Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Percayalah Pada Keajaiban


__ADS_3

Marien sedang membersihkan kamar yang sudah lama tidak dia tempati lagi karena malam ini mereka akan benar-benar menginap di rumah ayahnya. William berada di luar, berbincang dengan Zack dan ayahnya. Mereka terlihat akrab, tidak seperti yang sudah-sudah. Sesungguhnya dia sangat senang dengan hubungan mereka yang seperti itu tapi sayangnya, dia tahu ada maksud terselubung dari kebersamaan mereka.


"Hei!"


Marien berpaling ketika mendengar Alexa memanggil dirinya. Alexa sedang berdiri di depan pintu sambil bersedekap dada. Marien kembali berpaling karena dia sedang mengganti seprei ranjangnya.


"Ada apa? Aku tidak sedang ingin berdebat denganmu!" ucap Marien.


"Suamimu itu, apa benar William Archiles?" tanya Alexa.


"Hah?" Merien terkejut, dia kembali berpaling dan melihat ke arah kakaknya.


"Tidak perlu terkejut seperti itu. Kau pasti sengaja menyembunyikan identitasnya dari kami agar kami terlihat bodoh, bukan?"


"Aku tidak tahu apa yang sedang kau katakan!" ucap Marien.


"Jadi kau tidak tahu jika dia adalah William Archiles?" tanya Alexa. Dia tidak percaya MarienĀ  tidak tahu sama sekali akan pria yang dia nikahi.


"Apa menurutmu dia seperti William Archiles?" Marien justru balik bertanya. Jujur saja, dia tahu siapa William Archiles tapi dia tidak pernah bertemu dan melihatnya jadi dia tidak tahu bagaimana rupa pria itu.


"Cih, aku bertanya padamu tapi kau bertanya padaku!" ucap Alexa seraya melangkah pergi. Sepertinya Marien memang tidak tahu apa pun.


Marien hanya mengangkat bahu namun pertanyaan dari Alexa mulai menggelitik hatinya. William adalah William Archiles? Sungguh lucu tapi sekarang dia baru sadar jika selama ini dia tidak mengenal pria itu sama sekali. Yang dia tahu hanya William, tidak yang lainnya.


Dia tidak tahu siapa kedua orangtua William bahkan sampai sekarang dia belum mencari tahu apa yang William lakukan di luar sana saat dia pergi. William memang berkata dia sedang berbisnis tapi dia tidak tahu bisnis apa yang sedang dia lakukan.


Marien duduk di sisi ranjang, sekarang otaknya jadi berpikir. Semua jadi terasa masuk akal kenapa ayahnya mengundang mereka makan malam dan menyambut mereka dengan baik. Ayahnya dan Zack bahkan berbincang dengan William begitu akrab tapi dia yakin mereka baru menduga karena Alexa mempertanyakan hal itu dengannya. Sepertinya sang ayah dan Zack sedang menjilat tapi dia rasa mereka menjilati orang yang salah.


Bagaimana mungkin pria yang dia nikahi tanpa sengaja itu adalah pria terkaya di kota itu? Jika dia adalah William Archiles tidak mungkin pula Fiona berkhianat. Kepalanya mendadak pusing memikirkannya. Apakah benar? Apakah dia harus mempertanyakan hal ini pada William?


"Apa kau belum selesai?" pertanyaan William membuat Marien terkejut bahkan membuatnya berteriak.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau berteriak seperti itu?" William mendorong kursi rodanya mendekat.


"Kau mengejutkan aku. Kenapa tidak memanggil aku?" Marien beranjak dari ranjang dan melangkah menuju pintu lalu menutupnya.


"Hanya dari ruang tamu ke kamarmu ini, aku tidak akan mempersulit dirimu!"

__ADS_1


"Baiklah, apa yang kau bicarakan dengan Zack dan ayahku?" kini Marien mengambil sesuatu yang ada di atas ranjang. itu adalah baju yang bisa dipakai oleh William untuk tidur. Tentunya itu pakaian milik ayahnya tapi masih baru.


"Entahlah, mereka membicarakan bisnis dan aku hanya mendengarkan!"


"Kenapa? Apa kau tidak mengerti?" Marien menatap suaminya dengan penuh selidik. Jika suaminya benar-benar William Archiles, tidak mungkin dia tidak mengerti.


"Aku sedang belajar, Honey!"


"What?" Marien terkejut mendengar panggilan yang diberikan oleh William.


"Kenapa? Apa kau keberatan atau kau tidak suka? Jika kau tidak suka maka aku akan merubahnya!"


"Bukan begitu," Marien sudah mendekatinya dengan pakaian yang bisa digunakan oleh William.


"Jadi?" William memegangi tangan Marien lalu menggenggamnya, "Kau tidak keberatan aku memanggilmu seperti itu, bukan?"


"Tentu saja tidak, aku hanya belum terbiasa dengan panggilan manismu itu!"


"Jika begitu, mulai sekarang kau harus terbiasa dengan panggilanku, Honey!"


Marien membantu William mandi lalu berganti pakaian. Rambut William yang basah pun dikeringkan, itu kegiatan mereka sehari-hati tapi cukup menyenangkan.


"Alexa baru saja menghampiri aku," ucap Marien. Dia pun ingin tahu siapa sebenarnya pria yang dia nikahi itu dan apakah yang Alexa duga tentang William benar atau tidak.


"Apa yang dia katakan?" tanya William.


"Dia bertanya tentang dirimu."


"Oh, yeah? Apa yang dia tanyakan?"


"Tentang dirimu. Apakah karena hal itu ayahku dan Zack bersikap begitu baik padamu?" mendadak dia takut bertanya karena dia takut William tersinggung.


"Aku juga tidak tahu kenapa mereka bersikap seperti itu, sekarang bantu aku. Aku ingin berbaring dan memelukmu!"


Marien menyimpan handuk terlebih dahulu dan setelah itu dia membantu William berbaring lalu berbaring di sisinya. William memeluk Marien seperti yang dia inginkan, dia tahu apa yang sedang dimainkan oleh Zack dan ayah Marien, dia pun sudah memiliki rencana untuk hal itu.


"Aku ingin meminta satu hal padamu, Honey. Apa kau mau mengabulkannya?" ucapnya sambil memberikan usapan lembut di kepala Marien.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan, katakan saja!"


"Siapa pun aku, maukah kau mempercayai aku?" tanya William.


"Tentu saja, William. Siapa pun dirimu, aku tetap akan mempercayaimu!" Marien memeluknya erat, sepertinya dia tidak perlu bertanya dan beruntungnya dia belum bertanya.


"Aku benar-benar senang mendengarnya dan betapa beruntungnya aku. Aku ingin kau tetap mempercayai aku meski kau sudah tahu siapa aku nantinya. Aku harap kau tidak menjauh dariku, Marien. Aku ingin kau tetap mengandalkan aku dan mempercayai aku apa pun yang terjadi di antara kita!"


Marien mengangguk, itu berarti dia harus membantu Wiliam menyembunyikan jati dirinya, Mungkin William memiliki rencana untuk menunjukkan diri agar dia tidak dianggap pecundang. Mungkin saja dia akan melakukan hal itu setelah kedua kakinya sembuh.


"Mengenai ajakan Zack besok, jujur aku sangat cemas akan hal itu!" ucap Marien.


"Tidak perlu khawatir, aku akan mengikuti permainan mereka!"


"Aku hanya takut mereka akan mencelakai dirimu, William."


"Sudah aku katakan mereka tidak akan bisa, Marien. Dari pada kau mengkhawatirkan hal itu, apa besok lusa kau punya waktu?"


"Aku rasa tidak, kenapa? Apa kau mau mengajak aku jalan-jalan?" Marien mendongak sebentar untuk melihat William namun dia kembali memeluk suaminya itu.


"Yes, luangkan waktu karena aku ingin mengajakmu pergi piknik!"


"Benarkah?"


"Yes, kita belum pernah menghabiskan waktu berdua, bukan? Aku ingin kita membuat banyak kenangan tapi sepertinya aku akan sedikit sibuk untuk beberapa waktu!" William kembali mengusap kepala Marien dan memberikan ciuman di dahi. Sepertinya waktu mereka untuk bersama akan mulai berkurang.


"Kenapa? Apa kau akan sibuk?"


"Aku sudah menemukan dokter untuk menyembuhkan kedua kakiku ini jadi aku harus menjalani serangkaian terapi atau apa pun itu agar kedua kakiku ini dapat aku gunakan kembali jadi aku rasa kita akan jarang makan siang bersama tapi aku akan tetap pulang. Aku akan mengatur waktu agar kita tetap bisa bertemu setiap hari."


"Bagus, kau harus fokus menyembuhkan kedua kakimu. Tidak perlu memikirkan aku, setelah kedua kakimu sembuh, aku rasa kita bisa melakukan banyak hal jadi tidak masalah kita tidak bisa bersama untuk sementara waktu. Aku akan mendukungmu sampai kedua kakimu sembuh Will, lalu buktikan pada mantan kekasihmu itu jika kau tidak cacat selamanya seperti yang dia kira!"


"Terima kasih, Honey. Mendapatkan dukungan darimu menjadi semangat untukku bisa berjalan lagi!"


"Kau memang harus bisa dan percayalah pada keajaiban!"


"Semenjak bertemu dan mengenalmu, aku jadi percaya!" William memeluk Marien dengan erat serta tak henti mencium pipinya. Dia memang memiliki kedua orangtua yang penyayang dan akan mendukungnya tapi dukungan yang diberikan oleh Marien, benar-benar membuatnya bersemangat dan itu adalah salah satu alasan kenapa dia ingin mempertahankan rumah tangganya dengan Marien.

__ADS_1


__ADS_2