Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Tidak Akan Berhenti


__ADS_3

Semangkuk sereal berada di atas meja, Marien sedang sibuk memeriksa proposal yang benar-benar harus dia perbaiki agar kesempatannya tidak hilang. Bagaimanapun bisa diberi kesempatan itu sudah sangat bagus dan dia tidak akan menyia-nyiakannya. Begitu banyak poin, dia benar-benar masih amatiran dalam berbisnis. Beruntungnya dia bertemu dengan orang baik. Sekarang dia jadi tahu kenapa yang waktu itu ditolak. Ternyata apa yang dia tawarkan tidak menarik dan memiliki banyak kelemahan.


Marien sudah berada di rumah. Karena William belum kembali jadi dia bisa bersantai di ruang tamu sambil bekerja sambil menunggu William kembali di sana. Marien tidak tahu jika ada niat jahat yang sedang direncanakan untuknya dan semua itu gara-gara orang-orang yang mengikutinya tadi sore.


Rasa iri yang begitu besar membuat Alexa mengutus beberapa anak buah untuk mengetahui apa yang Marien lakukan. Mendapatkan laporan dari anak buah yang dia utus jika Marien baru saja keluar dari perusahaan milik Abraham tentu saja membuat Alexa terkejut namun dia mengira Marien mencari pekerjaan di tempat itu karena yang dia tahu Marien adalah pengangguran yang sedang mencari pekerjaan.


Lagi-Lagi Alexa mengira jika Marien mencari pekerjaan ketika Marien kembali ke perusahaan miliknya namun laporan yang diberikan oleh anak buahnya sungguh membuat Alexa terkejut. Entah sejak kapan, tapi dia tidak bisa percaya jika Marien mendadak memiliki sebuah perusahaan. Apa yang sudah dia lewatkan? Mendadak dia merasa sudah tertipu dan begitu bodoh. Pantas saja keadaan Marien baik-baik saja padahal dia sudah menutup jalan bagi Marien untuk mendapatkan pekerjaan.


Sekarang terjawab sudah kenapa Marien begitu tenang menjalani kehidupannya bersama dengan pecundang itu. Tapi bagaimana mungkin Marien mendadak bisa memiliki sebuah perusahaan? Hal itu sangat mustahil kecuali ada yang membantunya. Rasanya tidak ingin percaya tapi dia harus mempercayai kenyataan yang ada dan jangan-jangan William benar-benar bukan orang biasa.


"Sial! Daddy tidak boleh tahu akan hal ini!" Alexa memukul dinding akibat emosi. Jika sampai ayahnya tahu bahwa Marien memiliki sebuah perusahaan, ayahnya pasti akan membantu Marien. Ayahnya pasti akan sangat bangga dengan Marien yang bisa merangkak naik lalu memberikan bantuan.


"Bagus, Marien. Tak menyangka kau bisa sejauh itu tapi aku tidak akan berhenti. Tunggu saja karena aku akan menghancurkan semua yang kau miliki. Jangan merasa kau sudah hebat karena aku tidak akan berhenti selama aku masih hidup. Perusahaanmu serta semuanya, akan aku hancurkan bahkan suamimu itu, aku pastikan akan menghancurkan hubungan kalian berdua dengan kedua tanganku ini!" sungguh bagus. Marien justru bisa melakukan apa pun yang dia mau dan mendapatkan segalanya dengan mudah sedangkan dirinya harus menjadi penjilat terlebih dahulu. Untuk mendapatkan uang dari Zack juga tidak mudah apalagi mendapatkan kepercayaan ayahnya untuk mengelola perusahaan. Dia bahkan memiliki jabatan lebih rendah dari pada manajer padahal perusahaan itu akan menjadi miliknya kelak tapi ayahnya begitu tega.


Marien yang keluar dari rumah justru lebih beruntung, semua pasti dia dapatkan dari suaminya yang semakin hari semakin mencurigakan. Sepertinya dia harus bergerak sendiri. Sepertinya itu bukan ide yang buruk. Dia akan mencari tahu siapa William yang sebenarnya lalu dia akan menghancurkan perusahaan milik Marien serta hubungannya dengan suami yang dia banggakan itu, akan dia hancurkan juga dan saat itu sudah pasti akan tiba apalagi ada yang bisa dia manfaatkan.


Alexa mengambil ponsel, dimulai dari perusahaan miliki Marien terlebih dahulu dan besok dia akan bergerak sendiri untuk mencari tahu siapa William. Saat ini dia harus menghubungi beberapa orang yang dia kenal dan mungkin saja orang itu ada hubungannya dengan perusahaan milik Marien. Tidak akan dia biarkan Marien bisa maju karena semua akan dia lakukan untuk menghancurkan Marien dan besok Marien akan mendapatkan kejutan darinya.

__ADS_1


Marien yang sedang berusaha memperbaiki proposal untuk memajukan perusahaannya tertidur karena lelah. Dia belum selesai tapi rasa kantuk mengalahkan segalanya sehingga membuatnya tertidur. Dia bahkan tidak menyadari ketika William kembali dan mendekatinya. Hari yang berat tapi jika dilihat, hari Marien juga cukup berat.


"Marien," William memanggilnya sambil mengusap wajah Marien dengan perlahan. Marien membuka mata, lehernya jadi sakit akibat terlalu lama tertidur di atas meja.


"Will, kau baru kembali?" Marien menapa William yang berada di sisinya.


"Yes, kenapa tidur di sini? Apa kau menunggu aku?"


"Hm, aku memang menunggumu sambil memperbaiki proposal itu."


"Baiklah, lain kali tunggu di kamar. Tidak baik menunggu di sini!"


"Tentu, aku sudah makan dan mandi karena tidak mau merepotkan istriku."


"Jangan berbicara seperti itu. Aku pasti akan melayani dirimu meski aku lelah atau apa pun karena itu adalah tugasku sebagai istrimu."


"Baiklah, tapi aku tidak mau merepotkan dirimu dan sudah melakukannya. Bantu aku berganti pakaian saja dan setelah itu tidur. Kau masih lelah, bukan?"

__ADS_1


Marien mengangguk, proposal ditinggalkan karena akan dia kerjakan besok lagi. Lagi pula masih ada waktu satu minggu dan dia akan melakukan yang terbaik. Marien membantu William mengganti bajunya dan setelah itu, mereka sudah berbaring bersama namun tatapan mata Marien tidak lepas dari wajah suaminya.


"Kenapa melihat aku seperti itu?" tanya William. Apa Marien menyadari sesuatu setelah bertemu dengan ayahnya?


"Aku merasa wajahmu  mirip dengan seseorang," jawab Marien.


"Benarkah? Apa kau bertemu dengan seseorang yang mirip denganku?" dia ingin lihat apakah Marien menyadarinya atau tidak jika yang dia temui tadi siang adalah ayah mertuanya.


"Yeah, tapi aku tidak yakin. Akan aku pastikan lagi minggu depan!" Marien sudah masuk ke dalam pelukan  William dan memejamkan mata karena dia mau tidur.


"Bagaimana kesan pertamamu saat bertemu dengan Abraham Archiles?"


"Baik, menurutku dia pria yang baik. Aku bahkan tidak menyangka dia meminta aku tinggal dan memeriksa dokumen milikku serta memberitahu aku di mana saja letak kesalahan yang harus aku perbaiki. Mendadak aku seperti sedang sekolah lagi dan aku jadi tahu kenapa aku bisa gagal waktu itu."


"Dalam berbisnis memang seperti itu, bukan? Kegagalan adalah hal biasa dalam berbisnis tapi dengan kegagalan itu kita bisa banyak belajar jadi jangan menyerah begitu saja. Jika memang ada yang tidak kau mengerti, kau harus bertanya dan jangan malu sama sekali."


"Terima kasih, Will. Berkat dirimu aku jadi bersemangat dan aku akan mendengarkan nasehat darimu!"

__ADS_1


"Bagus, kau juga penyemangat bagiku!" ucap William seraya memberikan kecupan di dahi Marien. Tangannya pun tak henti mengusap kepala Marien.


Rasanya sudah tidak sabar Marien menjalin kerja sama dengan ayahnya karena itu akan menjadi kejutan yang tidak terduga nantinya. Dia yakin Merien pasti mampu dan dia yakin ayahnya melihat potensi yang Marien miliki oleh sebab itu ayahnya memberikan kesempatan pada Marien. Dia akan diam saja tapi pada saatnya sudah tiba nanti, dia pasti akan mengenalkan Marien kepada ayahnya. Bukan sebagai rekan bisnis tapi sebagai ayah mertua dan menantu namun kejadian yang tak terduga nanti, sepertinya mengharuskan dirinya turun tangan untuk membantu Marien.


__ADS_2