Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Jawaban Dari Pertanyaan


__ADS_3

"Jawab aku, Dad!" teriak Marien yang sudah tidak sabar karena ayahnya diam saja sedari tadi. Tidak seharusnya ayahnya menyembunyikan sesuatu darinya apalagi ayahnya tahu jika selama ini Alexa sangat membencinya karena permasalahan yang belum pasti.


Jika ayahnya tahu sesuatu seharusnya ayahnya mengatakan kebenarannya pada mereka agar kesalahpahaman tidak terjadi dan agar tidak ada permusuhan di antara Alexa dan dirinya. Sekarang dia semakin curiga jika dia bukanlah anak kandung dari Gavin Douglas.


"Kenapa Daddy diam saja? Pasti ada yang Daddy sembunyikan, bukan?"


"Sebaiknya kita pergi mencari kakakmu terlebih dahulu. Daddy khawatir dengannya," ucap ayahnya.


"Tidak! Katakan padaku apa yang terjadi barulah kita mencari Alexa.  Lagi pula dia bukan anak kecil lagi. Mungkin saja dia pulang ke rumahnya jadi jangan terlalu berlebihan dan katakan padaku sekarang juga. Aku tidak memiliki banyak waktu untuk berbasa-basi dengan Daddy hanya karena Alexa!" Marien jadi tidak sabar dan semakin kesal.


"Untuk apa diungkit lagi? Apa dengan tahu kebenarannya kau dapat menghidupkan lagi ibunya yang sudah meninggal?" tanya ayahnya.


"Daddy benar-benar menguji kesabaran dan tidak bisa diajak berbicara. Jika begitu tidak ada alasan bagiku untuk mengabulkan permintaan Daddy!"


"Apa maksudmu, Marien?"


"Sia-Sia aku berada di sini, Dad. Aku tidak akan meminta William bermurah hati. Biarkan saja Zack menyiksa Alexa dan aku ingin melihat Alexa berlutut di bawah kaki suamiku bahkan aku akan meminta William untuk tidak memaafkan siapa pun sebelum Zack atau Alexa berlutut di bawah kakiku!" ucap Marien. Memang terdengar tanpa perasaan tapi dia sudah muak dengan ayahnya yang tidak mau mengatakan kebenaran dari apa yang telah terjadi.


"Teganya kau, Marien. Dia adalah kakakmu tapi teganya kau memperlakukan kakakmu seperti itu?"


"Dia jauh lebih tega dari pada aku karena dia rela menjual aku dan Daddy, tidak jauh berbeda dengannya. Aku tidak akan sungkan. Jika ingin menyalahkan seseorang atas semua yang terjadi maka salahkanlah dirimu sendiri yang berlaku tidak adil pada kami dan yang telah menyembunyikan rahasia besar dari kami!"

__ADS_1


"Daddy sungguh tidak menyangka kau akan bersikap seperti ini padaku!"


"Itu karena Daddy pantas mendapatkannya. Sekarang katakan padaku atau aku benar-benar tidak akan bermurah hati sama sekali!"


"Baiklah, kau dan Alexa sudah pasti putriku, darah dagingku. Aku membawamu beserta ibumu pulang karena aku ingin tinggal bersama dengan kalian dan agar kau dan Alexa bisa menjadi saudara."


"Daddy sudah menikah dengan ibu Alexa, lalu kenapa Daddy menikah lagi dengan ibuku?" tanya Marien.


"Aku menikah dengan ibumu karena aku sudah bercerai dengan ibu Alexa!" teriak ayahnya.


"Apa?" Marien tampak tidak mengerti.


"Memang semuanya adalah kesalahanku. Aku begitu mencintai ibu Alexa tapi dia justru mengkhianati aku dengan pria lain. Aku terpaksa menceraikan dirinya tapi aku tidak mengijinkan dirinya pergi dari rumah ini dengan alasan Alexa masih kecil dan membutuhkan dirinya. Aku membiarkannya melakukan apa pun yang dia mau tapi ketika cintaku sudah berpaling dan aku sudah menikah dengan ibumu, ibu Alexa justru ingin kembali padaku. Aku menolak karena rasa di hatiku sudah tidak ada untuknya apalagi dia membawa lelaki di depan mataku hampir setiap hari. Aku muak dengan tingkah lakunya tapi ibu Alexa justru membenci dirimu dan ibumu. Dia mulai meracuni pikiran Alexa agar Alexa juga membenci dirimu. Dia juga mengancam aku untuk bunuh diri jika aku tidak menceraikan ibumu dan menikahinya kembali. Aku menganggap semua itu lelucon tapi?" ucapan Gavin terhenti. Tentunya itu sudah menjawab pertanyaan Marien.


Ayahnya diam, yang menandakan jika apa yang Marien katakan adalah benar. Marien melangkah mundur dan menggeleng, semua yang terjadi bukan karena ibunya tapi kenapa ayahnya tapi kenapa ayahnya diam saja?


"Ternyata ibunya bunuh diri karena kau tidak mau kembali dengannya?" teriak Marien dengan penuh emosi serta perasaan kecewa.


"Memang itu yang terjadi. Apa kau pikir aku sudi kembali pada orang yang telah mengkhianati aku dengan menjalin hubungan dengan banyak pria itu? Aku tidak sudi kembali pada wanita itu!"


"Bukan itu inti dari permasalahannya, Dad!" teriak Marien marah.

__ADS_1


"Kau benar-benar tega. Kau tahu penyebab kematian ibu Alexa tapi kau tega menyembunyikan hal ini. Kenapa kau tidak menjelaskan hal ini pada Alexa? Kenapa kau tidak mengatakan kebenarannya sehingga dia tidak salah paham dan membenci aku?"


"Aku tidak mau Alexa terpukul dan sedih setelah mendengar kebenarannya jadi aku membiarkan dirinya beranggapan jika kematian ibunya ada hubungannya dengan ibumu. Aku tidak mau Alexa membenci aku karena hal ini!"


"Bagus, Dad. Bagus. Kau terlalu menyayangi Alexa dan mencintai ibunya sehingga kau melakukan apa saja untuk kebahagiaannya!" Marien melangkah mundur dengan air mata menetes. Dia sungguh kecewa dengan ayahnya yang begitu membela Alexa.


"Kau menyembunyikan kebenarannya hanya agar Alexa tidak membenci dirimu dan kau menjadikan aku dan ibuku sebagai tumbal padahal aku dan ibuku tidak salah apa pun. Aku yakin kau menikahi ibuku bukan karena cinta melainkan ingin membalas perbuatan ibu Alexa padamu. Aku benar-benar kecewa padamu, Dad!"


"Cukup, kau sudah tahu sekarang jadi bantu aku mencari kakakmu!"


"Tidak, selama bertahun-tahun Daddy diam saja sehingga kebencian tumbuh di hati Alexa. Kenapa, apa ini yang Daddy inginkan? Apa Daddy senang melihat kami berselisih seperti ini? Seharusnya Daddy menjelaskan apa yang terjadi pada Alexa sejak awal agar aku dan Alexa bisa hidup rukun sebagai saudara tapi kau lihat sekarang? Kau bisa melihat bagaimana hubungan kami dan semua yang terjadi adalah kesalahan Daddy!"


"Cukup.  Aku melakukan hal ini karena aku menyayangi Alexa. Aku tidak mau dia bersedih akibat kematian ibunya dan yang paling tidak aku inginkan adalah dia membenci aku karena ibunya mati akibat penolakanku yang tidak mau kembali padanya!"


"Dan Daddy menjadikan aku dan ibuku sebagai kambing hitam agar Alexa tidak membenci Daddy!" Marien menyeka air matanya, sebaiknya dia pergi, "Cukup sudah, aku sudah tahu. Meski aku kecewa padamu karena kau pilih kasih padahal kami sama-sama putrimu dan aku bisa menyimpulkan jika kau menikahi ibuku hanya sebagai pelarian untuk membalas apa yang ibu Alexa lakukan padamu oleh sebab itulah kau tidak menyayangi aku!"


"Bukan seperti itu, Marien!" ucap ayahnya.


"Memang seperti itu dan kau tidak bisa menipu aku. Sekarang terjawab sudah kenapa kau tidak peduli padaku dan lebih peduli dengan Alexa. Aku akan tetap memenuhi janji meski aku sangat kecewa padamu. Mulai sekarang aku tidak mau ikut campur urusanmu dan putri kesayanganmu itu dan ingat, jangan mengganggu kehidupanku!" Marien melangkah pergi sambil menahan air mata. Dia benar-benar kecewa, sangat kecewa.


"Tunggu, Marien. Tunggu!" pinta ayahnya seraya mengejar putrinya.

__ADS_1


"Jaga kesehatan Daddy baik-baik. Meski kau menjadikan aku dan ibuku sebagai kambing hitam tapi kau tetap ayahku dan aku harap Daddy mengatakan kebenaran ini pada Alexa agar dia berhenti membenci aku!" Marien kembali melangkah pergi dengan perasaan kecewa yang teramat sangat. Tidak menyangka kebenarannya cukup menyakitkan karena sejak awal ibunya sebagai pelarian untuk membalas sakit hati terhadap ibu Alexa dan sekarang, dia pun dijadikan kambing hitam beserta ibunya agar Alexa tidak membenci ayahnya. Keluarga macam apa ini, dia sungguh ingin tertawa. Sekarang dia tidak mau peduli lagi dengan ayahnya dan dia harap ayahnya mengatakan pada Alexa, apa yang sebenarnya terjadi agar kebencian Alexa terhadap dirinya sirna.


__ADS_2