Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Rahasia Yang Terbongkar


__ADS_3

Fiona yang tidak terima penolakan William tentu saja sangat marah. Dia tidak bisa menerima itu meski dia yang salah. Fiona masih berada di sana, tidak pergi ke mana pun. Bagaimana caranya agar William kembali padanya? Wanita yang menikah dengan William secara tiba-tiba itu sangatlah mengganggu. Apa dia harus menyingkirkan wanita itu terlebih dahulu barulah William mau kembali padanya?


Sial, semua karena kebodohannya mencampakkan William demi seorang sampah seperti Ridz. Sekarang dia tidak mau peduli lagi pada pecundang itu karena masa depannya terancam. Jangan sampai dia kembali menjadi pelayan di restoran dengan gaji rendah padahal dia sudah memiliki kehidupan yang baik. Dia bisa mendapatkan apa pun yang dia ingin semenjak dia bersama dengan William namun bodohnya, dia justru termakan omongan Ridz dan memanfaatkan pria itu untuk memperkaya Ridz. Dia rasa yang terjadi pada perusahaan Ridz sudah pastu ulah William yang berkata ingin mengambil semua yang telah dia berikan.


Sekarang dia merasa sudah tidak ada jalan, sepertinya dia harus pergi mencari ibu William dan berbicara dengannya. Hanya ibu William saja yang bisa membantunya oleh sebab itu, dia harus pergi untuk membujuk ibu William. Fiona pergi tanpa tahu jika ada yang mengawasi dirinya dari jauh untuk melihat gerak geriknya.


Silvia yang sedang menghabiskan waktunya dengan merangkai bunga terkejut mendapati Fiona datang berkunjung. Waktu itu dia akan menyambutnya dengan baik karena hubungannya dengan William tapi sekarang? Setelah tahu apa yang Fiona lakukan pada putranya membuatnya sudah tidak peduli dengan penipu itu bahkan untuk bertemu dengannya saja da sudah tidak mau.


"Nyonya, Nona Fiona datang untuk bertemu denganmu," seorang pelayan memberitahu Silvia yang sedang serius merangkai bunga.


"Suruh dia pergi, aku tidak ingin bertemu dengannya lagi!"


"Baik, Nyonya," sang pelayan keluar untuk meminta Fiona pergi tapi Fiona tidak terima karena dia harus bertemu dengan ibu William yang selalu baik dan begitu menyayangi dirinya. Dia pun sangat yakin kebaikan dan kasih sayang itu masih ada karena ibu William adalah wanita yang sangat baik.


"Biarkan aku masuk ke dalam!" Fiona justru mendorong pelayan itu lalu mendorong pintu sampai terbuka.


"Aunty, aku ingin berbicara denganmu!" teriak Fiona.


"Siapa yang begitu kurang ajar berteriak di rumahku?" Silvia terlihat santai sambil merangkai bunga.


"Maaf, Aunty. Tapi aku ingin berbicara denganmu," Fiona melangkah mendekat namun dia justru dikejutkan oleh sebuah benda yang melesat melewati wajahnya. Langkah Fiona terhenti, kedua mata melotot karena sebilah pisau tertancap di daun pintu dan pisau itulah yang baru saja melewati wajahnya.


"Satu langkah lagi maka aku pastikan pisau ini tidak meleset!" ucap Silvia sambil memutar pisau kecil yang ada di tangan.

__ADS_1


"Ja-Jangan menakuti aku, Aunty!" ucap Fiona dengan kedua kaki gemetar.


"Kau sudah tidak diterima di rumah ini jadi pergi karena aku tidak segan!"


"Tolong dengarkan aku, Aunty. Aku tidak bermaksud meninggalkan William. Aku sungguh menyesal."


"Menyesal? Sungguh lucu. Wanita yang sudah meninggalkan putraku saat dia sedang mengalami musibah berkata menyesal? Aku rasa kau perlu diberi pelajaran agar kau tahu apa itu kata menyesal!" Silvia sudah melangkah mendekat sambil memainkan pisaunya.


"Aku tidak bermaksud meninggalkan dirinya, Aunty. Percayalah padaku!" dia harap ibu William bisa dia bujuk dan mau mempercayai perkataannya.


"Percayalah padaku, Fiona. Jika kau tidak segera pergi dari sini, maka aku yang akan menggantikan William memberimu pelajaran. Kebetulan tanganku terasa gatal. Lagi pula apa kau pikir hanya kau saja satu-satunya wanita di muka bumi ini? Sayangnya kami tertipu dengan sikap lugumu itu!"


"Jadi Aunty lebih menyukai wanita itu?" sungguh dia tidak terima wanita yang dinikahi oleh William secara mendadak mengambil posisinya.


"Wanita yang mana, jangan membuat lelucon!"


"Apa?" Silvia terkejut mendengar perkataan Fiona. Wiliam menikahi secara mendadak? Apa maksud dari perkataan Fiona?


"Dia hanya wanita asing yang hadir di tengah-tengah perkelahian kami saja dan menawarkan pernikahan pada William. Apa dia pantas untuk William? Apa dia lebih baik dari pada aku?" Fiona masih tidak terima namun perkataannya itu benar-benar membuat Silvia shock. Apa yang Fiona katakan? Dia sedang mencerna satu persatu perkataan Fiona. Menawarkan sebuah pernikahan? Dia sungguh membutuhkan waktu untuk mencerna perkataan Fiona.


"Aku sudah menjalin hubungan dengan William selama bertahun-tahun tapi kenapa satu kesalahan yang aku lakukan tidak dimaafkan? Kenapa wanita asing itu jadi lebih berarti dari pada aku hanya karena dia bersedia menikahi William yang cacat? Kenapa, Aunty?" teriak Fiona tidak terima.


"Wah... Wah!" Silvia bersedekap dada. Bagus, sangat bagus. Ternyata putranya menyimpan rahasia besar yang tidak dia katakan. William benar-benar pandai menyimpan rahasia, awas saja nanti.

__ADS_1


"Aku minta maaf, Aunty. Aku memang salah karena menghina dan mengkhianati William tapi aku dimanfaatkan oleh pria itu. Aku menyesal telah melakukannya jadi maafkan aku, Aunty!" pinta Fiona memohon.


"Sayangnya, kau tidak membutuhkan maaf dariku dan aku tidak mau ikut campur. Soal wanita yang dinikahi oleh William, aku rasa dia jauh lebih baik darimu karena dia mau menikahi William tanpa mempedulikan keadaannya!" meski dia tidak tahu wanita mana yang telah dinikahi oleh putranya tapi dia harus membanggakan wanita yang disembunyikan oleh William darinya. Awas saja nanti.


"Tapi dia hanya orang asing saja yang menginginkan uang William!"


"Soal itu, kau tidak perlu ikut campur. Meski dia hanya orang asing dan menginginkan uang William tapi dia tidak munafik seperti dirimu jadi pergi, aku tidak suka melihat sampah di rumahku!"


"Please, Aunty. Aku minta maaf!" pinta Fiona karena Silvia sudah melangkah masuk.


"Bawa dia keluar!" Silvia memerintahkan pelayannya untuk menarik Fiona keluar dari rumahnya.


"Aunty, aku membutuhkan bantuanmu karena aku mencintai William!" teriak Fiona yang masih saja tidak terima karena Silvia tidak mau membantunya dan mengabaikan dirinya.


Fiona ditarik paksa sampai keluar. Meski dia berteriak sekalipun, Silvia tidak peduli sama sekali. Fiona diusir pergi dengan kasar, dia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu sebelumnya tapi semua yang terjadi memang akibat ulahnya sendiri. Fiona pergi mau tidak mau tapi dia justu dicegat saat di tengah jalan. Fiona sangat kesal, sungguh hari yang buruk.


Silvia yang mengetahui putranya menyimpan rahasia sangat marh dan memutuskan untuk menghubungi putranya. Dia tidak menduga William sudah menikah dan menyembunyikan rahasia besar itu darinya. Setelah menyembunyikan keadaan kakinya ternyata ada hal lain yang dia sembunyikan, sungguh luar biasa.


Jika Fiona tidak datang hari ini, apa William akan tetap menyembunyikan pernikahannya? Dia harus mendengar semuanya dari William. Entah apa yang sedang dimainkan oleh putranya, dia benar-benar harus tahu sampai tuntas.


"Aku sedang menjalani terapi, Mom. Bisakah nanti?" ucap William yang tidak curiga sama sekali.


"Maaf, Mommy tidak bermaksud mengganggu. Tapi apa kau bisa pulang malam ini?" Silvia bersikap seperti biasa agar William tidak curiga meski amarah memenuhi hatinya dan perawasaan kecewa pun dia rasakan.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan pulang nanti!"


"Bagus, Mommy tunggu!" ponsel diletakkan, kepalan tangan ditekuk hingga berbunyi. Cara apa yang harus dia lakukan untuk menghukum putranya? Silvia mengambil ponselnya kembali karena dia ingin menghubungi suaminya dan mengatakan rahasia besar yang disembunyikan oleh putra mereka. Seperti Silvia, Abraham pun terkejut dan sangat marah dengan William yang sudah begitu berani menikah tanpa sepengetahuan mereka.


__ADS_2