Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Perkataan Pedas


__ADS_3

Hari tenang sebelum ibunya pulang dan tahu keadaannya masih dinikmati oleh William. Semenjak memutuskan menerima tawaran Marien untuk menikah dengannya, William belum pernah kembali ke rumah. Tidak saja karena identitas yang dia sembunyikan, dia pun harus berperan sebagai suami Marien yang tidak memiliki apa pun.


Memang sampai sekarang, tidak satu kali pun Marien bertanya banyak hal padanya. Marien tidak bertanya apa yang dia lakukan saat pergi, apa pekerjaannya sebelum mereka bertemu padahal banyak yang bisa Marien tanyakan tapi sepertinya Marien cukup tahu diri dan memerankan perannya dengan sangat baik.


Siang itu, William sudah membuat janji dengan istrinya untuk pergi makan siang bersama namun tanpa dia duga, seorang tamu tak diundang akan mengganggu harinya. Tentunya yang mengganggunya adalah Fiona. Dia tidak terima William tidak menjawab panggilan darinya karena ada yang hendak dia bicarakan.


Sesungguhnya Fiona tidak berniat mengakhiri hubungan mereka berdua karena bagaimanapun William lebih kaya dari pada kekasihnya yang justru diperkaya oleh William dari hasil uang yang William berikan padanya. Bagi Fiona, William adalah batu loncatan untuknya menuju kesuksesan bersama dengan sang kekasih oleh sebab itu dia berselingkuh dengan William tentunya atas seijin kekasihnya. Dengan wajah lugu yang dia miliki, dia berhasil menjerat William dan siapa yang menduga, dia benar-benar berhasil menjadikan pria itu sebagai batu loncatan dan menyembunyikan semuanya dengan sangat baik namun sayang keberuntungannya justru sudah habis.


Saat itu sebelum William memergoki dirinya, sang kekasih mengajaknya merayakan ulang tahun. Tentunya Fiona tidak bisa menolak. Dia berniat mengajak William makan malam setelahnya untuk merayakan ulang tahunnya tapi siapa yang menduga, William datang secara tiba-tiba untuk melamarnya. Tidak saja terkejut dengan kedatangan William di mana ada kekasih dan para sahabatnya tapi keadaan William yang menggunakan kursi roda membuatnya terkejut.


Fiona yang berada di sekitar sahabatnya tentu tidak mau ditertawakan meski dia dan kekasihnya bisa bersandiwara jika mereka tidak memiliki hubungan apa pun tapi tidak dengan para sahabat yang tidak tahu apa pun dengan yang dia lakukan oleh sebab itu, dia terpaksa mengucapkan perkataan keji untuk mempermalukan William demi menyelamatkan harga dirinya.


Waktu itu dia datang dan meminta kompensasi gara-gara wanita yang membantu William dan yang dia nikahi memukul hidungnya. Tentu saja dia tidak terima namun lagi-lagi dia membuat kesalahan dan sekarang, dia akan menemui William karena dia ingin memperbaiki hubungan mereka. Wanita itu pasti memanfaatkan William seperti dirinya tapi wanita itu lebih pintar karena langsung mengajak William menikah oleh sebab itu, dia harus mendapatkan William kembali karena dia tahu masih ada cinta di hati William untuknya dan tentunya yang boleh memanfaatkan William hanya dirinya saja.


Kehadiran Fiona tentu saja membuat William tidak senang padahal dia sedang menunggu Marien di restoran. Fiona tersenyum dengan manis, seperti tidak terjadi apa pun di antara mereka berdua, Fiona duduk tanpa permisi tentu saja hal itu membuat William semakin kesal.


"Mau apa lagi kau datang?" William bertanya dengan sinis tentunya dengan tatapan sinis. Sebelum dia tahu kebusukan Fiona, wanita itu memang sangat dia cintai dan dia manjakan tapi karena sikapnya itulah yang telah membuatnya tertipu dengan wajah polos yang ternyata menyimpan racun mematikan.


"Aku ingin berbicara denganmu, William. Kenapa kau tidak menjawab panggilan dariku dan kenapa kau memblokir nomor ponselku?" Fiona memasang ekspresi sedihnya agar William iba.

__ADS_1


"Wanita seperti dirimu, untuk apa dipelihara lebih lama? Lebih baik memelihara seekor anjing karena lebih setia dari pada pengkhianat seperti dirimu!" ucap William mencibir.


"Jaga ucapanmu, William. Apa kau membandingkan aku dengan seekor anjing?" Fiona tampak kesal.


"Menurutmu, apa kau tidak merasa seperti itu?"


"Baiklah, aku datang menemui dirimu untuk meminta maaf padamu, William. Aku terpaksa menghina dirimu waktu itu karena sebuah alasan jadi maafkan aku. Aku ingin memperbaiki hubungan kita, tolong jangan marah lagi padaku," pinta Fiona memohon.


"Apa aku begitu bodoh, Fiona?" William menatap sang mantan dengan tajam, mantan kekasih memang sulit disingkirkan tapi dia bukan orang yang bermurah hati untuk pengkhianat seperti Fiona apalagi wanita yang memanfaatkan dirinya selama ini.


"Apa sumber uangmu sudah habis sehingga kau datang lagi untuk memperbaiki hubungan kita? Apa kau menganggap aku pria bodoh yang bisa kau tipu untuk kedua kalinya?" tanya William lagi.


"Sungguh lucu, jika kau benar-benar mencintai aku dengan tulus maka kau tidak akan terkejut dengan keadaanku ini. Aku sungguh buta dengan sikap yang kau tunjukkan serta wajahmu yang menipu. Pergi dari sini, jangan menghancurkan suasana apalagi istriku sebentar lagi mau datang. Aku tidak mau dia salah paham dengan kehadiran dirimu yang sudah tidak penting dan tidak aku inginkan lagi!" perkataan kejam itu memang pantas untuk pengkhianat seperti Fiona. Sekarang tidak ada lagi William yang memperlakukan pengkhianat itu dengan penuh perhatian karena William yang bodoh itu sudah tidak ada lagi. Cukup satu kali kesalahan yang dia lakukan, tidak akan terulang untuk kedua kalinya.


"Cukup, William. Aku datang bukan untukĀ  mendengarkan cibiran dan hinaan darimu tapi aku datang untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan kita!" Fiona hampir berteriak akibat emosi karena perkataan pedas William.


"Tapi aku tidak sudi, sebaiknya kau pergi sebelum aku meminta Steve menyeretmu keluar karena telah mengganggu ketenanganku!" ancam William.


"Wanita itu pun memanfaatkan dirimu, kau sungguh bodoh. Pernikahan yang dia tawarkan secara mendadak padamu itu hanya karena dia ingin memanfaatkan dirimu saja!" teriak Fiona lantang. Mereka jadi pusat perhatian akibat teriakan Fiona.

__ADS_1


William mengangkat tangan, wanita seperti itu pantasnya dibuang ke laut agar dimakan oleh hiu. Sayangnya buaya peliharaan keluarganya jauh karena jika dekat, sudah dia lempar Fiona ke dalamnya sehingga menjadi menu untuk para buaya yang sedang lapar itu.


"Ada apa, Tuan?" seorang karyawan restoran sudah menghampiri.


"Kau lihat dia membuat keributan, apa tidak ada tindakan apa pun?" tanya William.


"Maaf untuk ketidaknyamanannya, kami akan segera menangani ini!" dua penjaga dipanggil, tentunya Fiona melangkah mundur melihatnya.


"Mau apa kau?" tanya Fiona.


"Maaf, Nona. Mau keluar sendiri, atau kami lempar?" tanya karyawan restoran.


"Sembarangan, aku kekasihnya!" ucap Fiona.


"Jika tidak segera dilempar maka aku akan berhenti datang ke restoran ini!" ucap William. Jika bukan karena kedua kakinya, sudah dia lempar Fiona menggunakan kedua tangannya karena dia muak.


"Awas kau, William!" Fiona tanpa marah, tapi dia tahu tidak akan mudah. Fiona melangkah pergi sebelum dia dilempar. Dia akan kembali lagi nanti untuk membujuk William. Fiona keluar dengan perasaan kesal namun kedatangan Marien semakin membuatnya kesal.


Kue milik pengunjung yang masih tersisa diambil. Untuk melampiaskan amarahnya, wanita itu sudah cukup. Marien yang tidak tahu apa-apa sepertinya akan menjadi sasaran empuk dari amarahnya. Marien masih berada di luar namun tanpa dia duga, sesuatu terlempar ke wajahnya. Marien terkejut, kue pun jatuh di bawah kaki. Marien melihat ke arah datangnya kue tersebut di mana ada seorang wanita yang hendak masuk ke dalam mobil untuk melarikan diri setelah melemparnya.

__ADS_1


Marien melangkah cepat sambil menekuk kepalan tangan, dia pun berlari agar wanita itu tidak melarikan diri. Berani melemparnya? Sepertinya wanita itu butuh sedikit belaian kasih sayang dari tangannya yang gatal.


__ADS_2