin tahu pembunuh bayaran mana yang dipakai oleh Alexa untuk membunuh Zack.


Mungkin dia bisa mendapatkan celah lain untuk meringankan hukuman Alexa karena selama ini, Alexa dihukum atas keterangan yang dia berikan dan dari tuntutan istri pertama Zack yang tidak terima dengan kematian suaminya.


Alexa cukup terkejut saat dia dibawa keluar dari sel untuk bertemu dengan Steve. Dia benar-benar tidak mengerti dengan kedatangan pemuda itu tapi Steve tidak datang sendiri karena dia datang dengan seorang pengacara yang akan membantunya nanti.


"Apa William yang mengutusmu ke mari?" tanya Alexa.


"Memang dia yang mengirim aku atas permintaan Nona Marien."


"Sudah aku katakan dia tidak perlu meringankan hukumanku. Aku lebih baik berada di sini jadi pergilah dan katakan padanya jika hukumanku tidak perlu diringankan. Lagi pula apa yang telah aku perbuat tidak bisa diubah jadi aku akan menanggung semuanya!" uap Alexa.


"Itu bukan urusanku, Nona. Aku datang untuk berbicara denganmu dan ditugaskan agar bisa membuat banding agar hukumanmu dapat diringankan jadi bekerja samalah denganku!" pinta Steve.


"Untuk apa? Sekalipun aku sudah keluar, tidak akan mengubah apa pun karena reputasiku sudah rusak dan aku akan tetap dianggap sebagai penjahat. Aku pun tidak bisa kembali seperti dulu lagi apalagi aku sudah kehilangan bayiku. Jika ada yang aku perjuangkan, maka aku akan sangat senang bisa cepat bebas tapi tidak ada lagi yang harus aku perjuangkan jadi katakan pada adikku untuk tidak membantu aku karena aku sudah kehilangan segalanya!"


"Tidak, aku tidak bisa kembali begitu saja apalagi ini adalah perintah yang harus aku jalankan. Meski kau sudah kehilangan bayimu, bukankah kau akan mendapatkannya lagi nanti setelah bebas? Kau bisa menikah lagi, tentunya dengan pria yang jauh lebih baik dari pada Zack!"


"Oh, apa kau mau menikahi aku setelah aku keluar dari penjara nanti?" pertanyaan Alexa tentu membuat Steve terkejut karena itu tidak ada di dalam skenario.


"Katakan padaku, pria baik yang kau maksud itu apakah dirimu? Apa kau mau menikahi aku yang seperti ini setelah aku bebas? Jika kau mau maka kau boleh melakukannya agar hukumanku lebih ringan dan jika tidak, maka tidak perlu melakukannya!" ucap Alexa asal. Dia berkata demikian agar Steve tidak repot dan agar Steve pergi karena dia tahu Steve tidak mungkin mau menikah dengan wanita seperti dirinya.


Steve dan sang pengacara justru saling pandang, dia belum menjawab pertanyaan Alexa. Entah pertanyaan itu serius atau hanya untuk membuatnya pergi, tapi dia tidak bisa pergi tanpa hasil apalagi dia tidak memiliki banyak waktu untuk kembali ke penjara lagi.

__ADS_1


"Kembalilah, aku yang akan berbicara dengan adikku nanti saat dia datang. Tidak akan ada yang menyalahkan dirimu, mau adikku atau pun suaminya, mereka tidak akan menyalahkan dirimu karena ini adalah keinginanmu!" Alexa sudah beranjak karena dia ingin kembali ke sel tahanannya.


"Tunggu!" pinta Steve sambil beranjak. Langkah Alexa terhenti, Alexa berpaling ke arah Steve dan menatapnya dengan tatapan heran.


"Apa? Sudah aku katakan mereka tidak akan memarahimu karena aku yang tidak mau!"


"Aku akan menikahimu!" ucap Steve tanpa ragu. Entah kenapa dia bisa berkata demikian yang pasti dia iba dengan Alexa tapi dia menganggap ucapan Alexa hanyalah lelucon semata. Saat Alexa bebas nanti, Alexa pasti melupakan perkataan itu. Yeah, mungkin saja begitu.


"Apa?" Alexa terkejut mendengar perkataan Steve.


"Apa kau sudah tidak waras?" tanya Alexa yang menganggap Steve sudah gila mau menikahi wanita seperti dirinya.


"Anggap saja demikian!" Steve melangkah mendekati Alexa lalu berdiri di hadapannya.


"What?" Alexa tampak linglung, entah setan mana yang merasuki Steve sehingga pemuda itu kehilangan akal sehatnya.


"Kau menangisi bayimu yang sudah tiada jadi saat kau sudah bebas nanti, menikah denganku lalu membuat banyak bayi bersama denganku!" Steve yang iba dengan Alexa jadi terbawa suasana. Dia berkata seperti itu bukan karena ada rasa cinta di hatinya pada Alexa tapi karena dia ingin Alexa memiliki semangat untuk bebas dari penjara dan tidak meratapi bayinya yang sudah tidak ada lagi.


"A-Apa kau sudah gila? Apa otakmu tertinggal di jalan sehingga kau berkata demikian?" teriak Alexa.


"Anggap saja demikian!" Steve meraih tangan Alexa lalu membawanya kembali ke tempat duduk agar mereka dapat bicara.


"Sekarang jawab semua pertanyaan pengacara yang sudah aku bawa dan berikan keterangan yang sebenar-benarnya agar pengacaraku dapat membantumu untuk segera bebas!" ucapnya.

__ADS_1


Setelah berkata demikian, Steve kembali ke tempat duduknya. Alexa justru tak melepaskan pandangannya dari pemuda yang dia anggap sedang kehilangan akal itu. Sebaiknya dia tidak menganggap serius perkataan Steve karena bisa saja Steve berkata demikian hanya untuk menghibur dirinya meski begitu dia menjawab semua pertanyaan dari sang pengacara serta memberikan beberapa keterangan sampai akhirnya waktu berkunjung sudah habis.


Dua sipir penjara sudah masuk ke dalam ruangan, Alexa akan dibawa kembali ke dalam sel tahannya tapi sebelum dia dibawa pergi, Alexa menatap Steve yang saat itu juga melihat ke arahnya.


"Aku tahu kau hanya bercanda karena iba dengan keadaanku dan aku tahu perkataan itu kau ucapkan tanpa sadar. Aku tidak menganggap perkataanmu itu serius jadi jangan mengira aku mengharapkannya. Karena ini bantuan dari adikku, aku tidak akan menolak lagi jadi sampaikan pada adikku juga suaminya jika aku sangat berterima kasih pada mereka yang sudah bersedia membantu aku!" Alexa dibawa pergi setelah berkata demikian. Steve tidak menjawab sepatah kata pun apalagi dia sang sang pengacara sudah harus pergi karena jam jenguk yang sudah habis.


Steve dan sang pengacara berpisah di depan tahanan karena mereka memiliki tugas yang berbeda. Steve pergi ke rumah bosnya karena dia ingin menyampaikan sesuatu pada Marien yang ada di rumah bersama dengan William yang selalu ingin menjaga istrinya.


Kedatangan Steve tentu disambut baik oleh Marien. Dia memang sudah sangat ingin tahu berita apa yang akan disampaikan oleh Steve. Dia harap kakaknya mau bekerja sama sehingga Steve mendapatkan apa ingin dia dapatkan.


"Bagaimana, Steve. Apa kau mendapatkan jawaban yang bagus?" tanya William yang sedang menemani istrinya makan.


"Tentu saja, Sir. Kami sudah mendapatkan keterangan darinya."


"Bagus, semoga keterangan yang dia berikan bisa berguna. Sekarang kau sudah boleh kembali ke kantor."


"Terima kasih, Sir. Tapi ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada Nona Marien?"


"Kau ingin menyampaikan apa?" tanya Marien.


"Aku hanya ingin mengatakan jika aku akan menikahi kakak Nona setelah dia keluar dari penjara nanti!" ucap Steve tanpa keraguan.


"Apa?" Marien dan William terkejut mendengar perkataan Steve. Mereka saling pandang dengan tatapan tidak mengerti. Apa yang terjadi dengan Steve? Apa yang dia katakan serius? Entah apa yang terjadi bahkan Steve sendiri tidak mengerti tapi anggap saja otaknya benar-benar ketinggalan di jalan seperti yang Alexa katakan.

__ADS_1


__ADS_2