
Marien termenung saat William meninggalkan dirinya seorang diri. Bukan tanpa alasan William pergi, Gavin pingsan akibat tidak kuat menahan rasa sakit dan akibat darah yang keluar dari lukanyayang cukup banyak. Meski tidak peduli lagi dengan ayahnya tapi mereka tidak bisa membiarkan ayahnya yang pingsan di dalam ruangan.
William keluar untuk memberi perintah agar Gavin segera dirawat. Jika Gavin bukan ayah Marien, jika bukan karena Marien memiliki hati yang luar biasa baik mungkin dia sudah tidak peduli dengan Gavin Douglas. Hanya Karena Marienlah yang membuatnya mau mempedulikan pria tua itu.
Setelah kepergian William, Marien justru harus dihadapkan dengan pilihan sulit. Sungguh dia tidak memiliki hati yang tega apalagi pada ayah dan kakaknya. Jika mereka bukan anggota keluarganya, maka dia tidak akan memikirkan hal ini apalagi dia bukan orang yang tegaan. Baginya membenci seseorang hanya akan memupuk kejahatan di dalam hati.
Saat William kembali, Marien masih saja termenung dan tidak bersemangat. Marien bahkan tidak melihat ke arah William karena banyak yang dia pikirkan. William menghampirinya, dia tahu Marien pasti akan memikirkan hal itu dan bisa dia lihat, itulah yang sedang terjadi.
"Aku tidak suka melihatmu seperti ini, Marien. Sungguh!" ucap William.
"Bagaimana dengannya?"
"Sudah ditangani, tidak perlu memikirkannya!"
"Apa yang harus aku lakukan, Will?" Marien berpaling, menatap suaminya dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.
"Aku tidak suka melihat dirimu seperti ini, Sayang. Tolong jangan terlalu baik."
__ADS_1
"Aku tidak bisa, Will. Ibuku selalu mengajarkan aku untuk tidak membenci siapa pun dan mengajarkan aku untuk selalu memaafkan siapa pun apalagi itu ayah dan kakakku."
"Aku tahu kau pasti akan memiliki perasaan seperti itu," William duduk di sisi Marien dan menggenggam tangannya, "Tapi ada kalanya kau menjadi orang yang sedikit tidak berperasaan apalagi untuk orang yang sudah mengabaikan dirimu selama ini dan yang sudah menyakiti dirimu!" ucapnya.
"Aku sungguh tidak bisa apalagi melihat keadaan ayahku yang seperti itu."
"Dengarkan aku, Sayang. Kau lihat ayahmu?" William mengatakan hal itu sambil mengusap tangan Marien dengan perlahan.
"Dia datang untuk meminta maaf padamu demi Alexa tapi apa dia peduli dengan keadaanmu? Apakah dia ada bertanya padamu apakah kau baik-baik saja? Tidak sama sekali karena yang dia pikirkan hanya Alexa saja dan dia tidak peduli denganmu padahal keadaanmu juga memprihatinkan. Dia tidak peduli apa pun yang terjadi padamu sekali pun kau terbaring sekarat di atas ranjang dan tidak bisa bergerak. Yang dia inginkan hanya kata maaf darimu dan bantuan darimu karena dia tahu kau pasti akan memaafkan dirinya dan Alexa. Kebaikan hatimu itu dimanfaatkan olehnya jadi aku harap kau tidak terlalu baik pada ayahmu atau pun pada Alexa. Bukan berarti kau tidak boleh memaafkan mereka, kau boleh memaafkan mereka tapi biarkan mereka tetap menanggung akibat dari apa yang telah mereka lakukan. Dengan begini, ayahmu tidak akan menganggapmu terlalu gampangan yang mudah dia bujuk. Kau harus tegas agar kejadian ini tidak terulang kembali bahkan aku harap kau tidak mempedulikan ayahmu untuk sementara waktu!"
Dia harap Marien mendengarkan nasehat yang dia berikan karena dia tidak ingin kebaikan hati Marien dimanfaatkan oleh orang yang tidak peduli dengannya. Sekalipun itu ayah Marien, sungguh dia tidak rela Marien dimanfaatkan setelah perlakuan buruk yang dia dapatkan selama ini.
"Aku juga tidak suka kau memikirkan dirinya. Biar pun dia korban, tapi kau sudah berusaha mencegahnya untuk tidak melukaimu tapi dia tidak percaya dan lebih percaya dengan ayah kalian. Jika saat itu dia mencari tahu kebenarannya dan tidak termakan oleh dendam, dia pasti akan tahu kebenarannya jadi biarkan saja dia mendekam di dalam penjara untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dia lakukan. Biarkan ayahmu yang menebusnya, biarkan ayahmu yang memperjuangkan apa yang harus dia perjuangkan. Kau cukup duduk diam dan melihat dan aku ingin kau mendengarkan perkataanku ini karena jika tidak, aku tidak akan peduli denganmu lagi jika kau masih berusaha membela mereka yang telah menyakiti dirimu. Meski kau istriku, aku akan menutup mata jika ayahmu atau Alexa kembali menyakiti dirimu!" apa yang dia katakan bukan ancaman tapi peringatan untuk Marien agar tidak terlalu baik.
"Bukan begitu, Will," Marien memeluk suaminya, bukan seperti itu, "Aku pasti mendengarkan perkataanmu, aku pun tahu aku tidak boleh membantu begitu saja. Aku juga ingin mereka menerima akibat dari apa yang telah mereka lakukan tapi perasaan tidak tega yang ada di hati, membuat aku merasa tidak nyaman. Jangan salah paham dengan perasaan yang aku rasakan, aku hanya merasa tidak tega. Bukan berarti aku akan merengek padamu untuk membantu mereka. Aku bertanya padamu karena aku butuh solusi untuk kegelisahan yang aku rasakan saat ini!" ucapnya.
"Baiklah, sekarang aku ingin kau beristirahat. Aku pasti akan membantu tapi nanti, tidak sekarang. Bukannya kita tidak mau membantu tapi untuk saat ini kita biarkan saja mereka dan kita lihat perkembangannya seperti apa. Aku akan membawamu pulang nanti agar kau tidak bertemu dengan ayahmu supaya dia tidak memohon padamu lagi dan agar kau tidak merasa iba lagi dengannya. Aku ingin kau bersikap tegas mulai sekarang, aku ingin melihatmu berpura-pura tidak peduli. Kau bisa melakukannya untukku, bukan?" pinta William. Dia harap Marien mau mendengarkan perkataannya dan tidak mempedulikan keluarganya untuk sementara waktu sehingga mereka menanggung akibat dari apa yang telah mereka lakukan.
__ADS_1
"Aku mau merapikan rambutku, Will. Kau lihat penampilanku? Sudah seperti orang gila!"
"Aku akan memanggil hair stylist setelah kita pulang. Kau juga akan menjalani perawatan di rumah. Dengan begitu kau bisa istirahat tanpa perlu bertemu dengan orang yang hendak memanfaatkan dirimu saja agar wajahmu bisa cepat sembuh!"
"Terima kasih, Will. Sekarang aku merasa lebih baik setelah berbicara denganmu."
"Aku senang mendengarnya, Sayang. Aku senang kau mau berbagi denganku dan mengatakan apa yang membuatmu jadi seperti ini. Jika kau hanya diam dan membantu mereka secara diam-diam, maka aku akan marah padamu!"
"Aku tidak mungkin seperti itu. Kau pun tahu aku tidak bisa merahasiakan apa pun darimu!"
"Baiklah, jangan memikirkan mereka. Pikirkan dirimu sendiri mulai sekarang."
"Aku tahu tapi setelah keadaanku membaik, apakah aku boleh menjenguk Alexa?"
"Boleh saja, tapi tidak boleh pergi sendiri dan aku akan menemanimu."
Marien mengangguk, setidaknya perasaan iba yang sedari tadi dia rasakan sudah berkurang meski tak dipungkiri masih ada. Apa yang William katakan sangatlah benar, dia tidak boleh terlalu mudah memaafkan mereka lalu mengulurkan tangan untuk membantu.
__ADS_1
Mungkin orang-orang yang tidak tahu apa pun akan menganggap dirinya sebagai putri Gavin yang tidak berguna dan tidak peduli dengan ayah dan kakaknya tapi dia harus melakukannya agar ayahnya tidak menganggapnya gampangan lagi. Apa yang akan terjadi dengan mereka setelah ini, dia akan pura-pura tidak tahu dan dia akan berlaku sedikit kejam agar tidak mudah dimanfaatkan.