Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Dendam Yang Semakin Berkobar


__ADS_3

Alexa sudah sadar, perutnya terasa sangat nyeri karena janin yang ada di rahimnya baru saja dibersihkan agar tidak membahayakan nyawanya. Bekas pukulan Zack meninggalkan bekas karena wajahnya membengkak dan memar. Beruntungnya tidak ada giginya yang terlepas namun pukulan akhir dari Zack, membuat Alexa begitu marah.


Gavin Douglas yang sangat mengkhawatirkan keadaan Alexa sangat senang melihat Alexa sudah sadar namun tidak dengan Alexa yang menangis dan berteriak keras setelah mengingat apa yang telah terjadi. Alexa mencengkeram bagian perutnya dan berteriak histeris. Jadi dia hamil? Dia sedang hamil? Sungguh dia tidak tahu.


"Kembalikan bayiku!" teriak Alexa. Meski dia seperti itu tapi dia tetap menginginkan bayinya. Seandainya dia tahu sedang hamil, dia tidak akan membiarkan Zack memukulinya sampai seperti itu tapi apa daya, yang dia miliki hanya otak licik saja.


"Tenangkan dirimu, Alexa. Kau harus banyak beristirahat!" ucap ayahnya.


"Di mana Zack, dia mana pria tua sialan yang telah membunuh bayiku!" teriak Alexa lagi.


"Dia akan kembali, dia berkata akan kembali sebentar lagi!"


"Aku tidak terima, Dad. Aku tidak terima diperlakukan seperti ini!"


"Kita tidak bisa melakukan apa pun, Alexa. Daddy bukannya tidak mau membela dirimu tapi kau tahu Zack berbuat seperti itu juga karena perbuatanmu!"


"Kenapa Daddy jadi menyalahkan aku? Jelas-Jelas Daddy melihat Zack memukuli aku tapi kenapa Daddy jadi menyalahkan aku?" teriak Alexa.  Kenapa jadi dia yang salah padahal dia adalah korban. Apa Zack telah menghasut ayahnya ataukah ada hal yang tidak dia ketahui?


"Dia mengatakan semuanya padaku dan kau menyembunyikan apa yang telah kau lakukan pada adikmu!" Gavin melangkah menuju jendela, sesungguhnya dia sangat kecewa dengan apa yang Alexa lakukan. Sepertinya sudah saatnya menyadarkan Alexa agar dia tidak berulah kembali.


"Apa maksud Daddy?" Alexa menatap ayahnya dengan tatapan tajam.


"Entah apa yang telah membuatmu begitu membenci Marien tapi ibumu memang mati akibat bunuh diri tanpa ada campur tangan siapa pun!"

__ADS_1


"Aku tidak percaya itu. Ibuku masih waras. Pasti ada sebab dan akibat barulah ibuku melakukan hal itu. Mereka yang telah membunuh ibuku dan apa pun yang kau katakan, aku tidak akan percaya!" ucap Alexa.


"Terserah padamu, Alexa. Sudah cukup, jangan mempersulit adikmu lagi. Aku sudah mendengarnya jika kau menghancurkan kantor milik Marien lalu menghasut dua pengusaha menggunakan nama Zack. menurutmu, apa yang membuat Zack begitu marah sehingga memukuli wajahmu seperti itu? Seharusnya kau intropeksi diri, Alexa!" ucap ayahnya. Sepertinya apa pun yang akan dia katakan, Alexa tidak akan mempercayai perkataannya.


"Oh, jadi Daddy membela Marien sekarang setelah mendengar jika dia memiliki sebuah perusahaan atau setelah Daddy tahu siapa pria pecundang yang selalu Daddy sebutkan itu?!"


"Bukan karena itu, dia adikmu tapi kau terlalu memusuhi dirinya. Dia sudah keluar dari rumah dan sudah menikah. Terlepas siapa pun suaminya, tapi sekarang dia sudah hidup mandiri. Dia pun tidak menginginkan harta milik Daddy. Bukankah dengan demikian semua milik Daddy akan jatuh ke tanganmu? Sebaiknya hentikan perselisihan kalian dan hiduplah dengan baik!"


Alexa menyunggingkan bibirnya, tersenyum dengan sinis mendengar perkataan ayahnya yang mendadak mendukung Marien. Tawanya terdengar tapi pelan namun tawanya semakin keras terdengar. Sungguh lucu, semua mendadak berubah setelah ayahnya tahu siapa suami Marien dan setelah ayahnya tahu Marien memiliki sebuah perusahaan.


"Luar biasa, Dad. Sungguh luar biasa. Waktu itu kau ingin memisahkan Marien dengan suaminya yang kau anggap pecundang tapi sekarang? Kau berubah seratus delapan puluh derajat setelah mengetahui siapa suami Marien. Apa karena dia William Archiles? Apa kau merasa sudah memiliki menantu yang hebat oleh sebab itu sikapmu mendadak berubah?"


"Tutup mulutmu, jangan asal bicara! Waktu itu aku ingin memisahkan mereka karena aku tidak mau Marien menikah dengan pecundang yang dapat menghancurkan masa depannya tapi sekarang, aku tidak mungkin memisahkan mereka apalagi dia sudah menikah dengan pria yang tepat!"


"Kau benar-benar membuat lelucon yang membuat aku tertawa, Daddy!" teriak Alexa sambil tertawa dengan keras. Pada akhirnya Marien'lah yang menang. Pada akhirnya dia yang mendapatkan kotak harta karunnya dan dia harus berakhir dengan pria tua yang ringan tangan. Kenapa semua terasa begitu kejam baginya? Tidak, dia tidak akan diam saja, Marien pasti akan menertawakan dirinya saat Marien melihatnya hancur.


"Tidak akan, tidak akan pernah!" ucap Alexa.


"Dendamu itu akan menghancurkan dirimu, Alexa. Sebaiknya kau tidak keras kepala dengan dendammu yang tidak berdasar!"


"Dendam tidak berdasar? Kematian ibuku dan juga bayiku, Marien harus menanggungnya. Aku tidak akan berhenti sampai aku membalas dendam dengannya!"


"Kematian bayimu, tidak ada hubungannya dengan Marien begitu juga dengan ibumu!"

__ADS_1


"Apa pun yang Daddy katakan, tidak akan mengubah keputusanku. Jika Marien tidak mengadu pada Daddy dengan apa yang aku lakukan, maka semua yang aku alami tidak akan terjadi!" ucap Alexa.


"Apa yang kau bicarakan? Kenapa pembicaraanmu semakin jauh saja!" Gavin benar-benar tidak mengerti dengan apa yang putrinya pikirkan.


"Lihat saja, Dad. Aku pasti akan membalasnya, pasti akan aku balas!"


"Sebelum kau melakukan hal itu, kau harus berlutut di bawah kaki William Archiles dan meminta maaf padanya!" ucap Zack yang baru saja masuk ke dalam ruangan. Dia tidak peduli dengan Alexa, bahkan rasa bersalah pun tidak terlihat padahal dia baru saja membunuh bayinya sendiri.


"Berlutut di bawah kakinya? Aku sungguh tidak sudi!" ucap Alexa sinis.


"Jangan menguji kesabaranku, Alexa. Perusahaanku berada di ambang batas karena perbuatanmu. Jika kau tidak segera melakukannya, maka aku benar-benar akan hancur!" Zack kembali dikuasai oleh api emosi karena Alexa bukan orang yang mudah diajak bicara.


"Aku tidak peduli, Zack. Jika memang hancur, biarkan saja hancur dan kita akan hancur bersama!"


"Jangan menguji kesabaranku, Alexa. Aku akan menceraikan dirimu jika kau tidak mau berlutut di bawah kakinya untuk meminta maaf!"


"Aku sungguh tidak keberatan kehilangan orang yang telah membunuh bayinya sendiri. Lagi pula sejak awal aku memang tidak sudi menikah denganmu jadi segera ceraikan aku tapi kau harus ingat, kau tidak akan bisa mengambil apa pun yang telah kau berikan padaku!"


"Kau benar-benar wanita yang sulit diajak bicara!" Zack melangkah mendekat lalu memberikan sebuah pukulan keras di wajah Alexa.


Alexa berteriak, darah segara kembali mengalir. Gavin berteriak mencegah, dia bahkan mengusir Zack dari dalam ruangan itu. Alexa memegangi pipinya yang panas, akan dia balas. Semua yang dia dapatkan hari ini pasti akan dia balas.


"Keluar kau, keluar!" usir Gavin sambil mendorong Zack menjauh.

__ADS_1


"Masalah ini tidak hanya sampai di sini, Alexa. Aku akan datang lagi dan kau harus tetap berlutut di bawah kaki William untuk meminta maaf padanya!" Zack memutar langkah, keluar dari ruangan itu.


Gavin memanggil perawat untuk memeriksa keadaan Alexa. Semua jadi kacau dan dia harap Alexa benar-benar berubah setelah semua yang terjadi namun bukannya mengambil hikmah dari perbuatan yang dia lakukan tapi yang ada di dalam hati Alexa justru dendam yang semakin berkobar. Kematian ibunya, kematian bayinya serta pukulan-pukulan yang dia dapatkan akan dia balas berkali-kali lipat.


__ADS_2