
Tanpa tahu apa yang terjadi di rumah ayahnya, Merien pulang lebih awal untuk menyiapkan makanan karena dia ingin merayakan keberhasilannya dengan sang suami. Dia ingin melewatkan waktu yang menyenangkan dengan William apalagi keberhasilannya hari ini berkat bantuan suaminya.
William yang sudah selesai menjalani terapi pun meminta Steve mengantarnya untuk pulang. Mereka benar-benar melewatkan tontonan menarik padahal Steve sudah menyiapkan popcorn untuk menikmati tontonan langka yang tidak mungkin bisa terulang kembali.
Lagi pula mereka memang sibuk hari ini karena William menghabiskan waktunya dengan menjalani terapi dan Steve harus mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Marien belum mendapatkan kabar apa yang terjadi, dia justru sedang sibuk menyiapkan makanan tanpa tahu jika ponselnya berbunyi sedari tadi karena ayahnya menghubunginya untuk memintanya pulang.
Dia bukan orang yang mau ikut campur urusan orang lain, dia pun tidak peduli dengan apa yang terjadi. Meski Alexa telah melakukan hal yang tidak menyenangkan, dia tahu akan ada balasannya untuk Alexa nanti namun dia tidak tahu jika Alexa sudah mendapatkan balasannya.
Suara pintu yang terbuka membuat Marien berlari keluar dari dapur. Marien tersenyum ketika Steve mendorong William masuk ke dalam, akhirnya yang dia tunggu kembali juga.
"Kau terlihat senang, apa kau sudah menunggu aku sedari tadi?" tanya William.
"Tentu saja, aku sudah sangat ingin merayakan keberhasilanku hari ini tentunya berkat bantuanmu!" Marien sudah berjongkok untuk membuka sepatu yang William kenakan.
"Aku sangat senang melihat kau seperti ini, Marien. Setelah mandi mari kita rayakan keberhasilanmu!"
"Ayo!" ucap Marien yang sangat bersemangat sedari tadi. Marien mendorong William menuju kamar, sedangkan Steve pamit pergi.
Hari yang sangat menyenangkan, tapi Marien merasa dia harus mengatakan pada William jika dia pulang ke rumah ayahnya sebentar. Dia tidak mau menutupi apa pun karena bisa saja William marah karena hal ini.
"Ayahku meminta aku pulang ke rumah tadi siang," ucap Marien yang sedang membantu William membuka kancing kemejanya.
"Oh yaeh? Kenapa ayahmu memintamu untuk pulang?"
"Entahlah, aku sendiri tidak begitu mengerti tapi yang aku tahu yang menghancurkan kantorku memang Alexa dan Zack mendadak minta maaf padaku karena dia berkata Alexa sudah menggunakan namanya untuk menghasut dua pengusaha yang menghentikan kerja samanya denganku waktu itu!" jelas Marien.
"Sudah kita duga, bukan? Jika memang si rubah itu pelakunya. Sekarang katakan padaku, apa itu saja yang mereka katakan padamu? Apa tidak ada yang lainnya?" semoga saja Steve tidak melewatkan tontonan yang dia inginkan.
"Yeah, Zack mendadak baik padamu. Dengan alasan jika kita adalah keluarga, dia ingin bertemu denganmu. Sungguh konyol., bukan? Sejak awal mereka menganggapmu sebagai pecundang tapi sekarang? Mereka justru membuat dalih dengan sebutan keluarga yang membuat aku ingin tertawa. Entah apa yang Zack pikirkan, dia sungguh pria tua bermuka dua. Dia bahkan meminta aku untuk mengajakmu pulang malam ini untuk makan malam dengannya!"
"Sepertinya mereka sudah mengetahui sesuatu. Jangan katakan kakakmu ada di sana sehingga kita melewatkan tontonan menariknya."
__ADS_1
"Alexa tidak ada di sana sebab itu aku cepat kembali karena aku tidak mau bertemu dengannya. Mereka mau melakukan apa aku tidak mau terlibat dan ikut campur karena jika aku berada di sana maka Alexa akan semakin membenci aku!"
"Padahal aku ingin memberikan tontonan menarik untukmu tapi apa yang kau katakan sangatlah benar. Jangan sampai kau semakin dibenci. Meski kau tidak bisa melihat apa yang dia dapatkan setidaknya aku yakin dia sudah mendapatkan ganjaran atas apa yang dia lakukan padamu!"
"Teriak kasih, Will. Aku pun tidak sudi melihatnya mendapatkan hukuman dari Zack. Aku hanya ingin mengatakan padamu tentang hal ini saja karena aku tidak mau menyembunyikan apa pun darimu. Sekarang waktunya mandi dan setelah itu kita makan. Jangan sampai makanan jadi dingin jadi bergegaslah!"
"Seperti keinginanmu, Nyonya!" ucap William.
Marien kembali membantu William melepaskan pakaian William namun kegiatannya terhenti karena ponselnya kembali berbunyi. Marien mengambil benda itu dari dalam tas dan terkejut mendapati ayahnya menghubunginya puluhan kali. Apa ayahnya masih mengharapkan kedatangan mereka? Karena dia tidak ingin membuat ayahnya menunggu dan berharap jadi Marien memutuskan untuk menjawab panggilan dari ayahnya entah yang ke berapa kalinya.
"Ada apa, Dad? Aku dan suamiku tidak bisa pulang!" ucap Marien.
"Kau harus datang ke rumah sakit, Marien. Alexa mengalami keguguran!" ucap ayahnya.
"Apa?" Marien terkejut mendengar perkataan ayahnya, "Bagaimana mungkin? Apa dia sedang hamil?" Marien justru terdengar tidak percaya.
"Gara-Gara perbuatannya, Zack memukulinya dan menendang perutnya. Tidak ada yang tahu jika dia sedang hamil oleh sebab itu dia mengalami keguguran akibat pukulan yang diberikan oleh Zack!"
"Daddy tidak bisa melakukannya karena Zack mengancam. Sekarang datanglah, kakakmu sangat sedih gara-gara kehilangan bayinya."
"Aku bukannya tidak mau, Dad. Tapi aku tidak mau Alexa salah paham saat aku datang. Jangan sampai dia mengira aku pura-pura mengkhawatirkan keadaan dirinya oleh sebab itu sebaiknya aku tidak datang sama sekali!"
"Jangan banyak alasan, segera datang bersama dengan suamimu!" teriak ayahnya.
"Alexa mengalami keguguran apa hubungannya dengan suamiku? Bahkan apa yang dia alami tidak ada hubungannya denganku. Kau pun sudah tidak perlu ikut campur, Dad. Kau sudah tua, sebaiknya nikmati waktumu dan fokus pada perusahaanmu. Jangan ikut campur dalam rumah tangga Alexa, dia bukan anak kecil lagi jadi biarkan dia menyelesaikan permasalahan rumah tangganya sendiri!"
"Tapi dia adalah putriku dan kau adalah adiknya. Sebagai keluarga seharusnya kita membantunya di saat dia sedang mengalami hal yang tidak menyenangkan seperti ini!"
"Di saat aku sedang dalam masalah, aku tidak merengek pada Daddy dan aku menghadapi masalahku sendiri. Aku tidak mau terlibat dalam perkelahian mereka apalagi aku ingin menghabiskan waktuku dengan suamiku tapi aku akan pergi ke rumah sakit besok untuk menjenguk keadaannya!" ucap Marien.
"Datang bersama dengan suamimu!" ucap ayahnya.
__ADS_1
"Aku tidak berjanji!" Marien mengakhiri percakapannya dengan sang ayah. Selalu saja meminta William untuk datang. Ayahnya benar-benar tidak lupa dangan tujuannya.
"Apa yang terjadi?" tanya William saat Marien melangkah mendekatinya.
"Zack memukuli Alexa sampai dia keguguran!"
"Wow, dia melakukan hal itu?" tidak heran karena semua orang tahu jika Zack adalah pria pemarah.
"Beruntungnya aku cepat pulang jika tidak, aku benar-benar akan terlibat dengan perkelahian mereka!"
'"Apa yang ayahmu katakan padamu? Apa dia menyalahkan dirimu atas kejadian ini?"
"Tidak, dia meminta aku ke rumah sakit untuk menjenguk Alexa dan kau tidak mau. Alexa baru saja mengalami keguguran, bisa dibayangkan seperti apa amarahnya? Dia pasti menyalahkan aku atas apa yang terjadi dan aku tidak mau menjadi orang bodoh yang menjadi pelampiasan amarahnya. Dari pada menghabiskan waktu menjadi objek amarahnya lebih baik kita menghabiskan waktu di rumah!"
"Kau benar, tidak perlu pikirkan mereka karena mereka mendapatkan ganjaran dari apa yang mereka lakukan!"
"Yeah, besok aku akan pergi meski aku tidak mau. Ayahku meminta kau datang bersama denganku tapi aku rasa tidak perlu. Dari pada buang waktu mengikuti drama mereka lebih baik kau fokus pada terapi agar kedua kakimu cepat sembuh!"
"Kau benar, Sayang. Ayah dan ibuku memberikan aku misi jadi aku harus menyelesaikan misi yang mereka berikan."
"Misi?" Marien memandangi William dengan ekspresi heran, "Misi apa yang kedua orangtuamu berikan?" tanyanya.
"Misi memberikan mereka cucu dan aku membutuhkan bantuanmu untuk menyelesaikan misi dari mereka."
"What?" Marien terkejut, wajahnya jadi merona. Marien memalingkan wajahnya, mendadak dia jadi malu.
"Aku tidak akan membiarkan kau berada di atasku lagi oleh sebab itu, aku harus segera menyembuhkan kedua kakiku ini. Kau mau membantu aku menyelesaikan misi yang diberikan oleh kedua orangtuaku, bukan?"
Marien menunduk dan mengangguk dengan perlahan. Mereka sudah menjadi suami istri dan sepakat untuk menjalani pernikahan serius jadi bukanlah hal aneh jika mereka memiliki anak nantinya. William menarik Marien hingga Marien duduk di atas pangkuannya. Sekarang dia bisa merasakan beratnya Marien berada di atas pangkaunnya tapi dia tidak akan mengatakan hal itu begitu cepat pada Marien karean dia akan memberikan kejutan nantinya.
"I love you," ucap William seraya mengusap wajah Marien dengan perlahan.
__ADS_1
"Me too!" Marien mendekatkan bibir mereka untuk mencium bibir William. Beruntungnya dia bertemu dengan William dan tidak menikah dengan Zack karena jika dia menikah dengan Zack, mungkin saat ini yang terbaring di rumah sakit akibat perbuatan kasar Zack adalah dirinya. Semoga saja Alexa segera sadar setelah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan itu tapi dia tahu itu tidak mungkin. Alexa yang sedang tidak sadarkan diri tentu saja belum membuat keributan tapi nanti, sudah pasti dia akan menyalahkan Marien atas apa yang terjadi dengannya.