Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Penawaran


__ADS_3

Marien yang tidak sadarkan diri dibaringkan di atas sofa, sedangkan William diinterogasi oleh kedua orangtuanya yang tidak pernah mengatakan hal itu pada mereka dan yang tidak mengatakan jika mereka akan dipertemukan dengan menantu mereka.


Abraham yang sudah bertemu dengan Marien tidak pernah menduga jika wanita yang dia ajak berbisnis justru menantunya sendiri. Putranya benar-benar pandai menyembunyikan rahasia dan jangan katakan pula jika putranya yang lain juga melakukannya.


"Jelaskan pada kami, William. Sejelas-jelasnya!" pinta ibunya.


"Kenapa kau tidak mengatakan pada kami jika kau ingin mempertemukan kami pada istrimu?" tanya ayahnya pula.


"Dad, ini kejutan untuk kalian dan juga untuk istriku!"


"Tidak peduli, seharusnya kau mengatakan pada kami jika kau ingin mempertemukan kami pada istrimu sehingga kami bisa menyambutnya dengan sangat baik tapi kenapa kau merahasiakan hal ini pada kami, William!"


"Mom, aku hanya ingin memberikan kalian kejutan saja jadi jangan marah seperti itu. Aku minta maaf tidak mengatakannya pada kalian karena aku memang ingin kalian bertemu dengannya tanpa mengetahui jika Marien adalah istriku agar tidak membuatnya bingung."


"Kau tidak saja membuatnya bingung tapi juga membuatnya pingsan!" ucap ibunya.


"Yeah, itu diluar rencana!"


"Kemari kau, aku sangat ingin membantingmu ke atas lantai!" Silvia sudah melangkah maju tapi Abraham menahannya.


"Sudah, jangan marah. Jangan sampai menantu kita melihat sifat brutalmu lalu takut dengan kita."


"Mom, aku melakukan hal ini karena aku ingin kalian melihat jika istri yang aku nikahi adalah wanita hebat. Daddy sudah bertemu beberapa kali dengannya jadi aku yakin Daddy sudah tahu meski sedikit."


"Kenapa? Apa kau takut kami tidak bisa menerima istrimu?" tanya ibunya.


"Bukan begitu, Mom. Aku yakin kalian pasti bisa  menerimanya tapi aku hanya ingin?"


"Oke, cukup!" sela ibunya. Silvia jadi pusing dengan putranya yang berbohong dan terlalu banyak menyimpan rahasia.


"Sekarang kalian berdua pergi, aku ingin berbicara dengannya!" pinta Silvia pada suami dan putranya.


"Jangan menakuti istriku, Mom!" pinta William

__ADS_1


"Tidak akan, aku hanya ingin berbicara dengannya saja jadi pergilah sebelum dia sadar!"


"Baiklah, tapi jangan membuatnya menangis!" pinta William lagi.


"Aku tahu, tidak perlu diulangi karena aku tahu apa yang harus aku lakukan!"


"Jangan kau pukul. Silvia!" ucap suaminya.


"Kalian berdua cerewet, cepat pergi sebelum dia sadar" Silvia duduk di seberang Marien. Dia akan berbicara dengan menantunya untuk melihat seberapa seriusnya wanita itu pada putranya. Meski William mencintainya dan meski mereka sudah menikah tapi dia tidak akan membiarkan putranya tertipu untuk kedua kalinya seperti Fiona menipu dirinya.


Abraham dan William masuk ke dalam ruangan, meninggalkan Silvia dan Marien yang masih pingsan. Mereka akan membahas sesuatu selagi Silvia berbicara dengan menantunya. Marien yang pingsan akibat shock dan gugup mulai sadar. Dia bahkan terkejut dan bangun dengan terburu-buru tapi ketika melihat Silvia, Marien duduk dengan benar dan menunduk. Celaka, dia sungguh tidak menduga William memberikan kejutan seperti ini dan yang paling tidak dia duga adalah, identitas suaminya yang ternyata adalah putra dari Abraham Archiles, orang terkaya itu.


"Jadi kau wanita yang begitu berani membayar putraku agar dia mau menikah denganmu? Apa kau tidak tahu siapa dia?" Silvia pura-pura memasang ekspresi angkuh dan menatap Marien dengan tatapan dingin.


"Ma-Maaf. Waktu itu aku sedang terpojok karena hendak di jual dan aku melihat William sedang dipermalukan oleh mantan kekasihnya akibat keadaannya jadi aku mengajaknya menikah dan menawarkan uang satu juta dolar tanpa pikir panjang lagi!" ucap Marien.


"Kau melakukan hal itu tanpa tahu siapa William?"


"Tentu saja aku tidak tahu. Aku sungguh tidak tahu siapa dirinya bahkan hari itu adalah awal pertemuan kami!"


"Pe-Penawaran apa?" Marien memberanikan diri memandangi Silvia. Sepertinya ibu William tidak menyukai dirinya, dia bisa melihat itu. Mungkin karena status mereka yang berbeda dan itu wajar karena dia hanyalah orang biasa apalagi dia memiliki keluarga yang tidak harmonis, sudah dipastikan dia tidak pantas menjadi menantu dari Abraham Archiles.


"Kau menawarkan William satu juta dolar agar dia menikahi dirimu dan sekarang, aku menawarkan sepuluh juta dolar dan uang itu akan menjadi milikmu jika kau mau meninggalkan William!" Silvia ingin melihat apakah wanita itu menerima tawarannya atau tidak. Dia memang sengaja karena dia ingin tahu, antara William dan uang, mana yang akan dipilih oleh Marien.


"Apa?" Marien terkejut dengan kedua mata yang melotot. Sepuluh juta dolar? Sungguh tawaran yang sangat menggiurkan.


"Bagaimana? Kau mau menerima uang itu atau tidak? Jika kau mau meninggalkan putraku maka aku akan memberikan sepuluh juta dolar untukmu dan jika kau tidak mau, maka kau tidak akan mendapatkan apa pun sekali pun kau melahirkan anak untuknya. Jadi tentukanlah pilihanmu dengan baik dan bijak!"


Marien diam sesaat namun senyuman menghiasi wajahnya. Entah ibu William serius atau tidak tapi dia merasa ibu William tidaklah jahat walau dia terlihat angkuh dan tidak bersahabat.


"Bagaimana, apa pilihanmu?" tanya Silvia.


"Terima kasih atas tawaran yang Nyonya berikan. Sepuluh juta dolar sungguh menggiurkan dan uang itu bisa aku gunakan sampai seumur hidupku. Aku bisa memperbesar bisnisku dengan uang itu. Aku bisa membeli apa pun yang aku mau dan aku bisa menikmati hidupku tanpa adanya kekurangan dari uang itu tapi maaf, aku tidak bisa menerimanya," ucap Marien.

__ADS_1


"Kenapa? Apa uang itu kurang? Oh, aku tahu. Kau pasti sengaja menolak agar aku menambahnya. Bagaimana jika aku memberikan lima belas juta dolar. Apa kau sudah mau?" Silvia semakin sengaja memancing menantunya.


"Terima kasih, Nyonya. Mau Nyonya tambahkan lagi menjadi dua puluh, tiga puluh dan seterusnya tapi aku akan tetap menolak."


"Kenapa? Aku tidak percaya kau tidak tertarik  dengan uang yang aku tawarkan!"


"Aku memang tertarik, tapi bagiku uang bisa aku cari tapi kebersamaan yang aku lewati dengan William tidak akan bisa dibeli dengan uang, tidak akan bisa terganti dengan apa pun karena kenangan itu terukir di hati kami berdua. Suka duka sudah kami lalui tanpa ada yang tahu. Kami sudah melewati banyak hal dan semua itu, tidak bisa dibeli dengan uang berapa pun yang Nyonya miliki."


Silvia tak melepaskan pandangannya dari Marien. Dia sangat senang mendengar jawaban dari Marien dan dia rasa William tidak salah memilih kali ini.


"Baiklah, kau lulus!" ucap Silvia.


"Maksud Nyonya?" tanya Marien tak mengerti.


"Panggil aku Mommy, guys!" jawab Silvia sebelum memanggil suami dan putranya.


Marien masih tidak mengerti, apa itu semacam ujian yang diberikan oleh William untuk melihat sejauh mana kesetiaan yang dia miliki? Abraham dan putranya keluar dari ruangan sedangkan Silvia sudah beranjak dari tempat duduknya.


"Mommy tidak membuatnya menangis, bukan?" tanya William yang sudah was-was sedari tadi.


"Tidak, tapi kali ini kau mendapatkan pasangan yang tepat. Meski cara pernikahan kalian tidak aku suka tapi aku tidak akan mempermasalahkannya karena kau menemukan pasangan hidup yang tepat meski dengan cara yang tidak tepat."


"Thanks, Mom. Aku sudah tahu kau pasti tidak akan kecewa dengannya."


"Sekarang ajak dia makan, Mommy ingin menghubungi kakek dan nenek untuk memberi mereka kabar," Silvia mengajak Abraham pergi sedangkan William menghampiri Marien.


"Bagaimana dengan keadaanmu, Honey?"


"Kenapa kau tidak mengatakan akan hal ini padaku, Will? Jika aku tahu maka aku?"


"Sttss," William meletakkan jari di bibir istrinya, "Aku sengaja, ini kejutan!" ucapnya.


"Sebal, kau mengejutkan aku sampai pingsan!" banyak yang ingin dia bicarakan dengan suaminya tapi akan dia lakukan nanti.

__ADS_1


William terkekeh, soal pingsan diluar rencana. Entah apa yang dibicarakan oleh ibunya dan Marien tapi dia bisa melihat jika ibunya menyukai Marien. Marien tersenyum tipis ketika William mengajaknya ke dapur. Siapa yang menduga pria yang dia bayar dan dia nikahi ternyata pria yang memiliki kekuasaan. Pantas saja Alexa semakin benci, dia rasa kakaknya sudah tahu dan pantas saja ayahnya juga Zack sangat ingin bertemu dengan William. Sekarang semuanya sudah terjawab karena tanpa dia tahu, dia sudah menikahi seorang pria yang luar biasa.


__ADS_2