
Seperti yang William duga sebelumnya, Zack ingin menjebaknya dengan cara mempertemukan dirinya pada dirinya sendiri. Zack pasti menaruh curiga setelah bertemu dengannya. Beruntungnya waktu itu dia menggunakan sebuah topeng tapi semuanya sudah dia rencanakan untuk berjaga-jaga.
William terlihat santai saja saat Zack membawanya menuju kantornya. Sungguh trick yang sangat licik untuk menjebaknya. Seperti yang Marien katakan, pria tua itu licik dan memiliki niat terselubung. Pantas saja pria itu mendadak baik, ternyata itu tujuannya.
"Apa kau tidak asing dengan tempat ini?" tanya Zack, dia sangat heran karena William terlihat santai dan tidak menunjukkan ekspresi panik atau apa pun. Aneh, apa tebakannya salah?
"Apa maksudmu? Pria seperti aku, hanya pecundang saja. Bagaimana aku bisa tahu tempat seperti ini?" William balik bertanya dan menunjukkan jika dia tidak tahu tempat itu.
'"Baiklah, baik! Tidak perlu berpura-pura!" dia yakin jika William adalah William Archiles yang sedang menyamar saja. Saat mereka tiba nanti, semua karyawannya pasti akan menyambut pria itu karena mereka datang secara mendadak. William pun pasti tidak menduga jika mereka akan datang ke kantornya sendiri. Jika apa yang dia curigai benar, akan sangat mudah mengajak William bekerja sama karena mereka sama-sama menantu keluarga Douglas.
"Kita sudah sampai!" ucap Zack saat mereka sudah tiba di kantor William.
"Di mana ini?" William pura-pura tidak tahu.
"Ayolah, jangan pura-pura!" Zack turun terlebih dahulu, dia meminta sang sopir untuk membantu William. Zack melihat sekitar mereka, dia sangat ingin melihat reaksi para karyawan yang ada di sana.
"Apa kalian sudah membuat janji, Sir?" seorang security menghampiri mereka yang hendak masuk.
"Apa kau tidak melihat aku datang dengan siapa?" Zack yakin security itu tidak akan berani setelah melihat William.
"Maaf, kalian harus membuat janji terlebih dahulu!" ucap security itu.
"Apa? Apa kau tidak mengenalnya?"
"Maaf, tidak!" jawab di security.
"Apa?" Zack terlihat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh security itu.
"Tuan Erson. ada angin apa yang membawa kau ke sini?" Steve melangkah mendekati Zack. Sesuai dengan perkiraan William, dia sudah memerintahkan Steve untuk mempersiapkan semuanya.
"Aku ingin bertemu dengan William Archiles. Apa dia ada?" Zack mulai terlihat kesal, tidak mungkin dia salah namun pria yang sedang berada di dalam ruangan dengan sebuah topeng mengejutkan dirinya. Apa ini? Apa tebakannya benar-benar salah? Apa benar William bukan William Archiles?
"Wah, Tuan Erson. Apa kau datang untuk memberikan proposal yang hendak kau perlihatkan padaku?" pria yang berpura-pura menjadi William itu memainkan perannya dengan sangat baik.
__ADS_1
"Maaf, Tuan Archiles. Aku tidak membawanya karena aku datang untuk memperkenalkan seseorang padamu!" Zack terlihat seperti orang bodoh. Sial, ternyata dia salah. Kedua William itu bahkan saling bersalaman dan saling berbincang.
"Terima kasih, Zack. Kau memperkenalkan aku pada orang yang tepat yang bisa mengajari aku berbisnis!" perkataan yang diucapkan oleh William bagaikan tamparan keras untuknya karena dia benar-benar telah membuka peluang untuk William.
"Jika begitu, apakah aku boleh bergabung dengan pembicaraan kalian?" meski dongkol tapi dia harus berpura-pura.
"Sayang sekali, aku harus pergi karena ada pekerjaan. Aku akan menemui kalian lagi nanti tentu untuk membahas bisnis!" anak buah yang menyamar sebagai William berkata demikian, dia tidak boleh terlalu lama agar Zack tidak curiga.
"Sayang sekali," ucap Zack. Bagus, dengan perginya pria itu maka peluang William tidak ada. Sia-Sia dia datang bersama dengan si lumpuh itu. Ternyata dugaannya salah. Karena William palsu pergi jadi Zack mengajak William pergi. Kali ini dia tidak bermurah hati lagi pada pria itu.
"Aku rasa tidak bisa mengantar dirimu lagi. Kau bisa pulang sendiri, bukan?" tanya Zack pada William ketika mereka sudah berada di lobi.
"Tentu saja, aku bisa pulang menggunakan taksi!" William berusaha menahan diri untuk tidak menertawakan Zack yang sudah masuk ke dalam perangkapnya.
"Bagus, sekarang aku pergi!" Zack meninggalkan William dengan perasaan dongkol. Ternyata dia salah tapi kenapa dia justru semakin curiga? Untuk pria seperti William Archiles, bisa melakukan apa saja dan jangan katakan dia sudah masuk ke dalam jebakannya. Sial, kenapa dia baru menyadari hal ini?
"Putar balik!" perintah Zack. Dia ingin melihat apakah William masih berada di sana ataukah dia sedang bersama dengan Steve. Dia belum lama pergi jadi dia yakin masih bisa melihat apa yang terjadi. Sang sopir membawanya kembali, Zack mencari keberadaan William tapi pria itu sudah tidak berada di sana. Sial, si lumpuh yang sangat cepat padahal baru dia tinggal sekitar lima menit yang lalu.
"Bagaimana menurutmu, apa dia masuk ke dalam atau dia sudah pergi menggunakan taksi?" Zack bertanya pada sopir pribadinya.
"Baiklah, sekarang pergi!" dia sungguh bodoh. Seharusnya dia mengintai tapi bukan berarti dia akan menyerah karena dia masih memiliki cara untuk membuktikan kecurigaannya.
Mau tidak mau Zack pergi namun seseorang yang sudah tidak sabar menghubunginya. Siapa lagi jika bukan Alexa. Dia sangat berharap jika Zack memberikan kabar baik untuknya tentu saja kabar yang ingin dia dengar jika William bukanlah William Archiles.
"Bagaimana, Zack? Mereka bukan pria yang sama, bukan?" tanya Alexa.
"Sepertinya aku sudah tertipu!"
"Apa maksud perkataanmu itu?" tanya Alexa lagi.
"Pria yang memiliki kekuasaan itu, tidak ada yang mustahil baginya. Rasanya begitu singkat dan aku yakin dia sudah tahu niatku lalu merencanakan semuanya!"
"Apa dengan begitu mereka benar-benar orang yang sama?" perasaan tidak tenang kini Alexa rasakan.
__ADS_1
"Entahlah, aku harus mencari tahu hal ini dan memastikannya!" jawab Zack, dia benar-benar sudah ditipu oleh seorang anak muda.
"Kau memang harus melakukannya! Aku pun ingin mencari tahu."
"Apa yang mau kau lakukan? Jangan melakukan sesuatu yang bisa membawa masalah!"
"Tentu saja tidak, aku hanya ingin tahu!" sial. Dia harus mencari tahu sendiri identitas pria itu agar Marien tidak selalu berada di zona nyamannya. Dia harus mencari kelemahan mereka karena dendamnya akan padam saat Marien menderita.
William masuk ke dalam setelah ditinggal oleh Zack. Dia tidak keberatan mereka tahu identitasnya tapi tidak dengan cara seperti ini karena dia akan seperti seorang pecundang karena kedoknya justru terbongkar oleh Zack. Setidaknya dia harus membuat identitasnya diketahui oleh mereka dengan cara yang elegan. Setelah ini dia pun tahu, Zack pasti tidak akan berhenti karena pria tua itu tidak mudah dia tipu.
"Sir, Zack Erson pasti curiga dan akan mencari tahu!" ucap Steve.
"Tidak apa-apa, Steve. Aku tidak takut mereka tahu tapi setidaknya mereka tahu dengan cara yang elegan. Bukan tahu dengan jebakan yang dibuat oleh si tua bangka itu. Jika sampai mereka tahu identitasku dengan cara seperti itu, mau ditaruh di mana mukaku? Aku hanya ingin mengecoh Zack Erson saja dan setelah ini dia mau mencari tahu dengan cara apa pun tidak masalah asalkan aku tidak masuk ke dalam jebakannya!"
"Tapi bukankah kau sedang menyembunyikan identitasmu, Sir?"
"Yes, kau benar oleh sebab itu aku akan datang ke kantor ini lagi sampai kedua kakiku ini sembuh. Aku akan meminta Daddy mengambil kendali di sini dan aku akan berada di kantor lain!"
"Baik, Sir. Apa ada hal lain yang kau inginkan?"
"Carikan tempat tenang dan indah untukku karena besok aku akan pergi piknik dengan Marien!"
"Apa kau ingin pergi berkencan, Sir?"
"Yes, ini kencan pertamaku dengan Marien jadi carilah tempat yang indah!" mendadak dia jadi tidak sabar menghabiskan waktu berdua dengan Marie. Tanpa pekerjaan dan tanpa orang-orang yang menyebalkan.
"Baik, Sir!" Steve pamit pergi, dia akan menjalankan perintah namun William mencegahnya sebentar.
"Mengenai Fiona, bagaimana dengan perusahaan itu? Apa kau sudah menjalankan perintah?"
"Tentu, Sir. Kau akan mendapatkan hasil yang memuaskan dan percayalah padaku, sebentar lagi Nona Fiona akan datang padamu dan memohon di bawah kakimu untuk mengatakan penyesalannya!"
"Bagus, Steve. Jangan sampai mereka tahu aku yang melakukannya dan buat mereka berdua menjadi gelandangan di jalan!" untuk mengambil apa yang telah dia berikan pada Fiona, William membuat sebuah perusahaan lain untuk menekan perusahaan kekasih Fiona. Dengan perusahaan itu, dia akan membuat kekasih yang Fiona banggakan itu menjadi gelandangan sehingga Fiona tidak bisa membanggakannya lagi. Pembalasan darinya akan segera Fiona dapatkan.
__ADS_1
Rasanya sudah tidak sabar, dia tidak sabar membalas Fiona dan dia tidak sabar kedua kakinya bisa berjalan lagi tapi yang paling membuatnya tidak sabar adalah, dia dan Marien menjadi suami istri sesungguhnya tapi dia akan pelan-pelan dan besok, dia akan mengajak Marien piknik agar hubungan mereka semakin mesra.