Suami Cacatku Yang Sempurna

Suami Cacatku Yang Sempurna
Happy Family


__ADS_3

Semua sudah berubah, hadiah yang diberikan oleh William untuk mereka benar-benar membantu. Masa tahanan yang akan dijalani oleh Alexa selama enam tahun kini menjadi dua tahun saja. Waktu yang semakin singkat dan dalam dua tahun itu, waktu berjalan cukup cepat karena hari ini, Alexa sudah bebas dan akan keluar dari penjara sebentar lagi.


Marien sedang berkunjung ke rumah ayahnya karena ayahnya akan mengadakan perjamuan untuk menyambut kepulangan Alexa meski dia tahu, Alexa tidak akan tinggal di sana lagi karena Alexa akan pulang bersama dengan Steve.


Hari yang sangat mereka nantikan. Tadinya hukuman Alexa cukup lama karena dia akan menjalani masa hukuman selama belasan tahun tapi setelah melakukan banding, masa hukuman Alexa justru tinggal enam tahun dan setelah itu tinggal beberapa tahun saja. Itu adalah proses luar biasa yang harus dijalani oleh Alexa untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik dan sekarang, dia banar-benar menjadi pribadi yang jauh lebih baik.


Selain dia bisa mendapatkan keluarganya kembali, dia pun mendapatkan suami yang sangat mencintai dirinya. Hari kebebasan yang sangat dia nantikan. Tidak saja dinantikan olehnya tapi juga dinantikan oleh Steve. Pria itu datang lebih awal, dia ingin menyambut kebebasan istrinya yang sebentar lagi akan terjadi.


Alexa sudah diantar keluar, dia pun sudah bertukar pakaian dengan pakaian yang dia gunakan sebelum dia masuk ke dalam penjara. Steve benar-benar menunggu dengan tidak sabar oleh sebab itu, ketika Alexa keluar dari kamarnya, Steve melangkah mendekati Alexa dan Alexa pun tidak menyia-nyiakan kesempatan dan berlari mendekatinya.


"Steve!" Alexa berteriak memanggil lalu melompat naik ke atas pelukan Steve.


"Kau terlihat sangat senang?" Steve memeluknya dengan erat, begitu juga dengan Alexa.


"Aku sudah menghirup udara segar dan aku sudah tidak sabar membina rumah tangga denganmu. Tolong tetap terima aku yang tidak sempurna ini!" pinta Alexa.


"Tentu saja. Jika aku tidak bisa menerima dirimu maka aku tidak akan menunggumu!"


"Baiklah, sekarang bawa aku pergi ke rumahmu, ke rumah yang akan tinggali bersama!"


"Kau benar-benar tidak sabar tapi ayah dan adikmu sudah menyiapkan pesta penyambutan oleh sebab itu kita harus pulang!"


"Oh, aku hampir melupakannya. Aku harus mengambil semua keperluanku di rumah jadi sekarang antar aku pulang untuk bertemu dengan Marien dan ayahnya!"


"Tentu saja, tapi sebelum itu?" Steve sedang mencium wajah Alexa oleh sebab itu, Alexa tahu apa yang dia inginkan. Alexa melonggarkan pelukan mereka sedikit dan setelah itu, mereka berciuman untuk melepaskan kerinduan yang mereka pendam selama ini.


"Aku sangat merindukan dirimu, Steve. Terima kasih sudah bersedia menunggu aku bebas dari penjara. Aku benar-benar sangat beruntung karena setelah mendapatkan maaf dari adikku, aku pun dapat bertemu denganmu dan kau mau menerima aku yang seperti ini!" ucap Alexa.


"Tidak perlu dipikirkan, aku tidak memikirkan apa yang telah kau lakukan dan siapa dirimu sebelumnya jadi jangan dipikirkan hal seperti ini!"


"Terima kasih, aku bisa bebas dengan cepat berkat dirimu. Aku benar-benar sangat berterima kasih!" air mata bahagia menetes karena dia sangat senang sudah bisa bebas dari hukuman.

__ADS_1


"Tidak semuanya berkat aku, ayo kita kembali. Sudah cukup basa basinya!"


"Kau benar, ayo kita kembali. Aku sudah tidak sabar bertemu dengan keluargaku!" ajak Alexa.


"Mereka pasti sedang menunggu kita, tapi setelah ini kau harus ikut aku pulang dan tinggal denganku!"


"Tentu saja, di mana kau berada di sana pula aku berada!" ucap Alexa.


"Bagus, kau memang harus tinggal denganku karena di mana pun aku berada, kau harus bersama denganku!"


"Aku tahu, sekarang bawa aku pulang ke rumah ayahku untuk bertemu dengan mereka dan setelah itu bawa aku pulang ke rumahmu!"


"Rumah kita!" Steve kembali mencium bibirnya, mereka akan membangun istana mereka berdua nantinya lalu melahirkan banyak anak yang akan mewarnai hidup mereka.


Steve segera membawa Alexa, pulang ke rumah ayahnya. Gavin dan Marien sudah menunggu dengan tidak sabar. Ketika Gavin mendengar kabar jika Alexa bisa bebas lebih cepat, dia benar-benar sangat senang. Semua berkat menantu yang dia anggap sebagai pecundang dulu. Kini semua jadi berubah, mereka memiliki hubungan yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya.


Begitu Alexa dan Steve tiba, Gavin menyambut kedatangan mereka di depan pintu. Alexa dipeluk dengan erat, dia sungguh senang putrinya bisa kembali lagi. Marien berdiri tidak jauh dari mereka, dia datany bersama dengan William dab Emely yang sedang berada di dalam gendongannya saat itu.


"Aku juga sangat senang, Dad. Tapi kau tahu setelah ini aku tidak akan tinggal di sini lagi karena aku akan mengikuti Steve!"


"Apa kau tidak mau menginap untuk satu atau dua malam?" tanya ayahnya.


"Maaf, Dad. Steve sudah lama menunggu dan aku tidak bisa membiarkan dia menunggu lagi walau untuk satu hari saja jadi ijinkan aku pergi setelah ini!" ucap Alexa.


"Jangan menahannya, Dad. Alexa sudah menikah jadi sudah sepantasnya dia mengikuti suaminya," ucap Marien.


"Baiklah, aku hanya sedih saja karena kalian berdua akan meninggalkan aku sehingga tinggal aku yang tua ini sendirian di rumah!" bagaimanapun sangat berat melepaskan kedua putrinya dan sekarang, tinggal dia seorang diri di rumah.


"Tidak perlu sedih, Dad. Kami pasti akan pulang!" ucap Alexa.


"Daddy tahu!" meski tinggal dia seorang diri, dia harus menerimanya.

__ADS_1


Alexa mendekati Marien dan memeluknya, dulu mereka tidak seakrab itu bahkan jarang bertegur sapa saat bertemu tapi sekarang semua jadi berbeda.


"Selamat untukmu, Alexa. Aku harap kau menikmati hidupmu mulai sekarang!"


"Terima kasih, Marien. Aku harap aku memiliki hati sebaik dirimu sehingga aku bisa hidup lebih baik lagi!"


"Kau pasti bisa!" ucap Marien.


"Terima kasih," Alexa melepaskan adiknya dengan senyuman. Tak pernah dia tersenyum seperti sebelumnya sebelum dia menyadari kesalahannya.


Alexa mendekati Emely yang berada di dalam gendongan William tapi Emely tidak mau karena dia memang tidak begitu mau digendong oleh orang lain apalagi dia jarang melihat Alexa. Penolakan Emely membuat Alexa sedih tapi dia tidak bisa memaksa karena Emely masih anak-anak.


"Ayo masuk ke dalam, Daddy dan adikmu sudah menyiapkan perjamuan untuk menyambut kedatanganmu!" ajak ayahnya.


"Baiklah, padahal aku sangat ingin menggendongnya," Alexa tampak sedih dan sedikit kecewa.


"Sudah, dia belum mengenalmu. Nanti dia pasti mau setelah mengenal dirimu nanti." ucap Marien.


"Kau benar, aku akan mengunjungimu sesering mungkin agar Emely segera mengenal aku!"


"Itu lebih baik, ayo masuk ke dalam!"


Alexa menghampiri Steve yang sudah menunggu lalu menggandeng tangannya, mereka masuk ke dalam terlebih dahulu karena Marien sedang mengambil Emely dari gendongan William.


"Aku saja yang menggendongnya!"


"Tidak apa-apa, aku yang akan menggendongnya!"


"Berikan padaku jika kau sudah lelah!"


Marien mengangguk dan tersenyum, tidak menduga akan memiliki keluarga yang harmonis seperti saat ini. Setelah Emely berada di dalam gendongannya, Marien dan William masuk ke dalam untuk bergabung dengan yang lainnya di mana hari ini, mereka akan makan bersama untuk menyambut kebebasan Alexa. Semua terlihat senang dan itulah keluarga yang selalu diimpikan oleh Marien, keluarga yang akur dan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2