
Alexa yang baru saja kembali dari berjalan-jalan membawa banyak barang mahal yang dia beli. Selama dia memiliki suami kaya yang bisa dimanfaatkan maka dia tidak boleh menyia-nyiakannya. Dia bahkan ingin Zack mengganti mobilnya menjadi mobil baru yang lebih keren. Dengan uang yang Zack miliki, dia yakin suaminya tidak akan keberatan membelikannya.
Dia juga ingin meminta Zack mengganti perabotan rumahnya menjadi yang baru. Setelah melihat apa yang sahabatnya miliki setelah menjadi simpanan seorang pejabat, tentu dia tidak mau kalah. Dia harus melebihi sahabatnya itu namun sebentar lagi suami yang dia manfaatkan mungkin tidak akan memberikan apa pun yang dia mau.
Alexa yang dipaksa untuk kembali tentu saja merasa kesal meski banyak permintaan yang dia inginkan. Padahal dia belum puas bersenang-senang dengan para sahabatnya. Alexa meminta pelayannya untuk mengambil barang belanjaan yang ada di mobil saat dia masuk ke dalam rumah. Zack yang sudah mendengar suara istrinya di luar sana, kembali dikuasai oleh emosi. Kedua tangan sudah mengepal bahkan dia tidak sabar untuk memberikan pelajaran pada istri kurang ajarnya.
"Zack, aku sudah pulang!" teriak Alexa yang sedang melangkah menuju ruang tamu. Dia tahu Zack pasti berada di sana dan benar saja, Zack berada di sana bersama dengan ayahnya.
"Kenapa kau baru pulang, Alexa?" tanya ayahnya.
"Sudah aku katakan aku pergi jalan-jalan. Kenapa kau mendesak aku kembali, Zack? Ada masalah apa hingga kau begitu mendesak aku untuk cepat kembali?" tanya Alexa.
"Masalahnya adalah kau!" Zack sudah mendekatinya dengan kedua tangan mengepal.
"Apa maksudmu? Aku tidak membawa masalah apa pun untukmu!" ucap Alexa namun Zack yang sudah menahan emosi sekian lama tidak bisa menahan emosinya lagi oleh sebab itu, Zack memberikan pukulan di wajah Alexa tanpa ragu. Alexa berteriak begitu juga dengan ayahnya, Gavin mendekati Zack untuk mencegah. Dia tidak menduga Zack akan memukul putrinya untuk melampiaskan amarahnya.
"Apa yang kau lakukan?" teriak Gavin sambil menahan tangan Zack.
"Kenapa kau memukul aku?" teriak Alexa pula.
"Minggir, kali ini kau tidak bisa membela putrimu apalagi dia adalah istriku yang tidak berguna. Dia memang pantas mendapatkannya karena dia sudah bertindak sesuka hati!" Zack mendorong Gavin dengan kekuatan yang dia miliki hingga Gavin jatuh ke atas lantai.
"Daddy!" Alexa berteriak melihat ayahnya terjerambab di atas lantai. Dia hendak berlari menghampiri namun Zack menjambak rambutnya lalu memberikan pukulan ke wajah Alexa. Alexa berteriak, satu pukulan kembali dia dapatkan dari Zack yang benar-benar marah.
__ADS_1
"Beraninya kau menggunakan namaku untuk menghasut orang lain? Beraninya kau melakukan hal itu tanpa seijin dariku?" teriak Zack yang masih memukul wajah Alexa. Pria tua itu tidak ragu sama sekali, rambut Alexa bahkan masih dijambak dan wajahnya tidak saja di pukul namun dia juga menamparnya.
"Hentikan! Aku tidak mengerti apa yang kau maksudkan!" teriak Alexa yang benar-benar tidak mengerti kenapa Zack bisa semarah itu padanya.
"Ja*ang sialan. Seharusnya aku menikahi adikmu. Dia jauh lebih pintar dari pada dirimu yang hanya bisa menghabiskan uangku saja serta membuat aku berada di dalam masalah besar!" Zack mengayunkan tangannya ke atas lalu mengayunkannya kembali ke wajah Alexa. Sebuah pukulan keras Alexa dapatkan dan karena pukulan itu, Alexa jatuh ke atas lantai sambil berteriak.
"Hentikan, jangan memukulinya lagi!" Gavin kembali mencegah Zack untuk tidak memukul putrinya tapi lagi-lagi Zack menepiskan tangannya sehingga Gavin jatuh ke atas lantai dengan kerasnya. Gavin berteriak begitu juga dengan Alexa, para pelayan yang menyaksikan tentu saja terkejut dan mereka terlihat ketakutan. Mereka segera menolong Gavin agar dia tidak terlibat dengan perkelahian suami istri itu.
"Kurang ajar kau, Zack. Aku juga tidak mau menikah dengan pria tua seperti dirimu. Apa kau kira aku senang? Aku hanya terpaksa saja! Sekarang katakan apa sebenarnya yang kau inginkan? Kenapa kau memukulku tanpa sebab seperti ini?!" teriak Alexa tidak terima.
"Tanpa sebab kau bilang?! Apa kau pikir aku akan memukul dirimu tanpa sebab?" teriak Zack yang sudah melangkah mendekati Alexa lagi.
Tanpa perasaan akibat dikuasai oleh emosi, Zack menginjak satu tangan Alexa hingga Alexa berteriak kesakitan. Dia sungguh bodoh telah menikahi ja*ang tidak berguna. Seharusnya yang dia nikahi adalah Marien tapi dia justru mendapatkan wanita tidak berguna seperti itu.
Alexa terkejut, bagaimana Zack bisa tahu? Apa Marien mengadu padanya ataukah kedua pengusaha bodoh itu?
"Da-Dari mana kau tahu?" tanya Alexa sambil memegangi wajahnya yang babak belur akibat pukulan Zack. Darah mengalir dari hidung serta dari sela mulutnya. Untuk berbicara saja terasa sulit karena rasanya sangat sakit.
"Apa kau kira bisa menyembunyikan hal ini dariku?" Zack semakin keras menginjak lengan Alexa. Alexa menjerit, rasa sakit yang luar biasa.
"Sakit, hentikan. Hentikan!" teriak Alexa memohon.
"Kau benar-benar telah menyinggung orang yang salah dan sekarang aku yang harus menanggung akibat perbuatan bodohmu itu. Tidak seharusnya kau memprovokasi kedua orang itu dan menghancurkan kantor adikmu sehingga kau menyinggung orang yang seharusnya tidak boleh kau singgung!" teriak Zack yang masih dikuasai oleh api emosi.
__ADS_1
"Aku tidak mengerti maksudmu! Marien hanya pecundang saja. Apa hebatnya dia sampai-sampai membuatmu marah seperti ini?" Marien benar-benar pembawa masalah dalam hidupnya. Semenjak kedatangannya, semuanya jadi kacau bahkan ibunya pun bunuh diri.
"Sudah aku katakan jika suaminya adalah William Archiles, kenapa kau masih saja mencari perkara dengannya?"
"Apa?" Alexa tampak terkejut. Tidak mungkin. Dia tidak ingin percaya selama ini, tapi sekarang dia harus percaya jika pria cacat yang dinikahi oleh Marien benar-benar William Archiles. Tapi bagaimana dengan wanita yang dia hasut waktu itu? Apa wanita itu sudah gagal?
"Sekarang aku ingin kau memperbaiki semuanya. Kau harus berlutut di bawah kaki adikmu dan William agar mereka bermurah hati padaku!"
"Aku tidak sudi!" teriak Alexa.
"Kau tidak berhak menolak jadi kau harus melakukannya!" Zack menendang Alexa dengan keras. Alexa berteriak saat tubuhnya terpental jauh tapi bukan rasa sakit akibat tendangan Zack yang membuatnya merintih, tapi bagian perutnya terasa sangat sakit bahkan darah mengalir dari dari sela pahanya.
"Sakit, kau pria tua sialan!" teriak Alexa.
"Nona, kau berdarah!" teriak salah satu pelayannya.
Alexa terkejut melihat darah yang mengalir begitu juga dengan Zack. Alexa berteriak sambil memegangi perut, sial. Apa dia sedang hamil? Dia benar-benar tidak mengetahui hal ini.
"Sakit, kau pria tua tidak memiliki perasaan!" teriak Alexa.
Zack tampak panik, dia pun tidak menduga akan terjadi hal seperti itu. Zack memerintahkan pelayannya untuk membawa Alexa ke rumah sakit. Sungguh bodoh, dia terlalu emosi dan jika benar Alexa sedang hamil berarti dia telah membunuh anaknya sendiri.
"Semua gara-gara kau, Marien. Semua gara-gara kau!" teriak Alexa tidak terima.
__ADS_1
Alexa dilarikan ke rumah sakit, semua terjadi tanpa mereka duga karena Alexa tidak pernah mengatakan jika dia sedang hamil. Zack berteriak marah dan tampak frustasi, salahnya yang mau menikahi putri pertama Gavin Douglas. Keadaan bukannya semakin membaik tapi justru semakin memburuk tapi dia harus tetap meminta Alexa meminta maaf pada William dan Marien jika tidak perusahaannya benar-benar akan hancur bahkan dia khawatir, perusahaannya akan hancur dalam beberapa waktu lagi. Jika hal itu terjadi, dia akan menjadi gelandangan bersama dengan keluarganya.