
Kabar kelahiran Marien sudah didengar oleh Alexa karena Alexa mendapatkan kabar itu dari Steve yang datang berkunjung. Meski hanya memiliki waktu yang singkat tapi mereka memanfaatkannya dengan sangat baik. Seperti biasa, Steve selalu datang membawa makanan untuk Alexa. Meski mereka sudah menikah tapi Steve dan Alexa memanfaatkan waktu sedikit yang mereka miliki untuk semakin dekat sehingga hubungan mereka jadi semakin erat.
Makanan yang dibawa oleh Steve dinikmati dengan cepat karena dia sudah tidak sabar untuk menghubungi adiknya. Alexa pun sudah tidak sabar untuk melihat bayi perempuan yang baru saja adiknya lahirkan sebab itu makanan segera dimakan dengan cepat supaya cepat habis.
"Pelan-Pelan, Alexa. Jangan terlalu terburu-buru karena kau akan tersedak!" ucap Steve seraya memberikan minuman hangat untuk Alexa.
"Aku sudah tidak sabar, Steve. Aku sudah tidak sabar melihat putri adikku. Dia pasti cantik seperti Marien, bukan?" tanya Alexa.
"Entahlah, aku belum melihatnya tapi aku rasa dia memang cantik seperti nona Marien," dia memang belum pergi melihatnya karena dia tidak enak hati datang seorang diri ke rumah sakit.
"Adikku benar-benar beruntung. Aku jadi sangat ingin tahu, bagaimana dia bisa bertemu dengan William saat dia melarikan diri di hari pernikahannya waktu itu?" dia sungguh ingin tahu, seperti apa pertemuan William dan Marien dan bagaimana mereka bisa menikah begitu mudah dan cepatnya.
Steve memperhatikan Alexa sambil berpikir, apakah dia harus mengatakan pada Alexa bagaimana pertemuan Marien dan bosnya? Sepertinya tidak akan menjadi masalah karena Alexa sudah berubah total dan sekarang Alexa sudah menjadi istrinya. Jika Alexa menunjukkan sikap iri dan dengki serta menunjukkan rasa tidak sukanya itu berarti Alexa masih menaruh sifat yang tidak baik. Semoga saja dia tidak menikahi wanita yang salah.
"Sekarang katakan padaku, bagaimana mereka bisa bertemu? Kau pasti tahu, bukan?" mendadak dia sangat ingin tahu bagaimana Marien bisa bertemu dengan William dan bagaimana mereka bisa menikah.
"Sesungguhnya ini adalah rahasia yang tidak boleh aku ceritakan pada siapa pun tapi kau sudah menjadi istriku dan aku percaya kau benar-benar telah berubah jadi aku akan mengatakannya!"
"Kenapa berkata demikian? Apa kau tidak mempercayai aku ataukah kau takut aku merencanakan sesuatu yang jahat lagi pada mereka karena rasa iri hatiku?" ucap Alexa yang melihat ke arah Steve dengan tatapan curiga. Mungkin saja Steve masih mengira jika dia memang memiliki sifat iri hati pada Marien.
"Bukan begitu, Alexa. Aku tidak berkata demikian. Aku tahu kau telah berubah dan tidak mungkin melakukan hal itu!"
"Jadi, apa tidak mau menceritakan pertemuan mereka padaku?"
__ADS_1
"Sesungguhnya pertemuan mereka sangatlah simpel. Mereka bertemu begitu saja. Bosku yang waktu itu sedang lumpuh mendapatkan penghinaan namun tanpa sengaja bertemu dengan Nona Marien yang sedang melarikan diri. Melihat bosku yang mendapatkan penghinaan sedemikian rupa mungkin membuat Nona Marien iba. Oleh sebab itulah Nona Marien menawarkan pernikahan dengan bayaran satu juta dolar," jelas Steve karena memang itulah yang terjadi.
"Apa?" Alexa cukup terkejut. Jadi mereka bertemu dengan cara yang seperti itu? Pantas saja Marien bisa langsung membawa pulang William dan memperkenalkan dirinya sebagai suaminya. Tidak saja pertemuan singkat dan pernikahan singkat mereka yang membuat terkejut tapi dia tidak menyangka uang satu dolar milik Zack ternyata digunakan oleh Marien untuk membeli William.
"Kenapa terkejut seperti itu? Apa kau masih memperhitungkan uang satu juta dolar itu?"
"Tidak, tentu saja tidak. Itu bukan uangku. Lagi pula tidak ada salahnya Marien melarikan diri waktu itu dan dia menggunakan uang itu untuk melakukan sesuatu yang tepat. Lagi pula aku sudah belajar banyak hal selama ini. Kau tidak perlu khawatir, aku tidak mempermasalahkan uang itu karena Marien membeli suami yang tepat menggunakan uang tersebut!"
"Yeah, waktu itu aku pun tidak setuju dengan permintaan mendadak dan keinginan nona Marien tapi bosku justru menyetujuinya. Aku pikir mereka hanya main-main saja tapi siapa yang menduga, mereka jadi serius bahkan uang satu juta dolar itu digunakan oleh bosku untuk membeli sebuah perusahaan kecil dan perusahaan itulah yang dikelola oleh Nona Marien sehingga perusahaan berkembang pesat seperti saat ini!"
"See, sudah aku katakan jika Marien tidak memberikan uang itu pada orang yang salah. Sudah aku duga dan sekarang, aku sangat senang karena Marien telah menemukan jodohnya dari kejadian itu dan aku menemukan dirimu di aaat ketidakberdayaanku ini," ucap Alexa.
"Semua jalan hidup sudah ada yang menentukan, bukan. Aku senang kau sudah berubah sekarang," melihat reaksi Alexa akan satu juta dolar itu membuatnya yakin jika Alexa memang sudah berubah.
"Baiklah, sekarang segera hubungi Marien untukku. Aku sudah tidak sabar untuk tahu keadaannya dan untuk melihat bayinya!" pinta Alexa. Makanan sudah habis karena dia berbincang sambil makan. Tidak menunggu lama, Steve menghubungi Marien yang masih menjalani perawatan dan tidak butuh lama pula Marien sudah menjawab. Alexa sangat senang melihat keadaan adiknya yang baik-baik saja. Tanpa dia duga pun ternyata ayahnya berada di sana.
"Aku baik-baik saja, Kakak. Terima kasih. Apa Steve datang mengunjungi dirimu?"
"Yes, mana putri kecilmu? Apa dia cantik dan manis seperti dirimu? Aku sangat ingin melihat rupanya jadi mana dia."
"Sedang bersama dengan Daddy. Aku akan meminta Daddy untuk membawanya padaku agar kau bisa melihat rupanya."
"Segera, Marien. Aku sudah tidak sabar!"
__ADS_1
"Baiklah. Dad, Alexa ingin melihat wajah Emely!" pinta Marien.
"Tunggu sebentar!" jawab Gavin yang sedang bermain dengan cucu yang ada di dalam gendongannya.
"Apa Daddy baru datang untuk menjengukmu?" tanya Alexa. Sekarang dia sangat berharap ayahnya meluangkan waktunya lebih banyak untuk Marien dan memberikan perhatiannya pada Marien.
"Yes, Daddy baru saja datang untuk menjenguk kau!"
"Baiklah, Daddy pasti sangat senang dengan kelahiran cucu pertamanya tapi aku harap dia bisa meluangkan waktunya lebih banyak untukmu."
"Kau benar!" Marien memutar ponselnya sedikit agar ayahnya dapat melihat Alexa dan agar Alexa dapat melihat ayah serta bayinya yang sedang digendong.
"Wah, bayi yang sangat lucu sekali!" Alexa yang menyukai bayi sangat senang melihat bayi mungil yang ada di dalam gendongan ayahnya.
"Lihat, dia sangat lucu, bukan?" Gavin mengangkat cucunya sedikit tinggi agar Alexa dapat melihat Emely lebih jelas.
"Lucu sekali, aduh aku ingin mencubit pipinya. Siapa namanya, Dad?"
"Emely, namanya Emely."
"Wah, aku jadi sangat ingin menggendongnya. Apakah Marien tidak berniat membawanya ke sini? Aku benar-benar ingin menggendongnya!"
"Aku baru selesai bersalin, kakak. Belum bisa pergi ke sana tapi aku pasti akan menjenguk kakak nanti setelah aku sudah bisa beraktivitas kembali. Tunggulah, aku akan membawanya ke penjara untuk mempertemukan kalian berdua."
__ADS_1
"Aku tunggu, Marien. Aku menunggu kedatanganmu karena aku sudah sangat ingin menggendong bayimu!" ucap Alexa. Dia harap adiknya segera pulih agar Marien dapat segera datang ke penjara.
Alexa sangat antusias, dia merasa bahagia. Senyuman tipis menghiasi wajahnya saat Steve mengusap bahunya dengan perlahan. Kebahagiaan Marien menular padanya karena dia sangat menyukai anak-anak. Rasanya benar-benar sudah tidak sabar untuk bebas lalu menjalani rumah tangga dengan sesungguhnya agar mereka segera memiliki bayi seperti Marien.