
Meja digebrak dengan keras, Zack terlihat begitu murka dengan apa yang baru saja terjadi. Para pengusaha sialan itu mendadak mengakhiri kerja sama mereka dengannya begitu saja dengan alasan yang sangat tidak masuk akal. Mereka berkata sudah tidak menguntungkan bekerja sama dengannya lagi, sungguh alasan yang sangat konyol.
Zack berteriak marah dan membuang berkas yang ada di atas mejanya. Sekretarisnya sampai ketakutan melihat apa yang dia lakukan. Zack tidak bisa menerima hal itu. Apa para pengusaha itu mengakhiri kerja sama di antara mereka karena sudah tidak mempercayai dirinya lagi akibat kerja samanya dengan William Archiles mendadak diakhiri?
Jika memang demikian, dia harus segera membuat proposal baru untuk mengajukan kerja sama baru karena pengaruh pria itu cukup besar. Jika dia berhasil maka dia akan mendapatkan keuntungan besar dan para pengusaha yang baru saja mengakhiri kerja sama dengannya, akan menyesal.
Zack jatuh terduduk dengan sakit kepala luar biasa. Semoga saja dia masih memiliki peluang untuk bekerja sama dengan William Archiles agar pamornya dapat kembali sehingga dia dipercaya lagi oleh para pengusaha yang meragukan dirinya tapi putra Abraham itu, sedikit membuatnya curiga.
Apakah namanya hanya kebetulan sama ataukah mereka memang orang yang berbeda? Dia jadi penasaran dan ingin tahu. Apakah Alexa mengenal baik adik iparnya yang pecundang itu atau tidak karena bisa saja, mereka adalah dua orang yang sama. Sepertinya dia harus menanyakan hal itu pada Alexa. Mungkin dia akan mencari istri keduanya nanti saat pulang namun orang yang ingin dia cari, masuk ke dalam ruangannya tanpa terduga.
Alexa mengibaskan rambutnya sambil melenggokkan tubuhnya mendekati sang suami. Tatapan mata Zack tak lepas dari Alexa, sungguh sebuah kebetulan karena ada yang hendak dia bicarakan.
"Apa aku mengganggumu, Zack?" tanya Alexa basa basi.
"Tidak, kebetulan ada yang ingin aku bicarakan denganmu!"
"Apa itu? Aku akan menjawab asal kau memberikan aku sebuah kartu yang bisa aku gunakan untuk belanja!"
"Adik iparmu itu, apa kau tahu siapa dia sebenarnya?"
"Suami Marien?" Alexa menatap Zack dengan tatapan heran karena tiba-tiba saja Zack bertanya demikian.
"Yeah, apa benar dia seorang pecundang?" jujur dia curiga dengan adik ipar Alexa yang menurutnya misterius apalagi William Archiles juga terlihat misterius karena menutupi wajahnya menggunakan sebuah topeng. Apakah untuk menutupi jati dirinya William melakukan hal itu? Jangan katakan apa yang sedang dia curigai saat ini ternyata benar.
"Dia hanya seorang pecundang, untuk apa kau bertanya tentang pecundang itu?"
"Pecundang? Yang menyematkan dirinya sebagai pecundang adalah kau dan ayahmu karena dia duduk di kursi roda, bukan?"
__ADS_1
"Jangan asal bicara, dia berkata tidak bekerja di mana pun dan sedang mencari pekerjaan. Oleh sebab itu kami menganggapnya sebagai seorang pecundang!"
'"Bagaimana jika dia adalah orang terkaya di kota ini, Alexa? Semua perkataan pedas yang kalian lontarkan padanya tidak berarti sama sekali apalagi dia membenarkan tapi bagaimana jika dia adalah orang nomor satu di kota ini yang sedang menyembunyikan jati dirinya?"
Alexa terdiam, namun tidak lama karena gelak tawanya terdengar memenuhi ruangan karena perkataan suaminya yang dia anggap sangat konyol. Orang terkata di kota itu? Semua orang juga tahu siapa orangnya dan dia rasa, Marien tidak mungkin bisa menikah dengan orang seperti itu meskipun ada meteor jatuh ke bumi.
"Jangan mengada-ada. Orang terkaya kau bilang? Aku meminta dua anak buah padamu untuk pergi memata-matai dirinya dan apa kau tahu apa yang aku dapatkan? Pria itu tinggal di tempat kumuh di mana aku pun tidak mau menginjakkan kaki di sana. Kau telah tertipu dengan penampilannya yang seperti orang beruang tapi nyatanya pria itu tak lebih dari pada seorang pengemis yang ada di jalan. Sebaiknya kau tidak tertipu oleh penampilannya."
"Benarkah?" Zack tampak ragu dengan apa yang dikatakan oleh Alexa.
"Untuk apa aku berbohong. Sekarang katakan padaku kenapa kau berkata demikian?"
"Aku hanya curiga, jangan-jangan adik iparmu itu bukan orang biasa!"
"Jangan membual! Kau curiga demikian pasti ada alasannya, bukan?"
"Dengar! Kerja samaku dengan William Archiles mendadak diakhiri dan kerja sama itu menghasilkan banyak uang untuk perusahaanku dan sekarang, beberapa perusahaan pun menarik saham mereka dari perusahaan ini dan ini baru awal, aku khawatir akan ada pengusaha lain yang kembali menarik saham mereka dan ini tidak bagus!"
"Memang selain nama yang sama, mereka berdua seperti dua orang yang sama dan mereka berdua sama-sama misterius!" ucap Zack.
"Benarkah?" Alexa tampak berpikir. Selama ini yang dia tahu memang hanya nama saja, Marien tidak pernah mengatakan apa pun tentang suaminya. Entah apa alasannya, Marien mungkin sedang menutupi status suaminya atau memang ada sesuatu. Selama ini dia pun tidak pernah mencari tahu apa yang mereka lakukan apalagi dia sudah menutup semua akses untuk Marien mendapatkan pekerjaan tapi sepertinya sampai saat ini dia baik-baik saja. Apa ada yang disembunyikan oleh mereka berdua?
"Baiklah, aku jadi curiga seperti dirimu meski aku ingin menyangkal jika anak dari ja*ang itu tidak mungkin seberuntung itu tapi aku rasa, kita benar-benar harus mencari tahu akan hal ini!"
"Kita memang harus melakukannya, sekarang pinta ayahmu untuk mengundang mereka makan malam di rumah!" pinta Zack.
"Apa kau memiliki rencana?"
__ADS_1
"Aku hanya ingin bertemu dengan pria bernama William itu saja karena aku ingin mengenalinya lebih jauh untuk mencari tahu apakah tebakanku benar atau tidak tapi ingat, jangan membuat kekacauan!"
"Kau berikan kartu milikmu, maka aku akan melakukannya!"
"Perkara mudah!" Zack mengeluarkan sebuah kartu dan memberikannya pada Alexa, "Ingat, undang mereka untuk makan malam dan jangan membuat masalah nantinya!" ancamnya lagi.
"Aku tahu, tidak perlu kau ulangi!" Alexa mengambil kartu yang ada di tangan Zack. Hanya meminta ayahnya menghubungi Marien dan memintanya pulang saja, itu perkara mudah tapi mengenai perkataan Zack tentang suami Marien? Jujur saja dia ingin tertawa. Mau berapa kali dipikirkan pun, tidak mungkin Marien bisa menikah dengan pria terkaya di kota itu, William Archiles. Meski nama bagian depan mereka sama tapi dia yakin, itu hanya kebetulan. Zack pasti terlalu berlebihan karena terlalu stres memikirkan pekerjaannya.
Alexa melakukan apa yang Zack katakan, dia meminta ayahnya untuk menghubungi Marien. Ayahnya pun melakukan apa yang Alexa inginkan, lagi pula Marien sudah lama tidak pulang meski dia tidak suka suami putrinya. Dia bahkan berharap pria itu tidak ikut tapi dia tahu Marien tidak mungkin meninggalkan.
"Ada apa Daddy mencari aku?" Marien sedang melangkah dengan terburu-buru menuju ke sebuah ruangan karena dia hendak bertemu dengan seorang pengusaha yang sedang dia tawari kerja sama. Pelan tapi pasti, dia sedang mengepakkan sayapnya agar semakin lebar.
"Malam ini pulanglah, kita makan malam bersama!" ucap ayahnya.
"Aku tidak mau jika ada jebakan di acara makan malam itu. Lebih baik aku tidak pulang dari pada membuat keributan!" tolak Marien.
"Tidak, kali ini tidak karena kakakmu berkata ingin berdamai denganmu!"
"Tidka perlu menipu, Dad. Aku tahu dia tidak mungkin berdamai denganku!"
"Baiklah, Daddy hanya ingin makan malam denganmu. Rasanya sudah lama tidak melakukannya!"
"Baiklah jika itu yang Daddy inginkan, aku akan pulang bersama dengan suamiku tapi ingat, tidak ada yang boleh menghina William apalagi di depan mataku!"
"Tidak perlu khawatir, kami tidak akan melakukannya!"
"Baiklah, aku akan mengajak William pulang untuk makan malam dan aku melakukannya untuk Daddy!"
__ADS_1
"Terima kasih, Daddy tunggu!" ucap ayahnya.
Marien menyimpan ponsel sebelum masuk ke dalam ruangan. Dia harap kali ini ayahnya benar-benar bisa menerima William. Dia tidak peduli dengan Alexa, dia hanya peduli dengan ayahnya dan berharap ayahnya bisa menerima hubungannya dengan William karena mungkin saja dia dan William benar-benar memiliki hubungan yang serius nantinya jadi dia sangat ingin, ayahnya dapat menerima William dan mengakui hubungan mereka berdua.