Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Permintaan Maaf Alexa


__ADS_3

Gavin benar-benar diabaikan oleh kedua putrinya, meski dia sudah berusaha menemui Alexa tapi dia tidak pernah dapat bertemu dengan Alexa. Gavin pun berusaha mencari Marien namun hal yang sama yang dia dapatkan. Gavin pun pergi mencari William, berharap William mau mempertemukan dirinya dengan Marien namun Steve saja yang menemui dirinya. Sekarang dia benar-benar putus asa, keterangan yang dia berikan pun bertolak belakang dengan apa yang Alexa jelaskan sehingga keterangannya ditolak.


Padahal dia mengatakan kesaksian palsu untuk meringankan hukuman Alexa tapi putrinya tidak membutuhkan bantuannya sama sekali. Perasan Gavin benar-benar hancur, dia tidak menduga Alexa akan semarah itu padanya sampai-sampai tidak mau bertemu dengannya lagi dan tidak mengakuinya sebagai ayah lagi.


Menyesal, sudah pasti dia rasakan karena kedua putrinya sudah tidak mau bertemu dengannya dan tidak mau menganggap dirinya lagi. Gavin kembali ke penjara untuk bertemu dengan Alexa dan lagi-lagi dia mendapatkan penolakan dari Alexa. Rasa kecewa dan amarahlah yang membuat Alexa tidak bisa memaafkan ayahnya begitu saja. Dia bahkan tidak butuh bantuan ayahnya untuk meringankan hukuman yang dia dapatkan. Mau berapa tahun dia berada di dalam penjara, dia tidak peduli.


Gavin melangkah keluar dari penjara dengan perasaan kacau, bagaimana caranya agar dia bisa bertemu dengan putrinya? Ketika Gavin sedang putus asa, dia justru tanpa sengaja melihat Marien yang baru datang bersama dengan Wiliam karena dia ingin menjenguk Alexa.


Keadaan Marien sudah membaik, untuk menutupi rambutnya yang tidak ada Marien menggunakan wig pendek agar tidak begitu menarik perhatian apalagi dia sudah kembali menyibukkan dirinya di kantor. Asistennya yang terluka pun sudah membaik dan sudah kembali bekerja.


Gavin berlari menghampiri putrinya, ini benar-benar sebuah kebetulan yang tak terduga. Dia tidak menyangka Marien akan datang. Dia menebak Marien pasti ingin menjenguk Alexa. Seperti yang dia duga, Marien tidak akan tega pada kakaknya karena sedari dulu Marien memang memiliki hati yang baik.


"Marien, Daddy sangat senang kau mau datang untuk menjenguk kakakmu!" ucapnya seraya berlari menghampiri. Marien cukup terkejut melihat keberadaan ayahnya, dia tidak menduga ayahnya akan berada di sana namun William langsung pasang badan karena dia tidak mau istrinya dimanfaatkan lagi oleh ayahnya yang tidak bertanggung jawab.


"Mau apa lagi kau?" William bertanya dengan nada sinis. Marien cuek saja, dia bahkan seperti enggan menatap ayahnya.


"Aku ingin berbicara dengan Marien, jangan menghalangi aku!" ucap Gavin yang tak kalah sinis karena William melarangnya padahal Marien adalah putrinya.


"Kau hanya ingin memanfaatkannya saja jadi aku tidak akan mengijinkan kau memanfaatkannya lagi!"


"Memanfaatkan apa? Jangan asal berbicara!" ucap Gavin tidak terima.


"Di luar panas, Will. Kepalaku sakit!" ucap Marien. Dia sedang berusaha mengabaikan ayahnya dan berusaha untuk tidak melihat ayahnya agar rasa iba tidak dia rasakan karena dia tidak mau memikirkannya lagi.

__ADS_1


"Ayo kita masuk ke dalam. Jangan terlalu lama, keadaanmu masih kurang baik!" William menggandeng tangan Marien dan berjalan di sisinya agar dia bisa menjaga Marien.


"Tunggu, Marien. Daddy ikut denganmu!" pinta ayahnya seraya mengikuti Marien dan William.


"Pergi, jangan mengikuti aku. Seharusnya kau bisa mengunjunginya seorang diri!" ucap Marien tanpa mau melihat ayahnya.


"Daddy tidak bisa karena Alexa tidak mau menemui Daddy. Oleh sebab itu, Daddy ikut denganmu."


"Oh, akhirnya mata Alexa terbuka lebar sehingga dia bisa melihat siapa yang jahat sekarang!"


"Daddy ingin meminta maaf padanya, Marien. Daddy ingin membantunya agar dia bisa bebas dari penjara jadi bawa Daddy masuk serta," ayahnya kembali memohon.


"Sudah aku katakan, lakukan sendiri. Kau tidak bisa menemuinya karena Alexa tidak mau bertemu denganmu, bukan?"


"Dia hanya marah saja dengan Daddy, jadi jangan salah mengartikan!" ucap ayahnya.


Gavin tetap mengikuti karena dia harus bertemu dengan Alexa tapi William memerintahkan sipir penjara untuk mencegah agar Gavin tidak mengikuti mereka. Untuk kesekian kali, Gavin harus menelan pil pahit karena Marien benar-benar tidak peduli dengannya. Perasaan sedih menumpuk dihati tapi semua itu adalah akibat perbuatannya sendiri.


Begitu mendengar ada yang berkunjung, Alexa tampak enggan tapi setelah mendengar jika adiknya yang datang, Alexa meminta dikeluarkan karena dia memang ingin bertemu dengan Marien sebab ada yang hendak dia katakan pada adiknya.


Alexa dibawa keluar dari sel tahanannya karena Marien dan William menunggu di ruangan khusus yang sudah tersedia untuk para pengunjung yang mau bertemu dengan tahanan. Perasaan lega Alexa rasakan ketika melihat adiknya sudah baik-baik saja. Sekarang yang ada dihatinya bukan lagi perasaan dendam melainkan rasa bersalah karena dia sudah berlaku kejam pada Marien.


"Sepertinya kau sudah baik-baik saja," ucap Alexa ketika dia sudah duduk di hadapan Marien dan William.

__ADS_1


"Bagaimana dengan keadaanmu, Alexa. Apa kau baik-baik saja?" tanya Marien pula. Alexa tampak kacau dan berantakan, dia sudah tidak terlihat cantik seperti biasanya karena banyak yang dia pikirkan.


"Seperti yang kau lihat, Marien. Tapi memang di sinilah tempat yang pantas untukku," Alexa berusaha tersenyum, dia memang pantas berada di tempat seperti itu.


"Aku harap kau baik-baik saja, maaf aku tidak bisa membantu."


"Tidak perlu dipikirkan, aku tidak akan menyalahkan dirimu karena semua yang terjadi adalah kesalahanku. Maafkan semua perbuatan jahat yang telah aku lakukan, Marien. Aku sungguh kakak yang tidak berguna. Aku mengatakan hal ini bukan untuk mendapatkan belas kasihmu tapi aku benar-benar ingin meminta maaf padamu. Aku telah membencimu begitu lama, tidak percaya dengan apa yang kau katakan dan aku terjerumus oleh dendamku sendiri padahal kau tidak melakukan apa yang aku tuduhkan padamu. Maafkan aku yang telah menuduh ibumu dan membenci kalian begitu lama, aku benar-benar minta maaf!" pinta Alexa dengan perasaan sesal memenuhi hati. Dia sungguh malu tapi dia harus meminta maaf pada Marien.


"Aku tidak menyalahkan dirimu, kakak!" Marien memegangi tangan Alexa, ini kali pertama dia memanggil Alexa dengan sebutan kakak dan setelah sekian lama,  ini kali pertama mereka bisa berbicara tanpa berdebat.


"Aku tidak membenci dirimu apalagi kita adalah korban dari keegoisan ayah kita.  Aku harap kau berubah setelah ini."


"Terima kasih, Marien. Aku tahu aku yang telah salah, jangan mengkhawatirkan aku karena aku pantas mendapatkan hukuman ini. Saat aku sudah bebas nanti, aku akan menjalani hidupku dengan baik. Maukah kau menerima aku sebagai kakakmu yang tidak berguna?" pinta Alexa.


"Jangan berkata demikian, aku pasti akan menerima dirimu. Aku akan sering-sering datang untuk menjengukmu."


"Terima kasih, tapi jangan datang dengan Daddy. Aku tidak mau bertemu dengannya dan aku harap kau tidak bermurah hati padanya. Biarkan saja dia menerima akibat dari apa yang dia lakukan. Aku harap kau tidak mempedulikan dirinya sama sekali karena aku pun sudah tidak peduli bahkan aku tidak mau menerima bantuan darinya."


"Aku tahu, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku harap dengan kejadian ini keluarga kita bisa berubah," ucap Marien.


"Aku juga harap demikian," Alexa beranjak, begitu juga dengan Marien. Marien mengira Alexa mau kembali ke dalam tapi ternyata Alexa justru mendekatinya dan memeluknya.


"Maafkan aku, Marien. Aku benar-benar minta maaf!" ucapnya.

__ADS_1


"Semua orang punya salah, Alexa. Begitu juga aku. Jika bisa diperbaiki maka aku lebih suka memperbaikinya oleh sebab itu, aku sangat berharap hubungan kita sebagai saudara semakin baik setelah kejadian ini!"


"Aku juga berharap demikian!" ucap Alexa. Tidak menduga hubungan mereka bisa berubah menjadi seperti itu karena perasaan benci yang dia rasakan pada Marien benar-benar sudah tidak ada lagi. Bersyukur dia memiliki adik yang baik karena Marien mau memaafkan dirinya meski dia sudah memperlakukan Marien dengan tidak menyenangkan selama ini bahkan dia hampir merusak wajah Marien dan hal itu tak akan dia lupakan.


__ADS_2