Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Pernikahan Steve Dan Alexa


__ADS_3

Niat baik Steve benar-benar tidak ditolak oleh Gavin apalagi Alexa memang ingin menikahi pemuda itu. Acara pernikahan akan diadakan di penjara tentu setelah mendapatkan ijin. Tidak bisa terlalu banyak orang yang hadir, hanya diperbolehkan beberapa orang saja tapi itu sudah cukup.


Steve dan Alexa memanfaatkan waktu setengah jam yang ada seperti yang selalu mereka habiskan saat bertemu. Mereka hanya perlu melakukan sumpah janji suci yang akan disaksikan oleh Gavin dan Marien serta Wiliam. Marian dan William akan menjadi saksi untuk mereka nantinya.


Steve yang tidak memiliki orangtua lagi tentu saja merasa sangat terbantu. Alexa pun merasa, cukup kehadiran ayah dan adiknya sudah cukup untuk menyaksikan momen bahagianya dengan Steve. Lagi pula dia sudah pernah merasakan pernikahan megah dan kala itu dia mendapatkan momen yang sangat memalukan namun setelah dipikir, dia memang pantas mendapatkannya.


Untuk gaun pengantin,. Alexa memercayakan adiknya. Sebuah gaun sederhana menjadi pilihan karena dia tidak mau terlalu heboh. Penata riasnya juga Marien karena Marien yang meminta dan Alexa tidak bisa menolak. Semuanya dia percayakan pada adiknya oleh sebab itu Marien datang lebih awal untuk mendandani kakaknya. Beruntungnya para sipir sangat baik pada mereka sehingga mereka diberi waktu tambahan setengah jam agar mereka tidak terlalu terburu-buru.


Alexa sudah memakai gaun pengantinya, sedangkan Marien sibuk mendandani wajahnya. Meski Alexa bisa berdandan sendiri, dia tidak bisa menolak permintaan adiknya apalagi dia takut adiknya kecewa sehingga adiknya tidak mau lagi datang untuk menjenguk dirinya.


"Bagaimana menurutmu, Marien? Aku tidak mungkin salah menerima tawaran dari Steve, bukan" tanya Alexa yang ingin mengetahui pendapat Marien.


"Tentu saja tidak, kakak. Aku sangat mendukung hubunganmu dengan Steve dan aku rasa ini sangat bagus. Steve benar-benar menunjukkan keseriusannya dengan menikahimu selagi kau berada di dalam penjara."


"Sesungguhnya aku takut dia menyesal saat dia sudah bosan menunggu aku bebas. Meski kami sudah menikah tapi kami tidak seperti pasangan suami istri lainnya karena aku tidak bisa melakukan kewajibanku sebagai istrinya. Bagaimana jika dia bosan menunggu lalu mencari wanita lainnya?"


"Kau terlalu mengkhawatirkan banyak hal, kakak. Cobalah kau tidak terlalu menaruh curiga pada orang lain. Kau bisa mengambil hikmahnya jika memang Steve berkhianat. Yang pertama, kau tidak rugi apa pun karena kau berada di dalam penjara. Jika Steve benar-benar berkhianat itu berarti kau mengetahui kebusukannya sebelum kalian benar-benar menjadi pasangan yang sesungguhnya.  Yang kedua, dengan keberadaan dirinya kau jadi sangat ingin bebas dan dengan keberadaannya kau jadi merasa waktu yang harus kau lalui selama enam tahun tidak terasa jadi jika dia berkhianat, anggap saja dia motivator yang kebetulan lewat yang telah memotivasi hidupmu jadi jangan takut apalagi aku yakin Steve tidak seperti yang kau duga!"


"Baiklah, aku mengerti dengan apa yang kau maksudkan. Sekarang dandani aku agar semua sudah selesai saat Steve datang," pinta Alexa.


"Aku sedang melakukannya, kakak. Bersabarlah, kau akan terlihat cantik saat Steve sudah datang nanti sehingga dia pangling dan tidak bisa berpaling darimu," goda Marien yang memang sedang merias wajah kakaknya.


"Apa? Jangan menggoda aku!" ucap Alexa.


"Percayalah padaku, setiap pengantin pria pasti akan pangling saat melihat pengantin wanitanya."


"Aku benar-benar iri padamu, Marien. Kau benar-benar memiliki kehidupan yang sempurna meski kau tidak mendapatkan dukungan dari Daddy," ucap Alexa.

__ADS_1


"Jangan iri padaku, kak. Kau pun bisa mendapatkan kehidupanmu setelah ini. Semua orang memiliki jalan hidupnya masing-masing jadi jangan iri dengan orang lain. Mungkin saat ini kau merasa tidak adil atau kau sedang memiliki hari yang buruk tapi percayalah padaku, ada saatnya nanti kau memiliki kehidupan yang kau inginkan. Asal kau tidak iri dan bersyukur, kau pasti mendapatkan kehidupan yang sempurna."


"Lagi-Lagi kau menasehati aku, terima kasih!"


"Sudahlah, sudah selesai. Kau terlihat cantik sekarang," ucap Marien karena dia sudah selesai.


"Thanks," Alexa melihat dirinya dari pantulan cermin kecil yang Marien bawa. Dia tampak puas, penampilannya sudah terlihat sempurna.


"Bagaimana, apa  kakak puas?" tanya Marien.


"Tentu saja, sekarang rambutku dan setelah itu selesai!"


Marien beranjak, dengan perut besarnya. Marien berdiri di belakang Alexa untuk menata rambutnya. Hanya beberapa jepitan yang menghiasi rambut Alexa tapi itu sudah cukup. Kini dia sudah terlihat cantik, tak kalah dengan penampilannya di dandani di salon yang sering dia datangi.


"Aku sudah tidak sabar Steve datang dan melihat penampilanku. Waktu itu sangat memalukan, aku harap dia melupakannya!"


Alexa tersenyum, bunga yang dibawa oleh Marien diambil lalu dihirup. Dia benar-benwar terlihat jatuh cinta dan memang itulah yang terjadi. Marien memperhatikan kakaknya dengan senyuman, dia sangat senang melihat perubahan pada diri kakaknya yang sangat luar biasa. Ternyata benar, cinta bisa merubah seseorang.


Steve yang sudah datang bersama William tertegun melihat penampilan Alexa. Steve mendekati Alexa tanpa berkata apa-apa sampai dia berdiri di hadapan Alexa yang tak melepaskan tatapan matanya dari Steve yang sudah terlihat gagah.


"Kenapa melihat aku seperti itu?" tanya Alexa.


"Cantik!" satu kata yang diucapkan oleh Steve membuat Alexa tersipu malu.


"Ka-Kau juga tampan," puji Alexa.


"Kau sangat pantas dengan dandanan ini, sederhana namun membuatmu terlihat luar biasa."

__ADS_1


"Apakah yang sudah-sudah tidak cantik?" tanya Alexa.


"Bukannya tidak, tapi yang ini lebih bagus!" puji Steve.


"Adikku yang mendandani aku, Aku rasa dia memiliki bakat," wajah Alexa masih tersipu apalagi Steve adalah pria pertama yang memberikan pujian yang begitu banyak padanya.


"Steve, mana pendetanya?" tanya Marian.


"Dia akan datang dengan ayah Nona nanti."


"Baiklah, sebentar lagi kau akan menjadi kakak iparku jadi jangan memanggil aku Nona lagi!" ucap Marien.


"Maaf, aku?" Steve justru melihat ke arah William.


"Jangan melihat aku seperti itu, kakak ipar," ucap William. Mendadak hubungan mereka jadi berubah dan rasanya jadi aneh.


"Kalian berdua jadi memiliki hubungan yang bagus!" ucap Marien.


"Aku akan bersikap seperti biasa," ucap Steve. Dia tidak mungkin bersikap kurang ajar pada William apalagi dia tetaplah asistennya.


"Kau boleh memanggil aku apa pun, aku tidak melarang!" ucap William.


"Terima kasih, Sir."


Sambil menunggu kedatangan ayahnya, Marien duduk sebentar sambil mengusap perutnya besar.  Kedua kakinya sudah terasa pegal, dia harap ayahnya tidak terlalu lama apalagi waktu mereka tidak terlalu banyak. Mereka menunggu sambil berbincang sampai akhirnya. Gavin datang dengan sang pendeta.


Waktu yang ada dimanfaatkan dengan baik, acara pengucapan janji suci pernikahan pun langsung dilaksanakan. Meski disaksikan anggota keluarga saja, namun Steve begitu serius mengucapkan sumpah setianya begitu juga dengan Alexa.

__ADS_1


Hanya dalam waktu beberapa menit saja, mereka sudah sah dinyatakan sebagai suami istri. Steve memberikan ciuman lembutnya, mereka saling pandang dengan ekspresi wajah yang bahagia. Setelah acara pengucapan janji sudah selesai, mereka semua pergi meninggalkan Alexa dan Steve untuk waktu yang tersisa. Alexa dan Steve saling berpelukan dan berciuman sebagai suami istri. Meski tidak seperti suami istri pada umumnya tapi Steve berjanji pada Alexa jika dia akan setia menunggunya bebas sampai masa hukuman yang dia jalani saat ini selesai.


__ADS_2