Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Hari Balas Dendam


__ADS_3

Semua terjadi tanpa diinginkan, semua terjadi secara mendadak dan semua yang terjadi tanpa diduga. Becky tidak terlihat mencurigakan sama sekali ketika bertemu dengan Marien. Dia menyambut Marien dengan baik agar tidak ada yang curiga.


Marien memang tidak curiga sama sekali oleh sebab itu dia tidak tahu jika Becky adalah orang bayaran Alexa yang diperintahkan untuk menjebaknya. Seperti yang ditahu, Alexa tidak pergi berlibur. Dia menyembunyikan dirinya untuk melakukan balas dendamnya. Target pertamanya sudah pasti Zack, orang yang telah membunuh bayinya.


Alexa melakukan segala cara, dia tidak peduli dengan uang yang dia keluarkan karena dia memang memilikinya dan uang itu adalah uang yang diberikan oleh Zack. Becky adalah kelompok pembunuh bayaran yang dia bayar untuk melakukan aksinya. Becky pula yang membunuh Zack.


Seseorang disusupkan ke hotel di mana Zack melakukan pertemuan dengan rekan bisnisnya lalu gelas yang akan digunakan oleh Zack dilumuri dengan racun. Itu sebabnya hanya minuman milik Zack yang memiliki racun. Itu karena semua sudah direncanakan dengan matang.


Menyusup ke dalam acara pernikahan Marien pun sudah direncanakan dengan matang. Alexa tahu Marien tidak akan mudah dijebak selain dalam berbisnis. Jika dia meminta bantuan ayahnya pun, Marien belum tentu bersedia datang untuk menemui ayahnya. Ayahnya pun belum tentu mau oleh sebab itu hanya dengan mengajak Marien berbisnis'lah yang dapat mengelabui Marien.


Becky mencuri kartu undangan milik Sharon setelah dia mencari tahu apakah pria itu diundang atau tidak. Semua dilakukan sehati-hati mungkin agar bisa mengelabui Marien. Alexa hanya cukup membayar dan mendapatkan hasil memuaskan yang dia inginkan.


Marien sempat memberontak setelah berada di dalam ruangan yang ternyata sudah begitu banyak rekan Becky di dalam sana. Akibat perlawanan yang dia lakukan, Marien mendapatkan pukulan satu kali lalu rambutnya sengaja di potong sebagai ancaman. Asistennya yang terluka membuat Marien semakin memberontak namun dia dipukul hingga pingsan lalu dibawa pergi secara diam-diam.


Marien yang tersadar terkejut mendapati dirinya berada di tempat asing namun keberadaan Alexa tidak mengejutkan dirinya sama sekali. Situasi yang dia hadapi saat ini sudah pasti ulah Alexa namun yang dia pikirkan saat ini adalah keadaan asistennya yang sedang terluka.


Alexa menatapnya tajam dan tersenyum sinis. Akhirnya hari balas dendamnya sudah tiba. Akan dia buat Marien merasakan sakit dengan perlahan, agar Marien tahu bagaimana rasa sakit yang dia rasakan dan dia akan membalas kematian ibu serta bayinya. Merien harus membayarnya.


"Sudah sadar rupanya?" ucap Alexa dengan sinis.

__ADS_1


"Hentikan kegilaan ini, Alexa. Kau benar-benar melakukan sesuatu yang tidak berguna!" ucap Marien.


"Tidak berguna? Kau sungguh manusia tidak tahu situasi dan tidak punya hati, Marien!"


"Aku rasa perkataan itu lebih cocok untukmu, Alexa. Untuk apa kau melakukan hal ini dan melukai asistenku?"


"Untuk apa? Kau bertanya seperti itu seolah-olah tidak tahu apa pun padahal kau tahu aku melakukan hal ini untuk membalas kematian ibuku juga bayiku!"


"Kematian ibu dan bayimu tidak ada hubungannya denganku lalu untuk apa kau melakukan hal ini padaku? Untuk apa kau melukai asistenku yang tidak ada hubungannya sama sekali? Tindakanmu ini sudah di luar batas, Alexa. Sebelum lebih jauh lebih baik kau cari tahu akan kebenarannya sebelum ada yang tahu tindakanmu ini!"


"Tidak perlu mengelak, Marien!" Alexa beranjak dari tempat duduk lalu melangkah mendekati Marien yang sedang terikat di kursi dengan sebuah gunting di tangan.


"Yang membunuh bayimu bukan aku, tapi Zack. Lalu kenapa kau menuntut balas padaku?" teriak Marien tidak terima.


"Semua gara-gara suamimu!" teriak Alexa seraya menjambak rambut Marien. Emosi meluap di hati, seandainya William tidak mengganggu Zack, pria tua itu tidak mungkin memukulnya sehingga dia harus kehilangan bayinya.


"Semua gara-gara suamimu yang pencundang itu,  ah.. aku lupa. Dia bukan pecundang tapi dia seorang pria berkuasa. Bagaimana, Marien?  Apa begitu menyenangkan menipu kami dan menutupi identitas suamimu itu? Apa sangat menyenangkan mempermainkan aku dan Daddy? Kau sungguh hebat, Marien. Aku akui itu!"


"Jangan bawa-bawa suamiku, dia tidak ada hubungannya dengan permasalahan ini. Lagi pula kau yang memulai terlebih dahulu dan apa yang suamiku lakukan hanya untuk membela  aku semata tapi kenapa kau tidak terima saat dibalas? Seharusnya kau tahu konsekuensinya ketika tahu mengganggu aku bahkan apa yang kau lakukan padaku jauh lebih kejam!" ucap Marien. Sebisa mungkin dia akan mengulur waktu sampai William datang. Dia percaya William pasti sudah tahu jika dia menghilang dan dia pun ingin mengatakan pada Alexa akan kebenarannya.

__ADS_1


"Diam!" teriak Alexa seraya menggunting rambut Marien yang dia jambak. Akan dia siska Marien dengan perlahan agar Marien tahu bagaimana sakitnya.


"Hentikah, Alexa. Hentikan!" teriak Marien.


"Aku tidak akan berhenti!" teriak Alexa yang masih menarik rambut Marien dan mengguntingnya.


"Kau berkata apa yang aku lakukan lebih kejam? Apa yang kalian lakukan padaku lebih kejam, Marien. Tapi hari ini aku akan menunjukkan padamu betapa kejamnya aku dan ini?" Alexa menggunting lagi rambut Marien dan setelah itu berhenti dengan napas terengah. Mereka berdua saling pandang dengan tatapan tajam. Hari ini, semua kesalahpahaman di antara mereka akan diluruskan apa pun hasilnya nanti.


"Kau dan ibumu sama saja, Marien. Ibumu menyebabkan ibuku bunuh diri dan kau menyebabkan bayiku mati. Seandainya ibumu tidak menikah dengan Daddy, ibuku pasti tidak akan bunuh diri dan seandainya suamimu tidak membalas Zack, maka Zack tidak akan memukul aku sampai menyebabkan aku mengalami keguguran. Kau dan ibumu, sama saja. Dan hari ini, aku akan menghancurkan wajahmu sampai tidak bisa diperbaiki lagi. Kita lihat apa yang akan dilakukan oleh suamimu itu? Aku yakin dia tidak akan sudi dengan wajahmu yang buruk rupa itu dan kau akan hidup dalam penderitaan untuk seumur hidupmu. Aku rasa itu balasan yang sangat setimpal untuk apa yang telah kau lakukan dan yang telah ibumu lakukan karena kau harus menggantikan ibumu menerima balasan dariku!" Alexa menatap Merien yang sudah berantakan dengan tatapan penuh kebencian. Itu baru awal karena setelah ini, dia akan menghancurkan wajah Marien dengan gunting yang ada di tangannya dan Marien pasti akan hancur. Dia pun yakin William akan mencampakkan Marien karena wajah Marien yang sudah hancur.


"Bukan seperti itu yang terjadi, Alexa. Ibumu bunuh diri bukan gara-gara ibuku!" sekarang waktunya mengungkapkan kebenaran dan dia tidak tahu apakah Alexa akan percaya atau tidak.


"Tidak perlu mencari pelaku lain. Ibumu yang telah menyebabkan ibuku bunuh diri, tidak ada pelaku yang lainnya lagi!"


"Bagaimana jika ada? Bagaimana jika selama ini ada yang menyembunyikan kebenarannya dari kita dan mengadu domba kita agar kau tidak membenci dirinya?" ucap Marien.


"Apa maksud ucapanmu ini?" tanya Alexa dengan sinis.


"Daddy, Daddy tahu semuanya karena dialah pelaku yang telah menyebabkan ibumu bunuh diri!" ucap Marien dengan harapan Alexa mau mempercayai perkataannya.

__ADS_1


Alexa diam tapi tidak lama karena tawanya terdengar begitu keras. Marien diam sambil menatapnya dengan tajam, sudah dia duga Alexa tidak akan percaya. Sepertinya mau tidak mau ayahnya memang harus diseret ke hadapan mereka untuk menjelaskan semuanya tapi bagaimana caranya? Sekarang hanya satu harapannya, dia harap William segera datang dan jika bisa, William datang sambil menyeret ayahnya si sumber masalah karena Alexa hanya akan percaya dengan apa yang ayahnya katakan.


__ADS_2