Suamiku Kakak Sepupuku

Suamiku Kakak Sepupuku
Bab 105


__ADS_3

Tujuh bulan telah berlalu, Ryan masih belum mengembalikan Ibu dan adik Adik Alief, dengan menyandera mereka, keamanan Zerena lebih terjamin, Dokter Alief bahkan tidak pernah sekalipun mengganggu Zerena.


Sementara di Villa, Alex dan Alya sedang panen besar besaran, singkong dan pisang Ambon yang mereka tanam melimpah ruah.


Kini mereka pun tidak lagi membuat keripik secara manual, mereka bisa membeli alat alatnya, walaupun harus mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit, karena Alya melarang memakai uang uang dikirim Ryan setiap bulannya, bahkan mampu untuk membeli pabriknya sekalipun.


Uang seratus juta perbulan, bukanlah uang sedikit, tapi uang itu kini tinggal menumpuk di buku rekening Alex.


Karena selama ini mereka bisa mandiri dan hidup dari hasil bertani mereka.


Ryan pun merasa heran, karena penarikan yang yang biasa dilakukan oleh Alex, dengan menggunakan kartu yang dia berikan, tapi akhir akhir ini belum ada notifikasi yang masuk, tentang penarikan uang yang dilakukan oleh Alex.


Saat pulang dari kantor, Ryan mencari istrinya, dia berencana mengajak Zerena ke Villa mereka yang berada di luar kota.


"Sayang.....


kamu sudah pulang?"


ucaonya langsung menghampiri istrinya yang sedang memakan keripik singkong pedas kiriman Alex beberapa hari yang lalu.


"Kamu makan apa?"


Ucap Ryan ikut mencicipi keripik singkong itu.


"Ini keripik singkong dan keripik pisang Kak, katanya dari Alex, temannya Kak Ryan!"


"Alex, keripik singkong?"


Gumam Ryan sejenak, dia semakin penasaran dan bertekad akan menemui Alex esok!


Pagi pagi keduanya siap siap, jangan lupa anak gembul yang selalu mengintil kemanapun Bundanya pergi, bahkan ia sering ikut ke rumah sakit atau ke kampus, untuk menjaga Bunda katanya.


"Unda....


Lian mo uduk di lakang aja yah!"


Kata anak gembul itu, sambil menunjuk job bagian belakang.


Sejak usianya sudah masuk 1.5 tahun, dia semakin pintar dan sangat senang berbicara, walau masih acak acakan cara ngomongnya.


Zerena menuruti putranya, mendudukkannya di belakang lalu memakaikan seat belt ke tubuh putranya.


Dengan senang anak itu, bermain di belakang dan sesekali meminum susu yang disiapkan Bundanya.


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang,akhirnya mereka mulai melihat Villa yang kelihatan bersih terawat, Zerena tersenyum melihat Villa yang sudah lama tak pernah dikunjunginya.


.


Mereka turun dari mobil, saat pak Ucup sudah memarkirkan mobil, Zerena meggendong putra kecilnya yang sedang tertidur pulas.


Dia mengikuti Ryan yang berjalan di depannya, Ryan menekan bel, seorang gadis belia membukakan pintu untuk mereka.


"Assalamualaikum!"


Ucap Zerena, karena melihat suaminya seperti enggan berbicara pada gadis kecil itu.

__ADS_1


"Waalaikumsalam!


Cari siapa Kak?"


"Panggilkan Alex!"


Suara bariton Ryan mengagetkan gadis kecil itu, dia berlari masuk ke dalam dengan wajah sudah seputih kertas, karena takut.


Dengan nafas tersengal sengal, dia menemui Alex yang sedang membuat keripik di halaman samping.


Alex yang melihatnya berdiri, "Kau kenapa?"


"Kak Alex, ada yang mencari!"


Ucap Anina terbata bata, Alex yang mendengarnya langsung berjalan menuju ke ruang tamu.


Dan benar saja di sana berdiri, Ryan bersama istri dan anaknya,


"Selamat datang Tuan muda, kenapa tidak bilang kalau mau kemari, saya kan bisa menjemput!"


Alex menunduk hormat, tanpa menoleh atau melihat ke arah Zerena, karena dia tahu, Ryan sangat tidak suka kalau ada yang melihat sesuatu yang menjadi miliknya.


"Bagaimana keadaanmu, apa kau sehat Alex?"


Ucap Ryan sambil menatap dengan seksama wajah Alex.


Saya sangat sehat Tuan muda!"


Jawab Alex menunduk hormat!"


"Tapi kenapa tidak pernah mencairkan uang yang aku kirim, jangan jangan kalian disini melakukan pesugihan, dan menolak makan!"


Alex semakin diam, dia tidak berani menatap Bosnya itu, takut kelepasan dan ikut tertawa, jika itu sampai terjadi maka tamatlah riwayatnya.


"Tuan Muda, saya sedang bercocok tanam di kebun belakang Villa, lahan yang kosong itu saya pakai untuk menanam pisang dan singkong.


hasil panen kami olah menjadi keripik lalu kami jual!"


"Apa aku boleh duduk?


istriku lelah Lex!"


ucap Ryan, sambil menunjuk istrinya yang sedang menggendong putra kecilnya.


"Tuan Muda, Villa ini milik Tuan Muda, jangan meminta ijin pada kami!"


Alex mempersilahkan Tuan Mudanya sambil mengingatkan posisinya, yang hanya berada di ujung sepatu majikannya.


Tapi pria dingin itu, malah meminta ijin saat ingin duduk.


sungguh hatinya begitu tulus, tapi akan berubah jadi sangat menyeramkan bila ada yang mengusik ketenangannya.


"Bibi keluar, membawa minuman dingin untuk Tuan Muda mereka.


setelah mempersilahkan dia kembali masuk ke dalam.

__ADS_1


"Alex, bagaimana keadaan Ibu dan adik adik Alief, apa mereka sehat sehat saja, kalian tidak menyentuh adik adiknya bukan?"


Tanya Ryan ingin memastikan.


"Mereka baik baik saja Tuan Muda, bahkan ide berkebun dan membuat keripik adalah ide dari Alya, adik Dokter Alief!"


"Lalu kemana mereka, dan anak anak buahmu, kenapa sepi sekali?"


"Mereka di belakang Tuan, sedang mengemas keripik yang sudah jadi!"


Jelas Alex.


Zerena mengajak suaminya untuk melihat orang orang itu, mengolah keripik lalu menjualnya.


Mereka berdua mengikuti Alex, samar samar terdengar suara canda tawa mereka, sungguh pemandangan yang langka, pria pria bertubuh besar besar, sedang duduk bersama dan bekerja membungkus keripik keripik yang yang telah diolah sebelumnya.


"Assalamualaikum semua!"


Ucap Zerena kembali mengucapkan salam.


"Waalaikumussalam!"


Jawab mereka serempak, mereka menghentikan pekerjaannya dan menunduk memberi hormat kepada Bos besar mereka.


Orang yang telah menampung dan memberi mereka makan, orang yang sangat mereka segani.


Perlahan Alya mengangkat kepalanya, berusaha mencuri curi pandang, ternyata wanita yang bernama Zerena ini benar benar cantik, pantas saja Mas Alief jatuh cinta kepadanya.


"Ayah, Unda!


kok inggalin Lian, Lian na adi Agi obok, Unda!"


Tiba tiba anak gembul itu datang dan berteriak dengan suara cemprengnya.


"Oh Aulian lagi bobo sayang yah, maaf Bunda cuma pengen makan keripik makanya Bunda kemari!"


Zerena berusaha mencari alasan, agar anak gembul itu tidak marah marah.


"Ok Unda, Ita akam ipik waaaanyyaaak syeukalli!"


Ucapnya sambil membulatkan tangannya ke depan, membentuk lingkaran raksasa.


Matanya yang tadi masih mengantuk, kini berbinar sempurna, apalagi saat melihat keripik dengan berbagai varian rasa di depannya.


Dia menarik Bundanya untuk ikut duduk diantara Alya dan Anina.


"Ante antik Lian pelmisy, moo akam Ipik uwwweeeennaaakkkk!


Kan kan kan Unda?"


"iya sayang, Silahkan dimakan keripiknya!"


Ucap Alya dengan sopannya,


setelah itu anak gembul itu, benar benar memakan keripik yang rasa gula aren.

__ADS_1


"Unda, ini enak Unda, lasana Anis!"


Anak gembul itu menaikkan jempolnya ke arah Zerena, dan kembali melanjutkan makannya.


__ADS_2