Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Tidak Terlambat


__ADS_3

Makan malam tanpa adanya debat seperti yang sudah-sudah, itulah yang terjadi malam itu. Gavin yang tadinya sudah putus asa dan menganggap hanya kematian saja yang bisa menebus semua kesalahannya kini terlihat begitu bahagia karena putrinya tidak menyinggung perbuatan yang selama ini dia lakukan.


Malam itu tidak saja untuk berdamai dengan ayahnya, Marien juga berencana untuk mengatakan pada ayahnya akan kehamilannya tapi dia belum mengutarakannya karena dia ingin melihat apakah ayahnya sedang bersandiwara atau tidak tapi sejauh ini, ayahnya benar-benar menunjukkan apa yang selama ini tidak pernah dia tunjukkan. Sikap ayahnya berubah dan tidak seperti biasanya dan dia bisa melihat jika ayahnya benar-benar sudah menyesal.


"Aku benar-benar minat maaf padamu, William. Aku minta maaf karena aku tidak pernah menyambutmu dengan baik selama ini sebagai menantuku selama ini. Maafkan ucapan kasar yang aku lontarkan selama ini dan perkataan kasarku yang menganggapmu sebagai pecundang. Aku sungguh minta maaf bahkan aku tidak aku hanya mementingkan diriku saja selama ini dan aku tahu kalian berdua pasti kecewa padaku," ucap Gavin yang meminta maaf pada menantunya yang tidak pernah dia sambut dengan baik.


"Karena Marien tidak mempermasalahkannya maka aku pun tidak akan mempermasalahkannya asalkan kau memperlakukan Marien dengan baik mulai sekarang karena jika aku melihat kau memperlakukannya dengan tidak adil lagi maka aku tidak akan tinggal diam. Ini bukan ancaman, Ayah mertua. Apa yang aku ucapkan adalah peringatan karena aku tidak mau ada yang menyakiti Marien lagi. Dia sudah menjadi istriku jadi dia adalah tanggung jawabku oleh sebab itu siapa pun yang menyakitinya maka harus berhadapan denganku!" ucap William. Yang dia katakan memang bukan ancaman tapi hanya sebuah peringatan saja agar Gavin Douglas tidak memperlakukan putrinya dengan sesuka hati.


"Aku tidak akan melakukannya lagi. Aku sudah merenungkan kesalahan yang aku lakukan begitu lama jadi aku tidak akan melakukannya lagi!" sudah cukup semua kekacauan yang terjadi dan dia tidak mau dibenci oleh putrinya untuk yang kedua kali.


"Aku ingin kau tidak mencampuri kehidupan orang lain, Dad. Nikmati saja masa tuamu dan perbaikilah semuanya. Kau harus memperbaiki diri agar Alexa mau memaafkan dirimu setelah dia bebas nanti!" ucap Marien.


Gavin menunduk dengan ekspresi sedih. Inilah yang sedang dia khawatirkan. Marien sudah memaafkan dirinya tapi dia rasa tidak dengan Alexa karena Alexa tidak memiliki hati pemaaf seperti Marien. Meski dia sudah berusaha untuk bertemu dengan Alexa selama ini tapi dia belum mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Alexa karena Alexa masih marah  dan benci dengannya.


"Daddy tidak yakin, Alexa berbeda denganmu dan aku rasa Alexa tidak akan memaafkan Daddy dengan mudah," ucapnya dengan ekspresi sedih.


"Daddy sangat ingin membantunya agar masa tahanannya berkurang tapi Daddy tidak bisa melakukannya. Daddy sangat menyesal tidak dapat membantunya dan sekarang Daddy benar-benar sadar, uang yang Daddy miliki tidak berarti sama sekali karena uang itu sama sekali tidak bisa membebaskan kakakmu bahkan meringankan hukumannya pun tidak!"


"Untuk itu, aku dan William akan mengusahakannya jadi Daddy tidak perlu khawatir karena aku dan William sedang mengupayakan bantuan untuknya," ucap Marien.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Gavin mengangkat wajah, seperti ada harapan dari perkataan putrinya.


"Tapi kami hanya bisa mengupayakan keringanan hukuman yang sedang dia jalani saja, Dad. Kami tidak bisa membebaskannya karena dia tetap harus menerima hukuman dari apa yang telah dia lakukan!"


"Itu sudah cukup, Marien. Daddy tahu dia tidak bisa bebas begitu saja. Dapat meringankan masa hukuman yang dia jalani sudah lebih dari cukup dab Daddy sangat senang kau mau melakukannya untuk kakakmu padahal dia sudah melakukan perbuatan buruk padamu."


"Aku pasti melalukannya dan jangan diungkit lagi. Aku tidak ingin Alexa membuang waktunya terlalu lama di dalam penjara karena dia pun berhak bahagia. Setidaknya dia pun telah menyesali perbuatannya tapi jika kalian mengulangi perbuatan yang sama maka aku tidak akan memaafkan kalian. Percayalah, kebaikan hatiku pun ada batasnya dan aku tidak akan ada lagi memaafkan kalian untuk kedua kalinya!"


"Kau benar-benar memiliki hati yang luar biasa seperti ibumu, Marien. Ibumu adalah wanita yang sangat baik tapi aku menyia-nyiakannya dan aku pun menyia-nyiakan dirimu. Sekali lagi, Daddy ingin meminta maaf padamu dan Daddy bersumpah tidak akan mengulanginya lagi!" ini kali pertama dia sangat bangga dengan putri yang selalu dia abaikan itu.


"Baguslah jika begitu, aku sangat senang mendengarnya.  Aku dan William datang untuk tidak saja ingin makan malam denganmu tapi kami juga ingin memberimu kabar baik."


"Bukan itu, Dad. Bukan itu yang ingin aku katakan padamu!"


"Lalu? Apa yang ingin kau sampaikan?"


"Aku ingin mengatakan pada Daddy jika aku sedang hamil."


"Apa?" Gavin terkejut mendengar apa yang putrinya ucapkan. Apa dia tidak salah mendengar?

__ADS_1


"Apa kau serius?" sungguh kabar yang tak terduga dan kabar itu melengkapi kebahagiaan yang dia rasakan.


"Yeah, aku memang ingin menyampaikan hal ini padamu!"


"Daddy benar-benar senang mendengarnya, Marien. Padahal Daddy sudah putus asa dan menganggap kematian lebih baik untuk Daddy tapi kau justru memberikan kebahagiaan untukku. Tidak saja memaafkan perbuatanku tapi kau juga memberikan kabar bahagia ini padaku. Hari ini aku benar-benar bahagia dan semua itu berkat dirimu."


"Jangan melakukan tindakan bodoh. Apa kau ingin mengikuti jejak ibu Alexa?" Marien menatap ayahnya dengan tatapan curiga. Jangan katakan ayahnya pun mau bunuh diri gara-gara tidak sanggup menanggung perasaan bersalah.


"Aku memang berpikir demikian," jika hari ini Marien tidak datang dan memaafkan dirinya, dia memang berniat mengakhiri hidupnya karena dia tidak sanggup hidup sendiri dan menanggung rasa bersalah pada kedua putrinya.


"Jangan melakukan hal bodoh. Apa dengan bunuh diri semua akan selesai? Tidak, Dad. Kau lihat ibu Alexa? Kematiannya justru membuat Alexa salah paham padaku. Jangan sampai kau mengulangi hal yang sama dan ketika kau mati, Alexa justru menyalahkan aku saat dia sudah bebas!"


"Itu tidak mungkin, dia sudah membenci aku!" ucap ayahnya.


"Hati tidak ada yang tahu. Mungkin saja dia hanya marah sesaat jadi jangan melakukan hal bodoh!"


"Daddy tahu, Daddy tidak akan melakukannya karena kau sudah memaafkan Daddy. Lagi pula Daddy sudah akan memiliki cucu jadi Daddy tidak akan melakukannya."


"Memang sebaiknya tidak!" tidak menyangka ayahnya memiliki pikiran untuk mengikuti jejak ibu Alexa untuk mengakhiri hidupnya. Jika hari ini dia tidak segera menghubungi ayahnya, apakah ayahnya benar-benar akan bunuh diri?

__ADS_1


Sekarang dia benar-benar bersyukur tidak terlambat karena jika dia menunda dan masih menyimpan dendam maka hanya penyesalan yang akan dia dapatkan karena bisa saja dia mendapati ayahnya sudah tidak bernyawa di rumah. Marah boleh, benci juga tidak dilarang tapi memupuk kebencian bisa berakibat buruk dan sekarang, hubungan mereka jadi indah setelah mereka berdamai dan dia pun sangat bersyukur karena dia tidak terlambat memaafkan ayahnya karena jika tidak, dia benar-benar akan menyesal dan merasa bersalah seandainya dia mendapati ayahnya tak bernyawa hanya karena dia tidak mau memaafkan ayahnya.


__ADS_2