
Steve sudah mendapatkan pelaku yang telah meminta kedua pengusaha yang memutuskan kerja sama dengan Marien secara mendadak waktu itu. Tidak heran dan tidak diragukan lagi, pelakunya sudah pasti Zack namun dia hanya tersangka saja yang tertuduh karena pelaku yang sebenarnya bukanlah dia melainkan istrinya.
Sewaktu Alexa menghubungi dua pengusaha itu, dia menggunakan nama Zack untuk meminta mereka dengan ancaman jika mereka tidak akan bisa bekerja sama dengan Zack lagi jika mereka menolak perintahnya. Zack adalah pengusaha yang cukup berpengaruh, oleh sebab itu kedua pengusaha itu mau melakukan apa yang Alexa katakan. Lagi pula mereka berpikir perusahaan Marien adalah perusahaan kecil yang baru bangkit setelah mengalami kebangkrutan. Hilangnya satu kerja sama tidak jadi soal namun akibat perbuatan itu, kedua pengusaha itu sudah berada di dalam daftar hitam.
Steve datang untuk menjemput William seperti biasanya. William sudah terlihat rapi saat Steve datang. Itu karena Marien sudah membantunya memakai sepatu sebelum dia pergi ke kantor. Marien benar-benar berperan sebagai istrinya dengan sangat baik. Steve hanya perlu membantu William masuk ke dalam mobil saja karena semua sudah beres.
"Apa ada yang bisa kau sampaikan padaku, Steve?" tanya William.
"Tentu, dua pengusaha itu sudah mengatakan padaku siapa yang telah memerintahkan mereka untuk mencabut kerja sama mereka dengan Nona Marien," jawab Steve yang sudah duduk di kursi kemudi.
"Siapa? Katakan padaku!"
"Seharusnya kau sudah tahu, Sir. Orang yang memerintahkan mereka adalah Zack Erson."
"Wow, aku benar-benar tidak terkejut sama sekali! Ini pasti ulah kakak tiri Marien."
"Jadi, apa ada perintah untuk hal ini, Sir?"
"Sudah pasti, bukan? Hancurkan perusahaan Zack agar dia tahu kenapa dia menjadi musuhku. Saat dia tahu apa penyebabnya, dia tidak akan memberi dukungan lagi pada kakak Marien dan rubah itu, tidak akan bisa semena-mena lagi pada Marien. Kita tebang dulu pohonnya barulah kita cabut akarnya!"
"Baik, Sir. Aku akan menghubunginya nanti siang dan memintanya untuk tidak mengajukan kerja sama apa pun lagi denganmu."
__ADS_1
"Kau memang harus melakukannya dan katakan pula penyebabnya, sekarang aku tidak perlu bersembunyi lagi. Biarkan saja mereka tahu siapa aku karena aku harus menjaga Marien," memang sejak awal dia tidak berniat menyembunyikan siapa dirinya tapi karena Marien tidak pernah bertanya jadi dia diam saja dan membiarkan keluarga Marien menganggapnya sebagai pecundang. Karena Alexa sudah keterlaluan, dia pun tidak akan tinggal diam lagi.
"Baik, Sir. Aku akan melakukannya!" ucap Steve. Sepertinya bosnya serius kali ini. Salahkan mereka yang sudah keterlaluan.
Zack yang sudah sangat ingin menjalin kerja sama lagi dengan William tentu saja sangat menantikan bertemu dengan William kembali tapi sampai sekarang, dia tidak bisa bertemu dengan pria itu meski dia sudah berusaha membuat janji beberapa kali.
Tentunya Zack sangat kesal, satu kerja sama terlepas begitu saja padahal semua pengusaha sangat ingin menjalin kerja sama dengan William Archiles namun dia justru kehilangannya. Zack yang hampir putus asa tentu saja mendapatkan angin segar ketika Steve menghubunginya karena dia yakin akan mendapatkan kabar bagus.
"Apa ini pertanda aku akan mendapatkan kabar bagus?" tanya Zack dengan penuh percaya diri.
"Tidak!" jawaban dari Steve tentu saja membuat Zack terkejut.
"Apa maksudmu tidak?" tanya Zack.
"Apa kau bilang?" teriak Zack akibat terkejut. Jika sampai itu terjadi, maka habislah dia karena para pengusaha itu tentu saja memilih bekerja dengan William Archiles karena lebih menjanjikan.
"Kenapa dia melakukan hal ini padaku? Kesalahan apa yang telah aku lakukan padanya?" tanya Zack tidak terima.
"Cari tahulah sendiri, jangan terlalu menikmati kursi panasmu sedangkan kau tidak tahu apa yang telah terjadi."
"Aku sungguh tidak mengerti."
__ADS_1
"Kau akan mengerti nantinya!" Steve mengakhiri percakapan namun sebuah pesan dia kirimkan untuk Steve. Pesan itu berisi dua nama pengusaha yang telah Zack perintahkan untuk mengakhiri kerja samanya dengan Marien. Zack yang tidak merasa melakukan hal itu tentu saja terkejut dengan alasan yang diberikan oleh Steve sehingga dia harus berada di daftar hitam.
Tidak bisa, dia harus mencari tahu akan hal ini karena dia akan hancur jika dia tidak mendapatkan kepercayaan William kembali. Tidak akan ada yang mau bekerja sama lagi dengannya dan hal itu bisa membuat perusahaannya gulung tikar dengan cepat.
Steve kembali melapor setelah menghubungi Zack. Sesuai dengan yang William perintahkan, Steve memberikan dua nama pengusaha itu agar Zack mencari tahu penyebab kenapa dirinya sudah masuk ke dalam daftar hitam seperti kedua pengusaha itu.
"Aku sudah melakukan perintahmu, Sir," ucap Steve.
"Bagus, sekarang kita akan menjadi penonton."
"Apa kau sengaja, Sir? Sepertinya kau memiliki rencana bagus untuk hal ini."
"Apa kau tahu, Steve? Aku rasa tangan istriku sudah sakit memukul wajah kakaknya yang tebal. Saat Zack tahu akan hal ini dan tahu siapa yang memerintahkan kedua pengusaha itu, bukankah tugas Marien akan ada yang menggantikan?" William bersandar di kursi dan menautkan jari jemarinya, "Aku tidak percaya Zack akan tinggal diam setelah dia tahu dengan apa yang terjadi dan apa kau mau bertaruh denganku? Aku menebak Zack hanya butuh waktu satu atau dua hari saja untuk mengetahuinya. Setelah itu, drama di rumah keluarga Douglas akan dimulai. Oh, aku jadi ingin mengajak Marien pulang agar dia melihat bagaimana kakaknya dihajar oleh Zack. Meski kita belum memiliki bukti tapi aku yakin Alexa adalah dalang yang menghancurkan kantor Marien dan apa yang akan dia dapatkan nanti dari pria tua yang dia manfaatkan, aku rasa itu balasan yang setimpal untuk apa yang dia lakukan dan poin pentingnya adalah, Marien tidak perlu mengeluarkan tenaga serta melukai tangannya untuk memukul wajah tebal kakaknya!" ucap William. Seringai menghiasi wajahnya. Dia jadi tidak sabar untuk mengajak Marien pulang ke rumah ayahnya untul melihat pertunjukkan itu. Marien pasti akan senang apalagi dia tidak perlu susah payah memukul kakaknya.
"Boleh aku bergabung untuk menjadi penonton. Sir? Aku akan berdiri di luar jendela sambil menikmati popcorn!"
"Lakukan, Steve. Tapi tetap awasi mereka agar kita tidak ketinggalan tontonan menarik itu!"
"Baik, Sir. Aku pun tidak mau melewatkannya!"
"Bagus, satu lagi. Hari ini aku ingin pulang cepat jadi aku ingin kau menyiapkan makan malam romantis untukku dan Marien. Aku ingin seikat bunga, sebotol anggur dan makanan lezat di atas meja jadi kau harus menyiapkannya untukku!"
__ADS_1
"Baik, Sir. Akan segera aku siapkan saat kau sedang menjalani terapi."
William tersenyum, dia sudah sangat tidak sabar malam cepat datang karena dia sudah sangat ingin melewatkan malam romantis dengan Marien. Dia harus membuat Marien terkesan agar Marien cepat jatuh cinta padanya. Dia juga akan memberikan sebuah hadiah untuk Marien dan malam ini adalah malam tersulit untuk Marien karena dia harus membuat sebuah keputusan berat.