
Mereka terlihat sangat bahagia karena bisa berkumpul bersama lagi. Seperti waktu itu, Marien juga membawa makanan untuk kakaknya. Kedatangannya tentu untuk mengatakan pada Alexa jika sidang bandingnya akan diadakan beberapa hari lagi tapi dia tidak menyangka, hubungan mereka akhirnya membaik. Tidak sia-sia dia membawa ayahnya datang, memang inilah yang dia inginkan.
Makanan yang dia bawa dinikmati bersama dan yang paling terlihat bahagia sudah pasti Gavin karena dia sudah berbaikan dengan kedua putrinya. Pengaruh baik Marien benar-benar berdampak besar baginya dan Alexa karena dia yakin jika bukan karena Marien, Alexa tidak mungkin mau memaafkan dirinya dengan mudah.
"Ada yang hendak aku sampaikan padamu, kakak," ucap Marien setelah mereka selesai makan.
"Ada yang hendak aku sampaikan juga," ucap kakaknya pula.
"Jika begitu kau dulu."
"Apa? Kau yang memulai jadi kau yang terlebih dahulu!" ucap Alexa.
"Baiklah, Daddy yang akan mengutarakan niat Daddy terlebih dahulu!" sela ayah mereka.
"Apa yang hendak Daddy sampaikan?" tanya Alexa dan Marien.
"Sebenarnya sudah Daddy sampaikan tadi, Daddy akan menjadi saksi di persidangan nanti untuk meringankan hukuman kakakmu. Semua bukti atas penganiayaan yang Zack lakukan sampai membuat bayimu meninggal, Daddy memilikinya jadi Daddy akan memberikan bukti-bukti itu ke pengadilan sebagai pembelaan untuk kakakmu. Istri Zack tidak akan bisa melakukan apa pun dan dengan bukti itulah, Daddy yakin hukuman yang kakakmu dapatkan akan menjadi ringan."
"Itu bagus, berikan bukti itu pada Steve. Dia yang akan mengurus semuanya dan bukti itu akan diberikan pada pengacara. Kakak tidak perlu khawatir, kami pasti bisa meringankan hukuman yang seharusnya kakak jalani menjadi lebih ringan."
"Terima kasih, Marien. Sesungguhnya aku tidak mengharapkannya tapi aku tidak akan menolak karena sekarang aku sudah memiliki tujuan setelah aku keluar dari penjara," ucap Alexa.
"Aku tahu, Steve berkata dia ingin menikahimu setelah kau bebas!"
"Benarkah?" tanya Alexa dan ayahnya.
"Dia mengatakan padaku saat kembali dari penjara. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa kau sudah membuat pemuda itu jatuh cinta padamu?" tanya Marien dengan rasa ingin tahu yang cukup besar.
"Jangan didengarkan, dia hanya pemuda yang kehilangan akal sehatnya saja!"
"Kenapa? Jika memang Steve mau maka menikah saja dengannya. Lagi pula dia pemuda baik jadi kau tidak akan rugi menikah dengannya!" ucap Marien.
"Tidak, Marien. Aku tahu pemuda itu hanya asal bicara saja akibat terpancing perkataanku. Katakan padanya untuk tidak melakukannya. Dia pemuda yang baik maka aku tidak pantas untuknya. Lagi pula tujuan hidupku bukan menikah setelah aku bebas nanti!"
__ADS_1
"Apa yang hendak kau lakukan, Alexa? Setelah bebas, Daddy akan menyerahkan semua perusahaan padamu!"
"Tidak, Dad. Tidak!" Alexa menggeleng, dia tidak mau menikah dan dia pun tidak ingin mengelola perusahaan. Dia sudah memikirkan apa yang akan dia lakukan dan dia sudah memutuskan untuk dirinya sendiri.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya ayahnya.
"Aku ingin menebus dosa-dosa yang telah aku lakukan, Dad. Aku ingin memperbaiki diriku jadi aku ingin menjadi seorang biarawati agar aku bisa berdamai dengan diriku. Dosa yang telah aku lakukan tidak akan bisa aku lupakan dan aku tidak akan bisa hidup bahagia karenanya oleh sebab itu, aku ingin menebusnya dan mengabdikan diriku untuk sebuah kebaikan."
"Ke mana kau akan pergi?" ayahnya terlihat sedih setelah mendengarkan perkataan putrinya.
"Banyak tempat yang bisa aku datangi, Dad. Tidak perlu mengkhawatirkan aku karena kau masih memiliki Marien."
"Daddy akan kesepian karena tidak adanya dirimu, Alexa."
"Dad, ijinkan aku melakukan apa yang aku mau. Aku sudah memikirkan hal ini cukup lama dan aku sudah sangat yakin untuk melakukannya jadi jangan mencegah aku!" pinta Alexa.
"Dad, jika memang itu yang Alexa mau maka kita tidak bisa melarangnya," Marien memegangi tangan ayahnya untuk menghibur. Jika Alexa ingin mengabdikan diri untuk menebus kesalahan, maka mereka tidak boleh mencegahnya.
"Please, Dad. Aku hanya ingin menebus semua kesalahanku jadi ijinkan aku untuk pergi!" pinta Alexa.
"Thanks, Dad. Tolong katakan pada Steve, jangan menganggap serius perkataanku. Aku tidak pantas untuknya dan aku tidak pantas ditunggu olehnya. Masih banyak wanita baik di luar sana, jadi jangan denganku meski aku tahu dia melakukannya karena iba. Kau mau menyampaikan perkataanku pada Steve, bukan?" pinta Alexa.
Marien mengangguk, dia akan menyampaikan hal itu pada Steve nanti. Gavin terlihat sedih tapi mau tidak mau dia mengijinkan putri meski sulit. Lagi pula mereka masih belum tahu berapa tahun mereka bisa mengurangi masa hukuman Alexa. Mereka akan tahu nanti setelah persidangan. Semua orang memilih tujuan hidup, begitu juga dengan Alexa yang ingin menebus semua dosa-dosa yang telah dia lakukan.
Waktu berkunjung yang sudah habis membuat mereka harus berpisah. Gavin berjanji akan datang lagi untuk menjenguk putrinya dan membawakan makanan yang Alexa inginkan. Setelah sekian lama, akhirnya dia bisa mengunjungi putrinya dan setelah ini dia akan sering datang.
Marien tidak langsung pulang, dia meminta ayahnya untuk mengantar dirinya ke kantor William karena dia ingin bertemu dengan suaminya. Dia juga harus mengatakan pada Steve apa yang Alexa sampaikan. Niat Steve memang baik tapi seperti yang kakaknya katakan, pemuda itu bisa mendapatkan yang jauh lebih baik. Bukannya tidak mendukung, kakaknya sudah memiliki tujuan hidup jadi biarkan kakaknya melakukan apa yang dia mau.
William sangat senang saat istrinya diantar masuk oleh seorang karyawan ke dalam ruangannya. William beranjak dari tempat duduk untuk menghampiri Marien yang sedang melangkah mendekatinya.
"Kau terlihat bahagia, Sayang. Hal baik apa yang telah terjadi?" tanya William yang sudah memeluk istrinya bahkan Marien sudah berada di dalam gendongannya.
"Aku dan ayahku pergi ke penjara hari ini."
__ADS_1
"Oh yeah, lalu?"
"Alexa dan ayahku sudah berdamai dan aku sangat senang untuk hal ini. Setelah sekian lama kami hidup dalam kesalahpahaman, akhirnya kami bisa berdamai menjadi keluarga. Aku tidak menyangka hal ini akan terjadi, Will. Aku benar-benar senang."
"Itu bagus, aku yakin semua karena pengaruh darimu yang baik hati."
"Tidak juga, tapi mana Steve. Ada yang hendak aku sampaikan padanya."
"Aku akan memanggilnya!" William menurunkan Marien ke atas sofa lalu meminta Steve untuk masuk ke dalam ruangannya.
Steve meninggalkan pekerjaannya sebentar karena panggilan itu. Pemuda itu sudah berada di dalam ruangan, siap mendengarkan apa yang hendak Marien sampaikan.
"Steve, apa kau menyukai kakakku sehingga mau menikahinya?" Marien menatap Steve saat melontarkan pertanyaan itu.
"Sesungguhnya, tidak. Maaf jika aku terlihat seperti mempermainkan tapi aku iba dengannya oleh sebab itu aku tiba-tiba berkata akan menikahinya tapi aku akan bertanggung jawab dengan perkataanku ini dan akan menikahi kakak Nona saat dia sudah bebas nanti."
"Baiklah, aku tahu kau tidak mungkin menyimpan perasaan pada kakakku. Aku tidak menyalahkanmu, aku dan kakakku justru berterima kasih dengan niat tulusmu tapi Alexa berkata kau tidak perlu melakukannya."
"Apa? Apa dia ragu atau dia mengira aku bercanda?"
"Tidak, dia tidak mengira demikian. Dia berkata kau terlalu baik untuknya. Dia pun tidak pantas. Kakakku meminta hal demikian tidak saja merasa jika dia tidak pantas tapi dia sudah memiliki tujuan hidup setelah dia bebas. Dia ingin menebus semua kesalahannya dan menjadi biarawati jadi kau tidak perlu menganggap serius ucapanmu. Lagi pula dia masih harus menjalani masa tahanan jadi kau tidak perlu menunggunya."
"Apa itu yang kakak Nona katakan?" tanya Steve memastikan. Dia memang terbawa suasana sehingga berkata ingin menikahi Alexa.
"Yeah, oleh sebab itu kau tidak perlu menikahinya karena dia sudah memutuskan untuk menjadi seorang biarawati."
"Baiklah, Nona. Terima kasih," ucap Steve. Meski Alexa tidak mau tapi dia tidak kecewa sama sekali.
"Terima kasih atas niat baikmu, Steve. Sekarang aku ingin kau keluar, merapikan penampilanmu lalu mencari pacar!" perintah Marien.
"Tapi aku belum selesai bekerja!"
"Lakukan, Steve. Kau sudah mendapatkan ijin. Rapikan penampilanmu itu!" perintah William pula.
__ADS_1
"Baik, Sir. Akan segera aku lakukan!" Steve pamit pergi untuk melakukan perintah. Merapikan penampilannya lalu mencari pacar lalu dia harus mencari di mana? Keinginan Alexa yang tidak mau menikah tidak membuatnya kecewa apalagi dia memang asal bicara saja agar Alexa memiliki tujuan dan keputusannya untuk menjadi biarawati setelah bebas, mungkin adalah keputusan paling baik yang dia ambil dalam hidupnya.