Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Perasaan Iri Alexa


__ADS_3

Marien sangat khawatir karena William harus pergi dengan Zack. Terus terang saja dia tidak suka dengan pria tua itu karena dia merasa pria tua itu sangatlah licik seperti Alexa. Dia khawatir Zack akan berbuat jahat pada William apalagi keadaan William yang seperti itu.


Sebelum William pergi dengan Zack, Marien sudah memperlihatkan kecemasannya. Dia sangat ingin mencegah agar William tidak pergi tapi sepertinya William akan menolak. Akibat rasa cemas berlebih itu membuat Marien tidak fokus sama sekali.


"Marien, apa yang kau lakukan?" William sangat heran karena Marien mengancing kemejanya secara asal-asalan. Yang atas berada di bawah dan yang di bawah berada di atas.


"Apa kau sakit?" William menyentuh dahi Marien. Mungkin saja Marien sedang tidak sehat sehingga membuatnya tidak fokus.


"Maaf," Marien mengusap dahi, "Aku mengkhawatirkan dirimu, William," Marien duduk di sisi ranjang, dan terlihat murung.


"Apa yang kau khawatirkan, Marien. Katakan padaku?" William mendekati Marien lalu menggenggam tangannya.


"Aku khawatir karena kau harus pergi dengan si tua bangka itu!"


William tersenyum setelah mendengarnya. Ternyata Marien tidak fokus sedari tadi karena mengkhawatirkan dirinya. Selama ini dia sudah menjalin hubungan dengan beberapa wanita tapi tidak pernah ada satu pun yang mengkhawatirkan dirinya.


"Sebaiknya kau tidak pergi dengannya, William. Aku khawatir dia akan berbuat jahat padamu!"


"Berbuat jahat padaku seperti apa? Coba katakan padaku?" William mengusap telapak tangannya dengan perlahan lalu memberikan kecupan di sana. Jujur saja dia sangat senang.


"Hei, bagaimana jika dia mendorongmu ketika berada di tangga? Bagaimana jika dia meninggalkan kau di tengah jalan yang tidak kau kenal? Akan sangat berbahaya untukmu apalagi dengan keadaanmu ini. Terus terang saja aku curiga pria tua itu memiliki niat terselubung."


"Terima kasih telah mengkhawatirkan aku, Marien. Dia memang memiliki niat terselubung dan selama niat itu masih ada maka dia tidak akan berani melakukan apa pun padaku!"


"Benarkah?" Marien melihatnya dengan tatapan tidak percaya.


"Yes, lagi pula dia akan curiga jika aku menolak. Aku akan mengikuti permainannya dan melihat apa yang akan dia lakukan!"

__ADS_1


"Baiklah, sesungguhnya aku khawatir tapi aku harus percaya padamu tapi apa niat terselubung yang ada pada pria tua itu?" tanya Marien.


"Menurutmu, kenapa mereka tiba-tiba begitu baik padaku dan ingin mengajak aku berbisnis. Zack mendadak ingin mengajak aku bertemu dengan seseorang meski dia tidak menyebutkan siapa yang akan kami temui tapi aku sudah menebaknya."


"Tunggu!" Marien menyela dan menatap William dengan serius. Alexa mengira William adalah William Archiles, apakah Zack juga beranggapan demikian? Apakah Zack hendak mengajak William menemui pria itu untuk membuktikan kebenaran dari rasa curiga mereka? Ini sangat masuk akal kenapa mereka mendadak menjadi baik.


"Ada apa? Apa yang sedang kau pikirkan?"


"Tidak, mendadak aku jadi tidak bisa berpikir dengan baik!" apakah benar William adalah pria terkaya nomor satu itu? Rasanya sangat ingin bertanya tapi dia ragu.


"Katakan saja. Marien. Tidak perlu ragu. Aku pasti mengatakan apa yang hendak kau tahu."


"Terima kasih, Will. Aku hanya mengkhawatirkan dirimu saja!" sebaiknya dia tidak bertanya untuk saat ini karena dia takut sikapnya jadi berubah. Lagi pula hubungan mereka sudah sangat baik meski dia belum tahu siapa sebenarnya William. Jika kecurigaannya benar bahwa William adalah Willian Archiles, maka akan tercipta jarak di antara mereka akibat rasa canggung juga berbagai rasa tidak menyenangkan. Suatu saat nanti, William pasti akan mengatakan siapa dirinya dan pada saat itu dia harus siap mendengarkannya.


"Tidak perlu khawatir, aku bukan orang bodoh yang bisa masuk ke dalam jebakan mereka dengan mudah. Meski mereka memiliki segudang rencana licik, aku pun memiliki rancana yang tak kalah liciknya!"


"Aku jadi ingin memelukmu sebentar!" William melingkarkan kedua tangannya ke pinggang Marien dan memeluknya erat.


"Hei, aku sedang membenarkan kancing bajumu!"


"Sebentar saja, mengisi energy!" ucap William.


"Lagi-Lagi mengisi energy!" meski berkata demikian, Marien sudah memeluknya.


"Setelah aku pergi, aku juga ingin kau pergi!" ucap William.


"Sudah pasti, aku tidak tahan terlalu lama berada di rumah ini terlalu lama apalagi tidak ada dirimu!"

__ADS_1


"Selama ada aku, kakakmu itu tidak akan bisa melakukan apa pun padamu. Percayalah!"


"Aku percaya denganmu, Will!" Marien mencium pipi suaminya lalu mereka saling pandang sejenak sebelum mereka kembali berpelukan dengan senyuman menghiasi wajah mereka.


Tidak ada yang berkata apa-apa, cukup bahasa tubuh saja yang membuktikan jika mereka sangat menikmati kebersamaan mereka yang seperti itu apalagi usapan tangan William membuat Marien merasa nyaman. Kedua mata Marien bahkan sudah terpejam namun kebersamaan mereka harus terganggu karena Alexa yang membuka pintu secara tiba-tiba.


Marien terkejut, sedangkan kedua mata Alexa melotot melihat kebersamaan mereka. Alexa bahkan mengumpat karena dia masuk di waktu yang tidak tepat sehingga rasa iri muncul di hati karena dia tidak pernah bermesraan seperti itu dengan Zack.


"Mau apa?" Marien menatap Alexa dengan tajam dan tak beranjak meski Alexa melihat. Tangannya bahkan tak henti memainkan rambut William. Biarkan saja Alexa mau berpikir apa, dia tidak peduli.


"Daddy mencari kalian. Jangan sampai aku masuk lagi karena aku bukan penyampai pesan!" setelah berkata demikian, Alexa menutup pintu dengan keras. Sialan, pemandangan yang menyakitkan mata. Seharusnya dia tidak menerima permintaan ayahnya untuk memanggil mereka berdua karena dia harus melihat pemandangan yang tidak menyenangkan itu.


Kenapa Merien bisa menikah dengan pria itu? Sungguh dia jadi ingin tahu bagaimana ceritanya sehingga dia bisa menikah dengan pria itu. Seharusnya dia tidak meninggalkan Marien waktu itu. Jika dia masih berada di dalam ruangan maka Marien tidak akan melarikan diri dan dialah yang akan menikah dengan Zack.


Sekarang dia menyesal pergi dari ruangan itu dan berakhir dengan pria tua. Padahal dia berencana menikmati hidupnya bersama pria tampan setelah menjebak Marien dan meminta cek satu juta dolar itu tapi semua jadi gagal bahkan Marien menikah dengan pria lain meski cacat apalagi pria itu dicurigai oleh Zack sebagai William Archiles. Niatnya untuk menghancurkan Marien justru menjebak dirinya sendiri.


"Mana mereka?" tanya ayahnya saat Alexa sudah kembali ke dapur.


"Sebentar lagi akan datang!" Alexa duduk di samping Zack dengan perasaan iri memenuhi hati. Sial, jika pria itu benar-benar William Archiles, maka dia harus memisahkan mereka apa pun caranya.


"Daddy mencari kami?" Marien mendorong William mendekati mereka. Alexa mendengus, sungguh dia tidak tahan berada di sana dan melihat mereka berdua tapi dia tidak bisa pergi.


"Sarapan dengan kami, Zack sudah akan mengajak suamimu untuk pergi berbisnis. Daddy harap suamimu memanfaatkan keadaan agar dia bisa sukses seperti Zack!"


"Aku tidak akan mengecewakan dirimu, ayah mertua. Aku pasti akan memanfaatkan situasi ini!"


"Bagus, aku sudah membuat janji dan dia bersedia bertemu dengan kita jadi sebaiknya kita bergegas!" ucap Zack. Sesungguhnya dia tidak membuat janji dengan siapa pun dan dia hanya berbohong saja. Dia ingin lihat bagaimana pria itu menghindari hal ini karena jika dia benar-benar William Archiles maka dia tidak akan bisa menghindarinya kecuali dia memiliki kembaran.

__ADS_1


Perasaan Marien kembali tidak nyaman, perasaan khawatir kembali dia rasakan. William memegangi tangannya agar Marien tidak perlu terlalu mengkhawatirkan dirinya. Mau selicik apa pun pria tua itu, yang pasti dia tidak akan kalah apalagi dengan trik kecil yang Zack mainkan.


__ADS_2