Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Tidak Akan Diulangi Lagi


__ADS_3

Persidangan Alexa sudah dimulai. Gavin tampak gelisah dan cemas karena dia sangat mencemaskan keadaan Marien. Alexa pun mencari keberadaan adiknya yang tak terlihat. Dia tahu adiknya pasti datang karena dia yang paling mendukungnya tapi kenapa justru dia tidak datang? Alexa pun bisa melihat jika ayahnya terlihat begitu gelisah. Apa telah terjadi sesuatu? Mendadak dia jadi memiliki firasat buruk akan adiknya.


Gavin benar-benar tidak berkonsentrasi dalam memberi penjelasan sehingga melakukan kesalahan beberapa kali tapi beruntungnya dapat dia perbaiki karena adanya bukti sehingga apa yang dia ucapkan bukan isapan jempol belaka. Melihat gelagat ayahnya membuat Alexa semakin curiga dengan sikap ayahnya yang tidak biasanya tapi dia tidak bisa bertanya karena persidangan masih berlangsung.


Pembelaan demi pembelaan untuk Alexa pun dilakukan meski dari pihak istri pertama Zack keberatan namun bukti akan apa yang telah dilakukan oleh Zack pada Alexa tidak bisa membuat mereka berkata banyak. Bukti Video, bukti dari rumah sakit sangat jelas menunjukkan jika Zack sudah melakukan kekerasan dan apa yang dilakukan oleh Alexa semata-mata untuk membalas perbuatan Zack.


Pengacara yang dipercaya oleh Steve pun melakukan banding, dia meminta masa tahanan Alexa dikurangi menjadi lima tahun. Semua bukti yang mereka berikan seharusnya bisa mengurangi masa tahanan namun itu tidaklah mudah apalagi hakim harus mempertimbangkannya.


Sidang yang berjalan cukup lama membuat Gavin semakin mencemaskan keadaan putrinya. Entah bagaimana keadaan Marien saat ini yang pasti dia sangat berharap Marien baik-baik saja.


Sidang yang memakan waktu sampai enam jam akhirnya selesai, itu karena hakim mengambil keputusan saat itu juga apalagi bukti-bukti yang cukup kuat. Keputusan pun diambil, masa tahanan Alexa yang tadinya belasan tahu menjadi enam tahun. Sikap baiknya selama di penjara pun, menjadi pertimbangan.


Keputusan itu membuat Gavin sangat senang namun rasa bahagianya hanya sesaat karena dia masih mengkhawatirkan keadaan Marien yang sampai sekarang, William belum juga memberinya kabar padahal sudah beberapa jam telah berlalu.


"Dad, kenapa Marien tidak datang?" tanya Alexa yang mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan ayahnya sebelum dia kembali ke dalam sel tahanannya.


"Adikmu sedang sakit, Alexa. Daddy harus segera melihat keadaannya!"


"Apa? Apa sakitnya parah?" Alexa pun terlihat mencemaskan adiknya. Pantas saja Marien tidak datang, dia harap adiknya baik-baik saja.


"Entahlah, Daddy harus pergi sekarang untuk melihat adikmu. Maaf jika Daddy tidak bisa lama."


"Tidak apa-apa, Dad. Terima kasih sudah bersedia datang memberikan pembelaan untukku. Tolong sampaikan salamku pada Marien. Daddy harus mengatakannya padaku nanti akan keadaannya!" pinta Alexa.


"Aku yang akan menyampaikannya kabar itu padamu nanti!" Steve menghampiri mereka karena dia ingin berbicara dengan Alexa.


"Pergilah, Dad. Ada yang hendak aku bahas dengannya!" pinta Alexa.


"Baiklah, Daddy tinggal. Setelah mengetahui keadaan adikmu, Daddy pasti akan mengatakan padamu akan keadaan adikmu agar kau tidak mencemaskan dirinya."


"Terima kasih, Dad."


Gavin buru-buru pergi karena dia ingin tahu bagaimana dengan keadaan Marien yang berada di rumah sakit. Dia harap semua baik-baik saja, semoga kabar gembira akan hukuman Alexa yang sudah berkurang tidak diiringi dengan kabar duka karena keadaan Marien.

__ADS_1


Steve yang sudah berdiri di hadapan Alexa justru menatapnya cukup lama. Alexa pun memandanginya dengan ekspresi tidak senang bahkan Alexa memandanginya dengan tatapan melotot.


"Kenapa kau tidak pergi?" tanyanya dengan sinis.


"Aku ingin bicara denganmu!"


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan tapi aku berhutang ucapan terima kasih atas bantuanmu!"


"Ada, mengenai ucapanmu yang disampaikan oleh Nona Marien, apakah benar?"


"Ucapan yang mana?" tanya Alexa tidak mengerti.


"Kau menolak menikah denganku dan alasan yang kau berikan. Apa benar?" itulah yang dia ingin tahu, dia harus mendengarnya secara langsung dari Alexa.


"Yes, aku memang serius mengatakannya. Jangan berkata konyol dengan ingin menikahi aku. Aku tidak senang sama sekali. Jangan pula menghabiskan waktumu selama enam tahun untuk menunggu aku. Segera pergi dan carilah wanita yang jauh lebih baik dari pada aku. Lupakan pula perkataan konyolmu itu karena aku tahu kau mengatakan perkataan itu hanya karena iba denganku!"


"Jadi benar Nona tidak mau menikah denganku?"


"Tidak," Alexa berusaha tersenyum dan kembali berkata, "Carilah wanita yang jauh lebih baik dari pada aku. Perkataanku waktu itu tidaklah serius. Lagi kali jangan melamar seorang wanita sembarangan!" ucapnya sambil menepuk bahu Steve. Dia tidak mungkin membuat Steve menikahinya karena pemuda baik seperti dirinya pantas mendapatkan yang lebih baik.


Gavin yang sangat mencemaskan keadaan Marien pun sudah tiba di rumah sakit. Gavin bergegas mencari putrinya setelah mendapatkan kabar dari William di mana Marien dirawat. Keadaan Marien sudah lebih baik dari pada sebelumnya. Akibat terlalu lelah dan tidak berselera makan beberapa hari belakangan membuat asam lambungnya kumat. Marien juga mengalami susah tidur yang membuatnya semakin lelah dan tidak berstamina apalagi banyak yang dia lakukan. Sebab itulah Marien mengalami sakit kepala dan selalu memuntahkan apa yang dia makan.


Marien sudah berada di ruang rawat inapnya dalam keadaan tertidur karena dia memang diberi obatĀ untuk beristirahat. William menunggu di sisinya dengan perasaan campur aduk antara takut dan cemas. William bahkan lupa mengabari ayah mertuanya akan keadaan Marien karena dia begitu mengkhawatirkan keadaan Marien. Ayah dan ibunya tentu sudah pergi tapi mereka akan kembali lagi dan membawa makanan bergizi untuk Marien.


"Bagaimana dengan keadaan Marien?" Gavin yang baru masuk ke dalam ruangan hampir berteriak hanya untuk mengetahui keadaan Marien.


"Tolong jangan berteriak, kau bisa mengejutkan Marien."


"Kenapa kau tidak mengatakan padaku bagaimana dengan keadaan Marien?!" tanyanya dengan nada tidak senang.


"Maaf, aku lupa karena aku terlalu mengkhawatirkannya!" William tampak kusut dan kacau karena Marien dia belum bisa tenang sama sekali.


"Apakah keadaannya sangat parah?"

__ADS_1


"Asam lambung dan terlalu lelah, seharusnya aku bisa menjaganya lebih baik!" ucap William sambil mengusap wajah.


"Bayinya?"


"Baik-Baik saja!"


Napas lega pun dihembuskan, Gavin benar-benar jadi lega setelah mendengarnya. Hampir saja dia memarahi William karena tidak memberinya kabar tapi dia bisa melihat jika William lebih mencemaskan Marien dari pada dirinya.


"Apa dia tidak akan segera sadar?" tanya Gavin.


"Untuk sekarang tidak karena Marien diberi obat agar dia bisa beristirahat."


"Baiklah, aku akan kembali lagi nanti!" Gavin pergi, untuk memberi kabar pada Alexa akan keadaan adiknya agar Alexa tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan adiknya.


William kembali menunggu istrinya sendirian, tangan Marien digenggam dengan erat dan dicium sesekali. Tidak ada rasa lelah sama sekali bahkan dia tidak merasa lapar karena dia memang belum makam sejak pagi. William menunggu cukup lama sampai akhirnya istrinya benar-benar sadar dengan keadaan yang cukup baik.


"Will," Marien memanggilnya dengan lemah.


"Marien?" William sangat senang, akhirnya istrinya sadar juga.


"Maaf sudah membuatmu khawatir," ucap Marien lagi.


"Tidak apa-apa, bagaimana dengan keadaanmu? Apa ada yang sakit?"


"Tidak, kepalaku memang masih sakit tapi sudah lebih baik."


"Lain kali kau harus benar-benar beristirahat dan jangan melakukan banyak pekerjaan. Serahkan semua pada Steve jika kau ingin pergi ke penjara! Aku tidak mau melihat keadaanmu seperti ini lagi, Sayang."


"Maaf, Will. Tidak akan aku ulangi lagi."


"Memang tidak boleh!" William memberikan kecupan di dahi istrinya, "Kau benar-benar membuat aku takut, Sayang. Mulai sekarang kau tidak boleh terlalu lelah, dan mulai sekarang aku akan mengawasi apa yang kau lakukan!" ucapnya lagi. Dia memang tidak akan membiarkan Marien kembali melakukan pekerjaan yang berlebihan agar keadaannya tidak kembali memburuk.


"Maaf," hanya itu yang bisa diucapkan oleh Marien karena dia merasa sangat bersalah pada suaminya.

__ADS_1


"Sudahlah, sekarang beristirahatlah. Aku rasa sebentar lagi Mommy dan Daddy akan kembali dan membawakan makanan bernutrisi untukmu dan bayi kita."


Marien mengangguk, dia memang merasa sangat lelah meski tidak selelah yang dia rasakan tadi pagi. Sekarang beristirahat dulu meski dia sangat ingin tahu bagaimana dengan persidangan kakaknya. Dia akan bertanya nanti karena dia tidak mau membuat William lebih khawatir lagi.


__ADS_2